BSI Catat Lonjakan Bisnis Bullion Bank, Pembelian Emas Naik 441%
Kamis, 07 Agu 2025 13:27
BSI mencatat bisnis bullion bank alias bank emas melonjak signifikan, ditunjukkan dengan pembelian emas yang naik 441% persen secara tahunan. Foto/Istimewa
JAKARTA - Bisnis bullion bank atau bank emas milik PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus menunjukkan pertumbuhan signifikan sejak diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025. Selama kuartal II/2025, transaksi pembelian emas di BSI tercatat melonjak hingga 441% secara year-on-year (YoY).
BSI saat ini merupakan satu-satunya bank yang memperoleh izin resmi untuk menjalankan layanan bank emas. SVP Corporate Secretary & Communication BSI, Wisnu Sunandar, menjelaskan bahwa lonjakan transaksi pembelian emas ini didorong oleh tingginya minat masyarakat terhadap emas batangan.
Salah satu alasannya adalah sifat emas yang dikenal sebagai safe haven dan wealth protector. Dengan pertumbuhan ini, total gramasi emas yang dibeli melalui BSI mencapai 693 kilogram (kg), dengan jumlah transaksi mencapai 238.000 kali.
“Potensi bullion bank ini sangat besar, sekarang tinggal bagaimana demand perlu ditingkatkan. Karena emas mendukung daya tahan moneter dan fiskal sebuah negara, sekaligus wealth protector untuk masyarakat,” ujar Wisnu.
Untuk menjaga tren positif tersebut, BSI kini fokus memperluas inklusi bank emas agar masyarakat dapat memperoleh logam mulia secara fisik maupun digital dengan mudah. Wisnu juga menekankan bahwa masyarakat sudah cukup memahami manfaat emas sebagai instrumen simpanan.
“BSI memiliki BYOND by BSI, di mana masyarakat bisa membeli emas dengan harga yang kompetitif dan bisa diakses kapanpun, serta dimulai dari 0,1 gram. BSI juga bekerja sama untuk membuat BSI Gold. Menurut kami yang perlu diperkuat adalah inklusinya, karena emas sudah dipakai sejak dulu jadi membeli emas bukan hal yang asing lagi di masyarakat dan bank emas bisa memfasilitasi masyarakat untuk membeli emas dalam jumlah kecil,“ paparnya.
Peningkatan bisnis ini juga sejalan dengan visi pemerintah. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden RI ke-13, Ma’ruf Amin, mengatakan bahwa kehadiran bullion bank merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat yang ingin menyimpan emas secara bertahap.
“Emas jadi simpanan dan jaminan dalam mengatur sistem keuangan kita. Ini akan memperkuat keuangan dan kita sudah memulai era ekonomi syariah dan menghidupkan muamalah yang sempat hilang,“ tuturnya.
Menurut Ma’ruf, menyimpan emas dalam bentuk cicilan diperbolehkan dalam syariah karena emas dianggap sebagai komoditas. Meski demikian, ia menegaskan pentingnya aspek perlindungan agar layanan bank emas dapat memberikan rasa aman kepada nasabah.
Dukungan Pemangku Kebijakan
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, turut memberikan dukungan terhadap inisiatif bullion bank di Indonesia. Ia menyebut bahwa sejak awal pemerintah memiliki ambisi menjadikan Indonesia sebagai pusat bullion bank global.
“Saya pernah sampaikan ke Pak Muliaman (Muliaman D. Hadad) waktu masih menjadi Komisaris Utama BSI dan Kiai Ma‘ruf Amin waktu menjadi wakil presiden, bahwa bullion adalah alternatif kuat untuk memperkuat sistem syariah kita. Ini pintu masuk paling rasional untuk memperkuat sistem syariah,“ tutupnya.
BSI saat ini merupakan satu-satunya bank yang memperoleh izin resmi untuk menjalankan layanan bank emas. SVP Corporate Secretary & Communication BSI, Wisnu Sunandar, menjelaskan bahwa lonjakan transaksi pembelian emas ini didorong oleh tingginya minat masyarakat terhadap emas batangan.
Salah satu alasannya adalah sifat emas yang dikenal sebagai safe haven dan wealth protector. Dengan pertumbuhan ini, total gramasi emas yang dibeli melalui BSI mencapai 693 kilogram (kg), dengan jumlah transaksi mencapai 238.000 kali.
“Potensi bullion bank ini sangat besar, sekarang tinggal bagaimana demand perlu ditingkatkan. Karena emas mendukung daya tahan moneter dan fiskal sebuah negara, sekaligus wealth protector untuk masyarakat,” ujar Wisnu.
Untuk menjaga tren positif tersebut, BSI kini fokus memperluas inklusi bank emas agar masyarakat dapat memperoleh logam mulia secara fisik maupun digital dengan mudah. Wisnu juga menekankan bahwa masyarakat sudah cukup memahami manfaat emas sebagai instrumen simpanan.
“BSI memiliki BYOND by BSI, di mana masyarakat bisa membeli emas dengan harga yang kompetitif dan bisa diakses kapanpun, serta dimulai dari 0,1 gram. BSI juga bekerja sama untuk membuat BSI Gold. Menurut kami yang perlu diperkuat adalah inklusinya, karena emas sudah dipakai sejak dulu jadi membeli emas bukan hal yang asing lagi di masyarakat dan bank emas bisa memfasilitasi masyarakat untuk membeli emas dalam jumlah kecil,“ paparnya.
Peningkatan bisnis ini juga sejalan dengan visi pemerintah. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden RI ke-13, Ma’ruf Amin, mengatakan bahwa kehadiran bullion bank merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat yang ingin menyimpan emas secara bertahap.
“Emas jadi simpanan dan jaminan dalam mengatur sistem keuangan kita. Ini akan memperkuat keuangan dan kita sudah memulai era ekonomi syariah dan menghidupkan muamalah yang sempat hilang,“ tuturnya.
Menurut Ma’ruf, menyimpan emas dalam bentuk cicilan diperbolehkan dalam syariah karena emas dianggap sebagai komoditas. Meski demikian, ia menegaskan pentingnya aspek perlindungan agar layanan bank emas dapat memberikan rasa aman kepada nasabah.
Dukungan Pemangku Kebijakan
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, turut memberikan dukungan terhadap inisiatif bullion bank di Indonesia. Ia menyebut bahwa sejak awal pemerintah memiliki ambisi menjadikan Indonesia sebagai pusat bullion bank global.
“Saya pernah sampaikan ke Pak Muliaman (Muliaman D. Hadad) waktu masih menjadi Komisaris Utama BSI dan Kiai Ma‘ruf Amin waktu menjadi wakil presiden, bahwa bullion adalah alternatif kuat untuk memperkuat sistem syariah kita. Ini pintu masuk paling rasional untuk memperkuat sistem syariah,“ tutupnya.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
OJK Gandeng Komdigi & Perbankan Perangi Scam & Judi Online
OJK, Komdigi, dan industri perbankan nasional memperkuat sinergi dalam memberantas penipuan digital (scam) dan judi online guna membangun ekosistem keuangan digital.
Rabu, 15 Jul 2026 10:23
Ekbis
Kolaborasi Pelindo Jasa Maritim & BSI Dukung UMKM Naik Kelas
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) bersama BSI UMKM Center Makassar memperkuat kolaborasi dalam mendorong transformasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kamis, 09 Jul 2026 15:31
Ekbis
BSI Bukukan Laba Rp3,39 Triliun, Ditopang CASA & Bisnis Emas
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) membukukan laba bersih sebesar Rp3,39 triliun hingga Mei 2026 atau tumbuh 16,73 persen secara tahunan.
Rabu, 08 Jul 2026 11:53
Ekbis
BRI Perkuat Transformasi, Dividen Tembus Rekor Rp52,1 Triliun
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) membagikan dividen tunai Tahun Buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham.
Selasa, 07 Jul 2026 14:09
Ekbis
BSI Apresiasi Penempatan SAL, Siap Perkuat Pembiayaan Produktif
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengapresiasi kebijakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang menempatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sektor perbankan.
Selasa, 30 Jun 2026 07:37
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dugaan Pungli Perizinan di Gowa Berpotensi Menyeret Tersangka Baru
2
Pansus Temukan 50 Aset DLHK Sulsel Belum Bersertifikat, Ada yang Dikuasai Eks Pegawai
3
Konflik Lahan Laoli, Kehadiran Manajer PT KITLT Jadi Sorotan
4
Warga Makassar Apresiasi Layanan Pasti Ada Solusi Kementerian Hukum
5
Asmo Sulsel Dukung Hajatan FIF di Gowa: Padukan Hiburan, CSR, & Layanan Honda
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dugaan Pungli Perizinan di Gowa Berpotensi Menyeret Tersangka Baru
2
Pansus Temukan 50 Aset DLHK Sulsel Belum Bersertifikat, Ada yang Dikuasai Eks Pegawai
3
Konflik Lahan Laoli, Kehadiran Manajer PT KITLT Jadi Sorotan
4
Warga Makassar Apresiasi Layanan Pasti Ada Solusi Kementerian Hukum
5
Asmo Sulsel Dukung Hajatan FIF di Gowa: Padukan Hiburan, CSR, & Layanan Honda