Pemkot Pastikan Lapak Cat Kuning PKL yang Melanggar Tetap Ditertibkan
Selasa, 10 Feb 2026 12:29
Foto lapak bercat kuning yang dipersoalkan beberapa pihak lantaran dianggap diperlakukan spesial dalam kegiaran penertiban yang dilaksanakan Pemkot Makassar. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pemerintah Kecamatan Bontoala memastikan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sekitar SMKN 4 Makassar tetap dilakukan sesuai prosedur. Penertiban difokuskan pada lapak di atas trotoar, badan jalan, serta saluran drainase yang mengganggu fasilitas umum dan keselamatan pengguna jalan.
Camat Bontoala Kota Makassar, Fataullah, menegaskan bahwa tidak ada perlakuan khusus terhadap lapak PKL, termasuk lapak berwarna kuning di Jalan Ujung Tinumbu yang sempat disebut menghindari penertiban.
"Penertiban wilayah kami lakukan sebagai bentuk pengawasan dan penataan agar aktivitas PKL berjalan tertib tanpa mengganggu fasilitas umum dan fasilitas soaial. Tidak ada lapak PKL yang diperlakukan secara khusus atau dispesialkan," ujarnya.
Ia juga menepis isu pembiaran terhadap PKL di sekitar SMKN 4 Makassar. Menurutnya, seluruh proses penertiban tetap mengacu pada tahapan resmi.
"Tetap akan kami tertibkan. Tidak benar jika ada pembiaran. Semua ada prosedur dan tahapan sebagai bentuk peringatan," tegasnya saat dikonfirmasi.
Penertiban dilakukan secara bertahap oleh tim gabungan kecamatan bersama Satpol PP. Penyisiran difokuskan pada lapak yang melanggar fungsi trotoar, badan jalan, dan drainase.
"Penertiban akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan oleh tim gabungan Kecamatan dan Satpol PP. Penyisiran difokuskan pada PKL yang mengambil badan jalan, berdiri di atas trotoar, serta mengganggu fungsi drainase dan keselamatan pengguna jalan," jelasnya.
Sebelum penertiban, pemerintah kecamatan lebih dulu memberikan surat peringatan kepada pedagang sebagai bentuk pembinaan.
"Tahapan dimulai dari SP1, dilanjutkan SP2, hingga penertiban jika pedagang tidak mengindahkan peringatan tersebut. Prosedurnya harus dilewati. Kami berikan SP1 sebagai peringatan awal sekaligus teguran agar pedagang menyiapkan langkah memindahkan barang jualannya," ungkapnya.
Fataullah menegaskan bahwa penertiban bukan untuk mematikan usaha warga. Pemerintah, kata dia, juga menyiapkan opsi relokasi agar pedagang tetap dapat berjualan secara tertib.
"Penertiban ini bukan untuk mematikan usaha masyarakat. Justru pemerintah hadir memberikan solusi, sehingga ketika ditertibkan, pedagang sudah memiliki alternatif tempat berjualan," lanjut Fataullah.
Ia menambahkan, penataan PKL harus diiringi solusi agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat, sejalan dengan arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk menjaga keseimbangan antara ketertiban kota dan keberlangsungan ekonomi warga.
Terkait PKL di Jalan Ujung Tinumbu, tahapan penertiban disebut sudah berjalan.
"Para pedagang di kawasan tersebut telah menerima Surat Peringatan kedua (SP2), setelah sebelumnya SP1 telah diberikan oleh lurah terdahulu. Untuk PKL di sekitar SMK 4, sudah dilakukan SP2. Sebelumnya SP1 sudah dilaksanakan," terangnya.
Sebelumnya, sejumlah PKL di kawasan tersebut melakukan penataan mandiri dengan mengecat lapak berwarna kuning secara seragam. Namun, pemerintah menegaskan pengecatan tidak melegalkan aktivitas berjualan di atas trotoar maupun drainase.
Diketahui, Kelurahan Parang Layang sempat menjadwalkan pemberian peringatan langsung kepada pedagang pada pekan lalu. Namun, kegiatan tersebut tertunda setelah terjadi adu mulut dengan pemilik warung yang disebut-sebut mengaku sebagai oknum aparat.
Camat Bontoala Kota Makassar, Fataullah, menegaskan bahwa tidak ada perlakuan khusus terhadap lapak PKL, termasuk lapak berwarna kuning di Jalan Ujung Tinumbu yang sempat disebut menghindari penertiban.
"Penertiban wilayah kami lakukan sebagai bentuk pengawasan dan penataan agar aktivitas PKL berjalan tertib tanpa mengganggu fasilitas umum dan fasilitas soaial. Tidak ada lapak PKL yang diperlakukan secara khusus atau dispesialkan," ujarnya.
Ia juga menepis isu pembiaran terhadap PKL di sekitar SMKN 4 Makassar. Menurutnya, seluruh proses penertiban tetap mengacu pada tahapan resmi.
"Tetap akan kami tertibkan. Tidak benar jika ada pembiaran. Semua ada prosedur dan tahapan sebagai bentuk peringatan," tegasnya saat dikonfirmasi.
Penertiban dilakukan secara bertahap oleh tim gabungan kecamatan bersama Satpol PP. Penyisiran difokuskan pada lapak yang melanggar fungsi trotoar, badan jalan, dan drainase.
"Penertiban akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan oleh tim gabungan Kecamatan dan Satpol PP. Penyisiran difokuskan pada PKL yang mengambil badan jalan, berdiri di atas trotoar, serta mengganggu fungsi drainase dan keselamatan pengguna jalan," jelasnya.
Sebelum penertiban, pemerintah kecamatan lebih dulu memberikan surat peringatan kepada pedagang sebagai bentuk pembinaan.
"Tahapan dimulai dari SP1, dilanjutkan SP2, hingga penertiban jika pedagang tidak mengindahkan peringatan tersebut. Prosedurnya harus dilewati. Kami berikan SP1 sebagai peringatan awal sekaligus teguran agar pedagang menyiapkan langkah memindahkan barang jualannya," ungkapnya.
Fataullah menegaskan bahwa penertiban bukan untuk mematikan usaha warga. Pemerintah, kata dia, juga menyiapkan opsi relokasi agar pedagang tetap dapat berjualan secara tertib.
"Penertiban ini bukan untuk mematikan usaha masyarakat. Justru pemerintah hadir memberikan solusi, sehingga ketika ditertibkan, pedagang sudah memiliki alternatif tempat berjualan," lanjut Fataullah.
Ia menambahkan, penataan PKL harus diiringi solusi agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat, sejalan dengan arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk menjaga keseimbangan antara ketertiban kota dan keberlangsungan ekonomi warga.
Terkait PKL di Jalan Ujung Tinumbu, tahapan penertiban disebut sudah berjalan.
"Para pedagang di kawasan tersebut telah menerima Surat Peringatan kedua (SP2), setelah sebelumnya SP1 telah diberikan oleh lurah terdahulu. Untuk PKL di sekitar SMK 4, sudah dilakukan SP2. Sebelumnya SP1 sudah dilaksanakan," terangnya.
Sebelumnya, sejumlah PKL di kawasan tersebut melakukan penataan mandiri dengan mengecat lapak berwarna kuning secara seragam. Namun, pemerintah menegaskan pengecatan tidak melegalkan aktivitas berjualan di atas trotoar maupun drainase.
Diketahui, Kelurahan Parang Layang sempat menjadwalkan pemberian peringatan langsung kepada pedagang pada pekan lalu. Namun, kegiatan tersebut tertunda setelah terjadi adu mulut dengan pemilik warung yang disebut-sebut mengaku sebagai oknum aparat.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Appi Siap Tindaklanjuti Rekomendasi DPRD untuk Perbaikan Kinerja Pemkot Makassar
DPRD Kota Makassar menggelar Rapat Paripurna Pengumuman Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 di Ruang Sipakatau Lantai 2 Balai Kota Makassar, Rabu (13/5/2026).
Kamis, 14 Mei 2026 06:56
Makassar City
Legislator Makassar Usul Anggota Geng Motor Dikenai Sanksi Administratif
Sejumlah legislator menilai penanganan persoalan tersebut perlu melibatkan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya aparat kepolisian.
Kamis, 14 Mei 2026 06:32
Makassar City
Warga Tamalanrea Bersatu Tolak PSEL, Sebut Masa Depan Generasi Dipertaruhkan
Gelombang penolakan terhadap rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau PLTSa oleh PT SUS di Kecamatan Tamalanrea, Makassar, terus menguat.
Kamis, 14 Mei 2026 06:21
Makassar City
MIWF 2026 Hadirkan Dialog Kritis, Literasi Inklusif, dan Kampanye Lingkungan
Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026 akan digelar pada 14–17 Mei 2026 di Benteng Fort Rotterdam. Festival tahun ini mengusung tema “Re-co-ordinate”.
Rabu, 13 Mei 2026 20:14
Sulsel
Viral di Media Sosial, Kandang Babi di Jalan Daeng Tata Makassar Langsung Ditertibkan
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menindaklanjuti keluhan warga terkait keberadaan kandang babi di area gudang farmasi di Jalan Daeng Tata, Kecamatan Tamalate.
Rabu, 13 Mei 2026 05:25
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Tokoh Pendidikan Malaysia Sambangi SIT Darul Fikri Makassar
2
Minta Transparansi, Penghuni Vida View Siap Bawa Kisruh IPL dan P3SRS ke DPRD Makassar
3
Ketua Komisi III DPRD Maros Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes
4
PIRA Sulsel Siapkan Program Kampung Nelayan, Fokus Kawal Aspirasi Masyarakat
5
MaxOne Hotel & Resort Makassar Gelar Donor Darah Rutin Bersama Relawan PMI Makassar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Tokoh Pendidikan Malaysia Sambangi SIT Darul Fikri Makassar
2
Minta Transparansi, Penghuni Vida View Siap Bawa Kisruh IPL dan P3SRS ke DPRD Makassar
3
Ketua Komisi III DPRD Maros Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes
4
PIRA Sulsel Siapkan Program Kampung Nelayan, Fokus Kawal Aspirasi Masyarakat
5
MaxOne Hotel & Resort Makassar Gelar Donor Darah Rutin Bersama Relawan PMI Makassar