MIWF 2026 Hadirkan Dialog Kritis, Literasi Inklusif, dan Kampanye Lingkungan
Rabu, 13 Mei 2026 20:14
Suasana konferensi pers MIWF 2026 di Gedung H Fort Rotterdam Makassar, Rabu (13/5/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026 akan digelar pada 14–17 Mei 2026 di Benteng Fort Rotterdam. Festival tahun ini mengusung tema “Re-co-ordinate”.
Direktur MIWF, M. Aan Mansyur, mengatakan festival tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata hingga kementerian dan lembaga internasional.
"Kami sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia. Kami adalah festival yang mengaudit seluruh transaksi, seluruh hal, sehingga kami menjadi bagian yang akan menjadi pelopor terdepan untuk melawan korupsi. Ada sekitar 960 orang yang daftar tapi hanya 300 volunter untuk menggerakkan kegiatan ini," jelasnya, Rabu (13/5/2026).
Aan menuturkan MIWF juga berupaya memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan selama festival berlangsung, termasuk melalui aksi penanaman pohon sebagai bentuk kompensasi emisi karbon dan sampah kegiatan.
"Setiap tahun kami lakukan itu. Juga menghitung berapa kilogram emisi karbon yang diproduksi festival ini bagaimanapun selalu mengusahakan kesadaran kolektif untuk kita menjaga bumi. Festival ini juga diusahakan sebagai ruang inklusif dan aman. Sehingga terjadi dialog kritis, percakapan yang aman, dan menghubungkan berbagai pihak. Tahun ini kami juga bekerja dengan 135 lembaga institusi mitra," paparnya.
Ia menjelaskan, MIWF tahun ini dirancang agar dapat diakses oleh seluruh kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
"Seluruh latar belakang karena inklusif berarti juga mengusahakan supaya teman-teman disabilitas juga bisa mengakses festival ini. Jadi tahun ini kami bekerja dengan komunitas-komunitas, lembaga-lembaga yang memang concern di isu disabilitas untuk juga melakukan pendampingan. Selain itu, kami juga berkolaborasi dengan banyak pihak, tahun ini kami berkolaborasi dengan tiga kementerian dengan sejumlah program," ujarnya dalam konferensi pers.
Sebagai bentuk dukungan terhadap aksesibilitas, MIWF 2026 akan melibatkan 12 juru bahasa isyarat dan relawan pendamping bagi penyandang disabilitas netra.
"Festival tahun ini melibatkan 12 juru bahasa isyarat yang akan membantu teman-teman tuli untuk mengakses festival dan akan ada sejumlah relawan juga yang akan melakukan semacam pembisik buat teman-teman netra supaya bisa juga melihat apa yang terjadi di festival itu," kata Aan.
Sementara itu, Tim Kurator MIWF, Tita AW, menjelaskan tema besar “Re-co-ordinate” akan dibagi ke dalam empat subtema utama selama empat hari pelaksanaan festival.
"Kita bisa lihat bersama bahwa sebenarnya ada empat sub-tema besar dari program Re-Coordinate ini yang menjadi turunan dari tema Re-Coordinate selama 4 hari, di antaranya hari pertama, yakni Home & Belonging (Rumah dan Keterikatan); Nourishment & Care (Pangan dan Perawatan); Learning & Liberation (Pembelajaran dan Pembebasan); dan Justice & Collective Power (Keadilan dan Kekuatan Kolektif)," jabarnya.
Tita menyebut MIWF 2026 menghadirkan 144 program dengan melibatkan 247 panelis serta menggandeng 135 mitra kolaborasi.
Di sisi lain, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Makassar, Zulkifli Salam, menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kota Makassar terhadap penyelenggaraan MIWF 2026.
"Kita ketahui bahwa MWF itu bukan hanya festival literasi, tetapi merupakan tempat berkoordinasi, tempat berkreasi, dan tempat saling bertukar gagasan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif kita. Kami melihat juga bahwa MWF itu memiliki dampak yang sangat positif sehingga Pemerintah Kota Makassar hadir, dalam hal ini Dinas Pariwisata, untuk mendukung penuh," tegasnya.
Menurutnya, festival tersebut diperkirakan memberi dampak ekonomi bagi Kota Makassar, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM.
"Efek-efek seperti kuliner kita, terus transportasi, UMKM, itu yang kami harapkan dan kami dukung penuh sampai MIWF ini dilaksanakan karena multiplier effect-nya yang terjadi di kegiatan kita ini pasti akan besar untuk Pemerintah Kota Makassar sendiri," sebutnya di hadapan wartawan.
Pemerintah Kota Makassar juga mengajak masyarakat untuk turut meramaikan MIWF 2026 sebagai momentum memperkenalkan citra Makassar yang terbuka, kreatif, dan inklusif kepada dunia internasional.
"Karena dengan adanya event seperti ini, citra Kota Makassar yang terbuka, inklusif, dan kreatif itu akan terbawa sampai ke luar, karena peserta dari MWF ini bukan cuma orang Makassar saja. Ada juga orang-orang luar dan bahkan dari mancanegara," tutupnya.
Sebagai informasi, pembukaan MIWF 2026 dijadwalkan dilakukan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, pada Kamis (14/5/2026).
Festival ini juga akan menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya Direktur MIWF M. Aan Mansyur, Direktur Program dan Kerja Sama Rumata’ Artspace Rachmat Hidayat Mustamin, para kurator MIWF 2026, yakni Tita AW, Juli Sastrawan, dan Aziziah Diah Aprilya, serta Emerging Writers MIWF 2026.
Direktur MIWF, M. Aan Mansyur, mengatakan festival tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata hingga kementerian dan lembaga internasional.
"Kami sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia. Kami adalah festival yang mengaudit seluruh transaksi, seluruh hal, sehingga kami menjadi bagian yang akan menjadi pelopor terdepan untuk melawan korupsi. Ada sekitar 960 orang yang daftar tapi hanya 300 volunter untuk menggerakkan kegiatan ini," jelasnya, Rabu (13/5/2026).
Aan menuturkan MIWF juga berupaya memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan selama festival berlangsung, termasuk melalui aksi penanaman pohon sebagai bentuk kompensasi emisi karbon dan sampah kegiatan.
"Setiap tahun kami lakukan itu. Juga menghitung berapa kilogram emisi karbon yang diproduksi festival ini bagaimanapun selalu mengusahakan kesadaran kolektif untuk kita menjaga bumi. Festival ini juga diusahakan sebagai ruang inklusif dan aman. Sehingga terjadi dialog kritis, percakapan yang aman, dan menghubungkan berbagai pihak. Tahun ini kami juga bekerja dengan 135 lembaga institusi mitra," paparnya.
Ia menjelaskan, MIWF tahun ini dirancang agar dapat diakses oleh seluruh kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
"Seluruh latar belakang karena inklusif berarti juga mengusahakan supaya teman-teman disabilitas juga bisa mengakses festival ini. Jadi tahun ini kami bekerja dengan komunitas-komunitas, lembaga-lembaga yang memang concern di isu disabilitas untuk juga melakukan pendampingan. Selain itu, kami juga berkolaborasi dengan banyak pihak, tahun ini kami berkolaborasi dengan tiga kementerian dengan sejumlah program," ujarnya dalam konferensi pers.
Sebagai bentuk dukungan terhadap aksesibilitas, MIWF 2026 akan melibatkan 12 juru bahasa isyarat dan relawan pendamping bagi penyandang disabilitas netra.
"Festival tahun ini melibatkan 12 juru bahasa isyarat yang akan membantu teman-teman tuli untuk mengakses festival dan akan ada sejumlah relawan juga yang akan melakukan semacam pembisik buat teman-teman netra supaya bisa juga melihat apa yang terjadi di festival itu," kata Aan.
Sementara itu, Tim Kurator MIWF, Tita AW, menjelaskan tema besar “Re-co-ordinate” akan dibagi ke dalam empat subtema utama selama empat hari pelaksanaan festival.
"Kita bisa lihat bersama bahwa sebenarnya ada empat sub-tema besar dari program Re-Coordinate ini yang menjadi turunan dari tema Re-Coordinate selama 4 hari, di antaranya hari pertama, yakni Home & Belonging (Rumah dan Keterikatan); Nourishment & Care (Pangan dan Perawatan); Learning & Liberation (Pembelajaran dan Pembebasan); dan Justice & Collective Power (Keadilan dan Kekuatan Kolektif)," jabarnya.
Tita menyebut MIWF 2026 menghadirkan 144 program dengan melibatkan 247 panelis serta menggandeng 135 mitra kolaborasi.
Di sisi lain, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Makassar, Zulkifli Salam, menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kota Makassar terhadap penyelenggaraan MIWF 2026.
"Kita ketahui bahwa MWF itu bukan hanya festival literasi, tetapi merupakan tempat berkoordinasi, tempat berkreasi, dan tempat saling bertukar gagasan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif kita. Kami melihat juga bahwa MWF itu memiliki dampak yang sangat positif sehingga Pemerintah Kota Makassar hadir, dalam hal ini Dinas Pariwisata, untuk mendukung penuh," tegasnya.
Menurutnya, festival tersebut diperkirakan memberi dampak ekonomi bagi Kota Makassar, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM.
"Efek-efek seperti kuliner kita, terus transportasi, UMKM, itu yang kami harapkan dan kami dukung penuh sampai MIWF ini dilaksanakan karena multiplier effect-nya yang terjadi di kegiatan kita ini pasti akan besar untuk Pemerintah Kota Makassar sendiri," sebutnya di hadapan wartawan.
Pemerintah Kota Makassar juga mengajak masyarakat untuk turut meramaikan MIWF 2026 sebagai momentum memperkenalkan citra Makassar yang terbuka, kreatif, dan inklusif kepada dunia internasional.
"Karena dengan adanya event seperti ini, citra Kota Makassar yang terbuka, inklusif, dan kreatif itu akan terbawa sampai ke luar, karena peserta dari MWF ini bukan cuma orang Makassar saja. Ada juga orang-orang luar dan bahkan dari mancanegara," tutupnya.
Sebagai informasi, pembukaan MIWF 2026 dijadwalkan dilakukan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, pada Kamis (14/5/2026).
Festival ini juga akan menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya Direktur MIWF M. Aan Mansyur, Direktur Program dan Kerja Sama Rumata’ Artspace Rachmat Hidayat Mustamin, para kurator MIWF 2026, yakni Tita AW, Juli Sastrawan, dan Aziziah Diah Aprilya, serta Emerging Writers MIWF 2026.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Viral di Media Sosial, Kandang Babi di Jalan Daeng Tata Makassar Langsung Ditertibkan
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menindaklanjuti keluhan warga terkait keberadaan kandang babi di area gudang farmasi di Jalan Daeng Tata, Kecamatan Tamalate.
Rabu, 13 Mei 2026 05:25
Sulsel
Pemkot Makassar Siapkan Perwali Perkuat Aksesibilitas Penyandang Disabilitas
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya membangun kota yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Selasa, 12 Mei 2026 20:38
Sulsel
Pemkot Makassar Lanjutkan Seleksi Direksi PDAM, Kemendagri Masuk Timsel
Pemkot Makassar memastikan proses seleksi Direksi PDAM Makassar segera memasuki tahap lanjutan setelah Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan audiensi dengan jajaran Kemendagri di Jakarta.
Selasa, 12 Mei 2026 09:27
News
Pemkot Makassar Pastikan Korban Geng Motor di Ablam Dirawat Gratis di RSUD Daya
Pemerintah Kota Makassar memastikan korban kekerasan jalanan mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan tanpa biaya.
Senin, 11 Mei 2026 10:11
Sulsel
Satu-satunya di Luar Jawa, Pemkot Makassar Sabet Paritrana Award
Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Paritrana Award sebagai kabupaten/kota terbaik se-Indonesia, Jumat (8/5/2026).
Sabtu, 09 Mei 2026 06:20
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Tokoh Pendidikan Malaysia Sambangi SIT Darul Fikri Makassar
2
Ketua Komisi III DPRD Maros Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes
3
Imigrasi Parepare Antar Paspor ke Tujuan dengan Inovasi PASTUJU
4
Kinerja Moncer Awal 2026, SPJM Bukukan Laba Bersih di Atas Target
5
MaxOne Hotel & Resort Makassar Gelar Donor Darah Rutin Bersama Relawan PMI Makassar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Tokoh Pendidikan Malaysia Sambangi SIT Darul Fikri Makassar
2
Ketua Komisi III DPRD Maros Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes
3
Imigrasi Parepare Antar Paspor ke Tujuan dengan Inovasi PASTUJU
4
Kinerja Moncer Awal 2026, SPJM Bukukan Laba Bersih di Atas Target
5
MaxOne Hotel & Resort Makassar Gelar Donor Darah Rutin Bersama Relawan PMI Makassar