Pembangunan Fasilitas PSEL di TPA Tamangapa Dinilai Tepat dan Efisien
Kamis, 02 Apr 2026 09:06
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat ditemui di Ruang Media Center Balai Kota Makassar, Kamis (2/4/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya percepatan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi pengelolaan sampah di Kota Makassar.
Pernyataan tersebut disampaikan Munafri saat ditemui di Ruang Media Center Balai Kota Makassar, Kamis (2/4/2026).
Ia menilai PSEL merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengurangi volume sampah di kota tersebut.
"Proses PSEL ini harus kita tangkap, karena ini merupakan salah satu cara yang paling ampuh untuk mengurangi persoalan sampah," ujarnya.
Munafri menjelaskan, pembangunan PSEL merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat yang saat ini menjadi perhatian serius. Namun, berdasarkan hasil rapat koordinasi di Jakarta pada Selasa (31/3), kontribusi PSEL dalam mengurangi sampah masih terbatas.
"Ini terbuka, Pemerintah Indonesia saat ini sangat konsen dengan ini. Bayangkan, setelah kami rakor, dengan adanya PSEL yang dibangun semua ini, itu cuma mengurangi kalau tidak salah 14 hampir 15 persen saja persoalan sampah. Artinya memang ini harus benar-benar masif," jelasnya.
Karena itu, ia menekankan perlunya langkah yang lebih luas dan terencana agar penanganan sampah dapat berjalan optimal.
Munafri juga menyoroti tantangan jika PSEL dibangun di lokasi baru. Menurutnya, masyarakat dan sistem pendukung di lokasi tersebut belum tentu siap dengan pola pengelolaan sampah yang akan diterapkan.
"Maka dari itu, diperlukan bagaimana supaya ini bisa dilaksanakan dengan baik. Artinya, kalau selama ini kita mau di lokasi yang baru, kan belum familiar orang dengan sampah-sampah yang ada dan sebagainya," urainya.
Sebagai solusi, ia menyarankan agar fasilitas pengolahan sampah, termasuk PSEL, dipusatkan di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Menurutnya, integrasi lokasi akan meningkatkan efisiensi, khususnya dalam hal transportasi sampah.
"Saya berpendapat mending sekaligus semuanya ada di TPA. Kenapa? Karena proses transportasi pengangkutan sampah yang ada di TPA ke pabrik atau ke tempat pembangunan pembangkit listrik itu kan jaraknya dekat," akunya.
Ia menambahkan, jarak yang lebih dekat akan membantu menekan biaya operasional. Sebaliknya, lokasi yang berjauhan justru berpotensi menambah beban keuangan pemerintah daerah.
"Artinya biaya transportnya itu bisa kecover dengan baik, tidak jauh lagi. Kalau ada lagi, dibawa lagi jauh, kan itu akan menjadi beban pemerintah daerah gitu," sebutnya.
Selain itu, Munafri memastikan ketersediaan air di kawasan TPA tidak menjadi kendala untuk pembangunan PSEL. Ia menyebut terdapat sumber air yang memadai di sekitar lokasi tersebut.
"Kan ada Sungai Kajenjeng di belakang. Di belakangnya itu kurang lebih satu KM," tutupnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Munafri saat ditemui di Ruang Media Center Balai Kota Makassar, Kamis (2/4/2026).
Ia menilai PSEL merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengurangi volume sampah di kota tersebut.
"Proses PSEL ini harus kita tangkap, karena ini merupakan salah satu cara yang paling ampuh untuk mengurangi persoalan sampah," ujarnya.
Munafri menjelaskan, pembangunan PSEL merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat yang saat ini menjadi perhatian serius. Namun, berdasarkan hasil rapat koordinasi di Jakarta pada Selasa (31/3), kontribusi PSEL dalam mengurangi sampah masih terbatas.
"Ini terbuka, Pemerintah Indonesia saat ini sangat konsen dengan ini. Bayangkan, setelah kami rakor, dengan adanya PSEL yang dibangun semua ini, itu cuma mengurangi kalau tidak salah 14 hampir 15 persen saja persoalan sampah. Artinya memang ini harus benar-benar masif," jelasnya.
Karena itu, ia menekankan perlunya langkah yang lebih luas dan terencana agar penanganan sampah dapat berjalan optimal.
Munafri juga menyoroti tantangan jika PSEL dibangun di lokasi baru. Menurutnya, masyarakat dan sistem pendukung di lokasi tersebut belum tentu siap dengan pola pengelolaan sampah yang akan diterapkan.
"Maka dari itu, diperlukan bagaimana supaya ini bisa dilaksanakan dengan baik. Artinya, kalau selama ini kita mau di lokasi yang baru, kan belum familiar orang dengan sampah-sampah yang ada dan sebagainya," urainya.
Sebagai solusi, ia menyarankan agar fasilitas pengolahan sampah, termasuk PSEL, dipusatkan di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Menurutnya, integrasi lokasi akan meningkatkan efisiensi, khususnya dalam hal transportasi sampah.
"Saya berpendapat mending sekaligus semuanya ada di TPA. Kenapa? Karena proses transportasi pengangkutan sampah yang ada di TPA ke pabrik atau ke tempat pembangunan pembangkit listrik itu kan jaraknya dekat," akunya.
Ia menambahkan, jarak yang lebih dekat akan membantu menekan biaya operasional. Sebaliknya, lokasi yang berjauhan justru berpotensi menambah beban keuangan pemerintah daerah.
"Artinya biaya transportnya itu bisa kecover dengan baik, tidak jauh lagi. Kalau ada lagi, dibawa lagi jauh, kan itu akan menjadi beban pemerintah daerah gitu," sebutnya.
Selain itu, Munafri memastikan ketersediaan air di kawasan TPA tidak menjadi kendala untuk pembangunan PSEL. Ia menyebut terdapat sumber air yang memadai di sekitar lokasi tersebut.
"Kan ada Sungai Kajenjeng di belakang. Di belakangnya itu kurang lebih satu KM," tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
DPRD Makassar Mulai Berkantor di Gedung Baru, Tekan Biaya Sewa Rp600 Juta
Jajaran DPRD Kota Makassar mulai menempati gedung baru di Jalan AP Pettarani untuk menjalankan aktivitas kedewanan, Rabu (12/8/2026).
Kamis, 13 Agu 2026 09:56
Makassar City
Pendataan Perlinsos Digital Capai 50.088 KK, Wali Kota Appi Targetkan Makassar Tembus 70 Persen
Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Sosial terus menggenjot pendataan warga melalui platform Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital.
Rabu, 12 Agu 2026 17:46
Makassar City
Realisasi Investasi Makassar Tembus Rp2,7 Triliun hingga Triwulan Kedua
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar mencatat realisasi investasi telah mencapai angka Rp2,7 triliun lebih hingga periode triwulan kedua atau semester pertama tahun 2026.
Rabu, 12 Agu 2026 16:27
Makassar City
Pemkot Makassar Perluas Tracing TBC, Target 339 Titik
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memperluas tracing tuberkulosis (TBC) dengan mengintegrasikannya bersama Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Rabu, 12 Agu 2026 07:20
Makassar City
Komisi A DPRD Makassar Siapkan Tiga Langkah Kawal Kelurahan Sadar HAM
Komisi A DPRD Kota Makassar menyiapkan tiga langkah strategis untuk mengawal program Kelurahan Sadar Hak Asasi Manusia (HAM) agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Selasa, 11 Agu 2026 07:31
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
BKKBN Sulsel Gelar Lomba Unik Antar Tim Kerja Semarakkan Hut Ke-81 RI
2
Pendataan Perlinsos Digital Capai 50.088 KK, Wali Kota Appi Targetkan Makassar Tembus 70 Persen
3
Bright Gas Jadi Alternatif Energi Pompa Irigasi Petani Gowa
4
DPRD Makassar Mulai Berkantor di Gedung Baru, Tekan Biaya Sewa Rp600 Juta
5
Pengadilan Agama Maros Cabut Hak Perwalian Orang Tua
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
BKKBN Sulsel Gelar Lomba Unik Antar Tim Kerja Semarakkan Hut Ke-81 RI
2
Pendataan Perlinsos Digital Capai 50.088 KK, Wali Kota Appi Targetkan Makassar Tembus 70 Persen
3
Bright Gas Jadi Alternatif Energi Pompa Irigasi Petani Gowa
4
DPRD Makassar Mulai Berkantor di Gedung Baru, Tekan Biaya Sewa Rp600 Juta
5
Pengadilan Agama Maros Cabut Hak Perwalian Orang Tua