Pelindo - KSOP Sinergi Tata Ulang Layanan TK Bagasi di Pelabuhan Makassar
Jum'at, 28 Nov 2025 21:35
Pelindo Regional 4 bersama KSOP Utama Makassar mengambil langkah strategis untuk meningkatkan ketertiban, kenyamanan, dan profesionalisme layanan di Pelabuhan Makassar. Foto/Istimewa
MAKASSAR - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar mengambil langkah strategis untuk meningkatkan ketertiban, kenyamanan, dan profesionalisme layanan di Pelabuhan Makassar. Upaya ini dilakukan melalui penataan kembali Unit Usaha Jasa Tenaga Kerja (TK) Bagasi, yang dilaksanakan secara humanis sesuai prinsip “Melayani dengan Sepenuh Hati.”
Penataan tersebut menjadi bukti komitmen KSOP dan Pelindo untuk menghadirkan pelayanan kepelabuhanan yang lebih optimal, tertib, dan sesuai standar modern.
Kepala KSOP Utama Makassar, Jon Kenedi, menegaskan bahwa penataan ulang Unit Jasa TK Bagasi merupakan langkah penting agar aktivitas di area terminal penumpang berjalan lebih teratur dan memenuhi ketentuan regulasi.
“Pelabuhan adalah kawasan strategis dan juga objek vital milik negara yang menuntut ketertiban, keamanan, dan pelayanan yang profesional. Penataan kembali Unit Usaha Jasa TK Bagasi ini menjadi bagian dari upaya kami untuk menciptakan suasana pelayanan yang lebih tertib dan memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara KSOP dan Pelindo menjadi kunci terwujudnya tata kelola kepelabuhanan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Pelindo Regional 4 yang responsif dan kooperatif. Pendekatan humanis ini sangat penting untuk memastikan transformasi berjalan dengan baik tanpa mengganggu mata pencaharian tenaga kerja yang telah lama beraktivitas di pelabuhan,” tegasnya.
Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menjelaskan bahwa penataan ulang dilakukan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga untuk memberikan arah pengelolaan yang lebih jelas, tertata, dan sesuai standar perusahaan.
“Pelindo selalu berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Penataan ini kami jalankan secara humanis dan terukur, sejalan dengan spirit ‘Melayani dengan Sepenuh Hati’. Artinya, setiap kebijakan harus tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dan keberlanjutan para tenaga kerja,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa Pelindo ingin memastikan seluruh tenaga kerja di layanan bagasi memiliki identitas, standar operasional, dan pengawasan yang lebih baik.
“Kami ingin menciptakan pengalaman baru bagi pengguna jasa yang lebih tertib, lebih cepat, dan lebih nyaman. Untuk itu, para tenaga kerja juga akan diberikan arahan, pembinaan, serta penataan alur kerja yang lebih profesional sehingga seluruh pihak merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Divison Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, menuturkan bahwa penataan Unit Jasa TK Bagasi mencakup sejumlah aspek, mulai dari pendataan ulang tenaga kerja, pembagian area operasional, keseragaman atribut dan identitas, hingga standardisasi alur kerja.
“Kami ingin menghadirkan sistem layanan yang lebih modern dan tertib. Penataan ini mencakup pendataan ulang tenaga kerja TK Bagasi, penyusunan SOP layanan, dan pengawasan bersama dengan KSOP. Semua dilakukan untuk memastikan proses layanan bagasi berjalan profesional dan bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap Yusida.
Ia menambahkan bahwa pendekatan humanis menjadi prioritas dalam seluruh proses.
“Kami melibatkan seluruh tenaga kerja secara langsung, mengedukasi mereka, dan memastikan bahwa perubahan ini justru menciptakan kenyamanan baru bagi mereka dalam bekerja. Pada akhirnya, tenaga kerja yang rapi, teratur, dan profesional akan meningkatkan citra Pelabuhan Makassar sebagai gerbang utama Kawasan Timur Indonesia,” ujarnya.
Sinergi Pelindo Regional 4 dan KSOP Utama Makassar ini menjadi bagian dari transformasi layanan kepelabuhanan menuju standar yang lebih profesional. Fokus penataan meliputi pendataan ulang tenaga kerja TK Bagasi, penataan area operasional dan alur layanan bagasi, serta penerapan atribut dan identitas resmi.
Melalui langkah tersebut, Pelabuhan Makassar diharapkan mampu menghadirkan layanan yang semakin cepat, tertib, humanis, dan berdaya saing.
Penataan Unit Usaha Jasa TK Bagasi ini juga menjadi tahap awal dari upaya berkelanjutan KSOP dan Pelindo untuk memperkuat pelayanan publik melalui koordinasi intensif dan penerapan standar layanan yang lebih baik.
Penataan tersebut menjadi bukti komitmen KSOP dan Pelindo untuk menghadirkan pelayanan kepelabuhanan yang lebih optimal, tertib, dan sesuai standar modern.
Kepala KSOP Utama Makassar, Jon Kenedi, menegaskan bahwa penataan ulang Unit Jasa TK Bagasi merupakan langkah penting agar aktivitas di area terminal penumpang berjalan lebih teratur dan memenuhi ketentuan regulasi.
“Pelabuhan adalah kawasan strategis dan juga objek vital milik negara yang menuntut ketertiban, keamanan, dan pelayanan yang profesional. Penataan kembali Unit Usaha Jasa TK Bagasi ini menjadi bagian dari upaya kami untuk menciptakan suasana pelayanan yang lebih tertib dan memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara KSOP dan Pelindo menjadi kunci terwujudnya tata kelola kepelabuhanan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Pelindo Regional 4 yang responsif dan kooperatif. Pendekatan humanis ini sangat penting untuk memastikan transformasi berjalan dengan baik tanpa mengganggu mata pencaharian tenaga kerja yang telah lama beraktivitas di pelabuhan,” tegasnya.
Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menjelaskan bahwa penataan ulang dilakukan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga untuk memberikan arah pengelolaan yang lebih jelas, tertata, dan sesuai standar perusahaan.
“Pelindo selalu berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Penataan ini kami jalankan secara humanis dan terukur, sejalan dengan spirit ‘Melayani dengan Sepenuh Hati’. Artinya, setiap kebijakan harus tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dan keberlanjutan para tenaga kerja,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa Pelindo ingin memastikan seluruh tenaga kerja di layanan bagasi memiliki identitas, standar operasional, dan pengawasan yang lebih baik.
“Kami ingin menciptakan pengalaman baru bagi pengguna jasa yang lebih tertib, lebih cepat, dan lebih nyaman. Untuk itu, para tenaga kerja juga akan diberikan arahan, pembinaan, serta penataan alur kerja yang lebih profesional sehingga seluruh pihak merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Divison Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, menuturkan bahwa penataan Unit Jasa TK Bagasi mencakup sejumlah aspek, mulai dari pendataan ulang tenaga kerja, pembagian area operasional, keseragaman atribut dan identitas, hingga standardisasi alur kerja.
“Kami ingin menghadirkan sistem layanan yang lebih modern dan tertib. Penataan ini mencakup pendataan ulang tenaga kerja TK Bagasi, penyusunan SOP layanan, dan pengawasan bersama dengan KSOP. Semua dilakukan untuk memastikan proses layanan bagasi berjalan profesional dan bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap Yusida.
Ia menambahkan bahwa pendekatan humanis menjadi prioritas dalam seluruh proses.
“Kami melibatkan seluruh tenaga kerja secara langsung, mengedukasi mereka, dan memastikan bahwa perubahan ini justru menciptakan kenyamanan baru bagi mereka dalam bekerja. Pada akhirnya, tenaga kerja yang rapi, teratur, dan profesional akan meningkatkan citra Pelabuhan Makassar sebagai gerbang utama Kawasan Timur Indonesia,” ujarnya.
Sinergi Pelindo Regional 4 dan KSOP Utama Makassar ini menjadi bagian dari transformasi layanan kepelabuhanan menuju standar yang lebih profesional. Fokus penataan meliputi pendataan ulang tenaga kerja TK Bagasi, penataan area operasional dan alur layanan bagasi, serta penerapan atribut dan identitas resmi.
Melalui langkah tersebut, Pelabuhan Makassar diharapkan mampu menghadirkan layanan yang semakin cepat, tertib, humanis, dan berdaya saing.
Penataan Unit Usaha Jasa TK Bagasi ini juga menjadi tahap awal dari upaya berkelanjutan KSOP dan Pelindo untuk memperkuat pelayanan publik melalui koordinasi intensif dan penerapan standar layanan yang lebih baik.
(TRI)
Berita Terkait
News
Pelindo Regional 4 Siapkan 20 Terminal Penumpang Sambut Mudik Lebaran 2026
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyiapkan berbagai langkah operasional untuk menghadapi periode Angkutan Lebaran 1447 H/2026 M.
Senin, 09 Mar 2026 17:06
News
Mudik Lebaran, Pelindo Regional 4 Prediksi Arus Penumpang Naik 5%
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 memproyeksikan jumlah penumpang pada periode Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Indonesia Timur mencapai 882.620 orang.
Senin, 09 Mar 2026 16:20
News
Pelindo Siap Layani Arus Mudik Lebaran Di 63 Terminal Penumpang
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memastikan kesiapan sarana dan prasarana di 63 terminal penumpang dan roro yang dikelola Perseroan, dalam mendukung kelancaran arus angkutan mudik Lebaran 2026
Sabtu, 21 Feb 2026 19:22
Ekbis
Program Leadership Enhancement, SPJM Matangkan Kompetensi Keunggulan Layanan dan Bisnis
PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) sebagai salah satu subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services, Dredging dan Shipyard (MEPS)
Selasa, 03 Feb 2026 10:29
Ekbis
Tingkatkan Kualitas SDM, Pelindo Regional 4 Gelar Pelatihan Business Presentation Skill
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 terus berupaya meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai program pengembangan kompetensi
Senin, 26 Jan 2026 14:56
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Fadel Tauphan Ansar Dilantik Ketua KNPI Sulsel, Tiga Kepala Daerah dan Ketua DPRD Hadir
2
Kasus Korupsi Bibit Nanas, Kejati Sulsel Tahan Mantan Pj Gubernur Sulsel
3
Satu Islam, Banyak Ekspresi
4
Parkir Ruko Diamond Panakkukang Dikeluhkan, Mahal Tetapi Tak Berizin
5
Di Forum OECD, OJK Paparkan Penguatan Sistem Dana Pensiun Nasional
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Fadel Tauphan Ansar Dilantik Ketua KNPI Sulsel, Tiga Kepala Daerah dan Ketua DPRD Hadir
2
Kasus Korupsi Bibit Nanas, Kejati Sulsel Tahan Mantan Pj Gubernur Sulsel
3
Satu Islam, Banyak Ekspresi
4
Parkir Ruko Diamond Panakkukang Dikeluhkan, Mahal Tetapi Tak Berizin
5
Di Forum OECD, OJK Paparkan Penguatan Sistem Dana Pensiun Nasional