Gowa Lepas 1.421 JCH, Wamenhaj Tegaskan Kuota Transparan dan Berkeadilan

Sabtu, 07 Feb 2026 18:37
Gowa Lepas 1.421 JCH, Wamenhaj Tegaskan Kuota Transparan dan Berkeadilan
Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak (putih) saat menghadiri manasik haji di Kabupaten Gowa. Foto: SINDO makassar/Herni Amir
Comment
Share
GOWA - Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, bersama Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menghadiri Bimbingan Manasik Haji dan Pelepasan Jemaah Haji Reguler Kabupaten Gowa di Masjid Agung Syekh Yusuf, Sabtu (7/2). Sebanyak 1.421 jamaah calon haji (JCH) dilepas pada kegiatan tersebut.

Kehadiran Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) disebut sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat dalam peningkatan pembinaan serta pelayanan penyelenggaraan ibadah haji di daerah.

Bupati Gowa menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat menjadi dorongan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas pelayanan haji.

“Kehadiran Bapak Wakil Menteri menjadi penguat semangat bagi kami dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji, khususnya di Kabupaten Gowa,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Gowa, lanjutnya, terus memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan ibadah haji setiap tahun. Di antaranya melalui penyediaan armada bus menuju Asrama Haji Sudiang serta hibah tanah dan bangunan yang kini dimanfaatkan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa dan telah diresmikan awal 2026.

Pada musim haji 1447 H/2026 M, jumlah jamaah calon haji Gowa meningkat signifikan. Jika sebelumnya sekitar 517 orang, tahun ini mencapai 1.421 jamaah.

“Kuota Jemaah Calon Haji (JCH) kabupaten Gowa tahun ini kita cukup bangga karena jumlahnya lebih dari 100 persen yaitu 1421 JCH, yang tahun lalu 517 orang. semoga tahun ini dengan bertambahnya tidak mengurangi hikmahnya mereka beribadah sekaligus menjadi motivasi bagi petugas untuk memberikan pelayanan yang lebih baik,” jelasnya.

Bupati juga mengingatkan jamaah agar menjaga kesehatan, kekompakan, dan mengikuti arahan petugas selama menjalankan ibadah.

“Jadikan perjalanan ini sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat keimanan, terpenting jaga kesehata karena ibadah haji itu sangat identik dengan fisik,” pesan Bupati Talenrang.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan pemerintah terus mendorong sistem kuota haji yang transparan dan berkeadilan. Hal ini mengingat waiting list jamaah haji nasional mencapai sekitar 5,6 juta orang, termasuk lebih dari 200 ribu orang di Sulawesi Selatan.

“Dengan prinsip keadilan untuk seluruhnya kita mendorong terus supaya perhitungan kuota itu dilakukan dengan cara yang transparan. Mudah-mudahan dari yang tadinya di Sulsel itu paling lama 48 tahun di Bantaeng, sekarang telah sama hanya 26 tahun di seluruh Indonesia,” sebutnya.

Ia juga mengingatkan jamaah untuk mengikuti manasik secara serius serta menjaga kesiapan fisik sebelum keberangkatan.

“Harapannya seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan baik dan kembali sebagai haji yang mabrur serta memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru