Figur Mulai Ramai Muncul Jelang Pilwalkot Makassar 2024
Selasa, 21 Mei 2024 09:36

Sejumlah bakal calon mulai ramai muncul jelang pelaksanaan Pilkada Serentak di Kota Makassar. Foto: Ilustrasi
MAKASSAR - Sejumlah figur mulai ramai muncul jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar, yang digelar pada 27 November tahun 2024 mendatang.
Saat ini, beberapa nama sudah bergerilya untuk mendapatkan rekomendasi dari partai politik yang ada. Pasalnya di Makassar, parpol harus berkoalisi untuk mengusung satu pasang calon pada pesta demokrasi lima tahunan ini.
Pada kontestasi kali ini, beberapa nama lama sudah lebih dulu melakukan sosialisasi, seperti Munafri Arifuddin, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Golkar Makassar dan berstatus legislatif terpilih pada pemilu tahun ini. Kemudian ada nama Istri Wali Kota Makassar Indira Yusuf Ismail yang juga mulai memasang alat peraga di sejumlah sudut kota Makassar. Termasuk mantan calon Wali Kota Makassar Rusdin Abdullah yang saat ini mulai gencar turun ke masyarakat.
Selain nama tadi, yang mulai mempersiapkan diri juga Ketua Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali yang saat ini mulai memasang spanduk dan baliho untuk bertarung di Kota Daeng. Kemudian Ketua Partai PKB Azhar Arsyad dan PKS yakni Muhammad Amri Arsyid memperkenalkan diri ke masyarakat.
Pendatang baru yang muncul dari kalangan politisi yakni mantan Bupati Sinjai Andi Seto Asapa yang mengusung tagline ASA Makassar, dan dari kalangan birokrasi ada nama Irwan Adnan Mantan Kepala Bapenda Makassar, juga ada nama Ahmad Susanto yang saat ini menjabat sebagai Ketua KONI Makassar. Dan terakhir yang muncul yakni Legislator Golkar Rahman Pina yang juga mencoba peruntungan di Makassar.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel, Rahman Pina yang mulai bergerak makin serius menatap Pilwalkot ia resmi mengambil formulir di dua partai berbeda, Senin, (20/05/2024).
Pengambilan formulir dilakukan putranya, Muh Rafly di kantor PDIP Sulsel. Selain PDIP, Tim Pemenangan Rahman Pina juga mengambil formulir di kantor Hanura Makassar. Diketahui, PDIP memiliki 5 kursi di DPRD Makassar periode 2024- 2029. Sedangkan Partai Hanura mengantongi 2 kursi. “Kami datang untuk mengambil formulir di PDIP dan Hanura, pagi ini, untuk pencalonan pak Rahman Pina,“ kata Appi, sapaan akrab Muh Rafli.
Ia mengatakan, pengambilan formulir di kedua parpol itu sebagai upaya membuka jalan bagi Rahman Pina bertarung di Pilwalkot Makassar.
“Ini langkah awal sebagai upaya membuka peluang maju di Pilwali, apalagi PDIP dan Hanura sangat wellcome kepada kami,” sambung Rafly.
Rafly pun berharap PDIP dan Hanura bisa bersama- sama Rahman Pina di kontastasi Makassar. Dengan dukungan kedua parpol itu kata dia, tentu jalan untuk maju di Pilwalkot akan lebih mulus. “Harapannya kita bersama- sama PDIP dan Hanura di Pilwali Makassar,” ungkap mahasiswa Fakultas Hukum Unhas itu.
Sementara tim pemenangan dari Ahmad Susanto yang juga siap bertarung di Pilwalkot Makassar juga mengambil formulir di Partai Hanura, PAN dan Demokrat sebagai tiket untuk maju di kontestasi Makassar.
"Saat ini Makassar memanggil putra putri terbaik di Makassar, dan alhamdulillah kami juga mendapat dorongan untuk maju, sehingga dengan hal itu kami sudah berkomitmen terus jalan," kata dia.
Dirinya menjelaskan, proses demokrasi saat ini terus bergulir, sehingga dirinya sebagai salah satu bakal calon akan mengikuti prosesnya. "Tentu ini kami akan jalani, dan rencananya kami juga akan mendaftar di partai PKS," jelasnya.
Sekedar diketahui, untuk Pilwakot Makassar tahun ini, sudah tidak ada petahana karena Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto akan naik tingkat ke provinsi setelah dua periode memimpin. Sementara wakilnya Fatmawati Rusdi juga dikabarkan bakal bertarung di Pilgub Sulsel.
Saat ini, beberapa nama sudah bergerilya untuk mendapatkan rekomendasi dari partai politik yang ada. Pasalnya di Makassar, parpol harus berkoalisi untuk mengusung satu pasang calon pada pesta demokrasi lima tahunan ini.
Pada kontestasi kali ini, beberapa nama lama sudah lebih dulu melakukan sosialisasi, seperti Munafri Arifuddin, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Golkar Makassar dan berstatus legislatif terpilih pada pemilu tahun ini. Kemudian ada nama Istri Wali Kota Makassar Indira Yusuf Ismail yang juga mulai memasang alat peraga di sejumlah sudut kota Makassar. Termasuk mantan calon Wali Kota Makassar Rusdin Abdullah yang saat ini mulai gencar turun ke masyarakat.
Selain nama tadi, yang mulai mempersiapkan diri juga Ketua Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali yang saat ini mulai memasang spanduk dan baliho untuk bertarung di Kota Daeng. Kemudian Ketua Partai PKB Azhar Arsyad dan PKS yakni Muhammad Amri Arsyid memperkenalkan diri ke masyarakat.
Pendatang baru yang muncul dari kalangan politisi yakni mantan Bupati Sinjai Andi Seto Asapa yang mengusung tagline ASA Makassar, dan dari kalangan birokrasi ada nama Irwan Adnan Mantan Kepala Bapenda Makassar, juga ada nama Ahmad Susanto yang saat ini menjabat sebagai Ketua KONI Makassar. Dan terakhir yang muncul yakni Legislator Golkar Rahman Pina yang juga mencoba peruntungan di Makassar.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel, Rahman Pina yang mulai bergerak makin serius menatap Pilwalkot ia resmi mengambil formulir di dua partai berbeda, Senin, (20/05/2024).
Pengambilan formulir dilakukan putranya, Muh Rafly di kantor PDIP Sulsel. Selain PDIP, Tim Pemenangan Rahman Pina juga mengambil formulir di kantor Hanura Makassar. Diketahui, PDIP memiliki 5 kursi di DPRD Makassar periode 2024- 2029. Sedangkan Partai Hanura mengantongi 2 kursi. “Kami datang untuk mengambil formulir di PDIP dan Hanura, pagi ini, untuk pencalonan pak Rahman Pina,“ kata Appi, sapaan akrab Muh Rafli.
Ia mengatakan, pengambilan formulir di kedua parpol itu sebagai upaya membuka jalan bagi Rahman Pina bertarung di Pilwalkot Makassar.
“Ini langkah awal sebagai upaya membuka peluang maju di Pilwali, apalagi PDIP dan Hanura sangat wellcome kepada kami,” sambung Rafly.
Rafly pun berharap PDIP dan Hanura bisa bersama- sama Rahman Pina di kontastasi Makassar. Dengan dukungan kedua parpol itu kata dia, tentu jalan untuk maju di Pilwalkot akan lebih mulus. “Harapannya kita bersama- sama PDIP dan Hanura di Pilwali Makassar,” ungkap mahasiswa Fakultas Hukum Unhas itu.
Sementara tim pemenangan dari Ahmad Susanto yang juga siap bertarung di Pilwalkot Makassar juga mengambil formulir di Partai Hanura, PAN dan Demokrat sebagai tiket untuk maju di kontestasi Makassar.
"Saat ini Makassar memanggil putra putri terbaik di Makassar, dan alhamdulillah kami juga mendapat dorongan untuk maju, sehingga dengan hal itu kami sudah berkomitmen terus jalan," kata dia.
Dirinya menjelaskan, proses demokrasi saat ini terus bergulir, sehingga dirinya sebagai salah satu bakal calon akan mengikuti prosesnya. "Tentu ini kami akan jalani, dan rencananya kami juga akan mendaftar di partai PKS," jelasnya.
Sekedar diketahui, untuk Pilwakot Makassar tahun ini, sudah tidak ada petahana karena Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto akan naik tingkat ke provinsi setelah dua periode memimpin. Sementara wakilnya Fatmawati Rusdi juga dikabarkan bakal bertarung di Pilgub Sulsel.
(GUS)
Berita Terkait

Makassar City
KPU Makassar Sahkan Kemenangan Paslon Munafri-Aliyah di Pilwalkot 2024
Setelah melalui tahapan dan perjalanan yang panjang, KPU Makassar akhirnya menetapkan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham (MULIA) sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terpilih periode 2025-2030.
Kamis, 06 Feb 2025 22:24

Makassar City
Sengketa Pilwalkot Ditolak, Appi Sebut Putusan MK jadi Kemenangan Warga Makassar
Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan sengketa Pilwalkot Makassar 2024, yang diajukan oleh Paslon Indira Jusuf Ismail-Ilham Ari Fauzi AU (INIMI) dengan nomor perkara 218/PHPU.WAKO-XXII/2025.
Selasa, 04 Feb 2025 22:23

Sulsel
MK Tolak Gugatan INIMI, MULIA Segera Ditetapkan Pemenang Pilwalkot Makassar
Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan sengketa Pilwalkot Makassar 2024.
Selasa, 04 Feb 2025 21:59

Makassar City
Pakar Hukum Unhas Sebut Gugatan Pemohon INIMI di MK Sulit Dilanjutkan
Pakar Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof Amir Ilyas menyebut dalil yang dimohonkan tim pasangan Indira-Ilham di sidang Mahkamah Konstitusi (MK) sangat aneh, karena tidak jelas materi gugatan.
Selasa, 21 Jan 2025 21:38

Makassar City
Kuasa Hukum MULIA Minta MK Tolak Gugatan Paslon INIMI
Kuasa hukum Munafri Arifuddin - Aliyah Mustika Ilham (MULIA), Anwar meminta agar gugatan Indira Yusuf Ismail - Ilham Ari Fauzi ditolak. Hal itu disampaikan Anwar saat sidang sengketa Pilwali di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (21/1/2025).
Selasa, 21 Jan 2025 20:33
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler