Komunitas Tionghoa dan Masyarakat Kristen Menaruh Harapan Besar ke Andi Sudirman-Fatmawati
Sabtu, 26 Okt 2024 14:03
Calon gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nomor urut 2, Fatmawati Rusdi, berbaur dalam suasana penuh kehangatan saat perayaan ulang tahun Ketua Persatuan Masyarakat Kristen Indonesia Timur. Foto: Ist
MAKASSAR - Calon gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nomor urut 2, Fatmawati Rusdi, berbaur dalam suasana penuh kehangatan saat perayaan ulang tahun Ketua Persatuan Masyarakat Kristen Indonesia Timur (PMKIT) Sulsel, Ariella Hana Sinjaya, di Onyx Ballroom, Hotel Myko, Makassar, Jumat (25/10/2024) malam.
Kehadiran sosok perempuan yang mendampingi Andi Sudirman Sulaiman pada pemilihan gubernur (Pilgub) Sulsel 2024 bukan hanya sebagai tamu, tetapi sebagai simbol pluralisme di tengah masyarakat Sulsel.
Mengenakan gaun warna merah muda dan celana krem, Fatmawati tampil elegan di tengah-tengah tamu undangan. Perwakilan umat kristiani dan Tionghoa, termasuk pendeta, menyambutnya dengan hangat.
Mantan Wakil Wali Kota Makassar itu pun tak canggung berbaur, bercengkerama, dan menyapa orang yang ingin berfoto bersamanya.
Hana selaku tuan rumah mengungkapkan kebanggaannya karena bisa merayakan momen istimewa bersama perempuan yang menurutnya memiliki kepedulian yang luar biasa.
Dia juga menegaskan dukungannya kepada Andi Sudirman-Fatmawati (Andalan Hati) pada Pilgub Sulsel.
"Salah satu alasan kami karena ada sosok perempuan yang akan menjadi salah satu pemimpin kami, Ibu Fatmawati Rusdi. Beliau adalah perempuan yang luar biasa. Kami berharap pasangan ini akan menang," kata Hana.
Fatmawati selama ini memang dikenal memiliki perhatian besar terhadap persoalan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Hana, yang juga Komisioner Dewan Pendidikan Makassar, menilai kehadiran perempuan di pemerintahan mampu membawa Sulsel makin maju, terutama bagi pendidikan dan kesejahteraan perempuan serta anak-anak.
"Karena masalah perempuan dan anak-anak tentu bisa diperjuangkan. Saya sudah memperhatikan bagaimana Ibu Fatma sangat perhatian kepada pendidikan, perempuan, dan anak-anak. Tentunya kita berharap beliau bisa didukung oleh seluruh masyarakat Sulawesi Selatan," ucapnya.
Menurut Hana, pendidikan bagi kalangan kristiani dan Tionghoa masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya kekurangan guru agama di sekolah-sekolah.
Dia pun berharap, jika terpilih, Fatmawati dapat memberikan perhatian lebih pada keberagaman kebutuhan masyarakat, termasuk pendidikan agama.
"Masih banyak sekolah yang tidak ada guru agama Kristen, Konghucu, ataupun keyakinan yang jumlahnya sedikit di Indonesia," ungkapnya.
Tidak sampai di situ, Hana mengungkapkan Fatmawati yang terlihat begitu menyatu dengan komunitas kristiani dan Tionghoa sebagai sosok sosok yang Pancasialis, tidak pernah canggung menyapa siapa pun.
"Kami juga melihat Ibu Fatma ini sangat dengan kami-kami ini. Menjangkau segala lapisan masyarakat. Sangat Pancasialis, ramah, selalu menyapa. Demikian juga Pak Andi Sudirman," tutur Hana.
Sementara itu, Fatmawati mengaku senang bisa merajut kebersamaan. Menurutnya, kebersamaan ini harus terus terjaga untuk menjaga kerukunan dan keberagaman di Sulsel.
Kehadiran sosok perempuan yang mendampingi Andi Sudirman Sulaiman pada pemilihan gubernur (Pilgub) Sulsel 2024 bukan hanya sebagai tamu, tetapi sebagai simbol pluralisme di tengah masyarakat Sulsel.
Mengenakan gaun warna merah muda dan celana krem, Fatmawati tampil elegan di tengah-tengah tamu undangan. Perwakilan umat kristiani dan Tionghoa, termasuk pendeta, menyambutnya dengan hangat.
Mantan Wakil Wali Kota Makassar itu pun tak canggung berbaur, bercengkerama, dan menyapa orang yang ingin berfoto bersamanya.
Hana selaku tuan rumah mengungkapkan kebanggaannya karena bisa merayakan momen istimewa bersama perempuan yang menurutnya memiliki kepedulian yang luar biasa.
Dia juga menegaskan dukungannya kepada Andi Sudirman-Fatmawati (Andalan Hati) pada Pilgub Sulsel.
"Salah satu alasan kami karena ada sosok perempuan yang akan menjadi salah satu pemimpin kami, Ibu Fatmawati Rusdi. Beliau adalah perempuan yang luar biasa. Kami berharap pasangan ini akan menang," kata Hana.
Fatmawati selama ini memang dikenal memiliki perhatian besar terhadap persoalan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Hana, yang juga Komisioner Dewan Pendidikan Makassar, menilai kehadiran perempuan di pemerintahan mampu membawa Sulsel makin maju, terutama bagi pendidikan dan kesejahteraan perempuan serta anak-anak.
"Karena masalah perempuan dan anak-anak tentu bisa diperjuangkan. Saya sudah memperhatikan bagaimana Ibu Fatma sangat perhatian kepada pendidikan, perempuan, dan anak-anak. Tentunya kita berharap beliau bisa didukung oleh seluruh masyarakat Sulawesi Selatan," ucapnya.
Menurut Hana, pendidikan bagi kalangan kristiani dan Tionghoa masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya kekurangan guru agama di sekolah-sekolah.
Dia pun berharap, jika terpilih, Fatmawati dapat memberikan perhatian lebih pada keberagaman kebutuhan masyarakat, termasuk pendidikan agama.
"Masih banyak sekolah yang tidak ada guru agama Kristen, Konghucu, ataupun keyakinan yang jumlahnya sedikit di Indonesia," ungkapnya.
Tidak sampai di situ, Hana mengungkapkan Fatmawati yang terlihat begitu menyatu dengan komunitas kristiani dan Tionghoa sebagai sosok sosok yang Pancasialis, tidak pernah canggung menyapa siapa pun.
"Kami juga melihat Ibu Fatma ini sangat dengan kami-kami ini. Menjangkau segala lapisan masyarakat. Sangat Pancasialis, ramah, selalu menyapa. Demikian juga Pak Andi Sudirman," tutur Hana.
Sementara itu, Fatmawati mengaku senang bisa merajut kebersamaan. Menurutnya, kebersamaan ini harus terus terjaga untuk menjaga kerukunan dan keberagaman di Sulsel.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
HJB ke-771, Bantaeng Tegaskan Arah Pembangunan Partisipatif dan Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Bantaeng, menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Bantaeng ke-771 yang digelar di Gedung Balai Kartini Kabupaten Bantaeng, Minggu 7 Desember 2025.
Senin, 08 Des 2025 09:22
Sulsel
Gubernur Sulsel Apresiasi Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua Guru Asal Luwu Utara
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang telah menggunakan hak rehabilitasi negara untuk memulihkan harkat, martabat, serta hak kepegawaian dua guru asal Kabupaten Luwu Utara, yakni Abdul Muis dan Rasnal.
Kamis, 13 Nov 2025 14:56
News
Jadi Penyumbang Inflasi, Warga Diimbau Tanam Cabai di Pekarangan Rumah
Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi mengimbau kepada seluruh warga Sulawesi Selatan (Sulsel), untuk secara aktif dan partisipatif menanam cabai di pekarangan rumah masing masing.
Kamis, 16 Okt 2025 14:03
Sulsel
Pemkab Sidrap Terima Bantuan Rp17 Miliar dan Benih Padi dari Pemprov Sulsel
Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan senilai Rp17 miliar untuk pembangunan jalan prioritas kabupaten dan promosi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Jum'at, 10 Okt 2025 16:13
Sulsel
Paripurna DPRD Sulsel, Pemprov Target PAD Rp10,99 Triliun
DPRD Sulsel menggelar rapat paripurna tentang penjelasan Gubernur Sulsel terhadap pengajuan nota keuangan dan Ranperda tentang APBD Tahun Anggaran 2026 di Kantor Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Senin (6/10/2025).
Senin, 06 Okt 2025 19:45
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Telan Rp26 M, Proyek Jaringan Air Baku Karalloe Tahap II Tuai Kritik Publik
2
Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500, Basarnas Terapkan Metode Estafet Paket
3
Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Ekosistem Kampus Islami
4
Di Antara Kabut dan Jurang: Cerita 30 Jam Tim SAR Evakuasi Korban ATR
5
PDAM Jeneponto Tak Dilibatkan di Proyek Air Baku Karalloe Rp25 Miliar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Telan Rp26 M, Proyek Jaringan Air Baku Karalloe Tahap II Tuai Kritik Publik
2
Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500, Basarnas Terapkan Metode Estafet Paket
3
Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Ekosistem Kampus Islami
4
Di Antara Kabut dan Jurang: Cerita 30 Jam Tim SAR Evakuasi Korban ATR
5
PDAM Jeneponto Tak Dilibatkan di Proyek Air Baku Karalloe Rp25 Miliar