Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Sulselbar, Antisipasi Kepulangan Haji & Libur Sekolah
Selasa, 09 Jun 2026 10:34
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah pasokan LPG 3 Kg di wilayah Sulselbar untuk mengantisipasi kepulangan haji dan libur sekolah. Foto/Istimewa
MAKASSAR - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah pasokan LPG 3 Kg di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sebesar 35 persen dari rata-rata penyaluran harian normal.
Tambahan pasokan atau ekstra dropping tersebut disalurkan sepanjang pekan ini guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat selama periode kepulangan jemaah haji dan libur sekolah.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam menjaga ketersediaan energi dan memastikan masyarakat dapat memperoleh LPG 3 Kg sesuai kebutuhan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan Pertamina terus memantau kondisi penyaluran LPG di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan distribusi berjalan lancar.
“Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah menyiapkan tambahan pasokan LPG 3 Kg sebesar 35 persen dari rata-rata harian normal untuk wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipatif terhadap potensi peningkatan konsumsi masyarakat pada momentum kepulangan jemaah haji dan periode libur sekolah. Kami memastikan stok LPG dalam kondisi aman dan distribusi berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Lilik.
Selain menambah pasokan, Pertamina mengimbau masyarakat membeli LPG 3 Kg di pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Pertamina juga menegaskan bahwa LPG 3 Kg merupakan produk subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi. Karena itu, dukungan seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk memastikan penyalurannya tepat sasaran.
Pertamina berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH) terus bersinergi dalam melakukan pengawasan distribusi LPG bersubsidi di lapangan.
“Kami mengajak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk bersama-sama mengawasi penyaluran LPG 3 Kg agar distribusinya tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang berhak. Sinergi seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan serta memastikan ketersediaan LPG bagi masyarakat,” tambah Lilik.
Pertamina akan terus melakukan monitoring penyaluran LPG secara intensif serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, agen, dan pangkalan resmi guna menjaga kelancaran distribusi selama periode peningkatan konsumsi masyarakat.
Informasi mengenai layanan dan produk Pertamina dapat diperoleh melalui website mypertamina.id, media sosial @pertaminasulawesi dan @mypertamina, serta Pertamina Call Center (PCC) 135.
Tambahan pasokan atau ekstra dropping tersebut disalurkan sepanjang pekan ini guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat selama periode kepulangan jemaah haji dan libur sekolah.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam menjaga ketersediaan energi dan memastikan masyarakat dapat memperoleh LPG 3 Kg sesuai kebutuhan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan Pertamina terus memantau kondisi penyaluran LPG di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan distribusi berjalan lancar.
“Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah menyiapkan tambahan pasokan LPG 3 Kg sebesar 35 persen dari rata-rata harian normal untuk wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipatif terhadap potensi peningkatan konsumsi masyarakat pada momentum kepulangan jemaah haji dan periode libur sekolah. Kami memastikan stok LPG dalam kondisi aman dan distribusi berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Lilik.
Selain menambah pasokan, Pertamina mengimbau masyarakat membeli LPG 3 Kg di pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Pertamina juga menegaskan bahwa LPG 3 Kg merupakan produk subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi. Karena itu, dukungan seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk memastikan penyalurannya tepat sasaran.
Pertamina berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH) terus bersinergi dalam melakukan pengawasan distribusi LPG bersubsidi di lapangan.
“Kami mengajak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk bersama-sama mengawasi penyaluran LPG 3 Kg agar distribusinya tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang berhak. Sinergi seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan serta memastikan ketersediaan LPG bagi masyarakat,” tambah Lilik.
Pertamina akan terus melakukan monitoring penyaluran LPG secara intensif serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, agen, dan pangkalan resmi guna menjaga kelancaran distribusi selama periode peningkatan konsumsi masyarakat.
Informasi mengenai layanan dan produk Pertamina dapat diperoleh melalui website mypertamina.id, media sosial @pertaminasulawesi dan @mypertamina, serta Pertamina Call Center (PCC) 135.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Pertamina Optimalkan Distribusi BBM, Pasokan Energi Sulawesi Tetap Aman
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus mengoptimalkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) guna memastikan pasokan energi bagi masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi tetap aman.
Kamis, 16 Jul 2026 15:39
Ekbis
Harga Bright Gas Turun, Pertamina Hadirkan LPG Berkualitas dengan Harga Kompetitif
PT Pertamina Patra Niaga menurunkan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi Bright Gas ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram.
Kamis, 16 Jul 2026 11:37
Sulsel
Pertamina Bekali Puluhan UMKM Takalar Akses Modal & Edukasi LPG
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui kegiatan Pembinaan dan Sosialisasi Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) serta Edukasi Penggunaan LPG.
Rabu, 15 Jul 2026 18:08
Sulsel
Kuota Haji Kabupaten Maros 2027 Berkurang 165 Orang
Sebelumnya, di tahun 2026 ini, kuota haji Kabupaten Maros mencapai 628 orang. Sementara tahun 2027 mendatang kuota haji hanya sekitar 463. Jumlah tersebut berkurang 165 orang.
Rabu, 15 Jul 2026 15:27
News
Kuota Haji 2027 Kabupaten Maros Capai 453 Orang, Baru 90% yang Melapor
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Maros mulai mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1448 H/2027 M mendatang.
Selasa, 14 Jul 2026 16:14
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KM Nurul Salsa Mati Mesin hingga Tenggelam di Perairan Selayar, 24 Korban Masih Dicari
2
Massa Geruduk DPRD Sulsel, Desak Bentuk Pansus Hak Angket Usut GMTD
3
Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Kawasan Stadion Mattoanging
4
Prof Amir Ilyas Dorong Dosen Unhas Ubah Hasil Riset Menjadi Peluang Usaha Bernilai Ekonomi
5
PPBM Kalla Institute Hadirkan Indonesia Best CEO 2025 Berbagi Strategi Kepemimpinan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KM Nurul Salsa Mati Mesin hingga Tenggelam di Perairan Selayar, 24 Korban Masih Dicari
2
Massa Geruduk DPRD Sulsel, Desak Bentuk Pansus Hak Angket Usut GMTD
3
Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Kawasan Stadion Mattoanging
4
Prof Amir Ilyas Dorong Dosen Unhas Ubah Hasil Riset Menjadi Peluang Usaha Bernilai Ekonomi
5
PPBM Kalla Institute Hadirkan Indonesia Best CEO 2025 Berbagi Strategi Kepemimpinan