Raih Doktor Ilmu Politik, Marjan Massere Catat Sejarah di DPRD Maros
Selasa, 10 Feb 2026 15:13
Suasana sidang terbuka promosi doktor Marjan Massere pada Program Studi Ilmu Politik di Universitas Hasanuddin (Unhas), Selasa (10/2/2026). Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAKASSAR - Anggota DPRD Kabupaten Maros, Marjan Massere, resmi menyandang gelar doktor usai menjalani sidang terbuka promosi doktor pada Program Studi Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Selasa (10/2/2026).
Dalam sidang tersebut, Marjan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Ia sekaligus mencatatkan diri sebagai doktor pertama di lingkungan DPRD Maros. Secara akademik, ia tercatat sebagai doktor ke-10 Ilmu Politik Unhas dan doktor ke-69.209 di Indonesia.
Gelar doktor diraih setelah mempertahankan disertasi berjudul “Proses Politik dalam Formulasi Kebijakan Pengembangan Kepemudaan dan Keolahragaan Pemerintah Daerah Kabupaten Maros”. Penelitiannya menyoroti pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan publik yang berpihak pada generasi muda.
Usai sidang promosi, Marjan menyampaikan refleksi perjalanan hidupnya. Ia tampak haru mengenang kedua orang tuanya, terutama almarhum ibundanya.
"Walaupun ibu sudah tiada, saya yakin beliau bangga melihat saya hari ini. Semua perjuangan ini tidak lepas dari cinta dan doa orang tua,” ujarnya.
Ia juga mengisahkan peran sang ayah dalam membentuk karakter disiplin dan kejujuran sejak kecil.
"Ayah saya selalu menanamkan kejujuran. Pengalaman itu membentuk saya hingga berdiri kuat sampai sekarang," tuturnya.
Dalam perjalanan politiknya, Marjan turut menyebut Bupati Maros Chaidir Syam sebagai sosok yang memberi pengaruh. Ia mengaku banyak belajar nilai kepemimpinan dan kemanusiaan dari kepala daerah tersebut.
"Saya belajar memanusiakan manusia dari beliau. Itu pelajaran politik yang sangat berarti," katanya.
Ke depan, Marjan berharap capaian akademiknya dapat memperkuat kualitas kebijakan publik di Kabupaten Maros. Ia menilai pendekatan akademik penting agar kebijakan pemerintah daerah memiliki dasar ilmiah dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
"Gelar ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal tanggung jawab yang lebih besar untuk memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Maros," pungkasnya.
Dalam sidang tersebut, Marjan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Ia sekaligus mencatatkan diri sebagai doktor pertama di lingkungan DPRD Maros. Secara akademik, ia tercatat sebagai doktor ke-10 Ilmu Politik Unhas dan doktor ke-69.209 di Indonesia.
Gelar doktor diraih setelah mempertahankan disertasi berjudul “Proses Politik dalam Formulasi Kebijakan Pengembangan Kepemudaan dan Keolahragaan Pemerintah Daerah Kabupaten Maros”. Penelitiannya menyoroti pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan publik yang berpihak pada generasi muda.
Usai sidang promosi, Marjan menyampaikan refleksi perjalanan hidupnya. Ia tampak haru mengenang kedua orang tuanya, terutama almarhum ibundanya.
"Walaupun ibu sudah tiada, saya yakin beliau bangga melihat saya hari ini. Semua perjuangan ini tidak lepas dari cinta dan doa orang tua,” ujarnya.
Ia juga mengisahkan peran sang ayah dalam membentuk karakter disiplin dan kejujuran sejak kecil.
"Ayah saya selalu menanamkan kejujuran. Pengalaman itu membentuk saya hingga berdiri kuat sampai sekarang," tuturnya.
Dalam perjalanan politiknya, Marjan turut menyebut Bupati Maros Chaidir Syam sebagai sosok yang memberi pengaruh. Ia mengaku banyak belajar nilai kepemimpinan dan kemanusiaan dari kepala daerah tersebut.
"Saya belajar memanusiakan manusia dari beliau. Itu pelajaran politik yang sangat berarti," katanya.
Ke depan, Marjan berharap capaian akademiknya dapat memperkuat kualitas kebijakan publik di Kabupaten Maros. Ia menilai pendekatan akademik penting agar kebijakan pemerintah daerah memiliki dasar ilmiah dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
"Gelar ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal tanggung jawab yang lebih besar untuk memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Maros," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Ada Lurah Sering Nongkrong di Warkop, Legislator Makassar: Perlu Dievaluasi
Pimpinan DPRD Kota Makassar mendesak Pemerintah Kota Makassar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja lurah, menyusul sorotan terhadap pelayanan publik di tingkat kelurahan.
Minggu, 30 Agu 2026 18:43
Makassar City
Unhas Migrant Service Center Luncurkan Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang
Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Unhas Migrant Service Center (MSC) meluncurkan program Kelas Migrant Batch 1 Training Bahasa dan Budaya Jepang.
Minggu, 23 Agu 2026 16:31
Makassar City
Serapan Anggaran Baru 35%, Legislator Makassar Desak Pelaksanaan Program Strategis
DPRD Kota Makassar menyoroti rendahnya serapan anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam monitoring dan evaluasi (monev) triwulan II 2026.
Jum'at, 21 Agu 2026 23:42
Makassar City
DPRD Makassar Soroti Kematian Bayi di RSIA Paramount, Minta Hasil Audit Segera Rampung
Komisi D DPRD Kota Makassar menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount di Jalan AP Pettarani, Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kamis (20/8/2026).
Jum'at, 21 Agu 2026 07:12
Makassar City
KPTN-KTI 2026 Gelar Raker di Unhas, Perkuat Kolaborasi Majukan Mutu Pendidikan
Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah Rapat Kerja Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia (KPTN-KTI) 2026. Agenda tersebut digelar di Unhas Hotel & Convention, Rabu (19/8/2026).
Rabu, 19 Agu 2026 16:57
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kalla Beton Kurangi Penggunaan Pasir 8% Lewat Pemanfaatan Limbah Bata Ringan
2
PERADI Makassar Dorong Advokat Profesional, dan Adaptif Hadapi Tantangan Hukum
3
Sidak RSUD I Lagaligo Wotu, Bupati Lutim Soroti Kebersihan hingga Komputer Lawas
4
Kisah Nyata Cinta hingga Maut Memisahkan, Baby Udon Siap Tayang 3 September
5
PLN & Kejaksaan Perkuat Pengawalan Hukum Proyek Kelistrikan di Sulsel
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kalla Beton Kurangi Penggunaan Pasir 8% Lewat Pemanfaatan Limbah Bata Ringan
2
PERADI Makassar Dorong Advokat Profesional, dan Adaptif Hadapi Tantangan Hukum
3
Sidak RSUD I Lagaligo Wotu, Bupati Lutim Soroti Kebersihan hingga Komputer Lawas
4
Kisah Nyata Cinta hingga Maut Memisahkan, Baby Udon Siap Tayang 3 September
5
PLN & Kejaksaan Perkuat Pengawalan Hukum Proyek Kelistrikan di Sulsel