Rekrutmen Juru Parkir Diperketat, PD Parkir Makassar Prioritaskan Warga Lokal

Selasa, 16 Jun 2026 16:19
Rekrutmen Juru Parkir Diperketat, PD Parkir Makassar Prioritaskan Warga Lokal
Direktur Utama PD Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali, di Media Center Balai Kota Makassar, Senin (15/6/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya memperketat aturan rekrutmen juru parkir (jukir) sebagai bagian dari upaya pembenahan tata kelola parkir dan peningkatan pelayanan.

Direktur Utama PD Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali (ARA), mengatakan salah satu kebijakan yang akan diterapkan adalah memprioritaskan warga Kota Makassar dalam proses rekrutmen jukir. Ke depan, calon jukir diupayakan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Makassar.

"Kami sudah laporkan ke Pak Wali (Munafri Arifuddin). Insyaallah ke depan, rekrutmen jukir, tidak lagi boleh KTP di luar Kota Makassar. Karena banyak sekali jukir-jukir sekarang KTP luar. Bukan main, ini juga penting pendataan kita ke depan. Bahwa harus orang ber-KTP Makassar, sebisa mungkin orang kelurahan setempat. Masih banyak orang belum terdata," katanya.

Selain itu, PD Parkir Makassar Raya juga menerapkan standar operasional prosedur (SOP) baru dalam proses rekrutmen jukir dengan melibatkan pemerintah kecamatan dan kelurahan.

"Rekrutmen kapan saja, cuman kami sudah buat SOP, nanti akan melibatkan camat dan lurah. Karena banyak sekali jukir-jukir, ada rekomendasi dari camat dan lurah setelah itu kami legalkan dia menjadi jukir," tegasnya saat dikonfirmasi.

Untuk mendukung penataan tersebut, seluruh jukir yang telah terdaftar akan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) dan menggunakan atribut resmi berupa rompi berwarna kuning.

"Seragamnya nanti pakai rompi warna kuning, setelah ikut dibimtek. Kalau sudah ada jukirnya kita kasihkan, nanti kita bimtek dulu, setelah itu kami legalkan dia menjadi jukir. Ini sedang berjalan," ungkapnya.

PD Parkir Makassar Raya juga memberikan apresiasi kepada pegawai dan jukir berprestasi melalui program penghargaan berupa perjalanan umrah yang dilakukan secara bergantian.

"Jukir dan pegawai yang kita umrohkan, kemarin jukir, kita selang-seling. Mereka ini karyawan teladan yang terbaik kita umrohkan," kata ARA.

Di sisi lain, hingga Mei 2026, PD Parkir Makassar Raya mencatat realisasi pendapatan sekitar Rp8 miliar.

"Pendapatan kita sampai bulan Mei ini sekitar 8 miliar. Jadi, total pendapatan dan target kita masih banyak ini," sebutnya saat ditemui di Media Center Balai Kota Makassar.

Untuk meningkatkan pendapatan, PD Parkir Makassar Raya juga membidik potensi pengelolaan lahan parkir di kawasan Ramayana. Namun, pengelolaan tersebut masih terkendala karena fasilitas umum yang belum diserahkan kepada Pemerintah Kota Makassar.

"Itu fasum sudah 30 tahun. Harusnya 10 tahun sudah harus diserahkan ke pemerintah kota, tetapi masih dikuasai oleh pihak mereka (pihak swasta). Harusnya diserahkan ke kami dan kami bisa masuk (mengelola)," tandasnya.

Selain itu, PD Parkir Makassar Raya berencana mengalihkan arus parkir di sekitar kawasan Karebosi ke sejumlah kantong parkir yang masih tersedia guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan parkir.

"Alhamdulillah, Anjungan (Pantai Losari) sudah bagus. Target pendapatan sendiri itu Rp23 miliar dan target dividen kita Rp2 miliar," tutup ARA.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru