DJKI Gandeng Universitas Bakti Indonesia Bangun Budaya Pelindungan KI
Minggu, 19 Okt 2025 20:55
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam melindungi dan memanfaatkan kekayaan intelektual (KI).
JAWA TIMUR - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam melindungi dan memanfaatkan kekayaan intelektual (KI).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara DJKI dan Universitas Bakti Indonesia (UBI) pada 18 Oktober 2025 di Banyuwangi, Jawa Timur. Kerja sama yang disepakati berfokus pada penguatan Tridharma Perguruan Tinggi, pelindungan, serta hilirisasi dan komersialisasi KI di lingkungan akademik.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Razilu bersama Rektor Universitas Bakti Indonesia Haya, serta disaksikan oleh Pembina Yayasan Puspa Dunia Teguh Sumarno. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan kuliah umum bertema “Sinergi Perguruan Tinggi dan DJKI dalam Inovasi dan Hilirisasi Kekayaan Intelektual.”
Razilu menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi berbasis inovasi. Menurutnya, universitas tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai entitas yang mampu menghasilkan nilai ekonomi dari hasil riset dan karya intelektual.
“Saya berharap agar kampus tidak hanya mengandalkan pendapatan dari biaya pendidikan mahasiswa, tetapi juga mampu mengembangkan sumber pemasukan baru melalui komersialisasi KI yang dimiliki. KI adalah sumber daya yang tidak pernah habis, dan jika dikelola dengan baik, dapat menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang memberi manfaat langsung bagi perguruan tinggi dan masyarakat,” ujar Razilu.
Razilu menambahkan bahwa pelindungan KI bukan sekadar pencatatan administratif, tetapi langkah strategis dalam menciptakan keadilan dan kemandirian ekonomi bangsa. Menurutnya, setiap karya yang lahir dari hasil riset, inovasi, maupun kreativitas sivitas akademika harus segera dilindungi agar tidak mudah ditiru atau diambil pihak lain.
“Dengan pelindungan yang sah, karya dosen dan mahasiswa memiliki dasar hukum yang kuat untuk dikembangkan, dimanfaatkan, dan dikomersialisasikan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem inovasi nasional yang berkelanjutan. “DJKI berkomitmen mendampingi setiap perguruan tinggi agar hasil risetnya tidak hanya berhenti di jurnal atau laboratorium. Karya akademik harus dilindungi secara hukum, dihilirisasi, dan pada akhirnya memberi nilai tambah ekonomi yang nyata,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Razilu juga menyerahkan Surat Pencatatan Ciptaan kepada beberapa karya Universitas Bakti Indonesia, di antaranya lagu Mars Universitas Bakti Indonesia serta dua karya ilmiah dosen. Sinergi antara DJKI dan perguruan tinggi diharapkan akan memperkuat ekosistem inovasi nasional serta meningkatkan kontribusi kampus terhadap perekonomian berbasis riset.
Sejalan dengan itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan, Andi Basmal, memberikan apresiasi atas langkah strategis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) yang terus memperluas kolaborasi dengan dunia pendidikan melalui penandatanganan kerja sama dengan Universitas Bakti Indonesia.
Menurutnya, inisiatif ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menumbuhkan budaya pelindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual di lingkungan akademik.
“Perguruan tinggi adalah pusat lahirnya inovasi dan gagasan baru. Dengan adanya kerja sama seperti ini, potensi riset dan karya ilmiah dapat lebih terlindungi serta memiliki peluang untuk memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat,” ujar Andi Basmal dalam keterangannya, Minggu (19/10/2025).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara DJKI dan Universitas Bakti Indonesia (UBI) pada 18 Oktober 2025 di Banyuwangi, Jawa Timur. Kerja sama yang disepakati berfokus pada penguatan Tridharma Perguruan Tinggi, pelindungan, serta hilirisasi dan komersialisasi KI di lingkungan akademik.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Razilu bersama Rektor Universitas Bakti Indonesia Haya, serta disaksikan oleh Pembina Yayasan Puspa Dunia Teguh Sumarno. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan kuliah umum bertema “Sinergi Perguruan Tinggi dan DJKI dalam Inovasi dan Hilirisasi Kekayaan Intelektual.”
Razilu menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi berbasis inovasi. Menurutnya, universitas tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai entitas yang mampu menghasilkan nilai ekonomi dari hasil riset dan karya intelektual.
“Saya berharap agar kampus tidak hanya mengandalkan pendapatan dari biaya pendidikan mahasiswa, tetapi juga mampu mengembangkan sumber pemasukan baru melalui komersialisasi KI yang dimiliki. KI adalah sumber daya yang tidak pernah habis, dan jika dikelola dengan baik, dapat menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang memberi manfaat langsung bagi perguruan tinggi dan masyarakat,” ujar Razilu.
Razilu menambahkan bahwa pelindungan KI bukan sekadar pencatatan administratif, tetapi langkah strategis dalam menciptakan keadilan dan kemandirian ekonomi bangsa. Menurutnya, setiap karya yang lahir dari hasil riset, inovasi, maupun kreativitas sivitas akademika harus segera dilindungi agar tidak mudah ditiru atau diambil pihak lain.
“Dengan pelindungan yang sah, karya dosen dan mahasiswa memiliki dasar hukum yang kuat untuk dikembangkan, dimanfaatkan, dan dikomersialisasikan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem inovasi nasional yang berkelanjutan. “DJKI berkomitmen mendampingi setiap perguruan tinggi agar hasil risetnya tidak hanya berhenti di jurnal atau laboratorium. Karya akademik harus dilindungi secara hukum, dihilirisasi, dan pada akhirnya memberi nilai tambah ekonomi yang nyata,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Razilu juga menyerahkan Surat Pencatatan Ciptaan kepada beberapa karya Universitas Bakti Indonesia, di antaranya lagu Mars Universitas Bakti Indonesia serta dua karya ilmiah dosen. Sinergi antara DJKI dan perguruan tinggi diharapkan akan memperkuat ekosistem inovasi nasional serta meningkatkan kontribusi kampus terhadap perekonomian berbasis riset.
Sejalan dengan itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan, Andi Basmal, memberikan apresiasi atas langkah strategis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) yang terus memperluas kolaborasi dengan dunia pendidikan melalui penandatanganan kerja sama dengan Universitas Bakti Indonesia.
Menurutnya, inisiatif ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menumbuhkan budaya pelindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual di lingkungan akademik.
“Perguruan tinggi adalah pusat lahirnya inovasi dan gagasan baru. Dengan adanya kerja sama seperti ini, potensi riset dan karya ilmiah dapat lebih terlindungi serta memiliki peluang untuk memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat,” ujar Andi Basmal dalam keterangannya, Minggu (19/10/2025).
(GUS)
Berita Terkait
News
Kanwil Kemenkum Sulsel Harmonisasi Enam Produk Hukum Luwu Utara
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) melaksanakan rapat pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi terhadap enam Rancangan Produk Hukum Daerah Kabupaten Luwu Utara.
Selasa, 06 Okt 2026 20:10
News
Menkum Lantik Sejumlah Pejabat, Kakanwil Kemenkum Sulsel Bergeser ke Sultra
Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, melantik sejumlah pejabat manajerial di lingkungan Kementerian Hukum dalam sebuah upacara yang digelar di Graha Pengayoman Kementerian Hukum RI, Senin (5/10/2026).
Selasa, 06 Okt 2026 09:29
Sulsel
Kemenkum Sulsel Harmonisasi Tiga Produk Hukum Kabupaten Toraja Utara
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) telah melaksanakan rapat pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi terhadap tiga rancangan produk hukum Kabupaten Toraja Utara.
Senin, 05 Okt 2026 22:14
News
Lantik PPNS dan Notaris Pengganti, Tekankan Integritas dan Kepastian Hukum
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sulawesi Selatan serta pengambilan sumpah Notaris Pengganti Kota Makassar, Jumat (2/10).
Jum'at, 02 Okt 2026 19:21
News
Perkuat Silaturahmi, Andi Basmal Kunjungi Kakanwil Kementerian HAM Sulsel
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan, Andi Basmal, melakukan kunjungan silaturahmi kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Sulawesi Selatan, Daniel Rumsowek, Kamis (1/10).
Jum'at, 02 Okt 2026 16:04
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Menakar Keadilan Substantif Putusan MK: Ijazah, Kekuasaan, dan Konstitusi
2
Musda REI Sulsel Memanas, 100 Lebih Pengembang Pilih Tak Hadir
3
Semen Tonasa Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga di 12 Desa
4
Kahfi Pimpin PAN Sulsel 5 Periode, Usung Spirit Tembus 3 Besar di Pemilu 2029
5
MK Tak Menemukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Menakar Keadilan Substantif Putusan MK: Ijazah, Kekuasaan, dan Konstitusi
2
Musda REI Sulsel Memanas, 100 Lebih Pengembang Pilih Tak Hadir
3
Semen Tonasa Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga di 12 Desa
4
Kahfi Pimpin PAN Sulsel 5 Periode, Usung Spirit Tembus 3 Besar di Pemilu 2029
5
MK Tak Menemukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA