PLN Hadirkan Penguatan UMKM Kendari, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Senin, 20 Jul 2026 15:58
PLN Hadirkan Penguatan UMKM Kendari, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Lokal
PLN UID Sulselrabar terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Foto/Istimewa
Comment
Share
KENDARI - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Bersama Pemerintah Kota Kendari dan Karang Taruna BASKARA Kelurahan Kendari Caddi, PLN melaksanakan program "Kendari Caddi Bangkit Berdaya Bersama Menuju Indonesia Maju" yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Program yang berlangsung pada 3–4 Juli 2026 di Kelurahan Kendari Caddi tersebut diikuti oleh 40 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha. Selama dua hari, peserta mendapatkan pelatihan mengenai digitalisasi usaha, manajemen bisnis, strategi pemasaran, penguatan merek (branding), pengemasan produk, hingga aspek legalitas usaha.

Selain itu, PLN juga menyalurkan bantuan mesin utama produksi kepada sejumlah UMKM binaan sebagai upaya meningkatkan kapasitas produksi, efisiensi operasional, serta kualitas produk agar lebih kompetitif di pasar.

Wakil Wali Kota Kendari Sudirman menilai penguatan UMKM menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, BUMN, dunia usaha, lembaga keuangan, dan para pemangku kepentingan merupakan fondasi utama dalam membangun UMKM yang tangguh dan mampu bersaing.

"Pemerintah Kota Kendari mengapresiasi komitmen PLN yang terus mendampingi pelaku UMKM melalui program-program pemberdayaan. Inisiatif seperti ini tidak hanya meningkatkan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga memberikan dukungan nyata bagi pengembangan usaha masyarakat. Ke depan, kolaborasi antarpemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar UMKM memperoleh akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, pendampingan, teknologi, maupun pemasaran. Kami berharap semakin banyak produk unggulan Kota Kendari yang mampu bersaing di pasar regional hingga nasional," ujar Sudirman.

Secara terpisah, General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan bahwa Program TJSL merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat kemandirian ekonomi melalui pengembangan UMKM.

"PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik yang andal, tetapi juga ingin berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui program ini, kami memberikan pelatihan, pendampingan, sekaligus bantuan mesin utama produksi agar pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas usaha, kualitas produk, dan daya saingnya. Kami berharap program ini mampu melahirkan UMKM yang lebih mandiri, membuka lapangan kerja baru, memperluas akses pasar, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di Kota Kendari," kata Edyansyah.

Salah seorang peserta, Diana Novita (28), pelaku UMKM di bidang kuliner, mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan mudah diterapkan dalam pengembangan usaha sekaligus membuka kesempatan untuk berbagi pengalaman dengan pelaku UMKM lainnya.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain mendapatkan pengetahuan baru tentang pengelolaan usaha, kami juga memperoleh bantuan mesin produksi yang menjadi motivasi untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produk. Semoga program seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak UMKM yang memiliki kesempatan berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas," ungkap Diana.

Melalui Program TJSL ini, PLN UID Sulselrabar bersama Pemerintah Kota Kendari dan Karang Taruna BASKARA Kelurahan Kendari Caddi berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya UMKM yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Dukungan dalam bentuk pelatihan, pendampingan, serta bantuan peralatan produksi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usaha, memperluas akses pasar, membuka peluang ekonomi baru, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru