Transisi Energi Hijau, Pelindo Marine Pastikan Pasokan Bahan Baku B50 Terjaga
Kamis, 25 Jun 2026 14:01
PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) terus memperkuat dukungannya terhadap program transisi energi hijau nasional. Foto/Istimewa
SURABAYA - PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) terus memperkuat dukungannya terhadap program transisi energi hijau nasional. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memastikan kelancaran distribusi Fatty Acid Methyl Ester (FAME), bahan baku utama biodiesel berbasis nabati yang akan digunakan dalam implementasi program B50 mulai 1 Juli 2026.
Peran tersebut diwujudkan melalui layanan penundaan kapal pengangkut FAME yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok bioenergi nasional. Kesiapan sektor logistik dinilai menjadi faktor krusial untuk menjamin kelancaran distribusi bahan baku biodiesel dari kawasan produksi hingga fasilitas pengolahan.
Direktur Komersial, Operasi, dan Teknik PT Pelindo Marine Service, Elvin Syah Putra, mengatakan keberhasilan program transisi energi tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan baku, tetapi juga ditentukan oleh kesiapan sistem distribusi yang mendukungnya.
“Sebagai penyedia layanan penundaan dan pemanduan kapal, kami berkomitmen menghadirkan layanan maritim yang aman, andal, dan berkelanjutan guna mendukung distribusi energi hijau nasional,” ujar Elvin, Kamis (25/6).
Dukungan Pelindo Marine terhadap distribusi FAME sebenarnya telah berlangsung sejak 2021. Produk yang diproduksi dari kawasan industri di Gresik tersebut diangkut menuju fasilitas pencampuran (blending facility) di Terminal Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sebelum diolah menjadi biodiesel.
Senior Manajer Komersial PT Pelindo Marine Service, Dhika Ramadhany Putra, menjelaskan proses pengangkutan FAME memerlukan penanganan khusus karena karakteristik muatannya. Oleh karena itu, setiap operasi dilakukan dengan mengedepankan standar keselamatan yang ketat.
Menurut Dhika, satu kapal pengangkut FAME umumnya membawa muatan sekitar 4.500 kiloliter. Dalam operasi terbaru, proses penundaan dilakukan menggunakan kapal tunda KT Subali II yang membantu kapal bersandar dengan aman di fasilitas blending milik Pertamina di Pelabuhan Tanjung Perak.
“Seluruh tahapan operasi dilaksanakan sesuai prosedur dan standar keselamatan yang berlaku untuk memastikan proses pengiriman berjalan aman dan lancar,” katanya.
Dukungan terhadap distribusi FAME sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mempercepat implementasi biodiesel B50. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan produksi sawit domestik sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar fosil.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan hasil uji coba B50 menunjukkan kinerja yang positif dan siap diterapkan secara nasional mulai 1 Juli 2026. Selain memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan B40, biodiesel B50 juga telah melalui pengujian pada berbagai moda transportasi.
Pelindo Marine menegaskan kesiapannya untuk terus meningkatkan kapasitas layanan seiring meningkatnya kebutuhan distribusi bioenergi di masa mendatang. Langkah tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam menjaga kelancaran rantai pasok energi terbarukan sekaligus mendukung target ketahanan energi nasional.
Peran tersebut diwujudkan melalui layanan penundaan kapal pengangkut FAME yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok bioenergi nasional. Kesiapan sektor logistik dinilai menjadi faktor krusial untuk menjamin kelancaran distribusi bahan baku biodiesel dari kawasan produksi hingga fasilitas pengolahan.
Direktur Komersial, Operasi, dan Teknik PT Pelindo Marine Service, Elvin Syah Putra, mengatakan keberhasilan program transisi energi tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan baku, tetapi juga ditentukan oleh kesiapan sistem distribusi yang mendukungnya.
“Sebagai penyedia layanan penundaan dan pemanduan kapal, kami berkomitmen menghadirkan layanan maritim yang aman, andal, dan berkelanjutan guna mendukung distribusi energi hijau nasional,” ujar Elvin, Kamis (25/6).
Dukungan Pelindo Marine terhadap distribusi FAME sebenarnya telah berlangsung sejak 2021. Produk yang diproduksi dari kawasan industri di Gresik tersebut diangkut menuju fasilitas pencampuran (blending facility) di Terminal Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sebelum diolah menjadi biodiesel.
Senior Manajer Komersial PT Pelindo Marine Service, Dhika Ramadhany Putra, menjelaskan proses pengangkutan FAME memerlukan penanganan khusus karena karakteristik muatannya. Oleh karena itu, setiap operasi dilakukan dengan mengedepankan standar keselamatan yang ketat.
Menurut Dhika, satu kapal pengangkut FAME umumnya membawa muatan sekitar 4.500 kiloliter. Dalam operasi terbaru, proses penundaan dilakukan menggunakan kapal tunda KT Subali II yang membantu kapal bersandar dengan aman di fasilitas blending milik Pertamina di Pelabuhan Tanjung Perak.
“Seluruh tahapan operasi dilaksanakan sesuai prosedur dan standar keselamatan yang berlaku untuk memastikan proses pengiriman berjalan aman dan lancar,” katanya.
Dukungan terhadap distribusi FAME sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mempercepat implementasi biodiesel B50. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan produksi sawit domestik sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar fosil.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan hasil uji coba B50 menunjukkan kinerja yang positif dan siap diterapkan secara nasional mulai 1 Juli 2026. Selain memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan B40, biodiesel B50 juga telah melalui pengujian pada berbagai moda transportasi.
Pelindo Marine menegaskan kesiapannya untuk terus meningkatkan kapasitas layanan seiring meningkatnya kebutuhan distribusi bioenergi di masa mendatang. Langkah tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam menjaga kelancaran rantai pasok energi terbarukan sekaligus mendukung target ketahanan energi nasional.
(TRI)
Berita Terkait
News
Sinergi PJM dan TNI AL, Delapan Perwira Ikuti Diklat Pandu Tingkat II
Sebanyak delapan perwira TNI AL terpilih mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembentukan Pandu Tingkat II Angkatan V Tahun 2026 untuk mendukung peningkatan keselamatan dan keandalan layanan pemanduan kapal.
Rabu, 12 Agu 2026 14:07
Ekbis
IPCM Sukses Layani Sandar Perdana Kapal Panamax di Pelabuhan Patimban
PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IDX: IPCM) berhasil melayani pemanduan dan penundaan sandar perdana kapal peti kemas berukuran Panamax di Pelabuhan Patimban.
Kamis, 06 Agu 2026 10:07
News
Pelindo Jasa Maritim Serap Aspirasi Pelanggan untuk Tingkatkan Kualitas Layanan
PJM memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan dengan mendengarkan langsung kebutuhan, keluhan, dan masukan pelanggan melalui kegiatan Customer Engagement Wilayah 4.
Selasa, 04 Agu 2026 14:22
Ekbis
Kinerja Moncer, PJM Cetak Laba Bersih di Atas Target Semester I 2026
PJM membukukan laba bersih setelah pajak yang meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekaligus melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Semester I 2026.
Kamis, 30 Jul 2026 15:40
Ekbis
Pelindo Marine Kawal Kedatangan Crane Baru, Perkuat Modernisasi Pelabuhan
Pelindo Marine memastikan kelancaran kedatangan dan penyandaran puluhan alat bongkar muat modern di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan Pelabuhan Belawan, Medan.
Rabu, 29 Jul 2026 18:07
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tokoh Senior Dorong Hamzah Pangki Kembali Memimpin Golkar Bulukumba
2
BKKBN Sulsel Gelar Lomba Unik Antar Tim Kerja Semarakkan Hut Ke-81 RI
3
Pendataan Perlinsos Digital Capai 50.088 KK, Wali Kota Appi Targetkan Makassar Tembus 70 Persen
4
Pengadilan Agama Maros Cabut Hak Perwalian Orang Tua
5
Bright Gas Jadi Alternatif Energi Pompa Irigasi Petani Gowa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tokoh Senior Dorong Hamzah Pangki Kembali Memimpin Golkar Bulukumba
2
BKKBN Sulsel Gelar Lomba Unik Antar Tim Kerja Semarakkan Hut Ke-81 RI
3
Pendataan Perlinsos Digital Capai 50.088 KK, Wali Kota Appi Targetkan Makassar Tembus 70 Persen
4
Pengadilan Agama Maros Cabut Hak Perwalian Orang Tua
5
Bright Gas Jadi Alternatif Energi Pompa Irigasi Petani Gowa