Deng Ical Pastikan 211 Titik VSAT Siap Dipasang untuk Atasi Blankspot di Sulsel
Kamis, 04 Des 2025 22:44
Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal berbincang dengan media membahas berbagai persoalan Panjul Makassar pada Kamis (04/12/2025). Muhaimin
MAKASSAR - Pemerintah segera mengaktifkan Very Small Aperture Terminal (VSAT) atau stasiun bumi telekomunikasi kecil berfungsi untuk komunikasi data, suara, dan video melalui satelit pada ratusan titik buta atau blankspot jaringan internet di daerah 24 kabupaten kota Provinsi Sulawesi Selatan.
"Akhir tahun ini, atau awal tahun depan, Insya Allah akan terpasang tepatnya 211 titik di seluruh Sulawesi Selatan," ujar Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal di Warkop Panjul Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (04/12/2025).
Meski demikian bila mana ada derah yang tidak terjangkau VSAT, maka tentu blank spot atau sinyalnya lemah yang tidak mampu mendukung layanan publik. Tetapi, akan dicari alternatif lain.
"Bisa saja dengan satelit Low Earth Orbit (LEO), hasil lelang pemerintah. Kalau itu sudah menjangkau semuanya, kita tidak perlu lagi perangkat komersil.
Tapi selama pemerintah belum bisa menjamin konektivitas publik, kita harus mencari alternatif," tuturnya ke awak media.
Sejauh ini, perangkat Starlink, kata Deng Ical disapa akrab ini menyebutkan, sudah terpasang lima titik di wilayah katerogri 3T, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel.
"Untuk luar Selayar, kemungkinan tahun depan bisa juga dipasangkan tergantung perkembangan dan kebutuhan. Intinya, orientasi utama kita adalah konektivitas warga," papar dia.
Alasan memilih Selayar, lanjutnya, karena wilayah itu belum bisa dilayani oleh jaringan yang ada. Padahal sangat membutuhkan dukungan konektivitas, khususnya di kawasan Balai Taman Nasional Taka Bonerate. Di sana blankspot, sementara aktivitas ekonomi dan pariwisata harus tetap berjalan.
Terkait dengan instalasi pemasangan perangkat telekomunikasi pada sejumlah titik buta di Sulsel apakah akan tetap menggunakan Starlink, atau yang lain dia menyatakan, peluang perangkat lain masih terbuka.
"Tidak tertutup kemungkinan nanti ada perangkat komersial lain. Tidak harus satu model. Bisa saja nanti ada program dari Telkom atau kementerian lembaga lain," tuturnya.
Sebab, setelah pertemuan dengan semua lembaga yang mengurusi konektivitas, mulai dari BAKTI, Telkom, dan seluruh anak perusahaan Telkom untuk saling membagi peran agar konektivitas tetap terjaga.
Mantan Wakil Wali Kota Makassar ini menambahkan, VSAT memang diperuntukkan pada program 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) untuk konektivitas. Namun, belum semuanya bisa terlayani karena keterbatasan infastruktur seperti antena, BTS mini, listrik, dan lainnya.
"Untuk beberapa lokasi kita membawa Starlink. Starlink ini relatif lebih kuat secara perangkat dan lebih independen. Jadi sambil menunggu kesiapan VSAT di daerah tertentu, kita menggunakan Starlink, karena program bantuannya tidak berbayar selama satu tahun," kata Deng Ical.
"Akhir tahun ini, atau awal tahun depan, Insya Allah akan terpasang tepatnya 211 titik di seluruh Sulawesi Selatan," ujar Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal di Warkop Panjul Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (04/12/2025).
Meski demikian bila mana ada derah yang tidak terjangkau VSAT, maka tentu blank spot atau sinyalnya lemah yang tidak mampu mendukung layanan publik. Tetapi, akan dicari alternatif lain.
"Bisa saja dengan satelit Low Earth Orbit (LEO), hasil lelang pemerintah. Kalau itu sudah menjangkau semuanya, kita tidak perlu lagi perangkat komersil.
Tapi selama pemerintah belum bisa menjamin konektivitas publik, kita harus mencari alternatif," tuturnya ke awak media.
Sejauh ini, perangkat Starlink, kata Deng Ical disapa akrab ini menyebutkan, sudah terpasang lima titik di wilayah katerogri 3T, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel.
"Untuk luar Selayar, kemungkinan tahun depan bisa juga dipasangkan tergantung perkembangan dan kebutuhan. Intinya, orientasi utama kita adalah konektivitas warga," papar dia.
Alasan memilih Selayar, lanjutnya, karena wilayah itu belum bisa dilayani oleh jaringan yang ada. Padahal sangat membutuhkan dukungan konektivitas, khususnya di kawasan Balai Taman Nasional Taka Bonerate. Di sana blankspot, sementara aktivitas ekonomi dan pariwisata harus tetap berjalan.
Terkait dengan instalasi pemasangan perangkat telekomunikasi pada sejumlah titik buta di Sulsel apakah akan tetap menggunakan Starlink, atau yang lain dia menyatakan, peluang perangkat lain masih terbuka.
"Tidak tertutup kemungkinan nanti ada perangkat komersial lain. Tidak harus satu model. Bisa saja nanti ada program dari Telkom atau kementerian lembaga lain," tuturnya.
Sebab, setelah pertemuan dengan semua lembaga yang mengurusi konektivitas, mulai dari BAKTI, Telkom, dan seluruh anak perusahaan Telkom untuk saling membagi peran agar konektivitas tetap terjaga.
Mantan Wakil Wali Kota Makassar ini menambahkan, VSAT memang diperuntukkan pada program 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) untuk konektivitas. Namun, belum semuanya bisa terlayani karena keterbatasan infastruktur seperti antena, BTS mini, listrik, dan lainnya.
"Untuk beberapa lokasi kita membawa Starlink. Starlink ini relatif lebih kuat secara perangkat dan lebih independen. Jadi sambil menunggu kesiapan VSAT di daerah tertentu, kita menggunakan Starlink, karena program bantuannya tidak berbayar selama satu tahun," kata Deng Ical.
(UMI)
Berita Terkait
News
Penerapan E-voting Pemilu 2029 Harus Mulai Dikaji Lebih Dalam
Penerapan sistem pemungutan suara elektronik (e-voting) hahrus mulai dikaji secara mendalam, sebagai bagian dari modernisasi demokrasi Indonesia menuju Pemilu 2029.
Kamis, 04 Jun 2026 18:16
News
Didampingi Sultan Tajang, AIA Tinjau Gudang Bulog Wajo, Pastikan Stok dan Kualitas Beras Aman
Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andi Iwan Darmawan Aras, melakukan kunjungan kerja ke Gudang Perum Bulog Cabang Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Jumat (08/05/2026).
Minggu, 10 Mei 2026 14:33
Makassar City
Legislator PKB Apresiasi Kebijakan KUR sebagai Pendekatan Persuasif Penataan PKL
Kebijakan Pemerintah Kota Makassar dalam menata Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan pendekatan persuasif menuai tanggapan positif dari berbagai pihak. Program yang mengintegrasikan penertiban dengan akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat
Jum'at, 24 Apr 2026 19:22
Sulsel
Tiga Kandidat Bertarung di PKB Maros, Havid S Fasha Jadi Figur Terkuat
Persaingan menuju kursi Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Maros kian mengerucut.
Kamis, 23 Apr 2026 12:06
Sulsel
Hari Kartini, Anggota DPR RI Meity Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran Jeneponto
Anggota DPR RI, Dr. Hj. Meity Rahmatia, mengunjungi ibu-ibu dan anak-anak korban kebakaran di Kelurahan Tolo Selatan, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Minggu (20/4/2026).
Selasa, 21 Apr 2026 12:11
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kemenkum Sulsel Gelar Advokasi Jaminan Fidusia di Sidrap, Temukan Tiga Laporan Dugaan Pidana
2
Bupati Gowa Kawal Usulan Pembangunan Jalan Prioritas ke BBPJN Sulsel
3
Dollar Tembus Rp18.000, Harga Cabai dan Bawang Merah di Parepare Melonjak
4
BSI Cairkan Dividen Rp1,51 Triliun Hari Ini, Naik 44 Persen
5
Milad ke-34 FK UMI Diramaikan Studium Generale hingga Layanan Kesehatan Gratis
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kemenkum Sulsel Gelar Advokasi Jaminan Fidusia di Sidrap, Temukan Tiga Laporan Dugaan Pidana
2
Bupati Gowa Kawal Usulan Pembangunan Jalan Prioritas ke BBPJN Sulsel
3
Dollar Tembus Rp18.000, Harga Cabai dan Bawang Merah di Parepare Melonjak
4
BSI Cairkan Dividen Rp1,51 Triliun Hari Ini, Naik 44 Persen
5
Milad ke-34 FK UMI Diramaikan Studium Generale hingga Layanan Kesehatan Gratis