Pertamina Unjuk Kesiapsiagaan lewat Simulasi Darurat di FT Luwuk
Sabtu, 29 Nov 2025 16:23
Pertamina Patra Niaga menggelar simulasi penanggulangan keadaan darurat di Fuel Terminal (FT) Luwuk, belum lama ini. Foto/Istimewa
LUWUK - Pertamina Patra Niaga menggelar simulasi penanggulangan keadaan darurat di Fuel Terminal (FT) Luwuk, belum lama ini. Latihan ini mencakup skenario aksi warga hingga penanganan percikan api pada salah satu tangki penyimpanan. Kegiatan tersebut melibatkan tim tanggap darurat dari kantor pusat, regional Sulawesi, serta FT Luwuk.
Skenario dimulai ketika pusat komando Pertamina Patra Niaga di Jakarta menerima sinyal pertama keadaan darurat dari FT Luwuk. Dalam hitungan menit, seluruh sistem siaga aktif dan tim langsung bergerak.
Kondisi darurat digambarkan berawal dari aksi warga di sekitar area operasi yang terjadi bersamaan dengan insiden pada tangki Pertamax, memicu percikan api sehingga membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.
Dari Jakarta, sistem komunikasi dan monitoring langsung menyala serempak. Tim pusat memastikan prioritas utama: keselamatan masyarakat dan pekerja.
Tim Emergency Response Team (ERT) Pertamina Patra Niaga segera mengeksekusi prosedur penanganan darurat. Bersama aparat keamanan dan pemadam kebakaran daerah, mereka bergerak melakukan pemadaman dan pengendalian api.
Api berhasil dikendalikan dalam waktu relatif singkat. Sementara itu, BPBD dan pemerintah setempat mengevakuasi warga ke titik aman di Desa Bungin Timur dan Desa Lumpoknyo. Hasil pengecekan lapangan memastikan tidak ada korban jiwa, sebuah capaian penting di tengah situasi kritis.
Di kantor pusat, seluruh perkembangan dipantau dari ruang kendali. Tim HSSE pusat dan regional memastikan setiap langkah teknis dijalankan sesuai prosedur manual penanganan keadaan darurat.
Pertamina Patra Niaga juga memastikan suplai energi untuk masyarakat tetap terjaga. Pusat memutuskan mengaktifkan alih suplai (supply rerouting) dari Fuel Terminal Kolonedale sehingga pasokan untuk SPBU dan lembaga penyalur di Luwuk tetap aman tanpa antrean atau gangguan distribusi.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa seluruh upaya ini merupakan wujud kesiapan perusahaan dalam menghadapi kondisi darurat.
"Operasional dan distribusi kini kembali stabil, meskipun pengawasan diperketat hingga situasi dianggap benar-benar aman," ujar Roberth.
Dari Sulawesi, Executive General Manager (EGM) Regional Sulawesi, Fanda Chrismianto, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi terkait yang terlibat, serta menegaskan bahwa tidak ada risiko lanjutan.
"Setelah api padam, proses cooling down, inspeksi, dan recovery dilakukan secara hati-hati. Tim HSSE pusat dan regional terus memantau area fasilitas untuk memastikan tidak ada risiko lanjutan," ujarnya.
Roberth menambahkan bahwa simulasi ini menjadi pengingat bahwa energi adalah urat nadi masyarakat sehingga aspek keselamatan tidak boleh dikompromikan.
“Dari kantor pusat di Jakarta hingga ujung operasional di Luwuk, satu komitmen yang tetap sama: menjaga keselamatan, melindungi masyarakat, dan memastikan suplai energi terus mengalir,” tutupnya.
Skenario dimulai ketika pusat komando Pertamina Patra Niaga di Jakarta menerima sinyal pertama keadaan darurat dari FT Luwuk. Dalam hitungan menit, seluruh sistem siaga aktif dan tim langsung bergerak.
Kondisi darurat digambarkan berawal dari aksi warga di sekitar area operasi yang terjadi bersamaan dengan insiden pada tangki Pertamax, memicu percikan api sehingga membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.
Dari Jakarta, sistem komunikasi dan monitoring langsung menyala serempak. Tim pusat memastikan prioritas utama: keselamatan masyarakat dan pekerja.
Tim Emergency Response Team (ERT) Pertamina Patra Niaga segera mengeksekusi prosedur penanganan darurat. Bersama aparat keamanan dan pemadam kebakaran daerah, mereka bergerak melakukan pemadaman dan pengendalian api.
Api berhasil dikendalikan dalam waktu relatif singkat. Sementara itu, BPBD dan pemerintah setempat mengevakuasi warga ke titik aman di Desa Bungin Timur dan Desa Lumpoknyo. Hasil pengecekan lapangan memastikan tidak ada korban jiwa, sebuah capaian penting di tengah situasi kritis.
Di kantor pusat, seluruh perkembangan dipantau dari ruang kendali. Tim HSSE pusat dan regional memastikan setiap langkah teknis dijalankan sesuai prosedur manual penanganan keadaan darurat.
Pertamina Patra Niaga juga memastikan suplai energi untuk masyarakat tetap terjaga. Pusat memutuskan mengaktifkan alih suplai (supply rerouting) dari Fuel Terminal Kolonedale sehingga pasokan untuk SPBU dan lembaga penyalur di Luwuk tetap aman tanpa antrean atau gangguan distribusi.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa seluruh upaya ini merupakan wujud kesiapan perusahaan dalam menghadapi kondisi darurat.
"Operasional dan distribusi kini kembali stabil, meskipun pengawasan diperketat hingga situasi dianggap benar-benar aman," ujar Roberth.
Dari Sulawesi, Executive General Manager (EGM) Regional Sulawesi, Fanda Chrismianto, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi terkait yang terlibat, serta menegaskan bahwa tidak ada risiko lanjutan.
"Setelah api padam, proses cooling down, inspeksi, dan recovery dilakukan secara hati-hati. Tim HSSE pusat dan regional terus memantau area fasilitas untuk memastikan tidak ada risiko lanjutan," ujarnya.
Roberth menambahkan bahwa simulasi ini menjadi pengingat bahwa energi adalah urat nadi masyarakat sehingga aspek keselamatan tidak boleh dikompromikan.
“Dari kantor pusat di Jakarta hingga ujung operasional di Luwuk, satu komitmen yang tetap sama: menjaga keselamatan, melindungi masyarakat, dan memastikan suplai energi terus mengalir,” tutupnya.
(TRI)
Berita Terkait
News
Antrean BBM Meningkat, Pertamina Operasikan 25 SPBU 24 Jam di Makassar
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah 14 SPBU yang beroperasi selama 24 jam di Kota Makassar. Total kini terdapat 25 SPBU beroperasi 24 jam.
Kamis, 10 Sep 2026 16:32
News
Pertamina - Pemprov Sulsel Siapkan Langkah Mitigasi Antrean BBM dan LPG
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mengurai kepadatan antrean bahan bakar minyak dan gas melon di masyarakat.
Kamis, 10 Sep 2026 11:51
News
Pertamina Pastikan Stok BBM di Sulsel Aman, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menebar pasokan tambahan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram untuk wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar.
Rabu, 09 Sep 2026 19:28
News
Pertamina Percepat Penyaluran LPG 3 Kg, Pasokan Sulsel Ditambah hingga 130 Persen
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mempercepat penyaluran LPG 3 Kg di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Rabu, 09 Sep 2026 14:34
Makassar City
Pertamina Dukung Sidak LPG 3 Kg di Makassar, Warga Diminta Tak Panic Buying
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mendukung langkah Pemkot Makassar dengan memastikan penyaluran LPG 3 kg kepada pangkalan berjalan sesuai ketentuan.
Selasa, 08 Sep 2026 16:27
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
BNI Wilayah 07 Ucapkan Dirgahayu ke-81 TNI Angkatan Laut
2
DLH Jeneponto Sebut Tak Ada SPPG Koordinasi Penerbitan Sertifikat Laik Operasi
3
Warga Jeneponto Keluhkan LPG 3 Kg Langka Selama Sepekan
4
Pertamina Pastikan Stok BBM di Sulsel Aman, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying
5
DPRD Makassar Bahas Polemik Anggaran Seragam Gratis
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
BNI Wilayah 07 Ucapkan Dirgahayu ke-81 TNI Angkatan Laut
2
DLH Jeneponto Sebut Tak Ada SPPG Koordinasi Penerbitan Sertifikat Laik Operasi
3
Warga Jeneponto Keluhkan LPG 3 Kg Langka Selama Sepekan
4
Pertamina Pastikan Stok BBM di Sulsel Aman, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying
5
DPRD Makassar Bahas Polemik Anggaran Seragam Gratis