Program Partnership OCA Ajak Pengusaha Kembangkan Bisnis Layanan Komunikasi
Kamis, 23 Nov 2023 18:34
Platform omnichannel OCA Indonesia (OCA) dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menghadirkan program baru bertajuk “Partnership”. Foto/Istimewa
JAKARTA - Platform omnichannel OCA Indonesia (OCA) dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menghadirkan program baru bertajuk “Partnership”. Program Partnership ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem kemitraan berbasis teknologi Communications Platform as a Service (CPaaS) dalam upaya mendorong kolaborasi guna meningkatkan daya saing dan keuntungan bisnis bagi partner lama maupun partner baru OCA.
“Telkom tidak mau tertinggal dengan peluang bisnis CPaaS. Program Partnership dari OCA menjadi solusi bagi berbagai perusahaan untuk berkolaborasi sehingga mampu meraih pasar CPaaS yang sebesar-besarnya,” ungkap Direktur Digital Business Telkom, Muhamad Fajrin Rasyid.
OCA sebagai platform omnichannel yang mengusung teknologi CPaaS memungkinkan pengembangan strategi komunikasi penggunanya agar dapat diprogram menjadi mudah. Komunikasi omnichannel merupakan strategi bisnis terbaik saat ini karena dapat menjangkau pelanggan lebih cepat dan tepat. Pasar CPaaS sendiri diproyeksikan tumbuh dari USD11,04 miliar pada tahun 2022 menjadi USD62,54 miliar pada tahun 2029.
Terdapat tiga program utama yang dapat dipilih pada program Partnership OCA. Pertama, White Label, yaitu program yang memungkinkan mitra OCA memiliki lisensi untuk menjual kembali produk dan layanan OCA. Selain itu, para mitra juga dapat menyesuaikan produk dan layanan OCA dengan branding bisnis yang selama ini telah dibangun oleh setiap mitra.
Program White Label OCA menjadi cara ampuh bagi mitra untuk memiliki teknologi serupa yang digunakan OCA tanpa harus membangunnya dari awal. Melalui program ini, mitra berpotensi mendapatkan pelanggan baru dengan menawarkan teknologi terkini dan tetap menggunakan mereknya sendiri.
Kedua, Reseller, yaitu program yang memungkinkan mitra OCA untuk mendapatkan harga khusus sehingga mitra dapat menjual kembali produk OCA. Mitra akan memperoleh keuntungan dari selisih harga penjualan, serta mendapat dukungan khusus dari tim sales OCA yang membantu berjualan kepada client dari mitra.
Ketiga, Innovations Partners, yaitu program yang memperkaya kapabilitas layanan dan kemampuan teknologi yang dimiliki oleh mitra OCA. Program kolaborasi ini menjadi solusi untuk mempercepat pengembangan layanan dan menambah nilai jual kepada pelanggan.
Program Partnership OCA yang tersedia dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis mitra. Untuk bergabung dengan program Partnership OCA, calon mitra cukup masuk ke halaman https://ocaindonesia.co.id/partnership/ dan mengisi data-data yang diperlukan. Setelah mendaftar, representatif OCA akan menghubungi calon mitra untuk mendiskusikan program Partnership mana yang diinginkan dan dibutuhkan.
Setelah bergabung dengan Program Partnership OCA, seluruh mitra juga akan mendapatkan keuntungan berupa pelatihan lengkap yang meliputi pembelajaran product knowledge, dukungan teknis melalui onboarding training, harga spesial, hingga menambahkan layanan komunikasi omnichannel guna memperkuat layanan bisnis mitra. Melalui pelatihan ini, seluruh mitra akan semakin terbantu dalam menjalankan bisnisnya, memperluas pasar dengan menjangkau pasar baru, serta meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada konsumen.
“Kami optimis program Partnership OCA dapat memberikan dampak positif bagi para mitranya. Dengan begitu, mitra bisa lebih kompetitif di market, lebih banyak kolaborasi, dan mendapat peluang lebih melalui inovasi mereka bersama OCA,” ucap Tribe Leader Enterprise & Wholesale Digitalization Telkom, Ahmad Rosadi Djarkasih.
OCA merupakan salah satu platform omnichannel unggulan di Indonesia yang dimiliki oleh Telkom. Hingga saat ini, layanan omnichannel terbaik dari OCA sudah digunakan oleh lebih dari 16 ribu pengguna. Tidak hanya OCA, Leap-Telkom Digital (Leap) juga memayungi berbagai produk dan layanan digital lain dari Telkom yang dapat dilihat melalui tautan https://leap.digitalbisa.id/#products.vias
“Telkom tidak mau tertinggal dengan peluang bisnis CPaaS. Program Partnership dari OCA menjadi solusi bagi berbagai perusahaan untuk berkolaborasi sehingga mampu meraih pasar CPaaS yang sebesar-besarnya,” ungkap Direktur Digital Business Telkom, Muhamad Fajrin Rasyid.
OCA sebagai platform omnichannel yang mengusung teknologi CPaaS memungkinkan pengembangan strategi komunikasi penggunanya agar dapat diprogram menjadi mudah. Komunikasi omnichannel merupakan strategi bisnis terbaik saat ini karena dapat menjangkau pelanggan lebih cepat dan tepat. Pasar CPaaS sendiri diproyeksikan tumbuh dari USD11,04 miliar pada tahun 2022 menjadi USD62,54 miliar pada tahun 2029.
Terdapat tiga program utama yang dapat dipilih pada program Partnership OCA. Pertama, White Label, yaitu program yang memungkinkan mitra OCA memiliki lisensi untuk menjual kembali produk dan layanan OCA. Selain itu, para mitra juga dapat menyesuaikan produk dan layanan OCA dengan branding bisnis yang selama ini telah dibangun oleh setiap mitra.
Program White Label OCA menjadi cara ampuh bagi mitra untuk memiliki teknologi serupa yang digunakan OCA tanpa harus membangunnya dari awal. Melalui program ini, mitra berpotensi mendapatkan pelanggan baru dengan menawarkan teknologi terkini dan tetap menggunakan mereknya sendiri.
Kedua, Reseller, yaitu program yang memungkinkan mitra OCA untuk mendapatkan harga khusus sehingga mitra dapat menjual kembali produk OCA. Mitra akan memperoleh keuntungan dari selisih harga penjualan, serta mendapat dukungan khusus dari tim sales OCA yang membantu berjualan kepada client dari mitra.
Ketiga, Innovations Partners, yaitu program yang memperkaya kapabilitas layanan dan kemampuan teknologi yang dimiliki oleh mitra OCA. Program kolaborasi ini menjadi solusi untuk mempercepat pengembangan layanan dan menambah nilai jual kepada pelanggan.
Program Partnership OCA yang tersedia dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis mitra. Untuk bergabung dengan program Partnership OCA, calon mitra cukup masuk ke halaman https://ocaindonesia.co.id/partnership/ dan mengisi data-data yang diperlukan. Setelah mendaftar, representatif OCA akan menghubungi calon mitra untuk mendiskusikan program Partnership mana yang diinginkan dan dibutuhkan.
Setelah bergabung dengan Program Partnership OCA, seluruh mitra juga akan mendapatkan keuntungan berupa pelatihan lengkap yang meliputi pembelajaran product knowledge, dukungan teknis melalui onboarding training, harga spesial, hingga menambahkan layanan komunikasi omnichannel guna memperkuat layanan bisnis mitra. Melalui pelatihan ini, seluruh mitra akan semakin terbantu dalam menjalankan bisnisnya, memperluas pasar dengan menjangkau pasar baru, serta meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada konsumen.
“Kami optimis program Partnership OCA dapat memberikan dampak positif bagi para mitranya. Dengan begitu, mitra bisa lebih kompetitif di market, lebih banyak kolaborasi, dan mendapat peluang lebih melalui inovasi mereka bersama OCA,” ucap Tribe Leader Enterprise & Wholesale Digitalization Telkom, Ahmad Rosadi Djarkasih.
OCA merupakan salah satu platform omnichannel unggulan di Indonesia yang dimiliki oleh Telkom. Hingga saat ini, layanan omnichannel terbaik dari OCA sudah digunakan oleh lebih dari 16 ribu pengguna. Tidak hanya OCA, Leap-Telkom Digital (Leap) juga memayungi berbagai produk dan layanan digital lain dari Telkom yang dapat dilihat melalui tautan https://leap.digitalbisa.id/#products.vias
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
BATIC 2026 Buka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik
Memasuki tahun ke-11, BATIC 2026 digelar pada 24–28 Agustus 2026 di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, Bali.
Rabu, 26 Agu 2026 19:14
News
Konektivitas NTT Kembali Normal, TelkomGroup Lanjutkan Bantuan Kemanusiaan
Tiga hari setelah gempa bumi melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), TelkomGroup menuntaskan pemulihan 100% layanan telekomunikasi dan digital yang terdampak.
Rabu, 19 Agu 2026 14:24
News
XLSMART Pulihkan Jaringan Pascagempa NTT, Tinggal 5 BTS Terdampak
Dari 91 base transceiver station (BTS) dari XLSMART yang sempat mengalami gangguan, kini jumlahnya telah berkurang menjadi sekitar lima BTS.
Selasa, 18 Agu 2026 17:09
News
TelkomGroup Hadirkan Internet Gratis di Posko Pengungsian NTT
TelkomGroup menghadirkan berbagai dukungan konektivitas di titik-titik strategis dan memastikan masyarakat memiliki akses komunikasi yang dapat diandalkan.
Senin, 17 Agu 2026 20:21
News
85% Konektivitas Pulih, TelkomGroup Percepat Perbaikan Layanan Pascagempa NTT
Saat ini, sebanyak 85% dari total 735 site BTS Telkomsel telah kembali beroperasi. Pemulihan terhadap site yang masih terdampak terus dilakukan secara bertahap.
Minggu, 16 Agu 2026 21:29
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sitti Husniah Talenrang jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PBG
2
Bertahun-Tahun Mangkrak, Warga Tole-Tole Desak Pindahkan Ekskavator dari Badan Jalan
3
Bupati AAS Ungkap Proyek Triliunan Masuk Bone, Ribuan Lapangan Kerja Terbuka
4
MG ZS Hybrid+ Masuk Makassar, Tawarkan Fleksibilitas untuk Mobilitas Jarak Jauh
5
Pertamina Gandeng Mahasiswa Perkuat Pengawasan Distribusi BBM & LPG Bersubsidi di Sulsel
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sitti Husniah Talenrang jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PBG
2
Bertahun-Tahun Mangkrak, Warga Tole-Tole Desak Pindahkan Ekskavator dari Badan Jalan
3
Bupati AAS Ungkap Proyek Triliunan Masuk Bone, Ribuan Lapangan Kerja Terbuka
4
MG ZS Hybrid+ Masuk Makassar, Tawarkan Fleksibilitas untuk Mobilitas Jarak Jauh
5
Pertamina Gandeng Mahasiswa Perkuat Pengawasan Distribusi BBM & LPG Bersubsidi di Sulsel