Hadirkan Ustaz Das’ad Latif, UMI Gelar Zikir Bersama dan Perayaan Isra Mikraj

Jum'at, 09 Jan 2026 12:52
Hadirkan Ustaz Das’ad Latif, UMI Gelar Zikir Bersama dan Perayaan Isra Mikraj
Suasana Dzikir, Doa Bersama, dan peringatan Isra Miraj, di GOR Kampus 2 UMI, Jalan Urip Sumiharjo, Jumat (9/1/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Dzikir dan Doa Bersama yang dirangkaikan dengan Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 2026 M/1447 H, di Gelanggang Olahraga (GOR) Kampus 2 UMI, Jalan Urip Sumiharjo, Kota Makassar, Jumat (9/1/2026).

Rektor UMI, Prof Hambali Thalib, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini. Ia mengungkapkan bahwa momen ini menjadi istimewa karena kehadiran pendakwah kondang nasional asal Sulawesi Selatan, Ustaz Das'ad Latif.

"Ustaz Das'ad Latif memang putra daerah yang sudah masuk kategori dai kondang level nasional dengan basis massa yang cukup banyak. Dari hasil rapat panitia dan komunikasi kami, beliau bersedia hadir. Kami pimpinan universitas menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (9/1/2026).

Prof Hambali juga menambahkan bahwa format acara yang menggabungkan zikir dengan peringatan Isra Mikraj merupakan hal baru di masa kepemimpinannya. Kata dia, peserta yang hadir tidak hanya berasal dari internal kampus, tetapi juga melibatkan masyarakat umum.

"Alhamdulillah, kita berharap acara ini memberikan informasi kepada masyarakat bahwa UMI senantiasa menjaga syariat Islam sebagai komitmen kelembagaan," tegasnya.

Sementara itu, Ustaz Das'ad Latif menekankan bahwa esensi dari peringatan Isra Mikraj adalah mengambil pelajaran dari perintah salat untuk diterapkan dalam kehidupan nyata, terutama mengenai kejujuran dan kedisiplinan.

"Nilai-nilai dalam salat harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya orang salat tidak boleh mengurangi rakaat, itu adalah bentuk kejujuran. Di dalam Isra Mikraj ini tentu banyak nilai kehidupan, tapi fokus tadi tentang pentingnya salat," jelasnya saat dikonfirmasi.

Ustaz Das'ad juga memuji konsistensi lembaga pendidikan dalam menjaga tradisi keagamaan yang menurutnya sangat sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

"Jauh lebih penting setelah salat adalah mengaplikasikan nilainya. Contohnya, boleh demo tapi jangan mengganggu kepentingan masyarakat. Orang salat itu baik, tapi jangan sampai salat kita justru mengganggu orang lain," pesan Ustaz Das'ad.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kemajuan dunia pendidikan Islam di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru