Sulsel Perkuat Ekspor UMKM & Investasi Berkelanjutan Lewat AMBF X SSIF 2025

Rabu, 12 Nov 2025 14:29
Sulsel Perkuat Ekspor UMKM & Investasi Berkelanjutan Lewat AMBF X SSIF 2025
BI Sulsel & Pemprov Sulsel resmi membuka Anging Mammiri Business Fair (AMBF) dan South Sulawesi Investment Forum (SSIF) 2025 di Ballroom Sandeq Hotel Claro, Makassar. Foto/IST
Comment
Share
MAKASSAR - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (KPwBI Sulsel) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi membuka Anging Mammiri Business Fair (AMBF) dan South Sulawesi Investment Forum (SSIF) 2025, Rabu (12/11) di Ballroom Sandeq Hotel Claro, Makassar.

Pembukaan dihadiri oleh Duta Besar Pakistan Zahid Hafeez Chaudhri, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sulsel Andi Darmawan Bintang, Konsul Jenderal Australia di Makassar Todd Dias, Konsul Jenderal Filipina di Manado Mary Jennifer Domingo Dingal, serta perwakilan Bappenas, OJK, LPS, Forkopimda, kepala daerah se-Sulsel, dan anggota Forum PINISI SULTAN.

Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, menyampaikan AMBF X SSIF 2025 mengusung tema “Empowering Green Economic Investment: From Local Champions to Global Vision” yang menegaskan dua pesan utama. Pertama, Sulawesi Selatan bukan hanya pusat investasi kompetitif, tetapi juga rumah bagi local champions yang siap menembus pasar global.

"Kedua, penegasan arah baru perekonomian nasional yang semakin menempatkan ekonomi hijau sebagai prioritas. Artinya, investasi yang berkelanjutan dan selaras dengan agenda transisi energi pemerintah maupun global perlu terus didorong," jelasnya.

Menurut Rizki, AMBF X SSIF 2025 terdiri atas empat rangkaian kegiatan. Pertama, Opening Ceremony dan Networking Session (12 November 2025). Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan promosi produk UMKM dan Investment Project Ready to Offer (IPRO), termasuk sesi one-on-one meeting.

"Sebanyak 18 UMKM mencatatkan komitmen ekspor senilai Rp206 miliar, dengan kehadiran 30 buyer dari 17 negara seperti Malaysia, Jepang, India, Uni Emirat Arab, Australia, dan Belanda," tutur dia.

Kedua, Sebanyak 10 pemerintah daerah menampilkan 19 proyek investasi potensial di 11 booth. Investor berkesempatan berdiskusi langsung melalui one-on-one meeting dan melakukan site visit ke Kawasan Industri Makassar (KIMA) untuk melihat peluang pengembangan industri.

Ketiga, Knowledge Sharing & Talkshow (12–13 November 2025), dimana sesi berbagi pengetahuan menghadirkan narasumber dari Bappenas, LPEI, pelaku ekonomi sirkular, eksportir nasional, dan praktisi UMKM yang berbagi pengalaman memperluas pasar global.

Terakhir alias keempat, Closing Ceremony (13 November 2025), dimana kegiatan ditutup dengan laporan outcome dan rencana tindak lanjut hasil forum.

"Melalui AMBF X SSIF 2025, diharapkan tercipta kemitraan jangka panjang antara pelaku usaha lokal dan investor global, serta terbitnya Letter of Intent (LoI) bagi proyek-proyek potensial di Sulawesi Selatan," ungkapnya.

Rizki mengimbuhkan pertumbuhan ekonomi daerah harus diperkuat lewat percepatan investasi dan ekspor. Sulsel diakuinya memiliki potensi besar untuk menjadi pusat investasi dan rumah local champions yang berdaya saing global. Nah, AMBF X SSIF menjadi langkah nyata memperluas pasar dan memperkuat ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Ricky Perdana Gozali, mengapresiasi pelaksanaan AMBF X SSIF 2025.

“Forum ini mempertemukan investor dan buyer untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Meski ekonomi global masih menantang, fondasi ekonomi Indonesia dan Sulsel tetap solid. Investasi di Sulsel tercatat lebih dari Rp4 triliun, didominasi dari Singapura dan Tiongkok," tuturnya.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sulsel, Andi Darmawan Bintang, pada kesempatan itu menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan investasi yang mendorong penciptaan lapangan kerja.

"Pembangunan ekonomi kami berbasis inovasi dan keberlanjutan, dengan kawasan industri di Makassar, Maros, Jeneponto, dan Bantaeng. AMBF X SSIF 2025 diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi Sulsel," pungkasnya.
(TRI)
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 6,88 Persen Hasil Kerja Kolektif
News
Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 6,88 Persen Hasil Kerja Kolektif
Perekonomian Sulawesi Selatan menunjukkan kinerja impresif pada triwulan I tahun 2026 berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel sebesar 6,88 persen secara year-on-year (y-on-y), disertai peningkatan penyerapan tenaga kerja serta membaiknya kualitas pekerjaan masyarakat.
Senin, 11 Mei 2026 10:40
Muslim Life Fair Makassar 2026 Sukses Digelar, Perkuat Ekonomi Syariah di Indonesia Timur
Ekbis
Muslim Life Fair Makassar 2026 Sukses Digelar, Perkuat Ekonomi Syariah di Indonesia Timur
Muslim Life Fair pertama di luar Pulau Jawa ini membuka peluang lebih luas bagi pengembangan pasar halal & penguatan ekosistem UMKM di kawasan Indonesia timur.
Kamis, 07 Mei 2026 09:02
Dorong UMKM Naik Kelas, Kalla Institute Gandeng PT Tatanara
Ekbis
Dorong UMKM Naik Kelas, Kalla Institute Gandeng PT Tatanara
Kalla Institute resmi menjalin kerja sama dengan PT Tatanara Logos Strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berfokus pada penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Selasa, 05 Mei 2026 13:52
Kartini BISA Fest: Langkah Nyata Telkom Perkuat UMKM Perempuan di Era Digital
Ekbis
Kartini BISA Fest: Langkah Nyata Telkom Perkuat UMKM Perempuan di Era Digital
Melalui gelaran Kartini BISA Fest, perusahaan menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM perempuan.
Kamis, 30 Apr 2026 18:31
BI Sulsel Dorong Efisiensi dan Akselerasi Investasi Lewat DTM PINISI SULTAN 2026
Ekbis
BI Sulsel Dorong Efisiensi dan Akselerasi Investasi Lewat DTM PINISI SULTAN 2026
Pemprov Sulsel bersama Kantor Perwakilan BI Sulsel menggelar Dedicated Team Meeting (DTM) Forum PINISI SULTAN yang dirangkaikan dengan Kick-Off South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026.
Kamis, 30 Apr 2026 12:07
Berita Terbaru