MDA Dorong 42 UMKM Desa di Luwu Naik Kelas Lewat Resota UMKM
Minggu, 27 Sep 2026 10:36
Sebanyak 42 pelaku UMKM dari 21 desa di wilayah operasional PT Masmindo Dwi Area (MDA) Kabupaten Luwu mendapat penguatan kapasitas usaha melalui program Resota UMKM 2026. Foto/Istimewa
LUWU - Sebanyak 42 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari 21 desa di wilayah operasional PT Masmindo Dwi Area (MDA) Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mendapat penguatan kapasitas usaha melalui program Resota UMKM 2026.
Program yang digelar pada 22–26 September 2026 tersebut tidak hanya membekali pelaku UMKM dengan pengetahuan bisnis, tetapi juga membuka akses terhadap permodalan dan pendampingan usaha. Langkah ini menjadi bagian dari upaya MDA mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Resota UMKM merupakan bagian dari implementasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) MDA, khususnya Pilar Jaga Masa Depan Desa. Program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui Forum Desa (Fordes) MATAPPA.
Dalam pelaksanaannya, MDA menggandeng Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Luwu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Hasanuddin (Unhas), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palopo (UMP).
Selama lima hari pelatihan, peserta diajak mengidentifikasi posisi dan tantangan usaha masing-masing, memahami pengurusan perizinan, serta meningkatkan kemampuan dalam melakukan pencatatan keuangan. Mereka juga mendapat pembekalan mengenai pemanfaatan kanal digital untuk memperluas jaringan dan pemasaran produk.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan seleksi 10 UMKM yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan. UMKM terpilih akan memperoleh paket bantuan modal dari MDA serta pendampingan usaha dari UMP Palopo.
Nama “Resota” sendiri berasal dari bahasa lokal Luwu yang bermakna buah dari kerja keras dan keuletan. Nama tersebut merepresentasikan semangat bersama untuk mendorong UMKM agar semakin mandiri sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional MDA.
Pembukaan Resota UMKM dihadiri Direktur Human Capital and Corporate Services MDA Muhammad Suhada, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Luwu Bustan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Luwu Achmad Awwabin, Dekan FEB Universitas Muhammadiyah Palopo Antong, serta perwakilan FEB Unhas.
Dalam sambutannya, Muhammad Suhada mengajak peserta menjadikan usaha dan ikhtiar sebagai prinsip utama dalam menjalankan sekaligus mengembangkan UMKM di Kabupaten Luwu.
Menurut dia, semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai MDA yang terangkum dalam akronim MATAPPA, yakni measurable, accountable, teamwork, agility, persistent, dan passionate. MATAPPA juga memiliki makna yakin dan percaya.
“Prinsip utamanya adalah usaha dan ikhtiar. Kita harus yakin bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita petik,” ujar Suhada.
Ia mengatakan, Resota UMKM merupakan tahap awal untuk memperkuat kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam berwirausaha. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan.
“Dengan kolaborasi berbagai pihak, harapannya UMKM dapat terus berkembang dan membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Luwu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Luwu Bustan mengapresiasi dukungan MDA terhadap pengembangan UMKM di wilayah tersebut.
Ia mengatakan, sejumlah koperasi dan UMKM binaan MDA sebelumnya telah difasilitasi untuk mengikuti berbagai kegiatan pameran.
Menurut dia, kesempatan tersebut turut membuka pasar bagi produk-produk UMKM lokal. “Kami sangat berterima kasih kepada Masmindo dengan adanya kegiatan ini. Di beberapa kesempatan, kami membawa koperasi dan UMKM binaan MDA untuk mengikuti event pameran. Alhamdulillah, produk olahan UMKM tersebut laku di pasaran,” kata Bustan.
Ia berharap pelatihan pengembangan kapasitas melalui Resota UMKM dapat terus meningkatkan kualitas dan daya saing pelaku usaha, khususnya UMKM yang berada di wilayah operasional MDA.
Setelah pelatihan, MDA akan melanjutkan pendampingan dengan melibatkan Fordes MATAPPA untuk memantau perkembangan UMKM di masing-masing desa. Keterlibatan forum desa tersebut diharapkan memastikan pengembangan UMKM tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat keberlanjutan program.
Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Luwu, perguruan tinggi, forum desa, dan pemangku kepentingan lainnya, MDA berkomitmen melanjutkan penguatan kapasitas pelaku usaha. Langkah tersebut diarahkan agar UMKM semakin berperan dalam menggerakkan perekonomian desa dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Program yang digelar pada 22–26 September 2026 tersebut tidak hanya membekali pelaku UMKM dengan pengetahuan bisnis, tetapi juga membuka akses terhadap permodalan dan pendampingan usaha. Langkah ini menjadi bagian dari upaya MDA mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Resota UMKM merupakan bagian dari implementasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) MDA, khususnya Pilar Jaga Masa Depan Desa. Program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui Forum Desa (Fordes) MATAPPA.
Dalam pelaksanaannya, MDA menggandeng Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Luwu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Hasanuddin (Unhas), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palopo (UMP).
Selama lima hari pelatihan, peserta diajak mengidentifikasi posisi dan tantangan usaha masing-masing, memahami pengurusan perizinan, serta meningkatkan kemampuan dalam melakukan pencatatan keuangan. Mereka juga mendapat pembekalan mengenai pemanfaatan kanal digital untuk memperluas jaringan dan pemasaran produk.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan seleksi 10 UMKM yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan. UMKM terpilih akan memperoleh paket bantuan modal dari MDA serta pendampingan usaha dari UMP Palopo.
Nama “Resota” sendiri berasal dari bahasa lokal Luwu yang bermakna buah dari kerja keras dan keuletan. Nama tersebut merepresentasikan semangat bersama untuk mendorong UMKM agar semakin mandiri sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional MDA.
Pembukaan Resota UMKM dihadiri Direktur Human Capital and Corporate Services MDA Muhammad Suhada, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Luwu Bustan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Luwu Achmad Awwabin, Dekan FEB Universitas Muhammadiyah Palopo Antong, serta perwakilan FEB Unhas.
Dalam sambutannya, Muhammad Suhada mengajak peserta menjadikan usaha dan ikhtiar sebagai prinsip utama dalam menjalankan sekaligus mengembangkan UMKM di Kabupaten Luwu.
Menurut dia, semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai MDA yang terangkum dalam akronim MATAPPA, yakni measurable, accountable, teamwork, agility, persistent, dan passionate. MATAPPA juga memiliki makna yakin dan percaya.
“Prinsip utamanya adalah usaha dan ikhtiar. Kita harus yakin bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita petik,” ujar Suhada.
Ia mengatakan, Resota UMKM merupakan tahap awal untuk memperkuat kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam berwirausaha. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan.
“Dengan kolaborasi berbagai pihak, harapannya UMKM dapat terus berkembang dan membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Luwu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Luwu Bustan mengapresiasi dukungan MDA terhadap pengembangan UMKM di wilayah tersebut.
Ia mengatakan, sejumlah koperasi dan UMKM binaan MDA sebelumnya telah difasilitasi untuk mengikuti berbagai kegiatan pameran.
Menurut dia, kesempatan tersebut turut membuka pasar bagi produk-produk UMKM lokal. “Kami sangat berterima kasih kepada Masmindo dengan adanya kegiatan ini. Di beberapa kesempatan, kami membawa koperasi dan UMKM binaan MDA untuk mengikuti event pameran. Alhamdulillah, produk olahan UMKM tersebut laku di pasaran,” kata Bustan.
Ia berharap pelatihan pengembangan kapasitas melalui Resota UMKM dapat terus meningkatkan kualitas dan daya saing pelaku usaha, khususnya UMKM yang berada di wilayah operasional MDA.
Setelah pelatihan, MDA akan melanjutkan pendampingan dengan melibatkan Fordes MATAPPA untuk memantau perkembangan UMKM di masing-masing desa. Keterlibatan forum desa tersebut diharapkan memastikan pengembangan UMKM tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat keberlanjutan program.
Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Luwu, perguruan tinggi, forum desa, dan pemangku kepentingan lainnya, MDA berkomitmen melanjutkan penguatan kapasitas pelaku usaha. Langkah tersebut diarahkan agar UMKM semakin berperan dalam menggerakkan perekonomian desa dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
(TRI)
Berita Terkait
News
MDA - UNCP Dampingi 6 Desa di Luwu Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Risiko Bencana
Enam desa tangguh bencana di Luwu mendapat pendampingan melalui kolaborasi BPBD Luwu, PT Masmindo Dwi Area (MDA), dan PUSPENA Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP).
Rabu, 23 Sep 2026 13:33
Ekbis
Baruga Market Jadi Ruang Kolaborasi UMKM dan Warga Bukit Baruga
Bukit Baruga terus memperluas ruang kolaborasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Baruga Market.
Selasa, 22 Sep 2026 11:47
Ekbis
PLN Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Sinjai Lewat Pelatihan Digital dan Peternakan
PLN UID Sulselrabar menggabungkan dua pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui Digital Skill Bootcamp dan pengembangan sentra peternakan NUMA Farm.
Jum'at, 18 Sep 2026 16:09
Ekbis
NIPAH PARK Gelar Makassar Coffee Fest 2026, Dukung Industri Kopi Lokal
Penyelenggaraan Makassar Coffee Fest 2026 merupakan bagian dari upaya NIPAH PARK mendukung kegiatan UMKM sekaligus memperkuat ekosistem industri kopi di daerah.
Rabu, 16 Sep 2026 19:21
News
Menteri UMKM Ancam Tindak Petugas Bank yang Nekat Minta Agunan KUR
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, menegaskan bahwa program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon Rp1 juta hingga Rp100 juta tidak boleh dimintai agunan.
Rabu, 16 Sep 2026 00:38
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
BKKBN dan Komisi IX Ajak Warga Gowa Perkuat Keluarga Cegah Stunting
2
Ilham Dg Tayang Nyatakan Siap Maju sebagai Calon Ketua ILUNI UI Sulsel
3
Prabowonomic dan Ekonomi Konstitusi Dibedah di Makassar, Panji Bangsa Dorong Potensi Anak Muda
4
Sinergi dan Inovasi Bawa Sulsel Raih TPID Award dan TP2DD Championship 2026
5
Bangun Fire Shelter Pertama di Bungku Timur, PT Vale Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
BKKBN dan Komisi IX Ajak Warga Gowa Perkuat Keluarga Cegah Stunting
2
Ilham Dg Tayang Nyatakan Siap Maju sebagai Calon Ketua ILUNI UI Sulsel
3
Prabowonomic dan Ekonomi Konstitusi Dibedah di Makassar, Panji Bangsa Dorong Potensi Anak Muda
4
Sinergi dan Inovasi Bawa Sulsel Raih TPID Award dan TP2DD Championship 2026
5
Bangun Fire Shelter Pertama di Bungku Timur, PT Vale Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran