Kreator di Sulsel Harus Tahu Cara Melindungi Karyanya Secara Legal
Minggu, 26 Okt 2025 18:32
Teguh Firmanto, Analis Kekayaan Intelektual Ahli Madya Kanwil Kemenkum Sulsel, tampil sebagai narasumber. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) menggelar sosialisasi Kekayaan Intelektual pada rezim Hak Cipta dalam acara "Pasar Disain" yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Makassar. Kegiatan berlangsung di Gedung Jenderal M. Yusuf (Manunggal), Sabtu malam (25/10).
Teguh Firmanto, Analis Kekayaan Intelektual Ahli Madya Kanwil Kemenkum Sulsel, tampil sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menyoroti maraknya kasus pelanggaran hak cipta di berbagai platform media akibat minimnya edukasi masyarakat terkait kekayaan intelektual.
"Saat ini banyak kita saksikan pelanggaran hak cipta di media elektronik, cetak, maupun media sosial. Hal ini terjadi salah satunya karena kurangnya pemahaman tentang kekayaan intelektual, khususnya hak cipta," ujar Teguh di hadapan para tenant dan pengunjung Pasar Disain.
Teguh menjelaskan secara rinci konsep hak eksklusif yang melekat pada hak cipta, yang terdiri dari dua komponen penting. Pertama, hak moral yang mewajibkan pencantuman nama pencipta karya. Kedua, hak ekonomi yang mengharuskan seseorang meminta izin dan membayar royalti kepada pemilik karya cipta.
Narasumber juga membagikan panduan teknis pengajuan pencatatan hak cipta pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, termasuk tata cara pembuatan akun.
Sebagai penutup materi, Teguh mengingatkan sanksi tegas bagi pelanggar hak cipta berdasarkan Pasal 117 ayat 3, yakni pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.
Para peserta dari kalangan pencipta dan pelaku usaha kreatif tampak antusias mengikuti sosialisasi hingga akhir.
Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sulsel, Andi Basmal, memberikan apresiasi positif. "Saya sangat mengapresiasi inisiatif Divisi Pelayanan Hukum dalam mengedukasi masyarakat, khususnya para pelaku ekonomi kreatif tentang pentingnya perlindungan hak cipta. Kegiatan seperti ini sangat strategis karena langsung menyasar komunitas yang bersentuhan dengan karya kreatif setiap hari," ujarnya. Andi Basmal menekankan bahwa perlindungan kekayaan intelektual merupakan fondasi penting bagi pengembangan ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan.
"Kita harus terus mengampanyekan bahwa mencatatkan karya cipta bukan hanya soal administrasi, tetapi investasi perlindungan hukum bagi karya kita. Ini akan mendorong para kreator lebih percaya diri mengembangkan karya-karya inovatif tanpa khawatir dibajak," jelasnya.
Lebih lanjut, Kakanwil berharap sosialisasi serupa akan terus dilakukan di berbagai platform dan komunitas kreatif.
"Ke depan, kami akan perkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjangkau lebih banyak pelaku usaha kreatif. Target kami sederhana tapi berdampak: setiap kreator di Sulsel paham hak-haknya dan tahu cara melindungi karyanya secara legal," pungkas Andi Basmal.
Teguh Firmanto, Analis Kekayaan Intelektual Ahli Madya Kanwil Kemenkum Sulsel, tampil sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menyoroti maraknya kasus pelanggaran hak cipta di berbagai platform media akibat minimnya edukasi masyarakat terkait kekayaan intelektual.
"Saat ini banyak kita saksikan pelanggaran hak cipta di media elektronik, cetak, maupun media sosial. Hal ini terjadi salah satunya karena kurangnya pemahaman tentang kekayaan intelektual, khususnya hak cipta," ujar Teguh di hadapan para tenant dan pengunjung Pasar Disain.
Teguh menjelaskan secara rinci konsep hak eksklusif yang melekat pada hak cipta, yang terdiri dari dua komponen penting. Pertama, hak moral yang mewajibkan pencantuman nama pencipta karya. Kedua, hak ekonomi yang mengharuskan seseorang meminta izin dan membayar royalti kepada pemilik karya cipta.
Narasumber juga membagikan panduan teknis pengajuan pencatatan hak cipta pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, termasuk tata cara pembuatan akun.
Sebagai penutup materi, Teguh mengingatkan sanksi tegas bagi pelanggar hak cipta berdasarkan Pasal 117 ayat 3, yakni pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.
Para peserta dari kalangan pencipta dan pelaku usaha kreatif tampak antusias mengikuti sosialisasi hingga akhir.
Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sulsel, Andi Basmal, memberikan apresiasi positif. "Saya sangat mengapresiasi inisiatif Divisi Pelayanan Hukum dalam mengedukasi masyarakat, khususnya para pelaku ekonomi kreatif tentang pentingnya perlindungan hak cipta. Kegiatan seperti ini sangat strategis karena langsung menyasar komunitas yang bersentuhan dengan karya kreatif setiap hari," ujarnya. Andi Basmal menekankan bahwa perlindungan kekayaan intelektual merupakan fondasi penting bagi pengembangan ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan.
"Kita harus terus mengampanyekan bahwa mencatatkan karya cipta bukan hanya soal administrasi, tetapi investasi perlindungan hukum bagi karya kita. Ini akan mendorong para kreator lebih percaya diri mengembangkan karya-karya inovatif tanpa khawatir dibajak," jelasnya.
Lebih lanjut, Kakanwil berharap sosialisasi serupa akan terus dilakukan di berbagai platform dan komunitas kreatif.
"Ke depan, kami akan perkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjangkau lebih banyak pelaku usaha kreatif. Target kami sederhana tapi berdampak: setiap kreator di Sulsel paham hak-haknya dan tahu cara melindungi karyanya secara legal," pungkas Andi Basmal.
(GUS)
Berita Terkait
News
Kemenkum Sulsel Dukung Upaya DJKI Optimalkan Nilai Ekonomi dari Aset Desain Industri
Kanwil Kemenkum Sulsel mendukung upaya Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa, mengenai optimalisasi pemanfaatan desain industri
Rabu, 10 Jun 2026 19:08
News
26 PNS Kemenkum Sulsel Jalani Pengambilan Sumpah, Siap Perkuat Pelayanan Publik
Sebanyak 26 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan resmi menjalani pengambilan sumpah
Rabu, 10 Jun 2026 15:40
News
Kemenkum Sulsel Dukung Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) mengikuti Entry Meeting dan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (APIP) Tahun 2026
Selasa, 09 Jun 2026 15:10
News
Andi Basmal Ingatkan Jajaran Berikan Layanan Maksimal Tanpa Pungutan Liar
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan, Andi Basmal, mengingatkan seluruh jajaran untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjunjung tinggi integritas dalam pelaksanaan tugas.
Senin, 08 Jun 2026 15:08
Sulsel
Puluhan Pelaku IKM Langsung Didampingi Dirikan Perseroan Perorangan
Puluhan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang hadir pulang bukan hanya membawa ilmu, tetapi juga membawa langkah konkret pertama menuju legalitas usaha mereka.
Sabtu, 06 Jun 2026 18:48
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Jadi Tuan Rumah Workshop Penulisan Proposal Hibah Internasional bagi Dosen
2
Ekosistem EV di Parepare Kian Matang: Charging Cepat, Menunggu Nyaman
3
BI Sulsel Ajak Kreator Konten Perkuat Literasi Ekonomi Syariah
4
Studi Doktor UIKA: Wakaf Uang Dorong Kebahagiaan hingga Rasa Hidup Bermakna
5
Seleksi Calon Mahasiswa Tahfizh/Tahfizhah FK UMI Resmi Dibuka
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Jadi Tuan Rumah Workshop Penulisan Proposal Hibah Internasional bagi Dosen
2
Ekosistem EV di Parepare Kian Matang: Charging Cepat, Menunggu Nyaman
3
BI Sulsel Ajak Kreator Konten Perkuat Literasi Ekonomi Syariah
4
Studi Doktor UIKA: Wakaf Uang Dorong Kebahagiaan hingga Rasa Hidup Bermakna
5
Seleksi Calon Mahasiswa Tahfizh/Tahfizhah FK UMI Resmi Dibuka