Gernas BCL 2024: Libatkan 1.763 Nelayan, Kumpulkan 744,6 Ton Sampah Plastik di Laut
Jum'at, 30 Agu 2024 07:33
Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, menyampaikan sambutan saat acara Puncak Apresiasi Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut 2024 di Anjungan Losari Makassar. Foto/Tri Yari Kurniawan
MAKASSAR - Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (Gernas BCL) 2024 terbukti efektif mengurangi sampah plastik di laut. Rentang Mei-Juli 2024, program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI itu berhasil mengumpulkan ratusan ton sampah plastik dari laut.
Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP RI, Victor Gustaaf Manoppo, mengatakan Gernas BCL 2024 merupakan program berkelanjutan yang dilaksanakan sejak 2022. Tahun ini, partisipasi dan total sampah plastik yang berhasil diangkat dari laut semakin signifikan.
Total sampah plastik yang terkumpul mencapai 744,6 ton dengan melibatkan 1.763 nelayan di 22 lokasi se-Indonesia. Victor juga menyebut partisipasi berbagai pihak kini lebih masif, termasuk dari pemerintah daerah.
"Dari 744 ton sampah plastik yang terkumpul selama dua bulan (Gernas BCL 2024), kalau ditambah kegiatan 2022 dan 2023, maka totalnya mencapai 1.000,6 ton," kata Victor saat acara Puncak Apresiasi Gernas BCL 2024 di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar, pada Kamis (29/8/2024).
Adapun nilai ekonomis sampah yang terkumpul lewat Gernas BCL 2024 mencapai Rp212,66 juta.
Menurut Victor, keberhasilan Gernas BCL mengumpulkan lebih dari 1.000 ton sampah plastik di laut telah berkontribusi dalam mendukung target yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengurangi 70 persen sampah plastik di laut pada 2025.
"Itu bisa kita laksanakan (mencapai target). Untuk 2023, realisasinya sudah sekitar 41,2 persen," kata Victor.
Lebih lanjut, ia menjelaskan Gernas BCL merupakan implementasi salah satu program ekonomi biru, sekaligus menjadi langkah inisiatif KKP untuk mengedukasi nelayan dan masyarakat serta mengkampanyekan pentingnya menjaga laut agar tetap bersih. Dengan begitu, ekosistem laut menjadi lebih sehat.
Dalam pelaksanaan Gernas BCL, nelayan memiliki peran penting dalam upaya pembersihan sampah di laut. Mereka diedukasi untuk mengumpulkan sampah plastik di laut. Hasil pengumpulan sampah di laut oleh nelayan akan ditimbang dan didata untuk dihargai sesuai dengan mekanisme yang berlaku sehingga tercipta ekonomi sirkuler sebagai tambahan pemasukan bagi nelayan.
Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, menyampaikan Gernas BCL bukan sekadar kegiatan seremonial untuk mengumpulkan sampah. Lebih dari itu, Gernas BCL merupakan upaya masif yang dilakukan dengan melibatkan semua pihak, mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat, khususnya nelayan.
Muara dari Gernas BCL ialah mengurangi, bahkan meniadakan sampah plastik di perairan. Menteri Trenggono mengajak semua pihak agar sedari awal mencegah sampah plastik menyentuh lautan. Artinya, sampah plastik rumah tangga dan lainnya dari daratan harus diolah dan dipastikan tidak mengalir ke laut.
"Untuk di darat, peran pemerintah daerah penting untuk mengedukasi. Ya, bagaimana sampah plastik diamankan sejak di rumah tangga maupun di toko. Jangan biarkan mengalir ke sungai dan sampai ke laut," kata Menteri Trenggono.
Ia melanjutkan membersihkan sampah plastik di laut lewat gerakan partisipasi nelayan merupakan salah satu dari lima strategi KKP dalam implementasi ekonomi biru. Hal tersebut mesti terus dimasifkan, mengingat sampah plastik memiliki dampak buruk bagi lautan dan makhluk hidup.
Adapun acara Puncak Apresiasi Gernas BCL 2024, juga dilaksanakan pemberian penghargaan untuk enam kategori.
Masing-masing kategori nelayan terinspiratif, gubernur/wali kota penggerak pengelolaan sampah laut, bank sampah/offtaker penggerak pengelolaan sampah laut, penyuluh penggerak pengelolaan sampah laut, inovator bulan cinta laut, dan tokoh peduli masyarakat pesisir.
Acara KKP itu berlangsung semarak, dengan ditutup hiburan dari band ternama GIGI.
Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP RI, Victor Gustaaf Manoppo, mengatakan Gernas BCL 2024 merupakan program berkelanjutan yang dilaksanakan sejak 2022. Tahun ini, partisipasi dan total sampah plastik yang berhasil diangkat dari laut semakin signifikan.
Total sampah plastik yang terkumpul mencapai 744,6 ton dengan melibatkan 1.763 nelayan di 22 lokasi se-Indonesia. Victor juga menyebut partisipasi berbagai pihak kini lebih masif, termasuk dari pemerintah daerah.
"Dari 744 ton sampah plastik yang terkumpul selama dua bulan (Gernas BCL 2024), kalau ditambah kegiatan 2022 dan 2023, maka totalnya mencapai 1.000,6 ton," kata Victor saat acara Puncak Apresiasi Gernas BCL 2024 di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar, pada Kamis (29/8/2024).
Adapun nilai ekonomis sampah yang terkumpul lewat Gernas BCL 2024 mencapai Rp212,66 juta.
Menurut Victor, keberhasilan Gernas BCL mengumpulkan lebih dari 1.000 ton sampah plastik di laut telah berkontribusi dalam mendukung target yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengurangi 70 persen sampah plastik di laut pada 2025.
"Itu bisa kita laksanakan (mencapai target). Untuk 2023, realisasinya sudah sekitar 41,2 persen," kata Victor.
Lebih lanjut, ia menjelaskan Gernas BCL merupakan implementasi salah satu program ekonomi biru, sekaligus menjadi langkah inisiatif KKP untuk mengedukasi nelayan dan masyarakat serta mengkampanyekan pentingnya menjaga laut agar tetap bersih. Dengan begitu, ekosistem laut menjadi lebih sehat.
Dalam pelaksanaan Gernas BCL, nelayan memiliki peran penting dalam upaya pembersihan sampah di laut. Mereka diedukasi untuk mengumpulkan sampah plastik di laut. Hasil pengumpulan sampah di laut oleh nelayan akan ditimbang dan didata untuk dihargai sesuai dengan mekanisme yang berlaku sehingga tercipta ekonomi sirkuler sebagai tambahan pemasukan bagi nelayan.
Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, menyampaikan Gernas BCL bukan sekadar kegiatan seremonial untuk mengumpulkan sampah. Lebih dari itu, Gernas BCL merupakan upaya masif yang dilakukan dengan melibatkan semua pihak, mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat, khususnya nelayan.
Muara dari Gernas BCL ialah mengurangi, bahkan meniadakan sampah plastik di perairan. Menteri Trenggono mengajak semua pihak agar sedari awal mencegah sampah plastik menyentuh lautan. Artinya, sampah plastik rumah tangga dan lainnya dari daratan harus diolah dan dipastikan tidak mengalir ke laut.
"Untuk di darat, peran pemerintah daerah penting untuk mengedukasi. Ya, bagaimana sampah plastik diamankan sejak di rumah tangga maupun di toko. Jangan biarkan mengalir ke sungai dan sampai ke laut," kata Menteri Trenggono.
Ia melanjutkan membersihkan sampah plastik di laut lewat gerakan partisipasi nelayan merupakan salah satu dari lima strategi KKP dalam implementasi ekonomi biru. Hal tersebut mesti terus dimasifkan, mengingat sampah plastik memiliki dampak buruk bagi lautan dan makhluk hidup.
Adapun acara Puncak Apresiasi Gernas BCL 2024, juga dilaksanakan pemberian penghargaan untuk enam kategori.
Masing-masing kategori nelayan terinspiratif, gubernur/wali kota penggerak pengelolaan sampah laut, bank sampah/offtaker penggerak pengelolaan sampah laut, penyuluh penggerak pengelolaan sampah laut, inovator bulan cinta laut, dan tokoh peduli masyarakat pesisir.
Acara KKP itu berlangsung semarak, dengan ditutup hiburan dari band ternama GIGI.
(TRI)
Berita Terkait
Makassar City
Program Komunitas Berdaya Nusantara di Makassar Berhasil Daur 951 Kg Sampah
Program Komunitas Berdaya Nusantara di Kota Makassar berhasil mendaur 951 kg sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi. Program ini berjalan selama satu tahun.
Rabu, 13 Mei 2026 12:45
Ekbis
Sinergi OJK dan Pemda Bone Perluas Akses Keuangan bagi Masyarakat Pesisir
OJK Sulselbar terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui sinergi Program EKI dan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Angkue, Kabupaten Bone.
Senin, 11 Mei 2026 11:57
Sulsel
Lurah Empoang Selatan Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Block
Di balik gerakan kebersihan dan inovasi lingkungan yang digaungkan Pemkab Jeneponto, sosok Lurah Empoang Selatan, Taruni Karmila, menjadi perhatian berkat gagasannya mengolah sampah plastik.
Rabu, 29 Apr 2026 15:50
News
Cekcok Anak Berujung Maut, Nelayan di Kodingareng Tewas Ditikam Tetangga
Insiden berdarah terjadi di Pulau Kodingareng, Kecamatan Sangkarrang, Makassar, pada Senin malam (20/4/2026).
Rabu, 22 Apr 2026 05:36
Makassar City
Sampah Kanal hingga Drum Besi, Anak Muda Makassar Ubah Sampah Plastik Jadi BBM
Karya inovasi anak muda Kota Makassar kembali menunjukkan perannya dalam menjawab persoalan sosial di tengah masyarakat, Rabu (11/2/2026).
Rabu, 11 Feb 2026 15:33
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Silaturahmi, Begini Keakraban Fadil Imran dan Ashabul Kahfi di Jakarta
2
Perdana & Bersejarah! Petani Rongkong Akhirnya Bisa Tebus Pupuk Subsidi
3
Membludak, Karyawan hingga Warga Ikut Donor Darah HUT ke-37 FIFGROUP di Makassar
4
Open House SDIT Darul Fikri Makassar Hadirkan 10 Zona Edukatif untuk Calon Siswa
5
Anggaran Makan Minum Reses DPRD Wajo Tahun 2023 Bakal Diselidiki Polisi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Silaturahmi, Begini Keakraban Fadil Imran dan Ashabul Kahfi di Jakarta
2
Perdana & Bersejarah! Petani Rongkong Akhirnya Bisa Tebus Pupuk Subsidi
3
Membludak, Karyawan hingga Warga Ikut Donor Darah HUT ke-37 FIFGROUP di Makassar
4
Open House SDIT Darul Fikri Makassar Hadirkan 10 Zona Edukatif untuk Calon Siswa
5
Anggaran Makan Minum Reses DPRD Wajo Tahun 2023 Bakal Diselidiki Polisi