Terminal Daya, Mallengkeri, dan Toddopuli Akan Punya Wajah Baru

Rabu, 22 Apr 2026 05:45
Terminal Daya, Mallengkeri, dan Toddopuli Akan Punya Wajah Baru
Suasana Terminal Mallengkeri di Kecamatan Tamalate, Selasa (21/4/2026). Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus membenahi wajah transportasi publik dengan menata tiga terminal utama agar lebih tertib, nyaman, dan representatif.

Melalui Perumda Terminal Makassar Metro, pembenahan dilakukan secara bertahap di Terminal Regional Daya (TRD), Terminal Mallengkeri, dan Terminal Toddopuli. Fokus utama meliputi peningkatan infrastruktur, penataan kawasan, serta penguatan fungsi pelayanan.

Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, mengatakan pembenahan difokuskan pada optimalisasi fungsi terminal sebagai simpul transportasi sekaligus pusat aktivitas ekonomi.

"Khusus terminal Daya, kami lakukan pembenahan kawasan secara menyeluruh, mencakup peningkatan infrastruktur, penataan operasional, hingga penguatan regulasi," kata Elber, Selasa (21/4/2026).

Ia mengungkapkan, salah satu tantangan utama adalah masih maraknya aktivitas naik-turun penumpang di luar terminal, seperti di pinggir jalan maupun pool perusahaan otobus (PO).

"Terminal Regional Daya ini memiliki peran strategis, namun belum berfungsi maksimal karena masih banyak kendaraan yang mengambil penumpang di luar terminal," ujarnya
Untuk mengatasi hal tersebut, Perumda Terminal telah menyiapkan fasilitas dan lahan bagi kendaraan agar seluruh aktivitas transportasi terpusat di dalam terminal.

"Kami sudah menyiapkan sarana dan prasarana. Selanjutnya, kami menunggu langkah dari Dishub untuk penegakan regulasi, karena kewenangan tersebut berada pada mereka," jelasnya.

Saat ini, Terminal Regional Daya melayani angkutan AKAP dan AKDP dengan intensitas tinggi. Setiap malam, sekitar 200 kendaraan masuk dengan jumlah penumpang mencapai 1.000 hingga 2.000 orang.

Namun, tingginya volume kendaraan belum diikuti aktivitas di dalam terminal.

"Hal ini disebabkan sebagian besar penumpang masih memilih naik dari luar terminal, sehingga kawasan terminal terlihat relatif sepi, terutama pada siang hari," ungkapnya.

Elber menilai, penegakan aturan secara konsisten akan menghidupkan kembali aktivitas terminal dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

"Jika regulasi berjalan dengan baik, maka terminal akan kembali ramai. Penumpang yang datang langsung ke terminal akan mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam kawasan, seperti halnya suasana di bandara," ungkapnya.

Pembenahan Terminal Mallengkeri

Penataan juga dilakukan di Terminal Mallengkeri, khususnya melalui perbaikan infrastruktur dasar.

"Alhamdulillah, di tahun 2026 ini sudah ada perubahan. Jalan yang sebelumnya berlubang kini sudah diperbaiki. Mudah-mudahan setelah hujan tidak ada lagi genangan, dan akses di dalam terminal menjadi lebih nyaman," terangnya.

Selain itu, Pemkot Makassar mendorong kolaborasi dengan Perumda Pasar Makassar untuk relokasi aktivitas pasar bongkar muat dari Pasar Kalimbu.

"Terminal tetap berfungsi sebagaimana mestinya, namun di saat yang sama kita juga menghadirkan solusi bagi pedagang. Kita berkolaborasi, di mana aktivitas pasar tetap berjalan dan retribusi tetap dikelola oleh Perumda Pasar. Kami di terminal hanya menyiapkan lahan," lanjutnya.

Konsep pasar yang diterapkan adalah sistem partai, di mana pedagang berjualan langsung dari kendaraan pada malam hari agar tidak mengganggu operasional terminal.

"Sekarang sudah tidak ada lagi alasan soal kondisi jalan, infrastruktur sudah kita benahi. Tinggal bagaimana kita berkolaborasi dengan pihak kecamatan, Tripika, serta instansi terkait untuk penertiban dan pengaturan," bebernya.

Pengembangan Terminal Toddopuli

Sementara itu, Terminal Toddopuli akan dikembangkan menjadi ruang publik yang lebih fungsional.

"Rencana, terminal Toddopuli ini rencananya akan kita arahkan menjadi Ruang Terbuka Hijau. Fungsinya tidak hanya untuk estetika, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai area olahraga, jogging track, parkir, dan ruang usaha yang tertata," urainya.

Konsep pengembangan telah disiapkan dan menunggu arahan lanjutan dari Wali Kota Makassar.

"Gambar dan konsep sudah ada, kami tinggal menunggu instruksi lebih lanjut untuk pelaksanaan. Ini bagian dari program besar pembenahan terminal," jelasnya.

Terminal Toddopuli memiliki luas sekitar 9.600 meter persegi dan berpotensi dikembangkan hingga 1,6 hektare melalui kolaborasi dengan Perumnas.

"Kalau lahan dari Perumnas bisa kita kolaborasikan, maka kawasan ini akan semakin luas dan optimal untuk pelayanan masyarakat, khususnya untuk aktivitas olahraga dan ruang terbuka," tegasnya.

Komitmen Pembenahan Menyeluruh

Elber menegaskan, tahun 2026 menjadi fokus pembenahan infrastruktur di seluruh terminal.

"Tahun 2026 ini kita fokus pembenahan infrastruktur di tiga terminal. Harapannya, di 2027 nanti tingkat pembenahan sudah tidak sebesar tahun ini," katanya.

Pemkot Makassar juga membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga dalam mendukung pendanaan program.

"Opsi pendanaan juga dapat dilakukan melalui dukungan pemerintah yang kemudian dioptimalkan kembali oleh pengelola terminal," tukasnya.

Pembenahan terminal tidak hanya mencakup perbaikan fisik, tetapi juga penertiban terminal bayangan serta penguatan fungsi terminal sebagai ruang publik yang aman, nyaman, dan produktif.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru