Legislator PKS-Hanura Makassar Dukung Pembangunan PSEL di Manggala
Kamis, 02 Apr 2026 21:10
Anggota DPRD Makassar, Azwar Rasmin (kiri) dan Muchlis Misba (kanan), Kamis (2/4/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Sejumlah anggota DPRD Kota Makassar kembali menyuarakan dukungan terhadap pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kecamatan Manggala, meski proyek tersebut menuai pro dan kontra.
Ketua Komisi C DPRD Makassar, Azwar Rasmin, menanggapi rencana Wali Kota Makassar terkait kemungkinan pemindahan lokasi proyek PSEL. Ia menyebut terdapat dua pandangan yang berkembang, yakni sebagian masyarakat menginginkan proyek tetap di Kecamatan Manggala, sementara sebagian lainnya mengusulkan di Kecamatan Tamalanrea.
"Kalau saya di awal memang setuju di Manggala. Kami juga sempat mengusulkan di Manggala saja. Karena kalau di Manggala bisa menata TPA yang amburadul sekarang dengan kehadiran PSEL (Pengolah Sampah Energi Listrik) dengan dana yang besar tersebut," ungkapnya.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai, pembangunan PSEL di Manggala dapat mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih modern. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah tetap memperhatikan aspek hukum, mengingat proyek tersebut telah memiliki pemenang tender.
"Sudah ada pemenang (tender) di tempat tersebut. Jadi harus dikaji ulang pihak-pihak terkait semua stakeholder, termasuk juga pengusaha yang sudah berkontrak sebelumnya," ucapnya.
Sebagai legislator dari daerah pemilihan IV Kota Makassar (Manggala dan Panakkukang), Azwar menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut selama mampu menghadirkan sistem PSEL yang lebih baik bagi masyarakat.
"Sehingga penyebab-penyebab kerusakan lingkungan itu bisa diantisipasi dengan baik, dan bisa memberikan lapangan kerja juga bagi warga Manggala. Kalau ada PSEL di sana kan warga Manggala harus dilibatkan semua, yang membutuhkan pekerjaan bisa dilibatkan sehingga terjadi ekonomi yang bagus buat warga," katanya.
Senada dengan itu, Anggota DPRD Kota Makassar, Muchlis Misba, menegaskan bahwa proyek PSEL sebaiknya tetap dilaksanakan di Kecamatan Manggala. Ia menilai pengelolaan sampah di Makassar sudah harus dilakukan secara profesional.
Ia merujuk pada sistem pengelolaan sampah di Benowo, Surabaya, Jawa Timur, sebagai contoh keberhasilan.
"Itu pengelolaannya dengan baik. Oleh karena itu, kami mendukung kebijakan Wali Kota untuk melaksanakan PSEL di Manggala," tegasnya.
Muchlis juga mengkhawatirkan dampak jika lokasi proyek dipindahkan ke luar Manggala. Menurutnya, hal itu berpotensi menimbulkan kemacetan serta meningkatkan biaya operasional akibat mobilisasi sampah.
"Tapi yang paling penting adalah dia sangat menggunakan anggaran yang sangat besar. Oleh karena itu, kami mendukung. Apalagi memang kalau ada sudah kebijakan pusat memilih Kota Makassar untuk pengelolaan PSEL-nya, kami dukung dengan baik," paparnya.
Ia menambahkan, kehadiran PSEL diyakini dapat mengatasi persoalan bau tidak sedap yang selama ini dikeluhkan warga Manggala.
"Hilang lagi itu semua sampah yang berbau sudah tidak ada lagi. Bahkan di situ memberikan keuntungan dan kontribusi yang baik bagi masyarakat sekitar, bisa memberikan lapangan pekerjaan buat warga Manggala itu sendiri," tegas Muchlis.
Muchlis kembali menegaskan dukungannya terhadap kebijakan tersebut.
"Oleh karena itu, sekali lagi saya, H. Muchlis dari Partai Hanura, mendukung penuh kebijakan Wali Kota untuk menempatkan PSEL di Kecamatan Manggala," akunya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa TPA Tamangapa cocok menjadi lokasi pembangunan infrastruktur PSEL. Menurutnya, TPA memenuhi unsur efisiensi dan faktor lain.
Ketua Komisi C DPRD Makassar, Azwar Rasmin, menanggapi rencana Wali Kota Makassar terkait kemungkinan pemindahan lokasi proyek PSEL. Ia menyebut terdapat dua pandangan yang berkembang, yakni sebagian masyarakat menginginkan proyek tetap di Kecamatan Manggala, sementara sebagian lainnya mengusulkan di Kecamatan Tamalanrea.
"Kalau saya di awal memang setuju di Manggala. Kami juga sempat mengusulkan di Manggala saja. Karena kalau di Manggala bisa menata TPA yang amburadul sekarang dengan kehadiran PSEL (Pengolah Sampah Energi Listrik) dengan dana yang besar tersebut," ungkapnya.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai, pembangunan PSEL di Manggala dapat mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih modern. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah tetap memperhatikan aspek hukum, mengingat proyek tersebut telah memiliki pemenang tender.
"Sudah ada pemenang (tender) di tempat tersebut. Jadi harus dikaji ulang pihak-pihak terkait semua stakeholder, termasuk juga pengusaha yang sudah berkontrak sebelumnya," ucapnya.
Sebagai legislator dari daerah pemilihan IV Kota Makassar (Manggala dan Panakkukang), Azwar menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut selama mampu menghadirkan sistem PSEL yang lebih baik bagi masyarakat.
"Sehingga penyebab-penyebab kerusakan lingkungan itu bisa diantisipasi dengan baik, dan bisa memberikan lapangan kerja juga bagi warga Manggala. Kalau ada PSEL di sana kan warga Manggala harus dilibatkan semua, yang membutuhkan pekerjaan bisa dilibatkan sehingga terjadi ekonomi yang bagus buat warga," katanya.
Senada dengan itu, Anggota DPRD Kota Makassar, Muchlis Misba, menegaskan bahwa proyek PSEL sebaiknya tetap dilaksanakan di Kecamatan Manggala. Ia menilai pengelolaan sampah di Makassar sudah harus dilakukan secara profesional.
Ia merujuk pada sistem pengelolaan sampah di Benowo, Surabaya, Jawa Timur, sebagai contoh keberhasilan.
"Itu pengelolaannya dengan baik. Oleh karena itu, kami mendukung kebijakan Wali Kota untuk melaksanakan PSEL di Manggala," tegasnya.
Muchlis juga mengkhawatirkan dampak jika lokasi proyek dipindahkan ke luar Manggala. Menurutnya, hal itu berpotensi menimbulkan kemacetan serta meningkatkan biaya operasional akibat mobilisasi sampah.
"Tapi yang paling penting adalah dia sangat menggunakan anggaran yang sangat besar. Oleh karena itu, kami mendukung. Apalagi memang kalau ada sudah kebijakan pusat memilih Kota Makassar untuk pengelolaan PSEL-nya, kami dukung dengan baik," paparnya.
Ia menambahkan, kehadiran PSEL diyakini dapat mengatasi persoalan bau tidak sedap yang selama ini dikeluhkan warga Manggala.
"Hilang lagi itu semua sampah yang berbau sudah tidak ada lagi. Bahkan di situ memberikan keuntungan dan kontribusi yang baik bagi masyarakat sekitar, bisa memberikan lapangan pekerjaan buat warga Manggala itu sendiri," tegas Muchlis.
Muchlis kembali menegaskan dukungannya terhadap kebijakan tersebut.
"Oleh karena itu, sekali lagi saya, H. Muchlis dari Partai Hanura, mendukung penuh kebijakan Wali Kota untuk menempatkan PSEL di Kecamatan Manggala," akunya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa TPA Tamangapa cocok menjadi lokasi pembangunan infrastruktur PSEL. Menurutnya, TPA memenuhi unsur efisiensi dan faktor lain.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Mudahkan Warga, Dukcapil Makassar dan PN Hadirkan Layanan Sidang di Tempat
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menghadirkan inovasi layanan administrasi kependudukan dengan menggandeng Pengadilan Negeri Makassar (PN).
Rabu, 20 Mei 2026 19:05
News
Tolak Pembangunan PSEL di Tamalanrea, Warga: Kami Siap Pertaruhkan Nyawa
Gelombang penolakan terhadap lokasi pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Makassar terus berdatangan.
Rabu, 20 Mei 2026 05:53
Makassar City
Permudah Akses Warga, Pemkot Makassar Hadirkan Layanan Adminduk di Kelurahan
Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, dalam menghadirkan layanan publik yang semakin dekat, cepat, dan mudah terus diperkuat di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
Selasa, 19 Mei 2026 14:55
Makassar City
15 Tahun Gunakan Fasum-Fasos Berdagang, PKL di Tallo Ditertibkan
Pemerintah Kecamatan Tallo kembali melakukan penertiban terhadap lapak pedagang kaki lima yang menguasai fasilitas umum, fasilitas sosial, serta berdiri di atas saluran drainase, Senin (18/5/2026).
Senin, 18 Mei 2026 20:32
Makassar City
Pemkot Makassar Benahi SPMB 2026, Server Terpisah hingga Helpdesk Sekolah
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar terus mematangkan persiapan tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.
Senin, 18 Mei 2026 15:58
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tolak Pembangunan PSEL di Tamalanrea, Warga: Kami Siap Pertaruhkan Nyawa
2
Tim Pegasus Polres Jeneponto Tangkap 4 Terduga Pelaku Pencurian Sapi
3
Polisi Amankan Pria di Kelara Jeneponto, Diduga Simpan Sabu dalam Bungkus Rokok
4
Dealer GWM Pertama di Indonesia Timur Resmi Dibuka di Makassar
5
BYD M6 DM Resmi Mengaspal di Indonesia, Bisa Dipesan di Seluruh Jaringan Haka Auto
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tolak Pembangunan PSEL di Tamalanrea, Warga: Kami Siap Pertaruhkan Nyawa
2
Tim Pegasus Polres Jeneponto Tangkap 4 Terduga Pelaku Pencurian Sapi
3
Polisi Amankan Pria di Kelara Jeneponto, Diduga Simpan Sabu dalam Bungkus Rokok
4
Dealer GWM Pertama di Indonesia Timur Resmi Dibuka di Makassar
5
BYD M6 DM Resmi Mengaspal di Indonesia, Bisa Dipesan di Seluruh Jaringan Haka Auto