Kartini BISA Fest: Langkah Nyata Telkom Perkuat UMKM Perempuan di Era Digital

Kamis, 30 Apr 2026 18:31
Kartini BISA Fest: Langkah Nyata Telkom Perkuat UMKM Perempuan di Era Digital
Melalui gelaran Kartini BISA Fest, perusahaan menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM perempuan. Foto/Istimewa
Comment
Share
JAKARTA - Semangat Hari Kartini tahun ini dimaknai Telkom melalui langkah konkret dalam memperkuat peran perempuan di sektor ekonomi digital. Melalui gelaran Kartini BISA Fest yang berlangsung pada 20–24 April 2026 di Telkom Hub, Jakarta Selatan, perusahaan menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM perempuan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan inisiatif strategis TelkomGroup dalam mendorong pemanfaatan teknologi sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha perempuan, baik di tingkat nasional maupun global.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini turut hadir dan memberikan dukungan terhadap agenda pemberdayaan perempuan dan UKM yang dijalankan. Perayaan Kartini BISA Fest selama empat hari ini disebutnya sangat luar biasa karena tidak hanya melibatkan perempuan, tetapi juga laki-laki yang turut berperan aktif.

"Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bagi kita semua untuk mengambil nilai-nilai perjuangan Kartini dan mengadaptasikannya dalam kehidupan saat ini yang serba digital. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus belajar, mengenal, dan memanfaatkan teknologi guna memberikan dampak yang lebih luas," kata dia.

Kartini BISA Fest juga mencerminkan implementasi budaya perusahaan “BISA” (Bravery, Integrity, Service Excellence, Agility) dengan menempatkan kolaborasi dan inovasi sebagai fondasi utama. Beragam program dihadirkan secara terintegrasi, mulai dari bazar kuliner yang melibatkan 40 UMKM perempuan, seminar cybersecurity dengan lebih dari 350 peserta untuk meningkatkan kesadaran perlindungan data, hingga pelatihan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) guna mendukung efisiensi dalam produksi konten kreatif dan pemasaran digital.

Sebagai perusahaan digital telco yang berkomitmen memajukan masyarakat, Telkom terus memperkuat peran perempuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan. Dari lebih dari 112.000 UMKM binaan, sebanyak 73.152 merupakan pelaku usaha perempuan yang aktif mengikuti pembinaan berbasis digital. Upaya ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga pada pembentukan ekosistem digital yang inklusif dan kolaboratif demi mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dalam meningkatkan daya saing produk, Telkom turut menghadirkan program Packfest dengan menyalurkan bantuan 500.000 cetak kemasan. Selain itu, perusahaan juga memfasilitasi sertifikasi halal gratis bagi 2.250 UMKM perempuan. Inisiatif ini bertujuan memperkuat aspek branding dan legalitas produk, sehingga pelaku usaha mampu memenuhi standar pasar modern dan memperluas jangkauan hingga tingkat internasional.

Komitmen tersebut juga mencakup pelaku UMKM disabilitas sebagai bagian dari upaya menghadirkan kesetaraan akses. Dengan pendekatan inklusif, Telkom mendorong terciptanya ekosistem usaha yang produktif, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Dian secara simbolis menyerahkan bantuan sertifikasi halal dan hibah kemasan kepada perwakilan UMKM binaan. Penyerahan ini menjadi wujud nyata dukungan perusahaan dalam mendorong perempuan Indonesia untuk terus mengembangkan kapasitas diri, berani mengambil peluang, serta memaksimalkan potensi di era digital.

Perempuan memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi nasional sekaligus pendorong terciptanya ekosistem usaha yang tangguh dan inklusif. Data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) tahun 2025 mencatat bahwa 64,5 persen atau sekitar 37 juta pelaku UMKM di Indonesia dijalankan oleh perempuan. Namun demikian, tantangan masih muncul terutama dalam aspek legalitas dan standardisasi produk.

Data Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tahun 2025 menunjukkan bahwa baru sekitar 35 persen UMKM yang memiliki sertifikasi halal, yang menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar.

Lebih lanjut, Dian menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital. Ia menyampaikan, sebagai perusahaan teknologi, Telkom memiliki tanggung jawab untuk memperluas akses dan meningkatkan literasi digital di seluruh lapisan masyarakat.

"Fokus kami pada pembinaan UMKM merupakan bagian dari upaya tersebut. Melalui digitalisasi dan standarisasi, kami berharap pelaku UMKM binaan tidak hanya tumbuh secara mandiri, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi lingkungan sekitarnya,” jelas Dian.

Lebih dari sekadar perayaan, Kartini BISA Fest menjadi bagian dari strategi Telkom dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berdaya saing. Program ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 5 (Kesetaraan Gender) dan poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Melalui berbagai inisiatif yang terintegrasi, Telkom berkomitmen untuk terus mendampingi perempuan Indonesia agar semakin berdaya, inovatif, dan mampu memperkuat fondasi ekonomi nasional.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru