Komisi C DPRD Makassar Dukung Langkah Pemkot Tata Kota Lewat Pernertiban PKL
Rabu, 11 Feb 2026 10:28
Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Azwar Rasmin saat ditemui di kantor Perumnas Regional VII, Jalan Hertasning, Rabu (11/2/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Azwar Rasmin, menyatakan dukungan terhadap kebijakan penataan kota yang dicanangkan Wali Kota Makassar. Ia menilai kebijakan tersebut penting untuk mendorong Makassar menjadi kota yang lebih tertata, sekaligus mendukung upaya pengendalian banjir dan kemacetan, Rabu (11/2/2026).
"Tetapi secara umum kita dukung Pak Wali, apalagi ini menjadi titik balik penataan kota insyaallah untuk lebih baik, titik balik pencegahan banjir, dan titik balik pencegahan kemacetan di Kota Makassar," ujarnya kepada wartawan.
Meski demikian, Azwar menekankan agar Pemerintah Kota Makassar tetap memberikan solusi terbaik bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terdampak relokasi. Ia mengingatkan pentingnya proses penataan yang manusiawi agar tidak menimbulkan rasa ketidakadilan di masyarakat.
"Tapi kita ingatkan juga kepada Wali Kota untuk memberikan jalan keluar terbaik kepada PKL-PKL yang direlokasi. Kalau bisa direlokasi dengan baik, lakukan dengan baik, dan jangan sampai ada warga juga yang merasa malah terzalimi," ucapnya.
Menurut Azwar, perubahan kota harus dilakukan secara bertahap dan simultan melalui kerja sama lintas sektor. Penataan PKL, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas infrastruktur, termasuk perbaikan jalan dan sarana publik.
"Tentu ada perubahan, tetapi perubahan itu kan bertahap dan harus simultan, semua sisi harus bisa bekerja bersama. Salah satu sisinya itu tadi penataan itu, kemudian ada penataan lain seperti perbaikan jalan, perbaikan infrastruktur lain, dan sebagainya," kata Azwar.
Ia juga mengingatkan pemerintah agar tetap mengedepankan aspek kesejahteraan dalam setiap kebijakan penataan. Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab utama untuk memastikan masyarakat tetap terlindungi di tengah perubahan.
"Tetapi kesejahteraan warga harus tetap dijaga, itu kami tetap harus dan itu menjadi tugas utama pemerintah dalam menjamin kesejahteraan warga masyarakat," tuturnya saat ditemui di kantor Perumnas Regional VII, Jalan Hertasning.
Selain itu, Azwar meminta pemerintah kota menjaga konsistensi setelah penertiban dilakukan, termasuk mencegah masuknya pihak baru ke lokasi yang telah ditata. Ia menilai ketidaktegasan dapat memicu persepsi negatif di masyarakat.
"Mestinya begitu, dan itu namanya gagal pemerintah kota kalau sudah ditertibkan lantas ada pemain baru di situ. Nanti malah masyarakat bisa berkata bahwa jangan-jangan pemainnya saja yang mau diganti sama pemerintah kota," tukasnya.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi untuk menghindari kecemburuan sosial, khususnya bagi warga yang telah bersedia direlokasi.
"Harusnya konsisten dan tentu masyarakat yang tergusur atau terlokasi itu, tambah sedih dong kalau umpama ada orang lain yang ganti," tegas politisi PKS itu.
Menurut Azwar, kehadiran solusi yang jelas dari pemerintah akan membantu masyarakat memahami arah kebijakan penataan kota serta merasakan manfaatnya secara langsung.
"Tetapi kalau tidak ada, mungkin mereka akan merasa betul-betul ini apa yang diinginkan oleh Wali Kota untuk masyarakat secara umum lebih baik di Kota Makassar," pungkasnya.
"Tetapi secara umum kita dukung Pak Wali, apalagi ini menjadi titik balik penataan kota insyaallah untuk lebih baik, titik balik pencegahan banjir, dan titik balik pencegahan kemacetan di Kota Makassar," ujarnya kepada wartawan.
Meski demikian, Azwar menekankan agar Pemerintah Kota Makassar tetap memberikan solusi terbaik bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terdampak relokasi. Ia mengingatkan pentingnya proses penataan yang manusiawi agar tidak menimbulkan rasa ketidakadilan di masyarakat.
"Tapi kita ingatkan juga kepada Wali Kota untuk memberikan jalan keluar terbaik kepada PKL-PKL yang direlokasi. Kalau bisa direlokasi dengan baik, lakukan dengan baik, dan jangan sampai ada warga juga yang merasa malah terzalimi," ucapnya.
Menurut Azwar, perubahan kota harus dilakukan secara bertahap dan simultan melalui kerja sama lintas sektor. Penataan PKL, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas infrastruktur, termasuk perbaikan jalan dan sarana publik.
"Tentu ada perubahan, tetapi perubahan itu kan bertahap dan harus simultan, semua sisi harus bisa bekerja bersama. Salah satu sisinya itu tadi penataan itu, kemudian ada penataan lain seperti perbaikan jalan, perbaikan infrastruktur lain, dan sebagainya," kata Azwar.
Ia juga mengingatkan pemerintah agar tetap mengedepankan aspek kesejahteraan dalam setiap kebijakan penataan. Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab utama untuk memastikan masyarakat tetap terlindungi di tengah perubahan.
"Tetapi kesejahteraan warga harus tetap dijaga, itu kami tetap harus dan itu menjadi tugas utama pemerintah dalam menjamin kesejahteraan warga masyarakat," tuturnya saat ditemui di kantor Perumnas Regional VII, Jalan Hertasning.
Selain itu, Azwar meminta pemerintah kota menjaga konsistensi setelah penertiban dilakukan, termasuk mencegah masuknya pihak baru ke lokasi yang telah ditata. Ia menilai ketidaktegasan dapat memicu persepsi negatif di masyarakat.
"Mestinya begitu, dan itu namanya gagal pemerintah kota kalau sudah ditertibkan lantas ada pemain baru di situ. Nanti malah masyarakat bisa berkata bahwa jangan-jangan pemainnya saja yang mau diganti sama pemerintah kota," tukasnya.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi untuk menghindari kecemburuan sosial, khususnya bagi warga yang telah bersedia direlokasi.
"Harusnya konsisten dan tentu masyarakat yang tergusur atau terlokasi itu, tambah sedih dong kalau umpama ada orang lain yang ganti," tegas politisi PKS itu.
Menurut Azwar, kehadiran solusi yang jelas dari pemerintah akan membantu masyarakat memahami arah kebijakan penataan kota serta merasakan manfaatnya secara langsung.
"Tetapi kalau tidak ada, mungkin mereka akan merasa betul-betul ini apa yang diinginkan oleh Wali Kota untuk masyarakat secara umum lebih baik di Kota Makassar," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Pemkot Makassar Tertibkan PKL di Bawakaraeng, Utamakan Pendekatan Persuasif
Penertiban PK) di sepanjang Jalan Bawakaraeng kembali dilakukan oleh Perumda Pasar Makassar bersama aparat Kecamatan Bontoala, pihak kelurahan, dan Satpol PP selama dua hari berturut-turut.
Minggu, 29 Mar 2026 21:00
News
Gubernur Malut Sherly Tjoanda Pelajari Cara Makassar Kelola PAD
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menerima kunjungan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Sabtu 28 Maret 2026.
Minggu, 29 Mar 2026 20:51
Makassar City
Apresiasi Solusi Pengelolaan Sampah, Andi Makmur: Warga Harus Jadi Garda Terdepan
Upaya penanganan persoalan sampah di Kota Makassar, terus menjadi perhatian berbagai pihak menyusul sanksi administratif dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terkait praktik open dumping di TPA Tamangapa.
Minggu, 29 Mar 2026 17:52
Makassar City
Wali Kota Appi Perluas Kerja Sama Antar Daerah, Makassar dan Palu Siap Bersinergi
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus memperluas penjajakan kerja sama lintas daerah sebagai bagian dari strategi memperkuat pembangunan kota.
Sabtu, 28 Mar 2026 12:28
Makassar City
Pemkot Makassar Jadi yang Tercepat Serahkan LKPD 2025 ke BPK
Pemerintah Kota Makassar menjadi daerah pertama di Sulawesi Selatan yang menyerahkan LKPD Tahun Anggaran 2025 (unaudited) kepada BPK RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan.
Jum'at, 27 Mar 2026 19:28
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ratusan Pemanah Ramaikan Arsy Archery Competition 2026, Hadiah Utama Umrah VIP
2
UMI Kokoh sebagai PTS Terbaik di Makassar versi EduRank 2026
3
Idrus Marham: Kebijakan Presiden Prabowo Sudah Tepat, Tapi Gagal Dijelaskan Menteri dan Jubirnya
4
Pemkot Makassar Tertibkan PKL di Bawakaraeng, Utamakan Pendekatan Persuasif
5
Apresiasi Solusi Pengelolaan Sampah, Andi Makmur: Warga Harus Jadi Garda Terdepan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ratusan Pemanah Ramaikan Arsy Archery Competition 2026, Hadiah Utama Umrah VIP
2
UMI Kokoh sebagai PTS Terbaik di Makassar versi EduRank 2026
3
Idrus Marham: Kebijakan Presiden Prabowo Sudah Tepat, Tapi Gagal Dijelaskan Menteri dan Jubirnya
4
Pemkot Makassar Tertibkan PKL di Bawakaraeng, Utamakan Pendekatan Persuasif
5
Apresiasi Solusi Pengelolaan Sampah, Andi Makmur: Warga Harus Jadi Garda Terdepan