PKUB Kemenag Ajak Pemuda Makassar Jadi Motor Kerukunan Lintas Agama
Jum'at, 05 Des 2025 14:33
Kegiatan Youth Harmony Class Region Makassar secara daring bertema “Membangun Kerukunan dari Lokal: Literasi, Regulasi, dan Aksi Pemuda”. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI kembali memperkuat peran pemuda dalam merawat kerukunan dengan menggelar Youth Harmony Class Region Makassar, Jumat (5/12/2025). Kegiatan yang berlangsung secara daring ini mengangkat tema “Membangun Kerukunan dari Lokal: Literasi, Regulasi, dan Aksi Pemuda”.
Sebanyak 301 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari Gen Z, mahasiswa, serta pemuda lintas agama yang ditugaskan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel dan UIN Alauddin Makassar. Selama sesi, peserta diajak memahami regulasi kerukunan umat beragama, sejarah kerukunan dan konflik, literasi kerukunan di era digital, hingga mendorong aksi kolaborasi pemuda lintas iman.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional yakni Darul Ma’arif Asry (Direktur Nasaruddin Umar Official; Fellow Center for Interfaith & Multicultural Studies), Fahri Badina Nur (Direktur Social Action & Community Engagement NUO), Habibah Pidi Rohmatu (Dosen PPKN Universitas Lambung Mangkurat), Ghulam Ruchma Algiffary (Peneliti Institute for Transformative Research on Sustainability & Religious Actions). Diskusi dipandu oleh Alvia Sabrina dari The Voist Public Relation.
Kepala PKUB Kemenag RI, Muhammad Adib Abdusshomad atau akrab disapa Gus Adib, menekankan pentingnya pelibatan generasi muda dalam menjaga harmoni bangsa.
“Gen Z dan pemuda lintas agama harus dilibatkan dalam kerja-kerja kerukunan. Setelah mengikuti Youth Harmony Class, mereka diharapkan menjadi virus baik penyebar kedamaian,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rencana PKUB untuk memberikan penghargaan khusus.
“Tahun depan, Gen Z yang aktif mengampanyekan kerukunan di media sosial akan dikukuhkan sebagai duta kerukunan. Mereka bukan hanya objek, tetapi subjek penggerak kerukunan, karena 10–15 tahun lagi merekalah yang memimpin bangsa ini,” tambahnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Ketua Tim Bina Lembaga dan KUB Kanwil Kemenag Sulsel, H. Mallingkai Ilyas, menyampaikan apresiasi kepada PKUB Kemenag RI. Ia menilai dinamika kerukunan di Sulsel cukup dinamis namun mampu dilalui berkat kerja bersama lintas sektoral.
“Banyak tantangan, tetapi semuanya dapat dilalui berkat kolaborasi tokoh agama, pemuda, perempuan, dan para penyuluh lintas agama,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya peran pemuda dalam ruang digital.
“Gen Z, mahasiswa, dan pemuda lintas agama harus ambil bagian, jadilah player, jangan jadi penonton apalagi provokator. Banjiri media sosial dengan narasi cinta, damai, dan kesejukan. Buat konten positif dan sebarkan di platform masing-masing,” pesannya.
Mallingkai juga mengajak seluruh peserta mensyukuri capaian Sulawesi Selatan yang berhasil meraih tiga Harmony Award 2025 dari Kementerian Agama RI, yakni FKUB Sulsel sebagai Kinerja Terbaik I Tingkat Provinsi, FKUB Sulsel sebagai Inspiratif Tingkat Provinsi dan FKUB Kota Makassar sebagai Kinerja Terbaik II Tingkat Kota. Penghargaan tersebut dinilai sebagai buah kerja kolaboratif seluruh elemen dalam menjaga kerukunan di Sulawesi Selatan.
Rangkaian Youth Harmony Class Region Makassar diharapkan menjadi penguat gerakan kerukunan berbasis pemuda, sekaligus mencetak kader-kader perdamaian di masa depan.
Sebanyak 301 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari Gen Z, mahasiswa, serta pemuda lintas agama yang ditugaskan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel dan UIN Alauddin Makassar. Selama sesi, peserta diajak memahami regulasi kerukunan umat beragama, sejarah kerukunan dan konflik, literasi kerukunan di era digital, hingga mendorong aksi kolaborasi pemuda lintas iman.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional yakni Darul Ma’arif Asry (Direktur Nasaruddin Umar Official; Fellow Center for Interfaith & Multicultural Studies), Fahri Badina Nur (Direktur Social Action & Community Engagement NUO), Habibah Pidi Rohmatu (Dosen PPKN Universitas Lambung Mangkurat), Ghulam Ruchma Algiffary (Peneliti Institute for Transformative Research on Sustainability & Religious Actions). Diskusi dipandu oleh Alvia Sabrina dari The Voist Public Relation.
Kepala PKUB Kemenag RI, Muhammad Adib Abdusshomad atau akrab disapa Gus Adib, menekankan pentingnya pelibatan generasi muda dalam menjaga harmoni bangsa.
“Gen Z dan pemuda lintas agama harus dilibatkan dalam kerja-kerja kerukunan. Setelah mengikuti Youth Harmony Class, mereka diharapkan menjadi virus baik penyebar kedamaian,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rencana PKUB untuk memberikan penghargaan khusus.
“Tahun depan, Gen Z yang aktif mengampanyekan kerukunan di media sosial akan dikukuhkan sebagai duta kerukunan. Mereka bukan hanya objek, tetapi subjek penggerak kerukunan, karena 10–15 tahun lagi merekalah yang memimpin bangsa ini,” tambahnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Ketua Tim Bina Lembaga dan KUB Kanwil Kemenag Sulsel, H. Mallingkai Ilyas, menyampaikan apresiasi kepada PKUB Kemenag RI. Ia menilai dinamika kerukunan di Sulsel cukup dinamis namun mampu dilalui berkat kerja bersama lintas sektoral.
“Banyak tantangan, tetapi semuanya dapat dilalui berkat kolaborasi tokoh agama, pemuda, perempuan, dan para penyuluh lintas agama,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya peran pemuda dalam ruang digital.
“Gen Z, mahasiswa, dan pemuda lintas agama harus ambil bagian, jadilah player, jangan jadi penonton apalagi provokator. Banjiri media sosial dengan narasi cinta, damai, dan kesejukan. Buat konten positif dan sebarkan di platform masing-masing,” pesannya.
Mallingkai juga mengajak seluruh peserta mensyukuri capaian Sulawesi Selatan yang berhasil meraih tiga Harmony Award 2025 dari Kementerian Agama RI, yakni FKUB Sulsel sebagai Kinerja Terbaik I Tingkat Provinsi, FKUB Sulsel sebagai Inspiratif Tingkat Provinsi dan FKUB Kota Makassar sebagai Kinerja Terbaik II Tingkat Kota. Penghargaan tersebut dinilai sebagai buah kerja kolaboratif seluruh elemen dalam menjaga kerukunan di Sulawesi Selatan.
Rangkaian Youth Harmony Class Region Makassar diharapkan menjadi penguat gerakan kerukunan berbasis pemuda, sekaligus mencetak kader-kader perdamaian di masa depan.
(MAN)
Berita Terkait
News
Di Mesir, Menag RI Tegaskan Ekoteologi dan Etika sebagai Fondasi Peradaban AI
Menteri Agama Nasaruddin Umar memaparkan konsep ekoteologi serta peran agama dan kesadaran kemanusiaan di era kecerdasan buatan dalam sebuah konferensi internasional di Mesir.
Selasa, 20 Jan 2026 15:41
Sulsel
Hari Amal Bakti, Momentum Perkuat Kerukunan Umat Beragama
Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, menjadi momentum untuk memperkuat kerukuran umat beragama.
Kamis, 08 Jan 2026 10:53
News
UIN Alauddin Makassar Peringkat II Humas Kemenag Awards
Humas UIN Alauddin Makassar kembali mengukir prestasi nasional dengan meraih Peringkat II Humas Kemenag Awards pada kategori Pengelola Komunikasi Inovatif untuk satuan kerja PTKN.
Jum'at, 05 Des 2025 12:18
Makassar City
Makassar Diganjar Tanda Cinta PAI 2025 oleh Kementerian Agama
Pemerintah Kota Makassar kembali mencatatkan prestasi nasional melalui penghargaan Tanda Cinta Pendidikan Agama Islam (PAI) Terbaik II yang diberikan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Rabu, 03 Des 2025 18:42
News
Dimulai di UIN Alauddin, Kemenag RI Susun Kerangka Akademik Diplomasi Perdamaian Gaza
Di tengah memuncaknya kegelisahan global terhadap krisis Gaza, Pemerintah Indonesia mulai memetakan langkah diplomasi yang lebih ofensif.
Senin, 17 Nov 2025 15:17
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Telan Rp26 M, Proyek Jaringan Air Baku Karalloe Tahap II Tuai Kritik Publik
2
Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500, Basarnas Terapkan Metode Estafet Paket
3
Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Ekosistem Kampus Islami
4
Barang Korban Ditemukan, Operasi SAR ATR 42-500 Persempit Area Pencarian
5
PDAM Jeneponto Tak Dilibatkan di Proyek Air Baku Karalloe Rp25 Miliar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Telan Rp26 M, Proyek Jaringan Air Baku Karalloe Tahap II Tuai Kritik Publik
2
Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500, Basarnas Terapkan Metode Estafet Paket
3
Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Ekosistem Kampus Islami
4
Barang Korban Ditemukan, Operasi SAR ATR 42-500 Persempit Area Pencarian
5
PDAM Jeneponto Tak Dilibatkan di Proyek Air Baku Karalloe Rp25 Miliar