Tsurayya Rimba Wastra, Merawat Alam Lewat Batik Ecoprint
Maman Sukirman
Selasa, 03 Nov 2026 20:46
Selayar - Berawal dari keprihatinan terhadap semakin banyaknya produk kebutuhan sehari-hari yang belum ramah lingkungan, Hasriani Tsurayya memilih menghadirkan alternatif melalui kerajinan batik ecoprint. Melalui Tsurayya Rimba Wastra, perempuan asal Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, ini mengolah dedaunan dan bahan alami menjadi karya tekstil bernilai ekonomi sekaligus membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan.
Bagi Hasriani, ecoprint memiliki makna lebih dari sekadar menghasilkan produk fesyen bernilai estetika. Usaha yang dirintisnya menjadi wujud kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan bahan-bahan alami. Ia ingin menghadirkan produk yang tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan untuk masa mendatang.
“Saya terinspirasi membuat produk yang tidak hanya memikirkan kebutuhan hari ini, tetapi juga dampaknya untuk jangka panjang. Melalui ecoprint, saya ingin memanfaatkan bahan-bahan alami sekaligus menghadirkan produk yang lebih ramah lingkungan,” ujar Owner Tsurayya Rimba Wastra, Hasriani Tsurayya.
Proses pembuatan batik ecoprint dimulai dari persiapan dan pengolahan kain. Selanjutnya, kain melalui proses pewarnaan menggunakan bahan alami yang berasal dari kayu maupun dedaunan. Dalam pengerjaannya, Hasriani menerapkan dua teknik, yakni pounding dengan cara memukul daun atau bunga di atas permukaan kain menggunakan palu hingga warna dan bentuk alaminya tercetak, serta teknik steam atau pengukusan.
“Dalam proses pembuatannya ada dua teknik yang kami gunakan, yaitu pounding dengan cara dipukul menggunakan palu dan teknik steam atau pengukusan. Setelah itu, kain dijemur dan dilanjutkan dengan proses fiksasi,” jelasnya.
Setelah melalui rangkaian proses tersebut, setiap lembar kain menghadirkan corak alami dengan karakter dan keunikan tersendiri. Tidak hanya menghasilkan kain, Tsurayya Rimba Wastra juga mengembangkan beragam produk fesyen berbahan ecoprint, mulai dari pakaian, topi, celana hingga rok.
Di balik kreativitas mengolah bahan alami menjadi produk bernilai ekonomi, Hasriani juga menaruh perhatian terhadap persoalan lingkungan di Kepulauan Selayar. Sebagai wilayah kepulauan, kawasan ini turut menghadapi persoalan sampah kiriman yang terbawa arus laut. Kondisi tersebut semakin menguatkan keinginannya untuk berkontribusi melalui usaha yang dijalankan.
“Saya berharap langkah kecil yang kami lakukan ini bisa ikut mengurangi volume sampah di Kepulauan Selayar, apalagi masih banyak sampah kiriman yang ditemukan. Menurut saya, upaya menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri,” tutur Hasriani.
Usaha Tsurayya Rimba Wastra kini menjadi salah satu UMKM binaan Rumah BUMN Selayar melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) UID Sulselrabar. Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal agar mampu mengembangkan produk, memperluas pasar, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan PLN berkomitmen mendorong transformasi ekonomi hijau dan digital melalui penguatan UMKM. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan melalui Rumah BUMN dan program TJSL diharapkan dapat membantu pelaku usaha lokal berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
“PLN terus mendampingi UMKM binaan agar naik kelas, adaptif terhadap era digital, dan berdaya saing. Melalui Rumah BUMN Selayar dan program TJSL, kami ingin memastikan pelaku usaha lokal dapat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Edyansyah.
Melalui Tsurayya Rimba Wastra, Hasriani menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui kreativitas dan kegiatan ekonomi. Dari helai kain yang dipadukan dengan motif dedaunan, ia merangkai harapan agar produk lokal tidak hanya memberikan nilai tambah bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian alam Kepulauan Selayar.
Bagi Hasriani, ecoprint memiliki makna lebih dari sekadar menghasilkan produk fesyen bernilai estetika. Usaha yang dirintisnya menjadi wujud kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan bahan-bahan alami. Ia ingin menghadirkan produk yang tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan untuk masa mendatang.
“Saya terinspirasi membuat produk yang tidak hanya memikirkan kebutuhan hari ini, tetapi juga dampaknya untuk jangka panjang. Melalui ecoprint, saya ingin memanfaatkan bahan-bahan alami sekaligus menghadirkan produk yang lebih ramah lingkungan,” ujar Owner Tsurayya Rimba Wastra, Hasriani Tsurayya.
Proses pembuatan batik ecoprint dimulai dari persiapan dan pengolahan kain. Selanjutnya, kain melalui proses pewarnaan menggunakan bahan alami yang berasal dari kayu maupun dedaunan. Dalam pengerjaannya, Hasriani menerapkan dua teknik, yakni pounding dengan cara memukul daun atau bunga di atas permukaan kain menggunakan palu hingga warna dan bentuk alaminya tercetak, serta teknik steam atau pengukusan.
“Dalam proses pembuatannya ada dua teknik yang kami gunakan, yaitu pounding dengan cara dipukul menggunakan palu dan teknik steam atau pengukusan. Setelah itu, kain dijemur dan dilanjutkan dengan proses fiksasi,” jelasnya.
Setelah melalui rangkaian proses tersebut, setiap lembar kain menghadirkan corak alami dengan karakter dan keunikan tersendiri. Tidak hanya menghasilkan kain, Tsurayya Rimba Wastra juga mengembangkan beragam produk fesyen berbahan ecoprint, mulai dari pakaian, topi, celana hingga rok.
Di balik kreativitas mengolah bahan alami menjadi produk bernilai ekonomi, Hasriani juga menaruh perhatian terhadap persoalan lingkungan di Kepulauan Selayar. Sebagai wilayah kepulauan, kawasan ini turut menghadapi persoalan sampah kiriman yang terbawa arus laut. Kondisi tersebut semakin menguatkan keinginannya untuk berkontribusi melalui usaha yang dijalankan.
“Saya berharap langkah kecil yang kami lakukan ini bisa ikut mengurangi volume sampah di Kepulauan Selayar, apalagi masih banyak sampah kiriman yang ditemukan. Menurut saya, upaya menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri,” tutur Hasriani.
Usaha Tsurayya Rimba Wastra kini menjadi salah satu UMKM binaan Rumah BUMN Selayar melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) UID Sulselrabar. Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal agar mampu mengembangkan produk, memperluas pasar, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan PLN berkomitmen mendorong transformasi ekonomi hijau dan digital melalui penguatan UMKM. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan melalui Rumah BUMN dan program TJSL diharapkan dapat membantu pelaku usaha lokal berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
“PLN terus mendampingi UMKM binaan agar naik kelas, adaptif terhadap era digital, dan berdaya saing. Melalui Rumah BUMN Selayar dan program TJSL, kami ingin memastikan pelaku usaha lokal dapat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Edyansyah.
Melalui Tsurayya Rimba Wastra, Hasriani menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui kreativitas dan kegiatan ekonomi. Dari helai kain yang dipadukan dengan motif dedaunan, ia merangkai harapan agar produk lokal tidak hanya memberikan nilai tambah bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian alam Kepulauan Selayar.
(MAS)
Foto Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Supriansa Titip Tiga Pesan untuk Ketua Golkar Maros Terpilih Andi Patarai Amir
2
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Kehilangan Sosok Wartawan Senior Arif Situju
3
LHP BPKP Tidak Sah Sebagai Bukti Baru Penetapan Tersangka Mantan Pj Gubernur Sulsel
4
Asmo Sulsel Bagikan Tips #Cari_Aman Berkendara di Musim Hujan
5
Hadapi Lonjakan Nataru, PELNI Makassar Siapkan 14 Kapal Penumpang
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Supriansa Titip Tiga Pesan untuk Ketua Golkar Maros Terpilih Andi Patarai Amir
2
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Kehilangan Sosok Wartawan Senior Arif Situju
3
LHP BPKP Tidak Sah Sebagai Bukti Baru Penetapan Tersangka Mantan Pj Gubernur Sulsel
4
Asmo Sulsel Bagikan Tips #Cari_Aman Berkendara di Musim Hujan
5
Hadapi Lonjakan Nataru, PELNI Makassar Siapkan 14 Kapal Penumpang