Tak Hanya Tertibkan, Pemkot Makassar Siapkan Sentra untuk PKL
Kamis, 12 Feb 2026 20:39
Suasana penertiban PKL di salah satu titik di Kota Makassar. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melanjutkan penataan pedagang kaki lima (PKL) secara bertahap di seluruh kecamatan. Penertiban dilakukan dengan skema relokasi ke lokasi yang telah disiapkan pemerintah.
Kebijakan ini difokuskan pada penertiban lapak yang berdiri di trotoar, badan jalan, dan di atas saluran drainase. Selain menjaga ketertiban kota, langkah tersebut juga ditujukan untuk memastikan fungsi ruang publik tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa penataan dilakukan secara bertahap dan akan terus berlanjut.
"Penataan ini akan terus berlanjut, di semua kecamatan. Perlahan, sedikit demi sedikit kita tata agar kota ini bersih," jelas Munafri, Kamis (12/2/2026).
Ia menegaskan bahwa penertiban bukan untuk mematikan usaha masyarakat, melainkan untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum.
"Artinya, kita tata ini lapak berdiri diatas trotoar atau diatas dnainase, di pinggir jalan, dna depan bangunan. Proses yang kami lakukan ini adalah bukan mematikan kehidupan ekonomi mereka," katanya.
Menurut Munafri, penataan ruang publik diperlukan untuk melindungi hak pejalan kaki serta memudahkan pemeliharaan infrastruktur kota, termasuk pembersihan saluran air.
"Kami lakukan penataan, memastikan supaya hak-hak orang lain juga tetap bisa terjaga. Hak-hak pejalan kaki di pedestrian, bagaimana kita mau membersihkan saluran-saluran yang ada, dan sebagainya," lanjut politisi Golkar itu.
Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, Pemkot menyiapkan lokasi relokasi yang dinilai lebih representatif. Pemerintah juga merancang pengembangan sentra UMKM dan kawasan tematik, termasuk konsep food court.
"Bahwa nanti ini akan direlokasi di lahan yang representatif, selain itu, Pemkot juga mencari tempat yang bisa dijadikan sebagai sentra-sentra untuk memasukkan UMKM ke dalamnya, seperti food court," tuturnya.
Munafri menyebut sejumlah titik relokasi telah disiapkan. Saat ini, pemerintah juga mengidentifikasi aset milik daerah yang dapat dimanfaatkan untuk menampung PKL. Ke depan, opsi pengadaan lahan baru juga menjadi bagian dari skema penataan.
"Sambil. Menata kota, relokasi sudah ada opsi yang menjadi pilihan bagi PKL jualan. Kami lagi mengidentifikasi juga aset-aset yang dimiliki oleh pemerintah kota. Bahkan ke depan, skema pemerintah kota akan berusaha untuk mengadakan pengadaan lahan untuk tempat PKL jualan," ungkapnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa prioritas awal adalah menghentikan pelanggaran di badan jalan dan trotoar.
Munafri mengakui penataan tersebut memunculkan pro dan kontra di masyarakat. Namun, ia menilai perubahan memerlukan konsekuensi.
"Ada menilai penataan ini, pro dan kontra, pasti ada. Tapi kan namanya kita mau melakukan sebuah perubahan, pasti ada konsekuensi yang muncul," pungkasnya.
Kebijakan ini difokuskan pada penertiban lapak yang berdiri di trotoar, badan jalan, dan di atas saluran drainase. Selain menjaga ketertiban kota, langkah tersebut juga ditujukan untuk memastikan fungsi ruang publik tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa penataan dilakukan secara bertahap dan akan terus berlanjut.
"Penataan ini akan terus berlanjut, di semua kecamatan. Perlahan, sedikit demi sedikit kita tata agar kota ini bersih," jelas Munafri, Kamis (12/2/2026).
Ia menegaskan bahwa penertiban bukan untuk mematikan usaha masyarakat, melainkan untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum.
"Artinya, kita tata ini lapak berdiri diatas trotoar atau diatas dnainase, di pinggir jalan, dna depan bangunan. Proses yang kami lakukan ini adalah bukan mematikan kehidupan ekonomi mereka," katanya.
Menurut Munafri, penataan ruang publik diperlukan untuk melindungi hak pejalan kaki serta memudahkan pemeliharaan infrastruktur kota, termasuk pembersihan saluran air.
"Kami lakukan penataan, memastikan supaya hak-hak orang lain juga tetap bisa terjaga. Hak-hak pejalan kaki di pedestrian, bagaimana kita mau membersihkan saluran-saluran yang ada, dan sebagainya," lanjut politisi Golkar itu.
Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, Pemkot menyiapkan lokasi relokasi yang dinilai lebih representatif. Pemerintah juga merancang pengembangan sentra UMKM dan kawasan tematik, termasuk konsep food court.
"Bahwa nanti ini akan direlokasi di lahan yang representatif, selain itu, Pemkot juga mencari tempat yang bisa dijadikan sebagai sentra-sentra untuk memasukkan UMKM ke dalamnya, seperti food court," tuturnya.
Munafri menyebut sejumlah titik relokasi telah disiapkan. Saat ini, pemerintah juga mengidentifikasi aset milik daerah yang dapat dimanfaatkan untuk menampung PKL. Ke depan, opsi pengadaan lahan baru juga menjadi bagian dari skema penataan.
"Sambil. Menata kota, relokasi sudah ada opsi yang menjadi pilihan bagi PKL jualan. Kami lagi mengidentifikasi juga aset-aset yang dimiliki oleh pemerintah kota. Bahkan ke depan, skema pemerintah kota akan berusaha untuk mengadakan pengadaan lahan untuk tempat PKL jualan," ungkapnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa prioritas awal adalah menghentikan pelanggaran di badan jalan dan trotoar.
Munafri mengakui penataan tersebut memunculkan pro dan kontra di masyarakat. Namun, ia menilai perubahan memerlukan konsekuensi.
"Ada menilai penataan ini, pro dan kontra, pasti ada. Tapi kan namanya kita mau melakukan sebuah perubahan, pasti ada konsekuensi yang muncul," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Ekonomi Makassar Melaju 7,04 Persen, DPRD Puji Kepemimpinan Munafri
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Makassar memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Sabtu, 26 Sep 2026 22:13
Makassar City
Revitalisasi Pedestrian Kajaolalido-Thamrin, Pemkot Makassar Bahas Penanganan Pohon
Keberadaan pohon eksisting menjadi salah satu persoalan yang harus ditangani dalam proyek revitalisasi pedestrian di Jalan Kajaolalido dan Jalan MH Thamrin, Kota Makassar.
Sabtu, 26 Sep 2026 00:52
News
Transformasi Layanan Digital Pemkot Makassar Berbuah Predikat Kota TP2DD Terbaik
Upaya Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam mendorong transformasi digitalisasi layanan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan transaksi keuangan daerah mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Kamis, 24 Sep 2026 23:02
Sulsel
SiLPA Bertambah Rp219 Miliar, Pemkot Makassar Lakukan Penyesuaian
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Pemerintah Kota Makassar bertambah sekitar Rp219 miliar setelah melalui pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Kamis, 24 Sep 2026 06:08
Makassar City
Pemkot Makassar–Pertamina Matangkan Aturan Klasterisasi SPBU dan Jam Operasional Solar
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama PT Pertamina Patra Niaga terus mematangkan langkah strategis guna mengurai dan mencegah kemacetan akibat antrean panjang kendaraan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di berbagai SPBU.
Rabu, 23 Sep 2026 19:13
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
2
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
2
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan