Identifikasi Korban ATR 42-500 Dipusatkan di RS Bhayangkara Makassar
Minggu, 18 Jan 2026 12:39
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo memberikan keterangan pers. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyatakan komitmen penuh dalam membantu proses identifikasi korban pesawat ATR 42-500 hingga tuntas.
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo, menegaskan pihaknya mengerahkan personel untuk mendukung operasi penyelamatan dan identifikasi korban.
"Kita telah membuat Pos Aju bersama TNI Polri, dalam rangka melaksanakan operasi penyelamatan korban-korban pesawat," jelasnya.
Djuhandhani menambahkan, untuk memastikan identitas korban, telah disepakati Rumah Sakit Bhayangkara sebagai rumah sakit rujukan pelaksanaan uji antemortem.
"Karena RS Bhayangkara didukung oleh tim DVI Mabes Polri, ini sudah dikirim personil-personil yang membidangi hal tersebut," ujarnya.
Ia memastikan seluruh sumber daya terbaik telah dikerahkan guna mempercepat kepastian identitas korban bagi pihak keluarga.
“Proses identifikasi kami lakukan secara profesional dan terintegrasi, mulai dari antemortem hingga post mortem yang dipusatkan di RS Bhayangkara," ujar Kapolda dalam konferensi pers di Terminal Keberangkatan Bandara Sultan Hasanuddin, Minggu (18/1/2026).
Djuhandhani mengungkapkan, saat ini telah hadir salah satu anggota keluarga korban, yakni adik kandung kopilot Farhan Gunawan, untuk menjalani pemeriksaan antemortem.
"Keterlibatan keluarga, termasuk kehadiran adik kandung co-pilot ini sangat membantu proses pencocokan data," tambahnya.
Ia menambahkan, apabila keluarga korban tidak dapat hadir langsung di Makassar, Polri akan menerapkan metode jemput bola dengan melibatkan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes).
"Sehingga dalam uji antemortem ini, kita bisa menjemput bola kepada keluarga para korban," ujarnya.
Sejauh ini, data antemortem juga telah bertambah dari salah satu keluarga korban yang berada di Jawa Barat, tepatnya di Bogor.
"Saat ini dilaksanakan pengambilan antemortemnya dilakuman oleh Biddokes Jawa Barat," ujarnya.
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo, menegaskan pihaknya mengerahkan personel untuk mendukung operasi penyelamatan dan identifikasi korban.
"Kita telah membuat Pos Aju bersama TNI Polri, dalam rangka melaksanakan operasi penyelamatan korban-korban pesawat," jelasnya.
Djuhandhani menambahkan, untuk memastikan identitas korban, telah disepakati Rumah Sakit Bhayangkara sebagai rumah sakit rujukan pelaksanaan uji antemortem.
"Karena RS Bhayangkara didukung oleh tim DVI Mabes Polri, ini sudah dikirim personil-personil yang membidangi hal tersebut," ujarnya.
Ia memastikan seluruh sumber daya terbaik telah dikerahkan guna mempercepat kepastian identitas korban bagi pihak keluarga.
“Proses identifikasi kami lakukan secara profesional dan terintegrasi, mulai dari antemortem hingga post mortem yang dipusatkan di RS Bhayangkara," ujar Kapolda dalam konferensi pers di Terminal Keberangkatan Bandara Sultan Hasanuddin, Minggu (18/1/2026).
Djuhandhani mengungkapkan, saat ini telah hadir salah satu anggota keluarga korban, yakni adik kandung kopilot Farhan Gunawan, untuk menjalani pemeriksaan antemortem.
"Keterlibatan keluarga, termasuk kehadiran adik kandung co-pilot ini sangat membantu proses pencocokan data," tambahnya.
Ia menambahkan, apabila keluarga korban tidak dapat hadir langsung di Makassar, Polri akan menerapkan metode jemput bola dengan melibatkan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes).
"Sehingga dalam uji antemortem ini, kita bisa menjemput bola kepada keluarga para korban," ujarnya.
Sejauh ini, data antemortem juga telah bertambah dari salah satu keluarga korban yang berada di Jawa Barat, tepatnya di Bogor.
"Saat ini dilaksanakan pengambilan antemortemnya dilakuman oleh Biddokes Jawa Barat," ujarnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Korban Kecelakaan ATR 42-500 Asal Luwu Timur Diberi Santunan
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan bantuan santunan kepada keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, yang terjadi di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Selasa, 27 Jan 2026 19:53
News
Jenazah Esther Aprilita Korban ATR 42-500 Diberangkatkan ke Jakarta Malam Ini
Jenazah korban ketiga kecelakaan pesawat ATR 42-500, Esther Aprilita, tiba di area kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Jumat (24/1/2026).
Jum'at, 23 Jan 2026 18:33
News
Korban Ketiga ATR 42-500 Teridentifikasi, Pramugari Esther Aprilita
Tim DVI Polda Sulsel berhasil mengidentifikasi korban ketiga kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Identifikasi diumumkan hari ini.
Jum'at, 23 Jan 2026 16:34
News
Seluruh Korban ATR 42-500 Ditemukan, Tim SAR Sujud Syukur
Operasi pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 dinyatakan rampung setelah ditemukannya body part atau bagian tubuh ke-10 yang menandai seluruh korban telah ditemukan.
Jum'at, 23 Jan 2026 14:51
News
Bagian Tubuh Dua Jenazah Dievakuasi Gunakan Helikopter Caraccal Milik TNI AU
Dua jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 berhasil dievakuasi menggunakan helikopter jenis Caraccal milik TNI AU dari lereng Gunung Bulusaraung, Jumat (23/1/2026) pagi.
Jum'at, 23 Jan 2026 10:26
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Demokrasi “Normatif” Islam
2
Program Podium Sisoppengi jadi Inovasi Pengawasan Pemilu Berbasis Diskusi dan Nilai Budaya Lokal
3
Dukung BPK dalam Pemeriksaan LKPD, Bupati Jeneponto Minta OPD Kooperatif
4
Siap Hadapi Arus Mudik 2026, DLU Makassar Prediksi Lonjakan Penumpang
5
Guru Madrasah Maros Keluhkan Keterlambatan Pencairan TPG
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Demokrasi “Normatif” Islam
2
Program Podium Sisoppengi jadi Inovasi Pengawasan Pemilu Berbasis Diskusi dan Nilai Budaya Lokal
3
Dukung BPK dalam Pemeriksaan LKPD, Bupati Jeneponto Minta OPD Kooperatif
4
Siap Hadapi Arus Mudik 2026, DLU Makassar Prediksi Lonjakan Penumpang
5
Guru Madrasah Maros Keluhkan Keterlambatan Pencairan TPG