Warga Makassar Diimbau Batasi Konsumsi Ultra-Processed Food
Kamis, 16 Apr 2026 05:53
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan
MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan pola konsumsi makanan, khususnya membatasi asupan makanan olahan berlebih (ultra-processed food) di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Ia menilai, perubahan cuaca yang berpotensi menurunkan daya tahan tubuh harus diimbangi dengan pola hidup sehat, termasuk dalam memilih makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
"Menyangkut masalah kesehatan, pasti ini akan berdampak. Tetapi yang harus kita sampaikan adalah bagaimana pola-pola hidup sehat ini bisa terjaga. Artinya, tidak asal konsumsi bahan makanan yang kita tidak tahu dari mana datangnya, apa isinya, dan sebagainya," ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Munafri menekankan bahwa makanan olahan berlebih kerap memberikan dampak yang tidak langsung dirasakan, namun berpotensi memengaruhi kesehatan dalam jangka waktu tertentu.
"Dipastikan ini terutama ultra-processing food, ini kan yang kadang-kadang memberikan hari ini enak. Mungkin tidak langsung berdampak di hari itu, bisa satu minggu, dua minggu ke depannya," bebernya kepada wartawan.
Ia mengingatkan pentingnya kedisiplinan dalam menjaga pola hidup sehat sebagai upaya menjaga kualitas kesehatan masyarakat di tengah kondisi lingkungan yang tidak menentu.
Selain pola makan, Munafri juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit.
"Caranya juga salah satunya ya membersihkan wilayah sekitar rumah. Tidak tertumpuk sampahnya, airnya tidak tergenang. Makanya Indonesia Asri ini menjadi hal yang sangat penting yang dilaksanakan seluruh warga Makassar," tuturnya.
Di sisi lain, Wali Kota juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang dapat terjadi di tengah cuaca ekstrem.
Menurutnya, sumber kebakaran sering kali berasal dari hal-hal sederhana yang kerap diabaikan dalam aktivitas sehari-hari.
"Kadang-kadang kita menganggap seperti cas handphone yang dianggap biasa-biasa, padahal inilah yang sering menjadi sumber korslet, kompor, dan sebagainya," imbaunya.
Ia pun menginstruksikan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar untuk terus melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran secara masif kepada masyarakat.
"Memastikan teman-teman di Pemerintah Kota melalui Dinas Pemadam ini untuk betul-betul turun terus untuk melakukan sosialisasi ke tengah-tengah masyarakat untuk memastikan itu (imbauan kepada warga)," tegasnya.
Munafri berharap masyarakat dapat meningkatkan kesadaran terhadap pola hidup sehat sekaligus kewaspadaan terhadap potensi risiko di lingkungan sekitar.
Ia menilai, perubahan cuaca yang berpotensi menurunkan daya tahan tubuh harus diimbangi dengan pola hidup sehat, termasuk dalam memilih makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
"Menyangkut masalah kesehatan, pasti ini akan berdampak. Tetapi yang harus kita sampaikan adalah bagaimana pola-pola hidup sehat ini bisa terjaga. Artinya, tidak asal konsumsi bahan makanan yang kita tidak tahu dari mana datangnya, apa isinya, dan sebagainya," ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Munafri menekankan bahwa makanan olahan berlebih kerap memberikan dampak yang tidak langsung dirasakan, namun berpotensi memengaruhi kesehatan dalam jangka waktu tertentu.
"Dipastikan ini terutama ultra-processing food, ini kan yang kadang-kadang memberikan hari ini enak. Mungkin tidak langsung berdampak di hari itu, bisa satu minggu, dua minggu ke depannya," bebernya kepada wartawan.
Ia mengingatkan pentingnya kedisiplinan dalam menjaga pola hidup sehat sebagai upaya menjaga kualitas kesehatan masyarakat di tengah kondisi lingkungan yang tidak menentu.
Selain pola makan, Munafri juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit.
"Caranya juga salah satunya ya membersihkan wilayah sekitar rumah. Tidak tertumpuk sampahnya, airnya tidak tergenang. Makanya Indonesia Asri ini menjadi hal yang sangat penting yang dilaksanakan seluruh warga Makassar," tuturnya.
Di sisi lain, Wali Kota juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang dapat terjadi di tengah cuaca ekstrem.
Menurutnya, sumber kebakaran sering kali berasal dari hal-hal sederhana yang kerap diabaikan dalam aktivitas sehari-hari.
"Kadang-kadang kita menganggap seperti cas handphone yang dianggap biasa-biasa, padahal inilah yang sering menjadi sumber korslet, kompor, dan sebagainya," imbaunya.
Ia pun menginstruksikan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar untuk terus melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran secara masif kepada masyarakat.
"Memastikan teman-teman di Pemerintah Kota melalui Dinas Pemadam ini untuk betul-betul turun terus untuk melakukan sosialisasi ke tengah-tengah masyarakat untuk memastikan itu (imbauan kepada warga)," tegasnya.
Munafri berharap masyarakat dapat meningkatkan kesadaran terhadap pola hidup sehat sekaligus kewaspadaan terhadap potensi risiko di lingkungan sekitar.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Belanja Modal Hanya 81,99 Persen, DPRD Makassar Minta Penjelasan Pemkot
Dalam rapat tersebut, sejumlah fraksi menyampaikan catatan kritis terhadap kinerja keuangan Pemkot Makassar. Sorotan utama diarahkan pada realisasi PAD yang belum mencapai target.
Jum'at, 17 Jul 2026 13:27
Makassar City
Marak Rumah Tinggal Jadi Kafe, Distaru Makassar Siapkan Penindakan
Dinas Tata Ruang dan Bangunan (Distaru) Kota Makassar akan memperketat pengawasan terhadap bangunan rumah tinggal yang dialihfungsikan menjadi tempat usaha, seperti toko, rumah kos, hingga kafe.
Jum'at, 17 Jul 2026 13:19
Sulsel
BPBD Makassar Latih Mahasiswa dari 23 Kampus, Siapkan 23.000 SDM Tanggap Bencana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menggandeng 23 perguruan tinggi untuk memperkuat mitigasi bencana.
Kamis, 16 Jul 2026 08:48
Makassar City
RSUD Daya Makassar Luncurkan Geliat, Percepat Penanganan Pasien Telantar
RSUD Kota Makassar (RSUD Daya) meluncurkan inovasi pelayanan Geliat (Gerakan Empati Layanan Integrasi Aktif Terpadu) untuk mempercepat penanganan pasien telantar.
Rabu, 15 Jul 2026 16:56
Makassar City
Dinas Sosial Makassar Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari Ombudsman RI
Pemkot Makassar kembali meraih penghargaan di bidang pelayanan publik. Kali ini, Dinsos Kota Makassar menerima penghargaan dari Ombudsman Republik Indonesia atas hasil penilaian pelayanan publik.
Rabu, 15 Jul 2026 16:47
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Forum Dekan Asosiasi Fakultas Kedokteran Swasta Indonesia Perkuat Sinergi dan Kolaborasi
2
Al Kahfi Time, Tradisi Jumat yang Menguatkan Spiritualitas Insan Athirah
3
14 Personel BKO Polres Selayar Diterjunkan Bantu Cari 27 Korban KLM Nurul Salsa
4
Resmob Polres Jeneponto Tangkap Pelaku Pencurian HP di Makassar, Penadah Diamankan
5
Jurusan Bahasa Inggris UNM Gelar LONTARA International Conference 2026
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Forum Dekan Asosiasi Fakultas Kedokteran Swasta Indonesia Perkuat Sinergi dan Kolaborasi
2
Al Kahfi Time, Tradisi Jumat yang Menguatkan Spiritualitas Insan Athirah
3
14 Personel BKO Polres Selayar Diterjunkan Bantu Cari 27 Korban KLM Nurul Salsa
4
Resmob Polres Jeneponto Tangkap Pelaku Pencurian HP di Makassar, Penadah Diamankan
5
Jurusan Bahasa Inggris UNM Gelar LONTARA International Conference 2026