Coffee Morning Diskominfo Bahas Penataan Parkir Kota Makassar
Senin, 29 Des 2025 19:44
Suasana Coffee Morning, di lantai 1 gedung MCH, Senin (29/12/2025). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Makassar menggelar Coffee Morning, di lantai 1 Gedung Makassar Government Center (MCH), Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Ujung Pandang, Senin (29/12/2025).
Pertemuan ini menghadirkan dua narasumber utama yakni Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, Muh Rheza dan Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Ali Rasyid (ARA).
Dalam pemaparannya, Kadishub Kota Makassar, Muh. Rheza mengatakan bahwa Pemerintah Kota Makassar mengakui bahwa kondisi di jalan-jalan utama seperti Jalan Riburane dan sekitar Ramayana memang menjadi titik rawan karena kurangnya lahan parkir.
"Hal ini menjadi masalah klasik di mana banyak pelaku usaha seperti ruko hanya menyediakan ruang parkir untuk dua atau tiga mobil, padahal pengunjung yang datang bisa mencapai puluhan mobil," ujarnya.
Dia bilang, Pemkot Makassar mengakui adanya tantangan besar dalam pengawasan dan penerapan aturan lahan parkir di wilayahnya.
Kata dia, hal itu dipicu oleh pertumbuhan titik usaha yang sulit diprediksi, sehingga sering kali membludak dan melampaui kapasitas parkir yang tersedia.
"Keterbatasan lahan menjadi faktor utama kesemrawutan lalu lintas di titik-titik keramaian. Fokus utamanya adalah pengadaan lahan parkir baru untuk menampung volume kendaraan yang terus meningkat di tengah keterbatasan ruang kota.
Terkait penindakan, Dishub Kota Makassar mencatat bahwa sanksi gembok kendaraan sebenarnya cukup efektif memberikan efek jera secara personal.
"Tantangan muncul karena selalu ada orang baru yang melakukan pelanggaran di lokasi yang sama. Jika satu dibiarkan, maka yang lain akan ikut berdatangan," jelas Rheza.
Ia mencontohkan kondisi di kawasan Center Point of Indonesia (CPI). Di lokasi tersebut, terdapat oknum pedagang yang kendaraannya sudah digembok hingga dua kali, namun tetap nekat mengulangi pelanggaran yang sama.
Muh. Rheza menekankan bahwa pola pelanggaran parkir liar ini serupa dengan permasalahan Pedagang Kaki Lima (PKL). Pembiaran terhadap satu pelanggar akan memicu munculnya pelanggar-pelanggar baru dalam waktu singkat.
"Oleh karena itu, Pemerintah Kota Makassar menekankan pentingnya langkah preventif (pencegahan) sejak dini. Tujuannya adalah memutus rantai pelanggaran sebelum menjadi kebiasaan yang meluas dan semakin sulit ditertibkan," teragnya.
Sementara, Dirut Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Ali Rasyid, menyampaikan bahwa pihaknya selalu bekerja keras untuk menindaklanjuti parkir liar yang ada di Kota Anging Mamiri.
"Kami sudah menerapkan pembayaran parkir di beberapa titik lewat digitalisasi atau QRIS, supaya tidak ada anggaran yang bocor lagi ke depan. Kalau ada juru parkir yang bandel atau melanggar aturan itu pasti kita cabut izin parkirnya langsung," tegas ARA.
Mantan anggota DPRD Kota Makassar tiga periode itu juga menyoroti sistem parkir yang diterapkan di Masjid Al Markaz-Al Islami yang memberlakukan sistem pembayaran parkir.
"Sebenarnya tidak boleh ada penerapan parkir di sana, karena itu kan tempat ibadah dan terbuka untuk umum. Saya pernah ke sana, katanya itu diterapkan karena biasa ada pernikahan di gedung masjid itu, tetapi apa pun itu alasannya itu tidak boleh," akunya.
Pertemuan ini menghadirkan dua narasumber utama yakni Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, Muh Rheza dan Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Ali Rasyid (ARA).
Dalam pemaparannya, Kadishub Kota Makassar, Muh. Rheza mengatakan bahwa Pemerintah Kota Makassar mengakui bahwa kondisi di jalan-jalan utama seperti Jalan Riburane dan sekitar Ramayana memang menjadi titik rawan karena kurangnya lahan parkir.
"Hal ini menjadi masalah klasik di mana banyak pelaku usaha seperti ruko hanya menyediakan ruang parkir untuk dua atau tiga mobil, padahal pengunjung yang datang bisa mencapai puluhan mobil," ujarnya.
Dia bilang, Pemkot Makassar mengakui adanya tantangan besar dalam pengawasan dan penerapan aturan lahan parkir di wilayahnya.
Kata dia, hal itu dipicu oleh pertumbuhan titik usaha yang sulit diprediksi, sehingga sering kali membludak dan melampaui kapasitas parkir yang tersedia.
"Keterbatasan lahan menjadi faktor utama kesemrawutan lalu lintas di titik-titik keramaian. Fokus utamanya adalah pengadaan lahan parkir baru untuk menampung volume kendaraan yang terus meningkat di tengah keterbatasan ruang kota.
Terkait penindakan, Dishub Kota Makassar mencatat bahwa sanksi gembok kendaraan sebenarnya cukup efektif memberikan efek jera secara personal.
"Tantangan muncul karena selalu ada orang baru yang melakukan pelanggaran di lokasi yang sama. Jika satu dibiarkan, maka yang lain akan ikut berdatangan," jelas Rheza.
Ia mencontohkan kondisi di kawasan Center Point of Indonesia (CPI). Di lokasi tersebut, terdapat oknum pedagang yang kendaraannya sudah digembok hingga dua kali, namun tetap nekat mengulangi pelanggaran yang sama.
Muh. Rheza menekankan bahwa pola pelanggaran parkir liar ini serupa dengan permasalahan Pedagang Kaki Lima (PKL). Pembiaran terhadap satu pelanggar akan memicu munculnya pelanggar-pelanggar baru dalam waktu singkat.
"Oleh karena itu, Pemerintah Kota Makassar menekankan pentingnya langkah preventif (pencegahan) sejak dini. Tujuannya adalah memutus rantai pelanggaran sebelum menjadi kebiasaan yang meluas dan semakin sulit ditertibkan," teragnya.
Sementara, Dirut Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Ali Rasyid, menyampaikan bahwa pihaknya selalu bekerja keras untuk menindaklanjuti parkir liar yang ada di Kota Anging Mamiri.
"Kami sudah menerapkan pembayaran parkir di beberapa titik lewat digitalisasi atau QRIS, supaya tidak ada anggaran yang bocor lagi ke depan. Kalau ada juru parkir yang bandel atau melanggar aturan itu pasti kita cabut izin parkirnya langsung," tegas ARA.
Mantan anggota DPRD Kota Makassar tiga periode itu juga menyoroti sistem parkir yang diterapkan di Masjid Al Markaz-Al Islami yang memberlakukan sistem pembayaran parkir.
"Sebenarnya tidak boleh ada penerapan parkir di sana, karena itu kan tempat ibadah dan terbuka untuk umum. Saya pernah ke sana, katanya itu diterapkan karena biasa ada pernikahan di gedung masjid itu, tetapi apa pun itu alasannya itu tidak boleh," akunya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
HUT ke-419 Makassar, Pemkot Fokus Program Berdampak bagi Warga
Pemerintah Kota Makassar mengubah konsep perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar dengan mengutamakan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Rabu, 28 Okt 2026 20:58
Makassar City
Kemensos RI Beri Penghargaan Penanggulangan Bencana kepada Wali Kota Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima piagam penghargaan dari Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdiannya dalam upaya penanggulangan bencana, mulai dari fase prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana.
Selasa, 27 Okt 2026 11:00
Makassar City
Wali Kota Makassar Minta Proyek Stadion Untia Libatkan Tenaga Kerja Lokal
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pembangunan Stadion Untia, di Jalan Salodong, Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Senin (26/10/2026).
Senin, 26 Okt 2026 13:56
Makassar City
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Wali Kota Makassar Siap Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Kamis, 22 Okt 2026 22:18
Sulsel
Cegah Gangguan Distribusi Air, PDAM Makassar Koordinasi dengan Dinas PU
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, mengunjungi Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar di Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (22/10/2026).
Kamis, 22 Okt 2026 11:09
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Nomor Urut 6 di Pilrek UNM, Prof Hasmyati Usung Filosofi Keharmonisan dan Gotong Royong
2
Mencari Nasionalisme Pemuda
3
Toyota Hadirkan bZ4X Touring dan Land Cruiser Hybrid di GIIAS Makassar
4
Bosowa Berlian Motor Hadirkan Promo Menarik di GIIAS Makassar 2026
5
Lampaui Target, Donor Darah HUT ke-58 Semen Tonasa Hasilkan 655 Kantong
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Nomor Urut 6 di Pilrek UNM, Prof Hasmyati Usung Filosofi Keharmonisan dan Gotong Royong
2
Mencari Nasionalisme Pemuda
3
Toyota Hadirkan bZ4X Touring dan Land Cruiser Hybrid di GIIAS Makassar
4
Bosowa Berlian Motor Hadirkan Promo Menarik di GIIAS Makassar 2026
5
Lampaui Target, Donor Darah HUT ke-58 Semen Tonasa Hasilkan 655 Kantong