Viral di Media Sosial, Kandang Babi di Jalan Daeng Tata Makassar Langsung Ditertibkan
Rabu, 13 Mei 2026 05:25
Pemerintah Kecamatan Tamalate bersama Satpol PP melakukan peninjauan kandang babi di Jalan Daeng Tata, Selasa (12/5/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menindaklanjuti keluhan warga terkait keberadaan kandang babi di area gudang farmasi di Jalan Daeng Tata, Kecamatan Tamalate.
Camat Tamalate, Muhammad Aril Syahbani, mengatakan pihak kecamatan bersama Bantuan Kendali Operasi (BKO) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
"Kami turun ke lokasi, melihat kandang babi tersebut. Namun saat ini, sudah tidak ada lagi aktivitas peternakan di lokasi tersebut karena telah dibersihkan dan hewan ternaknya telah dipindahkan oleh pemilik," ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Aril menegaskan, kondisi di lokasi saat ini sudah ditertibkan dan tidak ditemukan lagi keberadaan babi di area tersebut.
"Saat ini, sudah tidak ada (kandang babi)," singkatnya saat dikonfirmasi di sela peninjauan.
Menurutnya, penanganan dilakukan setelah informasi mengenai kandang babi itu viral di media sosial dan memicu keresahan warga.
"Begitu informasi beredar, anggota BKO Satpol PP bersama tim kecamatan langsung melakukan peninjauan. Saat itu memang ditemukan kandang babi di lokasi, namun saat ini hewan ternaknya sudah tidak ada lagi," jelasnya.
Ia menambahkan, pihak kecamatan tetap mengedepankan pendekatan persuasif dalam menangani persoalan tersebut.
Berdasarkan keterangan pemilik, kata Aril, babi yang dipelihara bukan untuk diperjualbelikan, melainkan untuk konsumsi pribadi.
"Menurut pengakuan pemilik, ternak tersebut tidak untuk dijual, melainkan dikonsumsi sendiri. Bahkan seluruhnya sudah dipotong dan tidak ada lagi di lokasi," tambahnya.
Pemerintah Kecamatan Tamalate memastikan akan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan warga.
Selain itu, koordinasi lintas instansi juga akan diperkuat untuk memastikan setiap aktivitas usaha maupun pemanfaatan lahan berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
"Ke depan, kami akan lebih intens melakukan pengawasan dan memastikan setiap aduan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat," tutup Aril.
Sebelumnya, keberadaan kandang babi tersebut menjadi perhatian saat inspeksi mendadak (sidak) DPRD Kota Makassar di PT Dharma Indo Sukses, Jalan Daeng Tata Nomor 36, Kecamatan Tamalate, Kamis (30/4/2026).
Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, Ismail, mengatakan keberadaan kandang babi di wilayah tersebut bukan menjadi kewenangan legislatif.
"Mereka kan pelihara babi untuk konsumsi pribadi, tetapi kami tidak bisa mencampuri urusan itu. Karena kami tujuannya ke sini untuk sidak," tegasnya.
Camat Tamalate, Muhammad Aril Syahbani, mengatakan pihak kecamatan bersama Bantuan Kendali Operasi (BKO) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
"Kami turun ke lokasi, melihat kandang babi tersebut. Namun saat ini, sudah tidak ada lagi aktivitas peternakan di lokasi tersebut karena telah dibersihkan dan hewan ternaknya telah dipindahkan oleh pemilik," ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Aril menegaskan, kondisi di lokasi saat ini sudah ditertibkan dan tidak ditemukan lagi keberadaan babi di area tersebut.
"Saat ini, sudah tidak ada (kandang babi)," singkatnya saat dikonfirmasi di sela peninjauan.
Menurutnya, penanganan dilakukan setelah informasi mengenai kandang babi itu viral di media sosial dan memicu keresahan warga.
"Begitu informasi beredar, anggota BKO Satpol PP bersama tim kecamatan langsung melakukan peninjauan. Saat itu memang ditemukan kandang babi di lokasi, namun saat ini hewan ternaknya sudah tidak ada lagi," jelasnya.
Ia menambahkan, pihak kecamatan tetap mengedepankan pendekatan persuasif dalam menangani persoalan tersebut.
Berdasarkan keterangan pemilik, kata Aril, babi yang dipelihara bukan untuk diperjualbelikan, melainkan untuk konsumsi pribadi.
"Menurut pengakuan pemilik, ternak tersebut tidak untuk dijual, melainkan dikonsumsi sendiri. Bahkan seluruhnya sudah dipotong dan tidak ada lagi di lokasi," tambahnya.
Pemerintah Kecamatan Tamalate memastikan akan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan warga.
Selain itu, koordinasi lintas instansi juga akan diperkuat untuk memastikan setiap aktivitas usaha maupun pemanfaatan lahan berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
"Ke depan, kami akan lebih intens melakukan pengawasan dan memastikan setiap aduan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat," tutup Aril.
Sebelumnya, keberadaan kandang babi tersebut menjadi perhatian saat inspeksi mendadak (sidak) DPRD Kota Makassar di PT Dharma Indo Sukses, Jalan Daeng Tata Nomor 36, Kecamatan Tamalate, Kamis (30/4/2026).
Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, Ismail, mengatakan keberadaan kandang babi di wilayah tersebut bukan menjadi kewenangan legislatif.
"Mereka kan pelihara babi untuk konsumsi pribadi, tetapi kami tidak bisa mencampuri urusan itu. Karena kami tujuannya ke sini untuk sidak," tegasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Lantik 153 Imam Kelurahan, Wali Kota Makassar Tekankan Peran Sosial Masjid
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengukuhkan dan melantik 153 imam kelurahan di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Jalan Masjid Raya, Makassar, Kamis (25/6/2026).
Jum'at, 26 Jun 2026 05:27
Makassar City
Forum B2B IGS 2026 Hubungkan Pelaku Usaha Lokal dengan Delegasi 28 Negara
Forum B2B dalam rangkaian IGS 2026 menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jejaring bisnis sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah ke pasar internasional.
Kamis, 25 Jun 2026 14:49
Sulsel
Pemkot Makassar Tertibkan 19 PKL Kelapa di Area Benteng Rotterdam
Pendekatan humanis dan persuasif yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar membuahkan hasil positif dalam upaya penataan kawasan Benteng Fort Rotterdam dan sekitarnya.
Kamis, 25 Jun 2026 14:30
Makassar City
Legislator DPRD Makassar Dukung Penuh IGS 2026, Dongkrak Ekonomi dan Investasi
Pelaksanaan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 di Kota Makassar mendapat sambutan positif dari pihak DPRD Kota Makassar, Rabu (24/6/2026).
Rabu, 24 Jun 2026 15:16
News
Investment Forum IGS 2026, Buka Peluang Kerja Sama Sektor Perikanan hingga Pariwisata
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus berkomiten dalam persiapan menjaring investasi internasional melalui ajang Business Forum Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang berlangsung di The Rinra Hotel, Makassar, Rabu (24/6/2026).
Rabu, 24 Jun 2026 14:19
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PLN Icon Plus Bidik Perluasan Pelanggan Iconnet Lewat Semesta Berpesta di Makassar
2
Usung Fitur Lebih Lengkap, Hyundai Gowa Perkenalkan New CRETA di Makassar
3
Kasus Islamic Center Malili Dinilai Jalan di Tempat, Aktivis Desak Aparat Tuntaskan Penyelidikan
4
New Honda BeAT Makin Stylish, AHM Tambah Warna & Desain Baru
5
Pertamina Dukung Pengawasan Ketat BBM Subsidi di SPBU Parepare
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PLN Icon Plus Bidik Perluasan Pelanggan Iconnet Lewat Semesta Berpesta di Makassar
2
Usung Fitur Lebih Lengkap, Hyundai Gowa Perkenalkan New CRETA di Makassar
3
Kasus Islamic Center Malili Dinilai Jalan di Tempat, Aktivis Desak Aparat Tuntaskan Penyelidikan
4
New Honda BeAT Makin Stylish, AHM Tambah Warna & Desain Baru
5
Pertamina Dukung Pengawasan Ketat BBM Subsidi di SPBU Parepare