Pimpin Rakor, Plt Dirut PDAM Makassar Siapkan Langkah Antisipasi Krisis Air
Selasa, 23 Jun 2026 10:45
Rapat Koordinasi (Rakor) PDAM Makassar memetakan sejumlah langkah strategis untuk mengantisasi potensi krisis air bersih. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Perumda Air Minum Kota Makassar mulai memetakan sejumlah langkah strategis untuk mengantisasi potensi krisis air bersih di sejumlah wilayah Pelayanan di Kota Makassar.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, di ruang rapat direksi Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar, Jalan Dr Ratulangi, Rabu (3/6/2026).
Rapat yang dihadiri Plt Direktur Keuangan Wirda Fauzah Madjid serta jajaran pejabat struktural Perumda Air Minum Kota Makassar itu membahas berbagai persoalan pelayanan air bersih, mulai dari keterbatasan debit air baku, peningkatan kebutuhan pelanggan, hingga langkah teknis untuk memperkuat distribusi air ke wilayah yang selama ini mengalami gangguan pasokan.
Andi Syahrum menegaskan seluruh jajaran diminta mempercepat penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2027 sebagai instrumen penting dalam menghadapi tantangan pelayanan ke depan, termasuk ancaman kekeringan dan peningkatan kebutuhan air masyarakat.
"RKAP 2027 harus segera disusun secara komprehensif dan melibatkan seluruh bagian terkait agar program yang direncanakan benar-benar menjawab persoalan pelayanan di lapangan," ujarnya.
Selain itu, Andi Syahrum menekankan pentingnya koordinasi antara direksi, kepala bagian, dan kepala wilayah dalam merespons setiap keluhan pelanggan. Menurutnya, informasi dari wilayah menjadi dasar utama dalam menentukan langkah penanganan yang cepat dan tepat.
"Kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa laporan dari wilayah. Karena itu setiap persoalan pelayanan harus dikomunikasikan dengan baik agar solusi yang diambil sesuai kondisi di lapangan," katanya.
Dalam rapat tersebut, Kepala Bagian Distribusi dan Kehilangan Air Perumda Air Minum Kota Makassar, Wahidin, memaparkan sejumlah program teknis yang tengah dijalankan untuk meningkatkan kapasitas distribusi air, khususnya pada daerah yang selama ini mengalami defisit pasokan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengaturan ulang jalur distribusi air pada sistem pelayanan IPA 4 Maccini Sombala. Menurut Wahidin, saat ini pasokan pada jalur tersebut masih mengalami kekurangan sekitar 20 liter per detik.
Perumda Air Minum Kota Makassar berencana memindahkan sebagian aliran dari jalur utara ke jalur CPI guna meningkatkan serapan air dan menambah suplai ke kawasan utara kota.
"Target kami meningkatkan debit distribusi hingga mencapai 400 liter per detik. Saat ini masih berada di kisaran 380 liter per detik sehingga perlu dilakukan optimalisasi jaringan distribusi," jelas Wahidin.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pelayanan di kawasan Maccini Sombala, tetapi juga menambah suplai ke sejumlah wilayah yang selama ini mengalami tekanan air rendah.
Wahidin menjelaskan persoalan yang terjadi di kawasan utara Kota Makassar, khususnya Kecamatan Tallo dan Ujung Tanah, pada dasarnya disebabkan keterbatasan debit air yang masuk ke sistem distribusi.
Menurut dia, kebutuhan air di dua kecamatan tersebut mencapai sekitar 120 hingga 150 liter per detik. Namun pasokan yang tersedia saat ini hanya berkisar 75 liter per detik.
"Distribusi ke wilayah utara kota masih jauh di bawah kebutuhan pelanggan. Karena itu diperlukan penambahan debit dan optimalisasi jaringan agar pelayanan bisa lebih maksimal," katanya.
Data Perumda Air Minum Kota Makassar menunjukkan wilayah Tallo dan Ujung Tanah saat ini melayani sekitar 11 ribu pelanggan yang bergantung pada pasokan dari jalur distribusi Panakkukang dan Reservoir Booster Paotere.
Selain persoalan distribusi, rapat juga menyoroti kondisi sumber air baku yang berasal dari Bendung Lekopancing.
Wahidin mengungkapkan sejumlah kendala masih ditemukan di saluran air baku, mulai dari kebocoran, sedimentasi, hingga praktik pengambilan air secara ilegal di beberapa titik.
Ia menjelaskan kondisi Bendung Lekopancing berbeda dengan Bendung Bili-Bili karena sangat dipengaruhi musim hujan dan debit aliran sungai. Di sisi lain, sumber air tersebut juga dimanfaatkan oleh sejumlah instansi lain sehingga pengelolaannya memerlukan koordinasi lintas lembaga.
"Kami terus melakukan pembenahan di lapangan untuk meminimalkan kehilangan air dan menjaga kontinuitas pasokan menuju instalasi pengolahan," ujarnya.
Plt Dirut Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum meminta seluruh bagian terkait membentuk tim terpadu guna melakukan peninjauan langsung ke lokasi sumber air baku dan jaringan distribusi yang menjadi titik krusial pelayanan.
Menurut dia, seluruh jajaran harus bergerak bersama mencari solusi serta saling berkoordinasi agar persoalan pelayanan yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat diselesaikan secara bertahap.
"Kita fokus mencari solusi. Yang terpenting adalah bagaimana pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dan persoalan-persoalan yang ada bisa ditangani bersama," kata Andi Syahrum.
Selain langkah tersebut, Perumda Air Minum Kota Makassar juga menyiapkan layanan mobil tangki bagi pelanggan yang terdampak krisis air di sejumlah wilayah akibat kemarau.
Andi Syahrum, menjelaskan bahwa penyediaan mobil tangki merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama proses penanganan dan normalisasi distribusi air berlangsung.
"Kami tidak hanya fokus pada perbaikan sistem dan peningkatan debit air, tetapi juga memastikan masyarakat yang terdampak tetap mendapatkan akses air bersih melalui distribusi mobil tangki. Ini menjadi langkah antisipasi agar kebutuhan pelanggan tetap terlayani," ujarnya.
Menurutnya, layanan mobil tangki menjadi bagian dari skema mitigasi perusahaan dalam menghadapi potensi krisis air akibat keterbatasan debit air baku, gangguan teknis distribusi, maupun dampak musim kemarau yang berpotensi menurunkan ketersediaan air.
“Mobil tangki akan kami siagakan untuk membantu pelanggan yang terdampak. Langkah ini dilakukan bersamaan dengan upaya peningkatan distribusi, perbaikan jaringan, dan optimalisasi sumber air baku sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan," pungkasnya.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, di ruang rapat direksi Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar, Jalan Dr Ratulangi, Rabu (3/6/2026).
Rapat yang dihadiri Plt Direktur Keuangan Wirda Fauzah Madjid serta jajaran pejabat struktural Perumda Air Minum Kota Makassar itu membahas berbagai persoalan pelayanan air bersih, mulai dari keterbatasan debit air baku, peningkatan kebutuhan pelanggan, hingga langkah teknis untuk memperkuat distribusi air ke wilayah yang selama ini mengalami gangguan pasokan.
Andi Syahrum menegaskan seluruh jajaran diminta mempercepat penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2027 sebagai instrumen penting dalam menghadapi tantangan pelayanan ke depan, termasuk ancaman kekeringan dan peningkatan kebutuhan air masyarakat.
"RKAP 2027 harus segera disusun secara komprehensif dan melibatkan seluruh bagian terkait agar program yang direncanakan benar-benar menjawab persoalan pelayanan di lapangan," ujarnya.
Selain itu, Andi Syahrum menekankan pentingnya koordinasi antara direksi, kepala bagian, dan kepala wilayah dalam merespons setiap keluhan pelanggan. Menurutnya, informasi dari wilayah menjadi dasar utama dalam menentukan langkah penanganan yang cepat dan tepat.
"Kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa laporan dari wilayah. Karena itu setiap persoalan pelayanan harus dikomunikasikan dengan baik agar solusi yang diambil sesuai kondisi di lapangan," katanya.
Dalam rapat tersebut, Kepala Bagian Distribusi dan Kehilangan Air Perumda Air Minum Kota Makassar, Wahidin, memaparkan sejumlah program teknis yang tengah dijalankan untuk meningkatkan kapasitas distribusi air, khususnya pada daerah yang selama ini mengalami defisit pasokan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengaturan ulang jalur distribusi air pada sistem pelayanan IPA 4 Maccini Sombala. Menurut Wahidin, saat ini pasokan pada jalur tersebut masih mengalami kekurangan sekitar 20 liter per detik.
Perumda Air Minum Kota Makassar berencana memindahkan sebagian aliran dari jalur utara ke jalur CPI guna meningkatkan serapan air dan menambah suplai ke kawasan utara kota.
"Target kami meningkatkan debit distribusi hingga mencapai 400 liter per detik. Saat ini masih berada di kisaran 380 liter per detik sehingga perlu dilakukan optimalisasi jaringan distribusi," jelas Wahidin.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pelayanan di kawasan Maccini Sombala, tetapi juga menambah suplai ke sejumlah wilayah yang selama ini mengalami tekanan air rendah.
Wahidin menjelaskan persoalan yang terjadi di kawasan utara Kota Makassar, khususnya Kecamatan Tallo dan Ujung Tanah, pada dasarnya disebabkan keterbatasan debit air yang masuk ke sistem distribusi.
Menurut dia, kebutuhan air di dua kecamatan tersebut mencapai sekitar 120 hingga 150 liter per detik. Namun pasokan yang tersedia saat ini hanya berkisar 75 liter per detik.
"Distribusi ke wilayah utara kota masih jauh di bawah kebutuhan pelanggan. Karena itu diperlukan penambahan debit dan optimalisasi jaringan agar pelayanan bisa lebih maksimal," katanya.
Data Perumda Air Minum Kota Makassar menunjukkan wilayah Tallo dan Ujung Tanah saat ini melayani sekitar 11 ribu pelanggan yang bergantung pada pasokan dari jalur distribusi Panakkukang dan Reservoir Booster Paotere.
Selain persoalan distribusi, rapat juga menyoroti kondisi sumber air baku yang berasal dari Bendung Lekopancing.
Wahidin mengungkapkan sejumlah kendala masih ditemukan di saluran air baku, mulai dari kebocoran, sedimentasi, hingga praktik pengambilan air secara ilegal di beberapa titik.
Ia menjelaskan kondisi Bendung Lekopancing berbeda dengan Bendung Bili-Bili karena sangat dipengaruhi musim hujan dan debit aliran sungai. Di sisi lain, sumber air tersebut juga dimanfaatkan oleh sejumlah instansi lain sehingga pengelolaannya memerlukan koordinasi lintas lembaga.
"Kami terus melakukan pembenahan di lapangan untuk meminimalkan kehilangan air dan menjaga kontinuitas pasokan menuju instalasi pengolahan," ujarnya.
Plt Dirut Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum meminta seluruh bagian terkait membentuk tim terpadu guna melakukan peninjauan langsung ke lokasi sumber air baku dan jaringan distribusi yang menjadi titik krusial pelayanan.
Menurut dia, seluruh jajaran harus bergerak bersama mencari solusi serta saling berkoordinasi agar persoalan pelayanan yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat diselesaikan secara bertahap.
"Kita fokus mencari solusi. Yang terpenting adalah bagaimana pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dan persoalan-persoalan yang ada bisa ditangani bersama," kata Andi Syahrum.
Selain langkah tersebut, Perumda Air Minum Kota Makassar juga menyiapkan layanan mobil tangki bagi pelanggan yang terdampak krisis air di sejumlah wilayah akibat kemarau.
Andi Syahrum, menjelaskan bahwa penyediaan mobil tangki merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama proses penanganan dan normalisasi distribusi air berlangsung.
"Kami tidak hanya fokus pada perbaikan sistem dan peningkatan debit air, tetapi juga memastikan masyarakat yang terdampak tetap mendapatkan akses air bersih melalui distribusi mobil tangki. Ini menjadi langkah antisipasi agar kebutuhan pelanggan tetap terlayani," ujarnya.
Menurutnya, layanan mobil tangki menjadi bagian dari skema mitigasi perusahaan dalam menghadapi potensi krisis air akibat keterbatasan debit air baku, gangguan teknis distribusi, maupun dampak musim kemarau yang berpotensi menurunkan ketersediaan air.
“Mobil tangki akan kami siagakan untuk membantu pelanggan yang terdampak. Langkah ini dilakukan bersamaan dengan upaya peningkatan distribusi, perbaikan jaringan, dan optimalisasi sumber air baku sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
BPBD Makassar Latih Mahasiswa dari 23 Kampus, Siapkan 23.000 SDM Tanggap Bencana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menggandeng 23 perguruan tinggi untuk memperkuat mitigasi bencana.
Kamis, 16 Jul 2026 08:48
Makassar City
PDAM Makassar Pastikan Distribusi Air Aman, Prediksi 30 Hari Bukan Kondisi Terkini
Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar memastikan pelayanan air bersih kepada pelanggan tetap berjalan normal meski Sulawesi Selatan mulai memasuki musim kemarau.
Rabu, 15 Jul 2026 19:01
Makassar City
RSUD Daya Makassar Luncurkan Geliat, Percepat Penanganan Pasien Telantar
RSUD Kota Makassar (RSUD Daya) meluncurkan inovasi pelayanan Geliat (Gerakan Empati Layanan Integrasi Aktif Terpadu) untuk mempercepat penanganan pasien telantar.
Rabu, 15 Jul 2026 16:56
Makassar City
Dinas Sosial Makassar Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari Ombudsman RI
Pemkot Makassar kembali meraih penghargaan di bidang pelayanan publik. Kali ini, Dinsos Kota Makassar menerima penghargaan dari Ombudsman Republik Indonesia atas hasil penilaian pelayanan publik.
Rabu, 15 Jul 2026 16:47
Makassar City
Localfest Hadir di Makassar Oktober 2026, Targetkan 15 Ribu Pengunjung
Kota Makassar akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Localfest pada awal Oktober 2026. Festival kreatif berskala nasional ini ditargetkan menarik sekitar 15.000 pengunjung.
Selasa, 14 Jul 2026 20:09
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KM Nurul Salsa Mati Mesin hingga Tenggelam di Perairan Selayar, 24 Korban Masih Dicari
2
Massa Geruduk DPRD Sulsel, Desak Bentuk Pansus Hak Angket Usut GMTD
3
Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Kawasan Stadion Mattoanging
4
Prof Amir Ilyas Dorong Dosen Unhas Ubah Hasil Riset Menjadi Peluang Usaha Bernilai Ekonomi
5
PPBM Kalla Institute Hadirkan Indonesia Best CEO 2025 Berbagi Strategi Kepemimpinan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KM Nurul Salsa Mati Mesin hingga Tenggelam di Perairan Selayar, 24 Korban Masih Dicari
2
Massa Geruduk DPRD Sulsel, Desak Bentuk Pansus Hak Angket Usut GMTD
3
Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Kawasan Stadion Mattoanging
4
Prof Amir Ilyas Dorong Dosen Unhas Ubah Hasil Riset Menjadi Peluang Usaha Bernilai Ekonomi
5
PPBM Kalla Institute Hadirkan Indonesia Best CEO 2025 Berbagi Strategi Kepemimpinan