Hati-hati Kelola Anggaran, Realisasi Dispar Makassar Baru 9% di Triwulan Pertama
Rabu, 01 Apr 2026 19:17
Suasana rapat monev Komisi B DPRD Kota Makassar di Ruang Rapat Paripurna Kantor Sementara DPRD Makassar, Jalan Hertasning, Rabu (1/4/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Komisi B DPRD Kota Makassar menggelar rapat monitoring dan evaluasi (monev) bersama Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar di Ruang Rapat Paripurna Kantor Sementara DPRD Makassar, Jalan Hertasning, Rabu (1/4/2026).
Rapat tersebut membahas percepatan program kerja serta pencapaian target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2026.
Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Hartono, mendorong Dinas Pariwisata untuk menghadirkan destinasi wisata baru, khususnya dengan mengoptimalkan potensi wilayah kepulauan.
"Itu yang saya kira kita berharap pada progres yang bisa dilakukan teman-teman di Dinas Pariwisata sehingga apa yang menjadi harapan kita bersama bahwa kota ini menjadi kota tujuan wisata yang Insyaallah nanti bersinergi dengan peningkatan PAD kita itu bisa kita capai. Kemudian Pak Kadis, di dalam RPJMD kita juga itu ada target yang dibebankan kepada teman," katanya.
Hartono menyebut, pada 2026 Dinas Pariwisata memiliki tanggung jawab melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi bagi 500 orang di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Kemudian juga ada fasilitasi biaya sertifikasi bagi pekerja industri pariwisata itu diperintahkan oleh RPJMD kita di tahun 2026 itu ada 200 minimal yang harus disertifikasi," sebutnya.
Ia berharap akselerasi program kerja dapat dilakukan sejak awal tahun agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
"Sehingga kita berharap kota ini adalah kota wisata yang sekaligus kita punya para pelaku-pelaku di sektor wisata ini yang memang punya kompetensi yang memadai," harap Hartono.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, mengakui realisasi anggaran pada triwulan pertama 2026 masih rendah, yakni sekitar 9 persen.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi kebijakan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh BPKAD.
"Mungkin kami bisa sampaikan di forum ini adalah karena kebijakan kaitan dengan pengelolaan keuangan atau anggaran pada saat ini sedang dilakukan proses kehati-hatian dari BPKAD sehingga memberikan kita sekali lagi memberikan kita kesempatan dan ruang untuk menyisir lagi memfilter lagi kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan," katanya.
Meski demikian, Hendra menegaskan pihaknya akan mempercepat pelaksanaan program setelah kebijakan kembali normal.
"Kalau seandainya kebijakannya sudah normal tentu saja apa yang diharapkan tadi kami berjanji bahwa kami akan mengakselerasi penyerapan anggaran dengan melaksanakan program-program sesuai dengan target," jelasnya.
Ia menambahkan, pengembangan destinasi wisata baru saat ini difokuskan pada kawasan kepulauan, khususnya Pulau Lanjukang.
"Terus kemudian kaitan dengan destinasi wisata baru atau DTW baru itu juga kami sudah berulang kali juga sampaikan dan mungkin juga pada kesempatan ini mengingatkan kita semua bahwa kami memang punya target lokasi untuk daerah tujuan wisata sesuai dengan visi misi pemerintah kota saat ini utamanya di pulau," ungkapnya.
Menurut Hendra, pembangunan kawasan wisata berbasis pulau membutuhkan kajian mendalam sebelum dilakukan intervensi fisik.
"Ini juga hal yang baru bagi kami setelah berkoordinasi juga dengan Dinas Kelautan di provinsi bahwa dalam membangun sebuah kawasan utamanya berbasis pulau yang ada lautnya ini perlu kajian yang mendalam," tegasnya.
Ia menyebut, perencanaan dilakukan melalui kajian ilmiah berbasis data oseanografi selama 20 tahun terakhir, termasuk analisis arus laut dan tinggi gelombang.
"Mungkin sekitar satu bulanan kita menyelesaikan perencanaannya sudah bikin timeline ya di internal ini di meetingnya di sana. Mungkin bulan Juni kita sudah melakukan proses tender seperti itu dan hitungan kita sebelum akhir tahun sudah ada yang tampak di sana," paparnya.
Selain infrastruktur, pengembangan kawasan wisata juga akan dilengkapi dengan konten kreatif dan dukungan transportasi.
"Jadi orang datang ke sana tidak cuma melihat pulau tapi apa yang dilihat isi konten di dalam itu juga. Bukan cuma itu saja, fasilitas transportasi dari darat ke Lanjukang juga kita juga ikut pikirkan jadi wisatawan mancanegara maupun lokal bisa dengan aman dan nyaman untuk ke lokasi tersebut. Dan itu baru di Lanjukang Pak nanti ada pulau-pulau lainnya," pungkasnya.
Rapat tersebut membahas percepatan program kerja serta pencapaian target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2026.
Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Hartono, mendorong Dinas Pariwisata untuk menghadirkan destinasi wisata baru, khususnya dengan mengoptimalkan potensi wilayah kepulauan.
"Itu yang saya kira kita berharap pada progres yang bisa dilakukan teman-teman di Dinas Pariwisata sehingga apa yang menjadi harapan kita bersama bahwa kota ini menjadi kota tujuan wisata yang Insyaallah nanti bersinergi dengan peningkatan PAD kita itu bisa kita capai. Kemudian Pak Kadis, di dalam RPJMD kita juga itu ada target yang dibebankan kepada teman," katanya.
Hartono menyebut, pada 2026 Dinas Pariwisata memiliki tanggung jawab melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi bagi 500 orang di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Kemudian juga ada fasilitasi biaya sertifikasi bagi pekerja industri pariwisata itu diperintahkan oleh RPJMD kita di tahun 2026 itu ada 200 minimal yang harus disertifikasi," sebutnya.
Ia berharap akselerasi program kerja dapat dilakukan sejak awal tahun agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
"Sehingga kita berharap kota ini adalah kota wisata yang sekaligus kita punya para pelaku-pelaku di sektor wisata ini yang memang punya kompetensi yang memadai," harap Hartono.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, mengakui realisasi anggaran pada triwulan pertama 2026 masih rendah, yakni sekitar 9 persen.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi kebijakan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh BPKAD.
"Mungkin kami bisa sampaikan di forum ini adalah karena kebijakan kaitan dengan pengelolaan keuangan atau anggaran pada saat ini sedang dilakukan proses kehati-hatian dari BPKAD sehingga memberikan kita sekali lagi memberikan kita kesempatan dan ruang untuk menyisir lagi memfilter lagi kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan," katanya.
Meski demikian, Hendra menegaskan pihaknya akan mempercepat pelaksanaan program setelah kebijakan kembali normal.
"Kalau seandainya kebijakannya sudah normal tentu saja apa yang diharapkan tadi kami berjanji bahwa kami akan mengakselerasi penyerapan anggaran dengan melaksanakan program-program sesuai dengan target," jelasnya.
Ia menambahkan, pengembangan destinasi wisata baru saat ini difokuskan pada kawasan kepulauan, khususnya Pulau Lanjukang.
"Terus kemudian kaitan dengan destinasi wisata baru atau DTW baru itu juga kami sudah berulang kali juga sampaikan dan mungkin juga pada kesempatan ini mengingatkan kita semua bahwa kami memang punya target lokasi untuk daerah tujuan wisata sesuai dengan visi misi pemerintah kota saat ini utamanya di pulau," ungkapnya.
Menurut Hendra, pembangunan kawasan wisata berbasis pulau membutuhkan kajian mendalam sebelum dilakukan intervensi fisik.
"Ini juga hal yang baru bagi kami setelah berkoordinasi juga dengan Dinas Kelautan di provinsi bahwa dalam membangun sebuah kawasan utamanya berbasis pulau yang ada lautnya ini perlu kajian yang mendalam," tegasnya.
Ia menyebut, perencanaan dilakukan melalui kajian ilmiah berbasis data oseanografi selama 20 tahun terakhir, termasuk analisis arus laut dan tinggi gelombang.
"Mungkin sekitar satu bulanan kita menyelesaikan perencanaannya sudah bikin timeline ya di internal ini di meetingnya di sana. Mungkin bulan Juni kita sudah melakukan proses tender seperti itu dan hitungan kita sebelum akhir tahun sudah ada yang tampak di sana," paparnya.
Selain infrastruktur, pengembangan kawasan wisata juga akan dilengkapi dengan konten kreatif dan dukungan transportasi.
"Jadi orang datang ke sana tidak cuma melihat pulau tapi apa yang dilihat isi konten di dalam itu juga. Bukan cuma itu saja, fasilitas transportasi dari darat ke Lanjukang juga kita juga ikut pikirkan jadi wisatawan mancanegara maupun lokal bisa dengan aman dan nyaman untuk ke lokasi tersebut. Dan itu baru di Lanjukang Pak nanti ada pulau-pulau lainnya," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
BPBD Makassar Latih Mahasiswa dari 23 Kampus, Siapkan 23.000 SDM Tanggap Bencana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menggandeng 23 perguruan tinggi untuk memperkuat mitigasi bencana.
Kamis, 16 Jul 2026 08:48
Makassar City
RSUD Daya Makassar Luncurkan Geliat, Percepat Penanganan Pasien Telantar
RSUD Kota Makassar (RSUD Daya) meluncurkan inovasi pelayanan Geliat (Gerakan Empati Layanan Integrasi Aktif Terpadu) untuk mempercepat penanganan pasien telantar.
Rabu, 15 Jul 2026 16:56
Makassar City
Dinas Sosial Makassar Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari Ombudsman RI
Pemkot Makassar kembali meraih penghargaan di bidang pelayanan publik. Kali ini, Dinsos Kota Makassar menerima penghargaan dari Ombudsman Republik Indonesia atas hasil penilaian pelayanan publik.
Rabu, 15 Jul 2026 16:47
Makassar City
Localfest Hadir di Makassar Oktober 2026, Targetkan 15 Ribu Pengunjung
Kota Makassar akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Localfest pada awal Oktober 2026. Festival kreatif berskala nasional ini ditargetkan menarik sekitar 15.000 pengunjung.
Selasa, 14 Jul 2026 20:09
Makassar City
Makassar Terapkan Web-GIS Railing Besi untuk Pantau Bangunan di Kawasan Pesisir
Distaru Kota Makassar meluncurkan inovasi Railing Besi (Rekayasa Lingkungan di Bentang Pesisir) untuk memperkuat pengawasan pemanfaatan ruang, khususnya di kawasan pesisir.
Selasa, 14 Jul 2026 19:59
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PDAM Makassar Pastikan Distribusi Air Aman, Prediksi 30 Hari Bukan Kondisi Terkini
2
KM Nurul Salsa Mati Mesin hingga Tenggelam di Perairan Selayar, 24 Korban Masih Dicari
3
Massa Geruduk DPRD Sulsel, Desak Bentuk Pansus Hak Angket Usut GMTD
4
Prof Amir Ilyas Dorong Dosen Unhas Ubah Hasil Riset Menjadi Peluang Usaha Bernilai Ekonomi
5
BPBD Makassar Perkuat Koordinasi Lintas Sektor, Siapkan Penanganan Dampak Kekeringan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PDAM Makassar Pastikan Distribusi Air Aman, Prediksi 30 Hari Bukan Kondisi Terkini
2
KM Nurul Salsa Mati Mesin hingga Tenggelam di Perairan Selayar, 24 Korban Masih Dicari
3
Massa Geruduk DPRD Sulsel, Desak Bentuk Pansus Hak Angket Usut GMTD
4
Prof Amir Ilyas Dorong Dosen Unhas Ubah Hasil Riset Menjadi Peluang Usaha Bernilai Ekonomi
5
BPBD Makassar Perkuat Koordinasi Lintas Sektor, Siapkan Penanganan Dampak Kekeringan