Terapkan WFH, Wali Kota Jamin Layanan Publik Pemkot Makassar Tetap Berjalan
Kamis, 02 Apr 2026 06:19
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat memberikan keterangan di Media Center Balai Kota Makassar, Rabu (1/4/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pelayanan publik harus tetap berjalan meskipun Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menerapkan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH).
Hal tersebut disampaikan Munafri saat menanggapi wacana penerapan WFH di lingkup Pemkot Makassar, Rabu (1/4/2026). Ia memastikan pelayanan di tingkat kelurahan hingga kecamatan tidak boleh terganggu.
"Harus dipastikan bahwa WFH ini tetap efektif. Artinya saya tidak mau tahu kalau pada saat WFH baru saya mencari apakah itu Kepala Dinas, apakah siapa dalam 5 menit ditelepon harus angkat telepon dong," tuturnya.
Munafri, yang akrab disapa Appi, menegaskan bahwa WFH bukanlah bentuk libur atau cuti bagi aparatur sipil negara (ASN), melainkan tetap bekerja dengan lokasi berbeda.
"Bukan liburan ini. Ini bukan cuti, bukan libur. Ini kerja dari rumah, tetap kerja. Dan ada aturannya juga kalau saya tidak salah, eselon III, eselon II masuk," tegas Munafri.
Ia memastikan camat, lurah, serta organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani pelayanan publik tetap wajib masuk kantor guna menjaga layanan kepada masyarakat.
"Iya dong, sama OPD yang pelayanan masuk. Jadi ini kita pastikan untuk membuat juga formulasi, kita lagi membuat cara apa lagi yang bisa kita lakukan dalam rangka merespons yang namanya keadaan sekarang ini," ucapnya.
Selain itu, Pemkot Makassar tengah mempertimbangkan perluasan jadwal WFH sebagai upaya efisiensi penggunaan energi dan bahan bakar di lingkungan pemerintahan.
"Apakah kita bisa nambah WFH juga di hari yang berbeda, untuk memastikan bahwa kita juga harus menjadi bagian dari pengurangan untuk tidak menggunakan seperti bahan bakar secara berlebihan, energi secara berlebihan, dan sebagainya. Ya, jangan langsung disanksi kalau 5 menit tidak diangkat. Ya kita telepon lagi sampai 6 menit baru kita telepon lagi," urainya.
Munafri juga meminta seluruh jajaran memaksimalkan penggunaan platform komunikasi digital selama WFH. Koordinasi dan pertukaran data, menurutnya, harus tetap berjalan melalui berbagai kanal seperti WhatsApp dan email.
"Maksud saya begini, ini adalah warning yang disampaikan bahwa WFH itu bukan liburan, tapi bekerja dari rumah. Kalau kita minta data-data untuk ini, siapkan data-data itu. Kan bisa di-share pakai WhatsApp, bisa pakai email, dan sebagainya," tegasnya lagi.
Untuk memastikan kedisiplinan, Pemkot Makassar akan menerapkan sistem absensi yang sama ketatnya seperti hari kerja biasa selama WFH berlangsung.
"Karena ini kan di hari Jumat, sangat rentan orang menganggap ini orang pulang kampung dan sebagainya. Jadi ini kami akan absen sesuai seperti apa yang terjadi di hari biasa," jelas Appi.
Di sisi lain, Munafri menyebut pihaknya juga tengah mengkaji penerapan Work From Anywhere (WFA). Namun, kebijakan tersebut akan diatur secara hati-hati agar tidak memperpanjang masa libur atau dimanfaatkan untuk pulang kampung.
"Kami lagi mengkaji, memaksimalkan kajian ini. Kenapa tidak dikasih dekat? Tambah panjang nanti, tambah lama lagi orang pulang kampung," pungkasnya.
Hal tersebut disampaikan Munafri saat menanggapi wacana penerapan WFH di lingkup Pemkot Makassar, Rabu (1/4/2026). Ia memastikan pelayanan di tingkat kelurahan hingga kecamatan tidak boleh terganggu.
"Harus dipastikan bahwa WFH ini tetap efektif. Artinya saya tidak mau tahu kalau pada saat WFH baru saya mencari apakah itu Kepala Dinas, apakah siapa dalam 5 menit ditelepon harus angkat telepon dong," tuturnya.
Munafri, yang akrab disapa Appi, menegaskan bahwa WFH bukanlah bentuk libur atau cuti bagi aparatur sipil negara (ASN), melainkan tetap bekerja dengan lokasi berbeda.
"Bukan liburan ini. Ini bukan cuti, bukan libur. Ini kerja dari rumah, tetap kerja. Dan ada aturannya juga kalau saya tidak salah, eselon III, eselon II masuk," tegas Munafri.
Ia memastikan camat, lurah, serta organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani pelayanan publik tetap wajib masuk kantor guna menjaga layanan kepada masyarakat.
"Iya dong, sama OPD yang pelayanan masuk. Jadi ini kita pastikan untuk membuat juga formulasi, kita lagi membuat cara apa lagi yang bisa kita lakukan dalam rangka merespons yang namanya keadaan sekarang ini," ucapnya.
Selain itu, Pemkot Makassar tengah mempertimbangkan perluasan jadwal WFH sebagai upaya efisiensi penggunaan energi dan bahan bakar di lingkungan pemerintahan.
"Apakah kita bisa nambah WFH juga di hari yang berbeda, untuk memastikan bahwa kita juga harus menjadi bagian dari pengurangan untuk tidak menggunakan seperti bahan bakar secara berlebihan, energi secara berlebihan, dan sebagainya. Ya, jangan langsung disanksi kalau 5 menit tidak diangkat. Ya kita telepon lagi sampai 6 menit baru kita telepon lagi," urainya.
Munafri juga meminta seluruh jajaran memaksimalkan penggunaan platform komunikasi digital selama WFH. Koordinasi dan pertukaran data, menurutnya, harus tetap berjalan melalui berbagai kanal seperti WhatsApp dan email.
"Maksud saya begini, ini adalah warning yang disampaikan bahwa WFH itu bukan liburan, tapi bekerja dari rumah. Kalau kita minta data-data untuk ini, siapkan data-data itu. Kan bisa di-share pakai WhatsApp, bisa pakai email, dan sebagainya," tegasnya lagi.
Untuk memastikan kedisiplinan, Pemkot Makassar akan menerapkan sistem absensi yang sama ketatnya seperti hari kerja biasa selama WFH berlangsung.
"Karena ini kan di hari Jumat, sangat rentan orang menganggap ini orang pulang kampung dan sebagainya. Jadi ini kami akan absen sesuai seperti apa yang terjadi di hari biasa," jelas Appi.
Di sisi lain, Munafri menyebut pihaknya juga tengah mengkaji penerapan Work From Anywhere (WFA). Namun, kebijakan tersebut akan diatur secara hati-hati agar tidak memperpanjang masa libur atau dimanfaatkan untuk pulang kampung.
"Kami lagi mengkaji, memaksimalkan kajian ini. Kenapa tidak dikasih dekat? Tambah panjang nanti, tambah lama lagi orang pulang kampung," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Dukung Program Munafri-Aliyah, Perumda Air Minum Makassar Gencarkan Transaksi QRIS
Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar sosialisasi penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai di Kantor Wilayah Pelayanan IV, Jalan Ratulangi, Jumat (24/7/2026).
Jum'at, 24 Jul 2026 13:19
Sulsel
Perumda Pasar Makassar dan IBK Nitro Buka Beasiswa untuk Anak Pedagang
Perumda Pasar Makassar Raya bersama Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) Nitro Makassar membuka Program Beasiswa Jalur Kerja Sama bagi anak-anak pedagang pasar.
Rabu, 22 Jul 2026 23:05
Makassar City
DPRD Makassar Desak Pemkot Segera Sediakan Lahan Pemakaman Baru
Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Azwar Rasmin, meminta pemerintah kota segera menyediakan lahan TP baru. Menurutnya, keterbatasan lahan pemakaman telah menjadi kebutuhan mendesak.
Rabu, 22 Jul 2026 20:23
News
PDAM Makassar Bantah Lonjakan Tagihan Dipicu Kenaikan Tarif, Data Stand Meter Jadi Acuan
Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar menegaskan lonjakan tagihan yang dikeluhkan salah seorang pelanggan di Jalan Daeng Siraju, Kelurahan Bara-Baraya Utara, Kecamatan Makassar, bukan disebabkan adanya kenaikan tarif air
Selasa, 21 Jul 2026 06:50
Makassar City
Pemkot Makassar Pastikan Program Seragam Gratis Siswa Baru Tuntas Awal September
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memastikan program pemberian seragam gratis bagi siswa baru tingkat SD dan SMP akan segera terealisasi.
Sabtu, 18 Jul 2026 19:34
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kemensos Salurkan Bantuan Kewirausahaan Bagi Kelompok Rentan di Makassar
2
UMI Perkuat Kerja Sama Pendidikan dengan Atase RI di Timor-Leste, Dorong Internasionalisasi Kampus
3
Sambut HUT Ke-6, Vasaka Hotel Makassar Gelar CSR, Bagikan Susu Bergizi dan Roti
4
UMI Perkuat Ketahanan Mental Orang Tua ABK melalui Edukasi, Skrining, dan Inovasi Digital
5
Gubernur Sulsel Serahkan Ganti Rugi Rp17,5 Miliar Pembebasan Lahan Runway Bandara Bua
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kemensos Salurkan Bantuan Kewirausahaan Bagi Kelompok Rentan di Makassar
2
UMI Perkuat Kerja Sama Pendidikan dengan Atase RI di Timor-Leste, Dorong Internasionalisasi Kampus
3
Sambut HUT Ke-6, Vasaka Hotel Makassar Gelar CSR, Bagikan Susu Bergizi dan Roti
4
UMI Perkuat Ketahanan Mental Orang Tua ABK melalui Edukasi, Skrining, dan Inovasi Digital
5
Gubernur Sulsel Serahkan Ganti Rugi Rp17,5 Miliar Pembebasan Lahan Runway Bandara Bua