SPBU Nelayan Donggala, Wujud Nyata Keadilan Energi di Pesisir
Senin, 22 Des 2025 23:46
Pemerintah terus berupaya menghadirkan keadilan energi sekaligus mendorong pemerataan ekonomi hingga wilayah pesisir. Salah satunya lewat kehadiran SPBU Nelayan di Donggala. Foto/IST
DONGGALA - Pemerintah terus berupaya menghadirkan keadilan energi sekaligus mendorong pemerataan ekonomi hingga wilayah pesisir. Salah satunya dilakukan melalui pengembangan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Nelayan di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meninjau langsung SPBU Nelayan tersebut yang memberikan kemudahan bagi nelayan dalam memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan harga sesuai ketetapan pemerintah dan lokasi yang lebih dekat dari tempat tinggal mereka.
SPBU Nelayan ini dikelola oleh koperasi nelayan dengan dukungan kredit permodalan dari pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Anggota Komite BPH Migas, Erika Retnowati, menegaskan bahwa keberadaan SPBU Nelayan memberikan manfaat nyata bagi aktivitas melaut nelayan.
“Para nelayan sangat bersyukur dengan adanya SPBU Nelayan ini karena dapat membeli BBM dengan harga yang sesuai dengan harga yang sudah ditetapkan Pemerintah, contohnya solar. Tadi kami sempat bertanya pada pengelola dari SPBU Nelayan ini, biasanya nelayan membeli solar itu bervariatif sekitar Rp.3.000 hingga Rp. 4.000 / liter diatas harga Solar di SPBU yang peroleh dari pengecer sekitarnya. Dan dengan adanya SPBU Nelayan ini, mereka bisa membeli langsung dengan harga Rp. 6.800 per liter,” terangnya.
Selain selisih harga yang cukup signifikan, nelayan juga diuntungkan dari sisi jarak tempuh. Sebelumnya, SPBU terdekat berjarak sekitar 21 kilometer sehingga memerlukan tambahan waktu dan biaya operasional.Erika menambahkan, nelayan di Donggala telah memahami mekanisme penggunaan Surat Rekomendasi dalam pembelian BBM subsidi dan kompensasi.
“Jadi ketika kami datang ke sini, solarnya baru satu hari disalurkan. Sedangkan untuk pertalite telah seminggu diperjualbelikan. Di sini juga menyalurkan pertamax (BBM nonsubsidi) untuk masyarakat umum,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap BBM nonsubsidi di SPBU Nelayan tersebut tergolong tinggi.
Anggota Komite BPH Migas lainnya, Harya Adityawarman, berharap dukungan kredit permodalan yang diterima nelayan dapat dimanfaatkan untuk pengadaan peralatan pendukung operasional. Ia turut mengapresiasi sistem operasional SPBU Nelayan yang telah terintegrasi secara digital.
“Hal lain yang menggembirakan, kegiatan opersional SPBU Nelayan ini dapat langsung masuk dashboard Pertamina Patra Niaga dan itu berarti dapat diakses juga penyalurannya setiap hari oleh BPH Migas,” katanya seraya berharap operasional SPBU Nelayan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Manfaat kehadiran SPBU Nelayan juga dirasakan langsung oleh para nelayan. Daud (43), salah satu anggota kelompok nelayan setempat, mengaku kini lebih mudah memperoleh BBM untuk melaut.
“Sebagai nelayan, kami sangat bersyukur ada SPBU Nelayan di sini karena sebelumnya kalau mau membeli BBM harus di SPBU yang jaraknya jauh. Semoga SPBU Nelayan ini berjalan lancar,” ujarnya.
Selain meninjau SPBU Nelayan, Erika Retnowati yang juga menjabat sebagai Ketua Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), turut melakukan kunjungan ke Integrated Terminal (IT) Donggala dan sejumlah SPBU di Kota Palu. Kunjungan tersebut bertujuan memantau kondisi pasokan BBM selama periode Nataru 2025/2026.
“Secara umum, kondisi pasokan BBM dalam keadaan aman. Kita harapkan Nataru ini berjalan lancar,” ungkapnya.
Harya Adityawarman menambahkan, selama periode Nataru, kebutuhan BBM di Sulawesi Tengah diperkirakan meningkat sekitar 5 persen untuk Gasoline, sementara kebutuhan Gasoil relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam kunjungan ke SPBU, tim juga melakukan pengecekan kualitas dan kuantitas BBM.
“Berdasarkan uji yang kita lakukan di SPBU, memenuhi syarat yang ditetapkan Pemerintah,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh IT Manager Donggala Ari Wibowo serta Sales Branch Manager Sulawesi Tengah II Fuel Pertamina Patra Niaga, Gidan Rasendrianto.
Senada dengan upaya tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menegaskan dukungan perusahaan terhadap kebijakan pemerintah melalui penyediaan lembaga penyalur BBM khusus bagi nelayan.
"Nelayan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, Pertamina Patra Niaga berkomitmen memastikan ketersediaan BBM dengan akses yang lebih dekat dan terjangkau bagi para nelayan", tutup Roberth.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meninjau langsung SPBU Nelayan tersebut yang memberikan kemudahan bagi nelayan dalam memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan harga sesuai ketetapan pemerintah dan lokasi yang lebih dekat dari tempat tinggal mereka.
SPBU Nelayan ini dikelola oleh koperasi nelayan dengan dukungan kredit permodalan dari pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Anggota Komite BPH Migas, Erika Retnowati, menegaskan bahwa keberadaan SPBU Nelayan memberikan manfaat nyata bagi aktivitas melaut nelayan.
“Para nelayan sangat bersyukur dengan adanya SPBU Nelayan ini karena dapat membeli BBM dengan harga yang sesuai dengan harga yang sudah ditetapkan Pemerintah, contohnya solar. Tadi kami sempat bertanya pada pengelola dari SPBU Nelayan ini, biasanya nelayan membeli solar itu bervariatif sekitar Rp.3.000 hingga Rp. 4.000 / liter diatas harga Solar di SPBU yang peroleh dari pengecer sekitarnya. Dan dengan adanya SPBU Nelayan ini, mereka bisa membeli langsung dengan harga Rp. 6.800 per liter,” terangnya.
Selain selisih harga yang cukup signifikan, nelayan juga diuntungkan dari sisi jarak tempuh. Sebelumnya, SPBU terdekat berjarak sekitar 21 kilometer sehingga memerlukan tambahan waktu dan biaya operasional.Erika menambahkan, nelayan di Donggala telah memahami mekanisme penggunaan Surat Rekomendasi dalam pembelian BBM subsidi dan kompensasi.
“Jadi ketika kami datang ke sini, solarnya baru satu hari disalurkan. Sedangkan untuk pertalite telah seminggu diperjualbelikan. Di sini juga menyalurkan pertamax (BBM nonsubsidi) untuk masyarakat umum,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap BBM nonsubsidi di SPBU Nelayan tersebut tergolong tinggi.
Anggota Komite BPH Migas lainnya, Harya Adityawarman, berharap dukungan kredit permodalan yang diterima nelayan dapat dimanfaatkan untuk pengadaan peralatan pendukung operasional. Ia turut mengapresiasi sistem operasional SPBU Nelayan yang telah terintegrasi secara digital.
“Hal lain yang menggembirakan, kegiatan opersional SPBU Nelayan ini dapat langsung masuk dashboard Pertamina Patra Niaga dan itu berarti dapat diakses juga penyalurannya setiap hari oleh BPH Migas,” katanya seraya berharap operasional SPBU Nelayan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Manfaat kehadiran SPBU Nelayan juga dirasakan langsung oleh para nelayan. Daud (43), salah satu anggota kelompok nelayan setempat, mengaku kini lebih mudah memperoleh BBM untuk melaut.
“Sebagai nelayan, kami sangat bersyukur ada SPBU Nelayan di sini karena sebelumnya kalau mau membeli BBM harus di SPBU yang jaraknya jauh. Semoga SPBU Nelayan ini berjalan lancar,” ujarnya.
Selain meninjau SPBU Nelayan, Erika Retnowati yang juga menjabat sebagai Ketua Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), turut melakukan kunjungan ke Integrated Terminal (IT) Donggala dan sejumlah SPBU di Kota Palu. Kunjungan tersebut bertujuan memantau kondisi pasokan BBM selama periode Nataru 2025/2026.
“Secara umum, kondisi pasokan BBM dalam keadaan aman. Kita harapkan Nataru ini berjalan lancar,” ungkapnya.
Harya Adityawarman menambahkan, selama periode Nataru, kebutuhan BBM di Sulawesi Tengah diperkirakan meningkat sekitar 5 persen untuk Gasoline, sementara kebutuhan Gasoil relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam kunjungan ke SPBU, tim juga melakukan pengecekan kualitas dan kuantitas BBM.
“Berdasarkan uji yang kita lakukan di SPBU, memenuhi syarat yang ditetapkan Pemerintah,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh IT Manager Donggala Ari Wibowo serta Sales Branch Manager Sulawesi Tengah II Fuel Pertamina Patra Niaga, Gidan Rasendrianto.
Senada dengan upaya tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menegaskan dukungan perusahaan terhadap kebijakan pemerintah melalui penyediaan lembaga penyalur BBM khusus bagi nelayan.
"Nelayan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, Pertamina Patra Niaga berkomitmen memastikan ketersediaan BBM dengan akses yang lebih dekat dan terjangkau bagi para nelayan", tutup Roberth.
(TRI)
Berita Terkait
News
Pertamina Sulawesi Raih Penghargaan Berkat Program Kampung Lontara
Melalui Program Kampung Lontara, Pertamina mendampingi warga mengembangkan produk unggulan dan keterampilan usaha hingga mendapat apresiasi dari TP PKK Makassar
Minggu, 25 Okt 2026 21:54
News
Pertamina Sulawesi Perkuat Standar Keselamatan SPBE & Bengkel LPG
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman pengelola fasilitas mengenai standar teknis, prosedur operasional, dan persyaratan keselamatan.
Sabtu, 24 Okt 2026 09:08
News
Pertamina Sulawesi Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang di Nepal
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyalurkan bantuan delapan paket kasur dan perlengkapan tidur bagi 40 jiwa dari delapan kepala keluarga (KK) di wilayah Batar, Distrik Nuwakot, Nepal.
Rabu, 21 Okt 2026 08:42
News
Pertamina Perkuat Kompetensi Admin Agen LPG 3 Kg di Sulawesi
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Hiswana Migas menggelar pelatihan peningkatan kompetensi bagi admin agen LPG 3 kg di Parepare, Sulawesi Selatan.
Selasa, 20 Okt 2026 16:37
News
Pertamina Perkuat Konservasi Kebun Raya Pucak, Cegah Karhutla & Kembangkan Auksin Alami
Pertamina Patra Niaga AFT Hasanuddin memperkuat upaya pelestarian Kebun Raya Pucak, Kabupaten Maros, melalui edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Minggu, 18 Okt 2026 19:01
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Bone Apresiasi Pembalap dan Dampak Ekonomi Kejurnas Grasstrack
2
IAS Bersama 197 Pengurus Golkar Sulsel Resmi Dilantik, Target Tambah Kursi 50 Persen
3
Yura Yunita Meriahkan Puncak HUT ke-74 KALLA di NIPAH PARK
4
Pertamina Sulawesi Raih Penghargaan Berkat Program Kampung Lontara
5
UMI Latih 31 Imam Rawatib, Perkuat Budaya Kampus Islami dan Pendidikan Karakter
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Bone Apresiasi Pembalap dan Dampak Ekonomi Kejurnas Grasstrack
2
IAS Bersama 197 Pengurus Golkar Sulsel Resmi Dilantik, Target Tambah Kursi 50 Persen
3
Yura Yunita Meriahkan Puncak HUT ke-74 KALLA di NIPAH PARK
4
Pertamina Sulawesi Raih Penghargaan Berkat Program Kampung Lontara
5
UMI Latih 31 Imam Rawatib, Perkuat Budaya Kampus Islami dan Pendidikan Karakter