Wali Kota Puji Inisiatif Gerakan Urban Farming Warga Bukit Baruga
Senin, 15 Sep 2025 15:37
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin meninjau salah satu urban farming milik warga di Bukit Baruga, pagi tadi. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menghadiri Launching Gerakan Urban Farming Bukit Baruga yang dirangkaikan dengan Launching Buku Makassar Urban Farming karya Muh. Fadly Arifuddin dan Aslam Katutu.
Launching ini digelar di Masjid Bin Baz, Perumahan Bukit Baruga, sebagai lokasi dari gerakan Urban Farming Bukit Baruga, Senin (15/9/2025).
Inisiator sekaligus Ketua Urban Farming Bukit Baruga, Aslam Katutu, menyampaikan gerakan urban farming Bukit Baruga tersebut diinisiasi oleh empat inisiator termasuk dirinya bersama Prof Sudirman Numba, Andi Rahman, dan Muliadi Saleh.
"Insyaallah setelah gerakan ini kita launching, kita akan membentuk komunitas, ini juga bisa dilakukan halaman rumah kita. Saya sudah mulai dirumah saya, mulai dari satu ember kangkung," ujarnya.
Sementara, Wali Kota Makassar, Munafri Aridfuddin, mengapresiasi langkah supportif yang telah dilakukan masyarakat Bukit Baruga dalam mendukung program Pemerintah Kota Makassar.
Ia menyampaikan terimakasih kepada para penggagas dan seluruh warga yang terlibat, serta berharap Bukit Baruga menjadi tonggak sejarah lahirnya sistem ketahanan pangan berbasis komunitas di Makassar.
"Urban Farming ini merupakan gerakan yang sangat relevan dengan program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, terutama dalam hal pengelolaan sampah rumah tangga," jelasnya.
Munafri menjelaskan, proses menuju ketahanan pangan perkotaan tidak bisa dilepaskan dari kesadaran masyarakat memilah sampah sejak dari rumah.
"Sampah organik yang dikelola dengan baik dapat menjadi kompos, eco-enzim, hingga pakan maggot yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mampu mengurangi volume sampah di TPA," sebutnya.
Appi sapaan karibnya itu mencontohkan maggot yang mampu mengurai sampah organik dalam jumlah besar. Tidak hanya itu saja, ia juga menyoroti kondisi TPA Antang yang semakin penuh.
Dengan ketinggian timbunan sampah yang mencapai 17 meter, ia memperingatkan bahwa daya tampungnya tidak akan bertahan lama. Karena itu, diperlukan langkah nyata dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Lebih jauh, Munafri menegaskan bahwa program Uban Farming bukan sekadar aktivitas menanam sayuran di pot atau pekarangan rumah. Gerakan ini menurutnya merupakan strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan perkotaan.
"Next step Urban Farming adalah green house. Kalau kita liat di Belanda, seluruh tomatnya datang dari green house. Tingkat paling tinggi dari proses ini adalah ketahanan pangan," terangnya.
Munafri mengungkapkan Pemkot Makassar sendiri telah mendorong implementasi program ini selama beberapa bulan terakhir agar bisa diterapkan di tingkat komunitas hingga RT/RW.
Bukit Baruga memiliki jumlah penduduk mencapai sekitar 7.300 jiwa, disebutnya memiliki potensi besar sebagai percontohan urban farming.
Dengan memanfaatkan lahan terbatas dan mengolah sampah secara mandiri, Wali Kota berharap program ini tidak hanya menjawab persoalan sampah masyarakat.
Tapi juga dapat menghasilkan pangan sehat, menciptakan nilai tambah ekonomi, dan bahkan menyediakan pakan ternak dari maggot.
“Urban farming ini bukan hanya bertani di lahan sempit, tetapi cara membangun kemandirian pangan sekaligus kesadaran lingkungan,” ujarnya.
Usai memberikan sambutan, Munafri dan Ketua PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, meninjau langsung progres urban farming di sekitar Masjid Bin Baz Bukit Baruga.
Wali Kota melihat berbagai inovasi yang telah dijalankan warga, mulai dari pemanfaatan limbah masjid seperti air wudhu untuk penyiraman tanaman, budidaya sayur, buah hingga ternak ayam dan kolam ikan.
"Pemerintah Kota, katanya melalui dinas terkait akan mengambil peran masing-masing dalam memberikan dukungan penuh," tutupnya.
Launching ini digelar di Masjid Bin Baz, Perumahan Bukit Baruga, sebagai lokasi dari gerakan Urban Farming Bukit Baruga, Senin (15/9/2025).
Inisiator sekaligus Ketua Urban Farming Bukit Baruga, Aslam Katutu, menyampaikan gerakan urban farming Bukit Baruga tersebut diinisiasi oleh empat inisiator termasuk dirinya bersama Prof Sudirman Numba, Andi Rahman, dan Muliadi Saleh.
"Insyaallah setelah gerakan ini kita launching, kita akan membentuk komunitas, ini juga bisa dilakukan halaman rumah kita. Saya sudah mulai dirumah saya, mulai dari satu ember kangkung," ujarnya.
Sementara, Wali Kota Makassar, Munafri Aridfuddin, mengapresiasi langkah supportif yang telah dilakukan masyarakat Bukit Baruga dalam mendukung program Pemerintah Kota Makassar.
Ia menyampaikan terimakasih kepada para penggagas dan seluruh warga yang terlibat, serta berharap Bukit Baruga menjadi tonggak sejarah lahirnya sistem ketahanan pangan berbasis komunitas di Makassar.
"Urban Farming ini merupakan gerakan yang sangat relevan dengan program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, terutama dalam hal pengelolaan sampah rumah tangga," jelasnya.
Munafri menjelaskan, proses menuju ketahanan pangan perkotaan tidak bisa dilepaskan dari kesadaran masyarakat memilah sampah sejak dari rumah.
"Sampah organik yang dikelola dengan baik dapat menjadi kompos, eco-enzim, hingga pakan maggot yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mampu mengurangi volume sampah di TPA," sebutnya.
Appi sapaan karibnya itu mencontohkan maggot yang mampu mengurai sampah organik dalam jumlah besar. Tidak hanya itu saja, ia juga menyoroti kondisi TPA Antang yang semakin penuh.
Dengan ketinggian timbunan sampah yang mencapai 17 meter, ia memperingatkan bahwa daya tampungnya tidak akan bertahan lama. Karena itu, diperlukan langkah nyata dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Lebih jauh, Munafri menegaskan bahwa program Uban Farming bukan sekadar aktivitas menanam sayuran di pot atau pekarangan rumah. Gerakan ini menurutnya merupakan strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan perkotaan.
"Next step Urban Farming adalah green house. Kalau kita liat di Belanda, seluruh tomatnya datang dari green house. Tingkat paling tinggi dari proses ini adalah ketahanan pangan," terangnya.
Munafri mengungkapkan Pemkot Makassar sendiri telah mendorong implementasi program ini selama beberapa bulan terakhir agar bisa diterapkan di tingkat komunitas hingga RT/RW.
Bukit Baruga memiliki jumlah penduduk mencapai sekitar 7.300 jiwa, disebutnya memiliki potensi besar sebagai percontohan urban farming.
Dengan memanfaatkan lahan terbatas dan mengolah sampah secara mandiri, Wali Kota berharap program ini tidak hanya menjawab persoalan sampah masyarakat.
Tapi juga dapat menghasilkan pangan sehat, menciptakan nilai tambah ekonomi, dan bahkan menyediakan pakan ternak dari maggot.
“Urban farming ini bukan hanya bertani di lahan sempit, tetapi cara membangun kemandirian pangan sekaligus kesadaran lingkungan,” ujarnya.
Usai memberikan sambutan, Munafri dan Ketua PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, meninjau langsung progres urban farming di sekitar Masjid Bin Baz Bukit Baruga.
Wali Kota melihat berbagai inovasi yang telah dijalankan warga, mulai dari pemanfaatan limbah masjid seperti air wudhu untuk penyiraman tanaman, budidaya sayur, buah hingga ternak ayam dan kolam ikan.
"Pemerintah Kota, katanya melalui dinas terkait akan mengambil peran masing-masing dalam memberikan dukungan penuh," tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Logo HUT Makassar, Simbol Merawat Budaya dan Menyalakan Harapan
Pemerintah Kota Makassar menetapkan logo resmi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar hasil sayembara desain yang dimenangkan Agung dari studio Tudob.
Jum'at, 09 Okt 2026 13:07
News
Soroti Kafe Berkonsep Diskotek, Karang Taruna Makassar Minta Pemkot Tegas
Ketua Karang Taruna Kota Makassar, Muhammad Zulkifli, angkat bicara terkait aksi unjuk rasa kelompok mahasiswa dan ormas
Rabu, 07 Okt 2026 10:32
News
RSUD Daya Bersiap Masuki Era Rujukan Berbasis Layanan Kompetensi
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar telah melakukan berbagai persiapan matang dalam rangka menyambut kebijakan baru sistem rujukan berbasis layanan kompetensi serta penerapan kelas rawat inap standar (KRIS).
Rabu, 07 Okt 2026 10:22
Sulsel
Jelang HUT Kota Makassar, Perumda Terminal Siapkan Aplikasi Appilei
Perumda Terminal Makassar Metro menyiapkan aplikasi digital Appilei untuk memudahkan masyarakat membeli tiket bus sekaligus meningkatkan transparansi transaksi dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selasa, 06 Okt 2026 15:18
Makassar City
Pemkot Gelar Nobar Timnas di Balai Kota, Dispora Sulap Lapangan Parkir Jadi Stadion Mini
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggelar acara nonton bareng (nobar) pertandingan Timnas Indonesia yang dipusatkan di halaman Balai Kota Makassar, Senin malam (5/10/2026).
Senin, 05 Okt 2026 22:49
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pelindo Jasa Maritim Siap Aktifkan Kembali Layanan STS di Nipah
2
Puluhan Tahun Menanti, Warga Laonti Sambut Haru Pembangunan Jaringan Listrik
3
Pengurus MGMP Pendidikan Pancasila SMA Kota Makassar Resmi Dilantik
4
Lebih dari 500 Karyawan McDonald's Indonesia Jadi 'Kakak Bimbing' 5.250 Anak Marginal
5
Kualitas Udara Memburuk, Bupati Maros Imbau Warga Pakai Masker
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pelindo Jasa Maritim Siap Aktifkan Kembali Layanan STS di Nipah
2
Puluhan Tahun Menanti, Warga Laonti Sambut Haru Pembangunan Jaringan Listrik
3
Pengurus MGMP Pendidikan Pancasila SMA Kota Makassar Resmi Dilantik
4
Lebih dari 500 Karyawan McDonald's Indonesia Jadi 'Kakak Bimbing' 5.250 Anak Marginal
5
Kualitas Udara Memburuk, Bupati Maros Imbau Warga Pakai Masker