Jaga Harga Pangan, Pemkot Makassar Gelar Pasar Murah di Kecamatan

Rabu, 11 Mar 2026 10:45
Jaga Harga Pangan, Pemkot Makassar Gelar Pasar Murah di Kecamatan
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat ditemui di ruang media center Balai Kota, Selasa (10/3/2026). Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar menyiapkan langkah pengendalian harga bahan pokok menjelang Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar pasar murah keliling melalui program mobil inflasi di berbagai kecamatan.

Program tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memastikan ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat selama akhir Ramadan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan pemerintah menghadirkan mobil pasar murah sebagai bentuk intervensi pasar agar masyarakat tetap dapat membeli bahan pokok dengan harga terjangkau.

"Melalui kegiatan ini, kami Pemerintah Kota Makassar, berupaya menstabilkan harga di pasaran, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan di penghujung Ramadan dan jelang idul fitri," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Munafri usai memimpin rapat koordinasi bersama Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, para camat se-Kota Makassar, serta Perumda Pasar di Balai Kota Makassar, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, pasar murah tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjaga daya beli di tengah potensi kenaikan harga menjelang Lebaran.

"Program pangan murah ini, berlangsung di titik yang ditentukan, sekaligus menekan potensi inflasi daerah yang kerap dipicu oleh lonjakan harga sejumlah komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur menjelang Lebaran akhir bulan ini," ujarnya.

Munafri menjelaskan, pemerintah kota telah berkoordinasi dengan sejumlah perangkat daerah untuk memastikan kondisi harga tetap terkendali.

"Rencana tersebut diputuskan setelah pemerintah kota menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah perangkat daerah dan pihak kecamatan. Kami sudah melakukan meeting koordinasi bersama para camat, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Perindag, serta Bappeda untuk memastikan kondisi harga menjelang Idul Fitri stabil," tuturnya.

Ia menambahkan, tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan mulai turun ke lapangan sejak Rabu (11/3) untuk melaksanakan pasar murah di berbagai titik.

"Biasanya di periode akhir Ramadan ini, harga-harga mulai mengalami kenaikan yang cukup signifikan dan bisa berdampak pada inflasi. Sehingga kami mencari solusi untuk kebutuhan masyarakat terpenuhi," lanjut Munafri usai rapat koordinasi.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga menggandeng Perum Bulog untuk memastikan pasokan bahan pangan tersedia dan dapat dijual dengan harga lebih murah.

"Mulai besok dan selama sepuluh hari terakhir Ramadan, teman-teman dari Ketahanan Pangan dan Dinas Perindag akan turun langsung bersama bahan kebutuhan pokok dari Bulog untuk membuat beberapa pasar murah di berbagai tempat setiap hari," jelasnya.

Program ini dijalankan melalui sembilan unit mobil inflasi yang disiapkan pemerintah kota untuk menjangkau berbagai wilayah kecamatan.

"Apa yang dilakukan, bagian dari tugas Pemerintah Kota Makassar, mengintensifkan langkah pengendalian inflasi menjelang Idulfitri dengan menggelar pasar murah di sejumlah wilayah kecamatan," jelas Appi.

Untuk tahap awal, pasar murah dijadwalkan berlangsung di dua lokasi, yakni di Jalan Kapasa Raya tepatnya di halaman Masjid Nurul Amin dan di Kelurahan Mattoangin, Kecamatan Mariso, Kompleks Pesona Dahlia.

"Sebanyak sembilan unit mobil inflasi disiapkan oleh Pemerintah Kota Makassar untuk berkeliling ke berbagai kecamatan. Kehadiran mobil ini menjadi bagian dari upaya intervensi pasar guna menekan angka inflasi yang saat ini tercatat berada di angka 6,23 persen," sebutnya.

Melalui program ini, pemerintah berharap kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi meski permintaan bahan pangan meningkat menjelang Lebaran.

"Selain itu, intervensi pasar ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok agar tidak melonjak terlalu tinggi. Ini, bagian dari komitmen, Pemerintah Kota Makassar menugaskan sejumlah perangkat daerah untuk memastikan program ini berjalan optimal," kata dia.

Munafri juga meminta perangkat daerah, Perumda Pasar, serta pemerintah kecamatan untuk berkoordinasi dalam mengatur distribusi barang, jadwal operasional mobil inflasi, dan lokasi pasar murah setiap hari.

"Mobil inflasi ini nantinya akan bergerak secara bergilir di berbagai wilayah dengan membawa sejumlah kebutuhan pokok yang dijual dengan harga yang telah diintervensi oleh pemerintah," ungkapnya.

Dalam operasi pasar tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih terjangkau, di antaranya beras SPHP sekitar Rp55.000 hingga Rp58.000 per kemasan, minyak goreng Minyak Kita Rp15.000 per liter, serta gula pasir Rp17.500 per kilogram.

"Dengan langkah ini, Pemerintah Kota Makassar berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih stabil sekaligus menekan laju inflasi," sebutnya saat dikonfimasi.

Munafri menyebutkan, setiap hari pemerintah kota akan membuka sekitar delapan hingga sembilan titik pasar murah di berbagai wilayah kecamatan.

"Langkah ini dilakukan sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Setiap hari akan ada sekitar tujuh sampai delapan titik yang kita buka untuk merespons kondisi pasar, supaya rantai pasokan tetap stabil dan harga eceran di masyarakat tidak melonjak," tegansya.

Menurutnya, pasar murah keliling sangat membantu masyarakat yang ingin mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar.

Seluruh kecamatan di Kota Makassar juga diminta menyiapkan lokasi pelaksanaan pasar murah di wilayah masing-masing.

"Semua kecamatan kita standby. Pihak kecamatan akan menyiapkan daftar lokasi pelaksanaan, sementara Dinas Perindag dan Dinas Ketahanan Pangan menyiapkan bahan kebutuhan pokok yang akan dibawa ke lokasi yang sudah ditentukan," jelasnya.

Namun, karena keterbatasan distribusi, pelaksanaan pasar murah dilakukan secara bergiliran di sejumlah titik setiap hari.

"Mekanisme pasar sudah mulai naik turun, maka pemerintah harus hadir masuk untuk melakukan solusi. Tujuannya agar harga-harga kebutuhan pokok masih bisa didapatkan masyarakat dengan harga yang lebih rendah," tambah Appi.

Munafri menegaskan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menyambut Idulfitri sekaligus menjaga stabilitas inflasi daerah.

"Ini juga menjadi bagian dari upaya kita menyambut Idul Fitri, sekaligus memastikan inflasi di Kota Makassar tidak mengalami kenaikan yang terlalu tinggi," pungkas Munafri.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru