Sengketa Lahan di Tanjung Bunga, Kuasa Hukum Hadji Kalla Ungkap Keterkaitan Lippo
Rabu, 12 Nov 2025 16:18
Kuasa hukum PT Hadji Kalla, Hasman Usman, menunjukkan foto eksekusi yang disebut abal-abal oleh GMTD, perusahaan kongsi milik Lippo Group dan pemda. Foto/Tri Yari Kurniawan
MAKASSAR - Kuasa hukum PT Hadji Kalla, Hasman Usman, menuding Bos Lippo Group, James Riady, berusaha 'cuci tangan' terkait sengketa lahan 16,4 hektare di kawasan Tanjung Bunga, Kota Makassar. Ia pun dengan gamblang membeberkan keterkaitan Lippo Group.
Hasman menegaskan, pengelolaan PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) sepenuhnya berada di bawah kendali Lippo Group, bukan pemerintah daerah seperti yang diklaim James Riady.
Pernyataan James Riady dinilai bentuk penyesatan informasi dan seolah-olah menempatkan Hadji Kalla berhadap-hadapan dengan pemerintah daerah terkait persoalan kepemilikan tanah. GMTD sendiri sempat mengklaim lahan itu telah dieksekusi, namun dibantah Pengadilan Negeri (PN) Makassar.
“Lippo ini jelas-jelas pengendali GMTD, tapi seolah mengatakan tidak ada kaitannya dan terkesan melimpahkan ke pemerintah daerah,” ujar Hasman di Makassar, Selasa (12/11/2025).
Menurut Hasman, Lippo mengendalikan GMTD melalui PT Makassar Permata Sulawesi (MPS), anak usaha yang 100 persen dimiliki oleh PT Lippo Karawaci Tbk. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, MPS menguasai 32,5 persen saham GMTD.
Adapun Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memiliki 13 persen saham, sedangkan Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Kabupaten Gowa masing-masing 6,5 persen. Sisanya dimiliki oleh yayasan dan publik.
“Komposisi ini sudah cukup membuktikan bahwa GMTD dikendalikan Lippo,” tegasnya.
Hasman menambahkan, jajaran direksi dan komisaris GMTD juga didominasi oleh orang-orang berlatar belakang Lippo Group. Jejak Lippo pun terlihat jelas di berbagai proyek strategis di Tanjung Bunga, mulai dari Siloam Hospitals, Sekolah Dian Harapan, hingga Global Trade Center (GTC) Makassar.
“Semua itu memperlihatkan arah pengembangan kawasan berada dalam ekosistem bisnis Lippo,” ujarnya.
Lebih lanjut. Hasman menyoroti kecilnya dividen yang diterima pemerintah daerah dari investasi di GMTD. Dalam RUPS pada Januari 2024, Wali Kota Makassar saat itu, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto, menyebut kehadiran GMTD tidak memberi dampak ekonomi berarti bagi pemda. Sebagai ilustrasi, Pemprov Sulsel hanya menerima dividen sekitar Rp58 juta untuk tahun 2022.
Ia menilai kondisi ini cukup menjadi indikasi bagi aparat penegak hukum untuk memeriksa kerja sama antara pemerintah dan Lippo Group yang berpotensi merugikan keuangan negara dan publik.
Terkait konflik lahan, Hasman menegaskan tanah yang dimiliki PT Hadji Kalla di Jalan Metro Tanjung Bunga dibeli langsung dari masyarakat dan telah dijaminkan ke bank. “Artinya aman secara hukum. Sertifikat kami sah dan mengikat,” ujarnya.
Ia juga menyayangkan keterlibatan oknum perwira tinggi TNI dalam eksekusi yang disebut “abal-abal” pada 3 November 2025. “Ini persoalan hak, bukan ketahanan negara. Kami akan bersurat resmi ke TNI,” tegasnya.
Hasman menambahkan, tanah tersebut sebelumnya sempat berperkara antara Mulyono dan Hadji Kalla. Dalam kasus itu, pihak Hadji Kalla menang hingga tingkat peninjauan kembali (PK). “Kami tidak pernah berperkara dengan GMTD. Yang mereka gugat orang lain,” ujarnya.
CEO Lippo Group James Riady sebelumnya tegas membantah pihaknya terlibat sengketa lahan 16,4 hektare di kawasan Tanjung Bunga, Makassar yang membuat kesal mantan wakil presiden RI Jusuf Kalla (JK).
"Tanah itu bukan punya Lippo. Jadi enggak ada kaitannya dengan Lippo. Jadi kita enggak ada komentar," ujar dia.
Meski begitu, James Riady mengakui perusahaannya adalah salah satu pemilik saham GMTD yang menjadi salah satu pihak yang mengklaim mempunyai hak atas lahan sengketa itu.
"Lahan itu adalah kepemilikan dari perusahaan pemda di daerah yang namanya PT GMTD di mana adalah perusahaan terbuka, di mana Lippo adalah salah satu pemegang saham," tukasnya.
Hasman menegaskan, pengelolaan PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) sepenuhnya berada di bawah kendali Lippo Group, bukan pemerintah daerah seperti yang diklaim James Riady.
Pernyataan James Riady dinilai bentuk penyesatan informasi dan seolah-olah menempatkan Hadji Kalla berhadap-hadapan dengan pemerintah daerah terkait persoalan kepemilikan tanah. GMTD sendiri sempat mengklaim lahan itu telah dieksekusi, namun dibantah Pengadilan Negeri (PN) Makassar.
“Lippo ini jelas-jelas pengendali GMTD, tapi seolah mengatakan tidak ada kaitannya dan terkesan melimpahkan ke pemerintah daerah,” ujar Hasman di Makassar, Selasa (12/11/2025).
Menurut Hasman, Lippo mengendalikan GMTD melalui PT Makassar Permata Sulawesi (MPS), anak usaha yang 100 persen dimiliki oleh PT Lippo Karawaci Tbk. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, MPS menguasai 32,5 persen saham GMTD.
Adapun Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memiliki 13 persen saham, sedangkan Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Kabupaten Gowa masing-masing 6,5 persen. Sisanya dimiliki oleh yayasan dan publik.
“Komposisi ini sudah cukup membuktikan bahwa GMTD dikendalikan Lippo,” tegasnya.
Hasman menambahkan, jajaran direksi dan komisaris GMTD juga didominasi oleh orang-orang berlatar belakang Lippo Group. Jejak Lippo pun terlihat jelas di berbagai proyek strategis di Tanjung Bunga, mulai dari Siloam Hospitals, Sekolah Dian Harapan, hingga Global Trade Center (GTC) Makassar.
“Semua itu memperlihatkan arah pengembangan kawasan berada dalam ekosistem bisnis Lippo,” ujarnya.
Lebih lanjut. Hasman menyoroti kecilnya dividen yang diterima pemerintah daerah dari investasi di GMTD. Dalam RUPS pada Januari 2024, Wali Kota Makassar saat itu, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto, menyebut kehadiran GMTD tidak memberi dampak ekonomi berarti bagi pemda. Sebagai ilustrasi, Pemprov Sulsel hanya menerima dividen sekitar Rp58 juta untuk tahun 2022.
Ia menilai kondisi ini cukup menjadi indikasi bagi aparat penegak hukum untuk memeriksa kerja sama antara pemerintah dan Lippo Group yang berpotensi merugikan keuangan negara dan publik.
Terkait konflik lahan, Hasman menegaskan tanah yang dimiliki PT Hadji Kalla di Jalan Metro Tanjung Bunga dibeli langsung dari masyarakat dan telah dijaminkan ke bank. “Artinya aman secara hukum. Sertifikat kami sah dan mengikat,” ujarnya.
Ia juga menyayangkan keterlibatan oknum perwira tinggi TNI dalam eksekusi yang disebut “abal-abal” pada 3 November 2025. “Ini persoalan hak, bukan ketahanan negara. Kami akan bersurat resmi ke TNI,” tegasnya.
Hasman menambahkan, tanah tersebut sebelumnya sempat berperkara antara Mulyono dan Hadji Kalla. Dalam kasus itu, pihak Hadji Kalla menang hingga tingkat peninjauan kembali (PK). “Kami tidak pernah berperkara dengan GMTD. Yang mereka gugat orang lain,” ujarnya.
CEO Lippo Group James Riady sebelumnya tegas membantah pihaknya terlibat sengketa lahan 16,4 hektare di kawasan Tanjung Bunga, Makassar yang membuat kesal mantan wakil presiden RI Jusuf Kalla (JK).
"Tanah itu bukan punya Lippo. Jadi enggak ada kaitannya dengan Lippo. Jadi kita enggak ada komentar," ujar dia.
Meski begitu, James Riady mengakui perusahaannya adalah salah satu pemilik saham GMTD yang menjadi salah satu pihak yang mengklaim mempunyai hak atas lahan sengketa itu.
"Lahan itu adalah kepemilikan dari perusahaan pemda di daerah yang namanya PT GMTD di mana adalah perusahaan terbuka, di mana Lippo adalah salah satu pemegang saham," tukasnya.
(TRI)
Berita Terkait
News
GMTD dan REI Sulsel Perkuat Komitmen Hijau Lewat Gerakan Sejuta Pohon
Kawasan Tanjung Bunga, Makassar, menjadi salah satu titik dimulainya gerakan penghijauan yang digagas DPD REI Sulsel melalui Program Penanaman Sejuta Pohon.
Selasa, 06 Okt 2026 21:23
News
45 Perempuan Disabilitas Belajar Membatik Lewat Program Tabung Karya GMTD
Sebanyak 45 perempuan penyandang disabilitas mendapat kesempatan mengembangkan keterampilan dan kreativitas melalui pelatihan batik jumputan yang digelar PT GMTD.
Senin, 28 Sep 2026 20:33
News
Kalla 10K Naik Kelas, Rute Tersertifikasi PASI dan Diikuti 4.500 Pelari
Kalla 10K hadir dengan rute yang telah diverifikasi untuk memenuhi standar sertifikasi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).
Rabu, 23 Sep 2026 15:25
News
KALLA Rayakan 74 Tahun, Perkuat Kolaborasi Menuju Masa Depan
Rangkaian perayaan HUT ke-74 KALLA resmi dimulai melalui Padel Exhibition & Kick-off di CoPA Grounds, NIPAH PARK, Kota Makassar, Sabtu (19/9/2026).
Sabtu, 19 Sep 2026 19:42
News
Kalla 10K 2026 Buka 4.500 Slot, Hadirkan Kategori Family Run
Antusiasme masyarakat juga terlihat sejak pendaftaran dibuka pada 11 Agustus 2026 melalui situs kalla10k.com dan aplikasi Kallafriends.
Jum'at, 04 Sep 2026 11:26
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Musda REI Sulsel Memanas, 100 Lebih Pengembang Pilih Tak Hadir
2
Pelayanan Makin Berkualitas, Dua Terminal Pelindo Regional 4 Raih P-TEC 2026
3
Semen Tonasa Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga di 12 Desa
4
Prajurit Yonarmed 21/Kawali Gerak Cepat Padamkan Kebakaran Rumah di Bengo
5
Jelang HUT Kota Makassar, Perumda Terminal Siapkan Aplikasi Appilei
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Musda REI Sulsel Memanas, 100 Lebih Pengembang Pilih Tak Hadir
2
Pelayanan Makin Berkualitas, Dua Terminal Pelindo Regional 4 Raih P-TEC 2026
3
Semen Tonasa Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga di 12 Desa
4
Prajurit Yonarmed 21/Kawali Gerak Cepat Padamkan Kebakaran Rumah di Bengo
5
Jelang HUT Kota Makassar, Perumda Terminal Siapkan Aplikasi Appilei