Wabup Gowa Tegaskan RKPD 2027 Harus Berbasis Data di Tengah Tekanan Anggaran
Selasa, 10 Feb 2026 15:06
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin membuka Forum Konsultasi Publik RKPD 2027 yang digelar secara virtual. Foto: SINDO Makassar/Herni Amir
GOWA - Perencanaan pembangunan Gowa 2027 diarahkan lebih adaptif melalui sinergi lintas sektor dan analisis data yang kuat. Upaya ini dilakukan agar keterbatasan anggaran tetap menghasilkan program yang berdampak nyata.
Hal ini ditekankan Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin saat membuka Forum Konsultasi Publik RKPD 2027 yang digelar secara virtual di Peace Room Kantor Bupati Gowa, Selasa (10/2/2026).
Forum ini melibatkan unsur eksekutif, legislatif, perangkat daerah, serta perwakilan masyarakat sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan yang partisipatif dan inklusif.
"Kehadiran seluruh stakeholders hari ini menunjukkan komitmen dan kepedulian kita bersama dalam membuka ruang partisipasi yang luas pada setiap tahapan perencanaan pembangunan di Kabupaten Gowa," ujarnya.
Darmawangsyah menilai perencanaan pembangunan ke depan semakin menantang. Dinamika ekonomi, tuntutan efisiensi anggaran, serta kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat menjadi faktor yang memengaruhi pengelolaan keuangan daerah. Karena itu, sinergi, integrasi, koordinasi, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci.
Ia juga menyoroti banyaknya usulan masyarakat yang mencapai ribuan, sehingga pemerintah daerah dituntut lebih selektif dalam menentukan prioritas program. Menurutnya, analisis komprehensif diperlukan agar program tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal.
"Dengan keterbatasan anggaran yang ada, kita harus semakin cermat dan selektif dalam menentukan prioritas pembangunan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat, serta tetap selaras dengan kebijakan provinsi dan nasional," tegasnya.
Selain tekanan anggaran, jumlah penduduk Gowa yang hingga akhir Desember 2025 tercatat 825.369 jiwa juga menjadi tantangan pembangunan. Pertumbuhan penduduk dinilai berpengaruh terhadap pendapatan per kapita dan menuntut strategi pembangunan yang adaptif serta berkelanjutan.
Pemerintah daerah, kata dia, terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) melalui pengembangan sektor pariwisata dan penguatan pendapatan asli daerah.
Darmawangsyah berharap penyusunan RKPD 2027 mampu menjawab persoalan strategis daerah secara tepat melalui pendekatan adaptif, integratif, dan kolaboratif lintas sektor. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses perencanaan.
"Kami juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD, jajaran pemerintah daerah, kelompok masyarakat, serta narasumber yang telah memberikan masukan dalam proses perencanaan pembangunan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Gowa, Sujaddan, menyampaikan forum konsultasi publik merupakan tahapan penting dalam penyusunan RKPD sekaligus amanat regulasi yang harus dijalankan secara partisipatif.
"Kami bahas bersama para pemangku kepentingan melalui forum konsultasi publik guna menghimpun masukan dari berbagai lapisan masyarakat agar rencana pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan daerah," jelas Sujaddan.
Menurutnya, forum ini menjadi ruang komunikasi interaktif lintas sektor untuk menampung aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan prioritas pembangunan daerah dengan kebijakan pemerintah provinsi dan pusat.
"Forum ini menjadi ruang kolaborasi untuk menyatukan gagasan dan memastikan prioritas pembangunan daerah selaras dengan kebijakan provinsi dan pusat, sekaligus tetap mengakomodasi kebutuhan masyarakat Kabupaten Gowa," tambahnya.
Ia menegaskan tujuan utama forum adalah menghimpun masukan serta membangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan arah pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
"Mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga pengawasan dengan tata kelola pemerintahan yang baik demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gowa," tutup Sujjadan.
Hal ini ditekankan Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin saat membuka Forum Konsultasi Publik RKPD 2027 yang digelar secara virtual di Peace Room Kantor Bupati Gowa, Selasa (10/2/2026).
Forum ini melibatkan unsur eksekutif, legislatif, perangkat daerah, serta perwakilan masyarakat sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan yang partisipatif dan inklusif.
"Kehadiran seluruh stakeholders hari ini menunjukkan komitmen dan kepedulian kita bersama dalam membuka ruang partisipasi yang luas pada setiap tahapan perencanaan pembangunan di Kabupaten Gowa," ujarnya.
Darmawangsyah menilai perencanaan pembangunan ke depan semakin menantang. Dinamika ekonomi, tuntutan efisiensi anggaran, serta kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat menjadi faktor yang memengaruhi pengelolaan keuangan daerah. Karena itu, sinergi, integrasi, koordinasi, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci.
Ia juga menyoroti banyaknya usulan masyarakat yang mencapai ribuan, sehingga pemerintah daerah dituntut lebih selektif dalam menentukan prioritas program. Menurutnya, analisis komprehensif diperlukan agar program tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal.
"Dengan keterbatasan anggaran yang ada, kita harus semakin cermat dan selektif dalam menentukan prioritas pembangunan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat, serta tetap selaras dengan kebijakan provinsi dan nasional," tegasnya.
Selain tekanan anggaran, jumlah penduduk Gowa yang hingga akhir Desember 2025 tercatat 825.369 jiwa juga menjadi tantangan pembangunan. Pertumbuhan penduduk dinilai berpengaruh terhadap pendapatan per kapita dan menuntut strategi pembangunan yang adaptif serta berkelanjutan.
Pemerintah daerah, kata dia, terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) melalui pengembangan sektor pariwisata dan penguatan pendapatan asli daerah.
Darmawangsyah berharap penyusunan RKPD 2027 mampu menjawab persoalan strategis daerah secara tepat melalui pendekatan adaptif, integratif, dan kolaboratif lintas sektor. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses perencanaan.
"Kami juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD, jajaran pemerintah daerah, kelompok masyarakat, serta narasumber yang telah memberikan masukan dalam proses perencanaan pembangunan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Gowa, Sujaddan, menyampaikan forum konsultasi publik merupakan tahapan penting dalam penyusunan RKPD sekaligus amanat regulasi yang harus dijalankan secara partisipatif.
"Kami bahas bersama para pemangku kepentingan melalui forum konsultasi publik guna menghimpun masukan dari berbagai lapisan masyarakat agar rencana pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan daerah," jelas Sujaddan.
Menurutnya, forum ini menjadi ruang komunikasi interaktif lintas sektor untuk menampung aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan prioritas pembangunan daerah dengan kebijakan pemerintah provinsi dan pusat.
"Forum ini menjadi ruang kolaborasi untuk menyatukan gagasan dan memastikan prioritas pembangunan daerah selaras dengan kebijakan provinsi dan pusat, sekaligus tetap mengakomodasi kebutuhan masyarakat Kabupaten Gowa," tambahnya.
Ia menegaskan tujuan utama forum adalah menghimpun masukan serta membangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan arah pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
"Mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga pengawasan dengan tata kelola pemerintahan yang baik demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gowa," tutup Sujjadan.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Pemkab Gowa Siapkan 16 Lahan untuk Koperasi Merah Putih
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menunjukkan komitmennya dalam mendukung program prioritas nasional melalui sinergi dengan TNI, khususnya pembangunan KDMP oleh Kodam XIV/Hasanuddin.
Sabtu, 11 Apr 2026 10:19
Sulsel
Pemkab Gowa Fokus Ciptakan Lingkungan Aman dan Ramah Anak
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menegaskan komitmennya dalam mewujudkan daerah yang ramah anak, baik melalui kebijakan maupun penciptaan lingkungan yang aman dan nyaman.
Sabtu, 11 Apr 2026 09:53
Sulsel
Dividen PDAM Gowa Rp3,49 M, Bupati Gowa Minta Layanan Ditingkatkan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menerima setoran PAD dan dividen sebesar Rp3.494.840.297 dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Jeneberang untuk Tahun Buku 2025.
Jum'at, 10 Apr 2026 15:42
Sulsel
Pemkab Gowa Percepat Finalisasi Revisi RTRW untuk Lindungi Lahan Sawah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menegaskan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan perlindungan lahan pertanian, khususnya lahan sawah.
Jum'at, 10 Apr 2026 08:04
Sulsel
Gowa Gaungkan Perang Lawan Pernikahan Dini dan Stunting
Pemerintah Kabupaten Gowa terus memperkuat komitmen menekan angka stunting dan mencegah kawin anak melalui kolaborasi lintas sektor.
Kamis, 09 Apr 2026 17:38
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
SIT Ar-Rahmah Gelar Quranic Parenting, Ajak Orang Tua Siswa Dekat dengan Al-Quran
2
Kemdiktisaintek Siapkan Transformasi Politeknik, Arahkan Setara Universitas
3
Pelatih PSIM Tak Percaya Timnya Kalah oleh PSM Makassar: Ini Keajaiban
4
Kabar Baik Datang di Tengah Pencalonan Andi Atssam sebagai Calon Dekan FIKK UNM
5
Pemkab Bone Hibahkan Lahan untuk Gudang Modern Bulog
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
SIT Ar-Rahmah Gelar Quranic Parenting, Ajak Orang Tua Siswa Dekat dengan Al-Quran
2
Kemdiktisaintek Siapkan Transformasi Politeknik, Arahkan Setara Universitas
3
Pelatih PSIM Tak Percaya Timnya Kalah oleh PSM Makassar: Ini Keajaiban
4
Kabar Baik Datang di Tengah Pencalonan Andi Atssam sebagai Calon Dekan FIKK UNM
5
Pemkab Bone Hibahkan Lahan untuk Gudang Modern Bulog