Guru Madrasah Maros Keluhkan Keterlambatan Pencairan TPG
Rabu, 04 Mar 2026 13:53
Ilustrasi. Foto: Istimewa
MAROS - Sejumlah guru madrasah di Kabupaten Maros mengaku Tunjangan Profesi Guru (TPG) periode Januari hingga Februari 2026 belum dibayarkan.
Salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, pencairan tunjangan sertifikasi guru di lingkup Kementerian Agama (Kemenag) masih menunggu penyelesaian administrasi melalui aplikasi Simpatika. Pembayaran, kata dia, baru akan ditransfer ke rekening masing-masing guru setelah seluruh proses administrasi dinyatakan tuntas.
Ia merinci, untuk guru non-ASN, total penerimaan dalam sekali pencairan mencapai Rp2,6 juta. Jumlah tersebut terdiri atas sertifikasi sebesar Rp1,5 juta dan inpassing Rp1,1 juta.
"Kalau non-ASN itu Rp1,5 juta sertifikasinya. Kalau inpassing-nya Rp1,1 juta. Jadi totalnya Rp2,6 juta semua naterima satu kali masuk," katanya.
Sementara itu, untuk guru ASN, besaran sertifikasi yang diterima sekitar Rp3,81 juta dalam sekali pencairan. Ia menegaskan, sistem pembayaran saat ini dilakukan melalui transfer langsung ke rekening guru, termasuk tenaga honorer.
Guru lainnya menyampaikan hal serupa. Ia mengaku saat ini masih dalam tahap pemberkasan.
"Sejak Januari–Februari belum cair," imbuhnya.
Ia bahkan menyebutkan keterlambatan ini baru pertama kali terjadi. "Selama ini tidak pernah telat, barusan ini belum cair," tuturnya.
Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros, Muhammad Nur Halik, menegaskan pembayaran TPG madrasah telah dicairkan.
"Sudah cair itu. Sudah cair,” tegasnya.
Ia menjelaskan, dana tersebut bersumber langsung dari Kantor Wilayah Kementerian Agama dan sistem pelaporannya dilakukan secara daring ke pusat.
"Saya tidak tahu pasti anggarannya karena itu langsung dari Kanwil Agama, sama dengan dana BOS. Kami tidak pegang," singkatnya.
Salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, pencairan tunjangan sertifikasi guru di lingkup Kementerian Agama (Kemenag) masih menunggu penyelesaian administrasi melalui aplikasi Simpatika. Pembayaran, kata dia, baru akan ditransfer ke rekening masing-masing guru setelah seluruh proses administrasi dinyatakan tuntas.
Ia merinci, untuk guru non-ASN, total penerimaan dalam sekali pencairan mencapai Rp2,6 juta. Jumlah tersebut terdiri atas sertifikasi sebesar Rp1,5 juta dan inpassing Rp1,1 juta.
"Kalau non-ASN itu Rp1,5 juta sertifikasinya. Kalau inpassing-nya Rp1,1 juta. Jadi totalnya Rp2,6 juta semua naterima satu kali masuk," katanya.
Sementara itu, untuk guru ASN, besaran sertifikasi yang diterima sekitar Rp3,81 juta dalam sekali pencairan. Ia menegaskan, sistem pembayaran saat ini dilakukan melalui transfer langsung ke rekening guru, termasuk tenaga honorer.
Guru lainnya menyampaikan hal serupa. Ia mengaku saat ini masih dalam tahap pemberkasan.
"Sejak Januari–Februari belum cair," imbuhnya.
Ia bahkan menyebutkan keterlambatan ini baru pertama kali terjadi. "Selama ini tidak pernah telat, barusan ini belum cair," tuturnya.
Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros, Muhammad Nur Halik, menegaskan pembayaran TPG madrasah telah dicairkan.
"Sudah cair itu. Sudah cair,” tegasnya.
Ia menjelaskan, dana tersebut bersumber langsung dari Kantor Wilayah Kementerian Agama dan sistem pelaporannya dilakukan secara daring ke pusat.
"Saya tidak tahu pasti anggarannya karena itu langsung dari Kanwil Agama, sama dengan dana BOS. Kami tidak pegang," singkatnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Jumlah Calon Jemaah Haji Maros Terus Bertambah
Jumlah calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Maros yang bakal berangkat tahun ini berubah. Jumlahnya terus mengalami peningkatan.
Kamis, 26 Feb 2026 11:01
Sulsel
Batas Pelunasan Haji Tahap Pertama Berakhir, 2 Jemaah Maros Belum Lunas
Proses pembayaran pelunasan biaya haji tahap pertama telah berakhir 14 Maret lalu. Sementara itu, saat ini masih ada dua calon jamaah haji (CJH) di Kabupaten Maros yang belum melakukan pelunasan.
Selasa, 18 Mar 2025 14:41
Sulsel
Aliran Sesat Tarekat Ana’ Loloa Masih Masif Rekrut Pengikut di Maros
Aliran sesat “Pangissengana Tarekat Ana’ Loloa” yang berada di Desa Bontosomba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros masih aktif merekrut pengikut, meski telah dilaporkan ke pihak berwajib.
Senin, 10 Mar 2025 15:18
Sulsel
Aliran Tarekat Baru Ditemukan di Maros, Kemenag Ambil Langkah Persuasif
Aliran tarekat baru ditemukan di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Aliran yang dinamakan aliran tarekat Ana' Loloa ini pertama kali ditemukan tahun 2024 lalu.
Kamis, 06 Mar 2025 16:01
Sulsel
Oknum Ustaz Ponpes Maros yang Diduga Lecehkan Santriwati Diberhentikan
Oknum ustaz salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Maros yang diduga melecehkan santriwati diberhentikan.
Jum'at, 06 Des 2024 15:00
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dukung BPK dalam Pemeriksaan LKPD, Bupati Jeneponto Minta OPD Kooperatif
2
Demokrasi “Normatif” Islam
3
Komisi D DPRD Sulsel Soroti Ketidakprofesionalan Pengerjaan Proyek Jalan Hertasning
4
InJourney Airports Buka Mudik Gratis, Layani Rute Makassar–Surabaya
5
Lebih Tinggi dari Tuntutan Jaksa, Hakim Vonis Owner Mytha Kosmetik 2,5 Tahun Penjara
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dukung BPK dalam Pemeriksaan LKPD, Bupati Jeneponto Minta OPD Kooperatif
2
Demokrasi “Normatif” Islam
3
Komisi D DPRD Sulsel Soroti Ketidakprofesionalan Pengerjaan Proyek Jalan Hertasning
4
InJourney Airports Buka Mudik Gratis, Layani Rute Makassar–Surabaya
5
Lebih Tinggi dari Tuntutan Jaksa, Hakim Vonis Owner Mytha Kosmetik 2,5 Tahun Penjara