ASN Kemenkum Sulsel Didorong Wujudkan Integritas Penguatan Karakter dan Kesadaran Diri
Rabu, 29 Okt 2025 21:17
MAKASSAR - Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) didorong untuk memperkuat budaya integritas dan karakter personal sebagai fondasi utama penyelenggaraan pelayanan publik yang beretika, transparan, dan profesional.
Dorongan tersebut sejalan dengan kegiatan Talkshow Interaktif Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum bertajuk “Pembangunan Personal Character Berintegritas untuk Penguatan Pelayanan Publik: Strategi Teknis dalam Pendekatan Psikologis”, yang digelar pada Senin (29/10) secara luring dan daring. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pegawai Kemenkum, termasuk ASN Kanwil Kemenkum Sulsel yang turut berpartisipasi secara aktif.
Dalam sambutan pembuka, panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi pada kegiatan tersebut. Disampaikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik tidak hanya bergantung pada sistem, regulasi, maupun digitalisasi, tetapi sangat ditentukan oleh karakter dan integritas sumber daya manusia yang menjalankannya.
Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum, Baroto, dalam paparannya menegaskan bahwa penyimpangan dalam pelayanan publik kerap kali berakar pada lemahnya moral dan karakter aparatur.
“Banyak pelanggaran bukan disebabkan lemahnya aturan, tapi perilaku dan integritas SDM. Sistem dapat dibuat seketat apa pun, namun jika karakternya lemah, potensi penyimpangan tetap ada,” ujar Baroto.
Ia menjelaskan bahwa data internal menunjukkan sekitar 70% kasus korupsi melibatkan aparatur negara. Karena itu, Inspektorat Jenderal mendorong penguatan integritas melalui internalisasi nilai, keteladanan pimpinan, pengawasan berbasis risiko, penegakan disiplin yang transparan, serta digitalisasi proses pembinaan dan pengawasan.
“Integritas tidak cukup melalui aturan. Harus menyentuh sisi personal dan psikologis pegawai agar menjadi karakter, bukan sekadar slogan,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Biro SDM Kementerian Hukum, Fajar Sulaeman Taman, menegaskan pentingnya penerapan nilai-nilai BerAKHLAK sebagai standar karakter ASN. Ia menjelaskan bahwa profesionalitas dimulai dari hal-hal sederhana seperti kerapian, sopan santun, komunikasi yang baik, hingga responsivitas terhadap pelayanan publik.
“Bekerja dengan baik bukan untuk dilihat, tetapi untuk dipertanggungjawabkan. Kami mendorong proses pembinaan, penilaian, mutasi, dan promosi pegawai semakin objektif melalui sistem digital yang transparan,” tutur Fajar.
Adapun Psikolog Klinis, Shirley Oktavia, menambahkan bahwa integritas harus dipahami sebagai identitas moral pribadi setiap pegawai.
“Integritas adalah keselarasan antara yang diyakini, dikatakan, dan dilakukan. Ini bukan hanya soal aturan, tetapi karakter personal yang jujur dan bertanggung jawab dalam setiap situasi, baik pribadi maupun profesional,” jelasnya.
Sesi interaktif yang dipandu Shirley juga menghadirkan simulasi kasus dilema integritas. Peserta, termasuk ASN dari Kanwil Kemenkum Sulsel, diajak untuk berdiskusi dan menentukan langkah etis dalam berbagai situasi kerja nyata. Proses diskusi berlangsung aktif baik dari peserta luring maupun daring, mencerminkan semangat reflektif dan komitmen bersama untuk memperkuat budaya integritas.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan, Andi Basmal, menilai kegiatan ini sangat relevan dalam membangun karakter ASN yang beretika dan berorientasi pelayanan publik.
“Integritas tidak lahir secara instan, tetapi tumbuh dari kesadaran diri dan kebiasaan yang dibangun setiap hari. ASN harus mampu menjadi pribadi yang dapat dipercaya, menjaga amanah, serta menunjukkan konsistensi antara nilai, ucapan, dan tindakan,” ujar Andi Basmal.
Ia menambahkan, Kanwil Kemenkum Sulsel akan terus memperkuat pembinaan karakter ASN melalui pendekatan yang humanis dan berkelanjutan.
“Budaya integritas harus menjadi DNA organisasi. Melalui keteladanan, pembinaan, dan kesadaran moral, kita dapat menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya cepat dan tepat, tetapi juga beretika dan berkeadilan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan ASN Kemenkum Sulsel semakin memahami bahwa integritas bukan sekadar kewajiban formal, melainkan identitas profesional yang harus diwujudkan melalui kesadaran diri, karakter kuat, dan komitmen moral dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Dorongan tersebut sejalan dengan kegiatan Talkshow Interaktif Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum bertajuk “Pembangunan Personal Character Berintegritas untuk Penguatan Pelayanan Publik: Strategi Teknis dalam Pendekatan Psikologis”, yang digelar pada Senin (29/10) secara luring dan daring. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pegawai Kemenkum, termasuk ASN Kanwil Kemenkum Sulsel yang turut berpartisipasi secara aktif.
Dalam sambutan pembuka, panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi pada kegiatan tersebut. Disampaikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik tidak hanya bergantung pada sistem, regulasi, maupun digitalisasi, tetapi sangat ditentukan oleh karakter dan integritas sumber daya manusia yang menjalankannya.
Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum, Baroto, dalam paparannya menegaskan bahwa penyimpangan dalam pelayanan publik kerap kali berakar pada lemahnya moral dan karakter aparatur.
“Banyak pelanggaran bukan disebabkan lemahnya aturan, tapi perilaku dan integritas SDM. Sistem dapat dibuat seketat apa pun, namun jika karakternya lemah, potensi penyimpangan tetap ada,” ujar Baroto.
Ia menjelaskan bahwa data internal menunjukkan sekitar 70% kasus korupsi melibatkan aparatur negara. Karena itu, Inspektorat Jenderal mendorong penguatan integritas melalui internalisasi nilai, keteladanan pimpinan, pengawasan berbasis risiko, penegakan disiplin yang transparan, serta digitalisasi proses pembinaan dan pengawasan.
“Integritas tidak cukup melalui aturan. Harus menyentuh sisi personal dan psikologis pegawai agar menjadi karakter, bukan sekadar slogan,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Biro SDM Kementerian Hukum, Fajar Sulaeman Taman, menegaskan pentingnya penerapan nilai-nilai BerAKHLAK sebagai standar karakter ASN. Ia menjelaskan bahwa profesionalitas dimulai dari hal-hal sederhana seperti kerapian, sopan santun, komunikasi yang baik, hingga responsivitas terhadap pelayanan publik.
“Bekerja dengan baik bukan untuk dilihat, tetapi untuk dipertanggungjawabkan. Kami mendorong proses pembinaan, penilaian, mutasi, dan promosi pegawai semakin objektif melalui sistem digital yang transparan,” tutur Fajar.
Adapun Psikolog Klinis, Shirley Oktavia, menambahkan bahwa integritas harus dipahami sebagai identitas moral pribadi setiap pegawai.
“Integritas adalah keselarasan antara yang diyakini, dikatakan, dan dilakukan. Ini bukan hanya soal aturan, tetapi karakter personal yang jujur dan bertanggung jawab dalam setiap situasi, baik pribadi maupun profesional,” jelasnya.
Sesi interaktif yang dipandu Shirley juga menghadirkan simulasi kasus dilema integritas. Peserta, termasuk ASN dari Kanwil Kemenkum Sulsel, diajak untuk berdiskusi dan menentukan langkah etis dalam berbagai situasi kerja nyata. Proses diskusi berlangsung aktif baik dari peserta luring maupun daring, mencerminkan semangat reflektif dan komitmen bersama untuk memperkuat budaya integritas.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan, Andi Basmal, menilai kegiatan ini sangat relevan dalam membangun karakter ASN yang beretika dan berorientasi pelayanan publik.
“Integritas tidak lahir secara instan, tetapi tumbuh dari kesadaran diri dan kebiasaan yang dibangun setiap hari. ASN harus mampu menjadi pribadi yang dapat dipercaya, menjaga amanah, serta menunjukkan konsistensi antara nilai, ucapan, dan tindakan,” ujar Andi Basmal.
Ia menambahkan, Kanwil Kemenkum Sulsel akan terus memperkuat pembinaan karakter ASN melalui pendekatan yang humanis dan berkelanjutan.
“Budaya integritas harus menjadi DNA organisasi. Melalui keteladanan, pembinaan, dan kesadaran moral, kita dapat menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya cepat dan tepat, tetapi juga beretika dan berkeadilan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan ASN Kemenkum Sulsel semakin memahami bahwa integritas bukan sekadar kewajiban formal, melainkan identitas profesional yang harus diwujudkan melalui kesadaran diri, karakter kuat, dan komitmen moral dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
(GUS)
Berita Terkait
News
Kemenkum Sulsel Dukung Upaya DJKI Optimalkan Nilai Ekonomi dari Aset Desain Industri
Kanwil Kemenkum Sulsel mendukung upaya Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa, mengenai optimalisasi pemanfaatan desain industri
Rabu, 10 Jun 2026 19:08
News
26 PNS Kemenkum Sulsel Jalani Pengambilan Sumpah, Siap Perkuat Pelayanan Publik
Sebanyak 26 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan resmi menjalani pengambilan sumpah
Rabu, 10 Jun 2026 15:40
News
Kemenkum Sulsel Dukung Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) mengikuti Entry Meeting dan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (APIP) Tahun 2026
Selasa, 09 Jun 2026 15:10
News
Andi Basmal Ingatkan Jajaran Berikan Layanan Maksimal Tanpa Pungutan Liar
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan, Andi Basmal, mengingatkan seluruh jajaran untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjunjung tinggi integritas dalam pelaksanaan tugas.
Senin, 08 Jun 2026 15:08
Sulsel
Puluhan Pelaku IKM Langsung Didampingi Dirikan Perseroan Perorangan
Puluhan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang hadir pulang bukan hanya membawa ilmu, tetapi juga membawa langkah konkret pertama menuju legalitas usaha mereka.
Sabtu, 06 Jun 2026 18:48
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Jadi Tuan Rumah Workshop Penulisan Proposal Hibah Internasional bagi Dosen
2
Ekosistem EV di Parepare Kian Matang: Charging Cepat, Menunggu Nyaman
3
BI Sulsel Ajak Kreator Konten Perkuat Literasi Ekonomi Syariah
4
Studi Doktor UIKA: Wakaf Uang Dorong Kebahagiaan hingga Rasa Hidup Bermakna
5
Seleksi Calon Mahasiswa Tahfizh/Tahfizhah FK UMI Resmi Dibuka
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Jadi Tuan Rumah Workshop Penulisan Proposal Hibah Internasional bagi Dosen
2
Ekosistem EV di Parepare Kian Matang: Charging Cepat, Menunggu Nyaman
3
BI Sulsel Ajak Kreator Konten Perkuat Literasi Ekonomi Syariah
4
Studi Doktor UIKA: Wakaf Uang Dorong Kebahagiaan hingga Rasa Hidup Bermakna
5
Seleksi Calon Mahasiswa Tahfizh/Tahfizhah FK UMI Resmi Dibuka