Wali Kota Makassar Warning RT/RW Malas, Layanan Warga Harus Maksimal
Senin, 09 Feb 2026 15:33
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri silaturahmi bersama seluruh Ketua RT dan RW se-Kota Makassar, di Pantai Bosowa, Minggu (8/2/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar mengumpulkan seluruh Ketua RT dan RW se-Kota Makassar dalam kegiatan silaturahmi di Pantai Bosowa, Minggu (8/2/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penegasan peran RT/RW sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat sekaligus penggerak kebersihan lingkungan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan bahwa RT dan RW memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan warga. Ia meminta seluruh pengurus wilayah bekerja aktif, responsif, dan hadir dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
"RT dan RW bukan sekadar perangkat administratif, melainkan ujung tombak pemerintah yang bersentuhan langsung dengan warga," tuturnya kepada seluruh Ketua RT/RW.
Ia mengingatkan bahwa amanah yang diberikan masyarakat harus diwujudkan melalui kerja nyata dan kepedulian di wilayah masing-masing.
"Setiap amanah yang diberikan masyarakat harus dibalas dengan kerja nyata, kepedulian, serta kehadiran aktif dalam menyelesaikan persoalan di wilayah masing-masing," lanjutnya.
Dalam arahannya, Munafri juga menyinggung kesamaan tanggung jawab antara RT/RW dan Wali Kota yang sama-sama dipilih masyarakat. Karena itu, pelayanan maksimal menjadi kewajiban bersama.
"Oleh karena itu, tanggung jawab yang diemban harus dijalankan secara nyata dan maksimal demi kepentingan warga. RT/RW dan Wali Kota itu sama, kita dipilih oleh masyarakat melalui ujung paku. Artinya, amanah ini harus dibalas dengan kerja nyata dan pelayanan maksimal," kata dia.
Ia secara tegas meminta RT/RW tidak mengabaikan keluhan warga maupun program pemerintah.
"Saya tidak mau dengar ada RT/RW dilaporkan karena tidak mau mendengar keluhan warganya. Tidak mau bergaul dengan tetangganya. Apalagi tidak mau menjalankan program pemerintah," ujarnya.
Menurut Munafri, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan sosial. Kolaborasi dengan RT/RW dinilai penting karena mereka paling memahami kondisi lingkungan terkecil.
"Dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah dan RT/RW sebagai pihak yang paling memahami kondisi wilayah terkecil," papar Munafri.
Dalam lima tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Aliyah, ia menargetkan peningkatan pelayanan publik yang dirasakan langsung masyarakat, mulai dari akses kesehatan, pemenuhan pangan, hingga kesempatan kerja.
"Termasuk kemudahan akses kesehatan, pemenuhan kebutuhan pangan, dan kesempatan kerja. Saya tidak mau lihat lagi ada warga susah berobat di Puskesmas, dan susah mendapatkan pekerjaan di Kota Makassar. Ini harus kita kerjakan bersama RT/RW," tegasnya.
Ia juga meminta RT/RW aktif melaporkan persoalan wilayah kepada lurah dan camat, termasuk masalah sosial dan infrastruktur. Kebersihan lingkungan menjadi perhatian khusus, terutama pengelolaan sampah dari sumbernya.
"Tak hanya itu, penekanan soal kebersihan lingkungan menjadi perhatian khusus dalam arahan tersebut. Saya juga meminta RT/RW serius mengelola sampah mulai dari sumbernya dan mendorong partisipasi warga menjaga kebersihan lingkungan," jelas Appi.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Makassar akan memberikan penghargaan kepada RT/RW terbaik pada akhir tahun dengan hadiah ratusan juta rupiah.
"Ini untuk menunjukkan bahwa kita serius menjaga lingkungan. Kebersihan adalah dasar dari kesehatan," imbuh Appi.
Ia juga mendorong kerja bakti rutin serta pemanfaatan bank sampah sebagai sumber tambahan pendapatan masyarakat. Botol plastik bekas yang bernilai Rp7.000–Rp8.000 per kilogram disebut dapat membantu ekonomi warga di tingkat RT.
Terkait retribusi sampah, Munafri menegaskan kebijakan pembebasan biaya hanya berlaku bagi warga kurang mampu, salah satunya diukur melalui daya listrik rumah tangga 900 watt.
"Salah satunya diukur melalui daya listrik rumah tangga 900 watt. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat miskin. Kalau tinggal di perumahan real estate, tidak bisa minta gratis sampah. Ini soal keadilan," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga memperkenalkan aplikasi pengaduan digital Lontara yang wajib diunduh RT/RW untuk memantau aduan warga.
"Seluruh RT/RW diwajibkan mengunduh aplikasi tersebut agar dapat memantau dan meneruskan aduan warga secara cepat. Kalau ada aduan yang tidak ditindaklanjuti dalam dua hari akan langsung masuk ke ponsel saya untuk segera dievaluasi.
Munafri turut memaparkan sejumlah program strategis yang berjalan, terutama penanganan jalan, sampah, dan drainase.
"Persoalan jalan, sampah, dan drainase harus cepat diselesaikan. Alhamdulillah, tahun ini banjir di Makassar jauh berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya," jelasnya, mengingatkan.
Ia juga mengingatkan RT/RW meninggalkan sekat politik dan fokus pada pembangunan kota.
"Hari ini tidak ada lagi orangnya A, orangnya B, atau orangnya C. Semua adalah orangnya Wali Kota Makassar," tegasnya dalam sambutan.
Pemkot Makassar, lanjutnya, akan memperkuat sistem distribusi sembako dan bansos berbasis digital agar tepat sasaran.
"Tidak boleh lagi ada cerita yang dapat bantuan itu sepupunya Pak RT atau Pak RW. Bansos harus sampai kepada warga yang benar-benar membutuhkan," tegasnya.
Di akhir arahannya, Munafri menegaskan komitmen integritas pemerintahan dengan melarang pungutan liar di tingkat kelurahan. RT/RW diminta ikut mengawasi serta melaporkan oknum ASN yang menyalahgunakan kewenangan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan RT/RW agar tetap optimal melayani masyarakat.
"Bapak Ibu RT/RW sua adalah pilihan masyarakat. Amanah ini harus dijaga. Bantu kami Pemerintah membangun Kota Makassar, dan meningkatkan kesejahteraan warga," pungkasnya.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan bahwa RT dan RW memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan warga. Ia meminta seluruh pengurus wilayah bekerja aktif, responsif, dan hadir dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
"RT dan RW bukan sekadar perangkat administratif, melainkan ujung tombak pemerintah yang bersentuhan langsung dengan warga," tuturnya kepada seluruh Ketua RT/RW.
Ia mengingatkan bahwa amanah yang diberikan masyarakat harus diwujudkan melalui kerja nyata dan kepedulian di wilayah masing-masing.
"Setiap amanah yang diberikan masyarakat harus dibalas dengan kerja nyata, kepedulian, serta kehadiran aktif dalam menyelesaikan persoalan di wilayah masing-masing," lanjutnya.
Dalam arahannya, Munafri juga menyinggung kesamaan tanggung jawab antara RT/RW dan Wali Kota yang sama-sama dipilih masyarakat. Karena itu, pelayanan maksimal menjadi kewajiban bersama.
"Oleh karena itu, tanggung jawab yang diemban harus dijalankan secara nyata dan maksimal demi kepentingan warga. RT/RW dan Wali Kota itu sama, kita dipilih oleh masyarakat melalui ujung paku. Artinya, amanah ini harus dibalas dengan kerja nyata dan pelayanan maksimal," kata dia.
Ia secara tegas meminta RT/RW tidak mengabaikan keluhan warga maupun program pemerintah.
"Saya tidak mau dengar ada RT/RW dilaporkan karena tidak mau mendengar keluhan warganya. Tidak mau bergaul dengan tetangganya. Apalagi tidak mau menjalankan program pemerintah," ujarnya.
Menurut Munafri, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan sosial. Kolaborasi dengan RT/RW dinilai penting karena mereka paling memahami kondisi lingkungan terkecil.
"Dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah dan RT/RW sebagai pihak yang paling memahami kondisi wilayah terkecil," papar Munafri.
Dalam lima tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Aliyah, ia menargetkan peningkatan pelayanan publik yang dirasakan langsung masyarakat, mulai dari akses kesehatan, pemenuhan pangan, hingga kesempatan kerja.
"Termasuk kemudahan akses kesehatan, pemenuhan kebutuhan pangan, dan kesempatan kerja. Saya tidak mau lihat lagi ada warga susah berobat di Puskesmas, dan susah mendapatkan pekerjaan di Kota Makassar. Ini harus kita kerjakan bersama RT/RW," tegasnya.
Ia juga meminta RT/RW aktif melaporkan persoalan wilayah kepada lurah dan camat, termasuk masalah sosial dan infrastruktur. Kebersihan lingkungan menjadi perhatian khusus, terutama pengelolaan sampah dari sumbernya.
"Tak hanya itu, penekanan soal kebersihan lingkungan menjadi perhatian khusus dalam arahan tersebut. Saya juga meminta RT/RW serius mengelola sampah mulai dari sumbernya dan mendorong partisipasi warga menjaga kebersihan lingkungan," jelas Appi.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Makassar akan memberikan penghargaan kepada RT/RW terbaik pada akhir tahun dengan hadiah ratusan juta rupiah.
"Ini untuk menunjukkan bahwa kita serius menjaga lingkungan. Kebersihan adalah dasar dari kesehatan," imbuh Appi.
Ia juga mendorong kerja bakti rutin serta pemanfaatan bank sampah sebagai sumber tambahan pendapatan masyarakat. Botol plastik bekas yang bernilai Rp7.000–Rp8.000 per kilogram disebut dapat membantu ekonomi warga di tingkat RT.
Terkait retribusi sampah, Munafri menegaskan kebijakan pembebasan biaya hanya berlaku bagi warga kurang mampu, salah satunya diukur melalui daya listrik rumah tangga 900 watt.
"Salah satunya diukur melalui daya listrik rumah tangga 900 watt. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat miskin. Kalau tinggal di perumahan real estate, tidak bisa minta gratis sampah. Ini soal keadilan," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga memperkenalkan aplikasi pengaduan digital Lontara yang wajib diunduh RT/RW untuk memantau aduan warga.
"Seluruh RT/RW diwajibkan mengunduh aplikasi tersebut agar dapat memantau dan meneruskan aduan warga secara cepat. Kalau ada aduan yang tidak ditindaklanjuti dalam dua hari akan langsung masuk ke ponsel saya untuk segera dievaluasi.
Munafri turut memaparkan sejumlah program strategis yang berjalan, terutama penanganan jalan, sampah, dan drainase.
"Persoalan jalan, sampah, dan drainase harus cepat diselesaikan. Alhamdulillah, tahun ini banjir di Makassar jauh berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya," jelasnya, mengingatkan.
Ia juga mengingatkan RT/RW meninggalkan sekat politik dan fokus pada pembangunan kota.
"Hari ini tidak ada lagi orangnya A, orangnya B, atau orangnya C. Semua adalah orangnya Wali Kota Makassar," tegasnya dalam sambutan.
Pemkot Makassar, lanjutnya, akan memperkuat sistem distribusi sembako dan bansos berbasis digital agar tepat sasaran.
"Tidak boleh lagi ada cerita yang dapat bantuan itu sepupunya Pak RT atau Pak RW. Bansos harus sampai kepada warga yang benar-benar membutuhkan," tegasnya.
Di akhir arahannya, Munafri menegaskan komitmen integritas pemerintahan dengan melarang pungutan liar di tingkat kelurahan. RT/RW diminta ikut mengawasi serta melaporkan oknum ASN yang menyalahgunakan kewenangan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan RT/RW agar tetap optimal melayani masyarakat.
"Bapak Ibu RT/RW sua adalah pilihan masyarakat. Amanah ini harus dijaga. Bantu kami Pemerintah membangun Kota Makassar, dan meningkatkan kesejahteraan warga," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Ekonomi Makassar Melaju 7,04 Persen, DPRD Puji Kepemimpinan Munafri
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Makassar memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Sabtu, 26 Sep 2026 22:13
Makassar City
Revitalisasi Pedestrian Kajaolalido-Thamrin, Pemkot Makassar Bahas Penanganan Pohon
Keberadaan pohon eksisting menjadi salah satu persoalan yang harus ditangani dalam proyek revitalisasi pedestrian di Jalan Kajaolalido dan Jalan MH Thamrin, Kota Makassar.
Sabtu, 26 Sep 2026 00:52
News
Transformasi Layanan Digital Pemkot Makassar Berbuah Predikat Kota TP2DD Terbaik
Upaya Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam mendorong transformasi digitalisasi layanan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan transaksi keuangan daerah mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Kamis, 24 Sep 2026 23:02
Sulsel
SiLPA Bertambah Rp219 Miliar, Pemkot Makassar Lakukan Penyesuaian
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Pemerintah Kota Makassar bertambah sekitar Rp219 miliar setelah melalui pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Kamis, 24 Sep 2026 06:08
Makassar City
Pemkot Makassar–Pertamina Matangkan Aturan Klasterisasi SPBU dan Jam Operasional Solar
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama PT Pertamina Patra Niaga terus mematangkan langkah strategis guna mengurai dan mencegah kemacetan akibat antrean panjang kendaraan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di berbagai SPBU.
Rabu, 23 Sep 2026 19:13
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
2
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
2
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan