Evakuasi Jenazah Korban ATR 42-500 Terkendala Cuaca dan Medan Ekstrem
Minggu, 18 Jan 2026 18:14
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muh Arif. Foto: Istimewa
MAROS - Proses evakuasi jenazah korban kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500 yang ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung masih terus berlangsung meski terkendala cuaca buruk.
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muh Arif, menjelaskan evakuasi melalui jalur udara akan dilakukan apabila kondisi cuaca memungkinkan. Namun jika cuaca tidak mendukung, jenazah akan dievakuasi melalui jalur darat menuju pos terdekat di wilayah Kabupaten Pangkep atau kawasan Balocci.
"Karena jenazah ditemukan di kedalaman 200 meter, maka petuga Tim SAR harus diangkat dulu ke puncak. Setelah itu kami lihat situasi cuaca. Kalau cuaca bagus, helikopter akan diterbangkan untuk penjemputan. Kalau tidak memungkinkan, evakuasi dilakukan lewat darat," katanya.
Ia menegaskan perbedaan waktu tempuh antara evakuasi udara dan darat sangat signifikan. Jika menggunakan helikopter, waktu tempuh dari basecamp Lanud Sultan Hasanuddin ke lokasi hanya sekitar enam menit.
"Sementara jika melalui jalur darat, proses evakuasi bisa memakan waktu hingga lima jam karena jenazah harus dipikul dari medan terjal ke bawah," ujarnya.
Saat ini, lanjut Arif, kondisi cuaca di lokasi masih hujan dan berkabut sehingga evakuasi menggunakan helikopter belum dapat dilakukan.
Selain faktor cuaca, medan juga menjadi tantangan berat bagi tim di lapangan karena posisi jenazah berada di kedalaman sekitar 200 meter.
"Ini bukan pekerjaan mudah. Medannya berat dan berisiko. Tim di lapangan masih bekerja keras mengangkat jenazah ke atas," katanya.
Apabila jenazah berhasil dievakuasi hingga ke puncak pada hari ini, pihak SAR berharap dapat segera membawanya ke rumah sakit rujukan tanpa menunggu lama.
Rumah sakit yang telah disiapkan antara lain Rumah Sakit TNI Angkatan Udara dan RS Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan antemortem.
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muh Arif, menjelaskan evakuasi melalui jalur udara akan dilakukan apabila kondisi cuaca memungkinkan. Namun jika cuaca tidak mendukung, jenazah akan dievakuasi melalui jalur darat menuju pos terdekat di wilayah Kabupaten Pangkep atau kawasan Balocci.
"Karena jenazah ditemukan di kedalaman 200 meter, maka petuga Tim SAR harus diangkat dulu ke puncak. Setelah itu kami lihat situasi cuaca. Kalau cuaca bagus, helikopter akan diterbangkan untuk penjemputan. Kalau tidak memungkinkan, evakuasi dilakukan lewat darat," katanya.
Ia menegaskan perbedaan waktu tempuh antara evakuasi udara dan darat sangat signifikan. Jika menggunakan helikopter, waktu tempuh dari basecamp Lanud Sultan Hasanuddin ke lokasi hanya sekitar enam menit.
"Sementara jika melalui jalur darat, proses evakuasi bisa memakan waktu hingga lima jam karena jenazah harus dipikul dari medan terjal ke bawah," ujarnya.
Saat ini, lanjut Arif, kondisi cuaca di lokasi masih hujan dan berkabut sehingga evakuasi menggunakan helikopter belum dapat dilakukan.
Selain faktor cuaca, medan juga menjadi tantangan berat bagi tim di lapangan karena posisi jenazah berada di kedalaman sekitar 200 meter.
"Ini bukan pekerjaan mudah. Medannya berat dan berisiko. Tim di lapangan masih bekerja keras mengangkat jenazah ke atas," katanya.
Apabila jenazah berhasil dievakuasi hingga ke puncak pada hari ini, pihak SAR berharap dapat segera membawanya ke rumah sakit rujukan tanpa menunggu lama.
Rumah sakit yang telah disiapkan antara lain Rumah Sakit TNI Angkatan Udara dan RS Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan antemortem.
(MAN)
Berita Terkait
News
Tim SAR Gabungan Temukan Satu Jenazah Diduga Korban KM Nurul Salsa
Tim SAR Gabungan yang melaksanakan operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa kembali menemukan satu jenazah, yang diduga merupakan korban kecelakaan kapal tersebut pada hari ketujuh operasi pencarian, Selasa (21/7/2026).
Selasa, 21 Jul 2026 14:41
News
Basarnas Kerahkan RB 220 dari Mataram untuk Perkuat Operasi SAR KM Nurul Salsa
Memasuki hari keenam pelaksanaan Operasi SAR terhadap kecelakaan kapal KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Senin, 20 Jul 2026 19:14
News
Dua Penumpang KM Nurul Salsa Kembali Ditemukan Selamat di Pulau Balaloho
Perkembangan positif kembali terjadi dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) hari kelima terhadap korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Minggu, 19 Jul 2026 19:40
News
Lima Penumpang KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat, Berpegangan pada Rompong Nelayan
Kabar menggembirakan datang dari operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Tim SAR gabungan menemukan lima orang korban dalam kondisi selamat
Sabtu, 18 Jul 2026 20:37
News
Operasi Hari Keempat, Basarnas Tambah Kekuatan Pencarian KM Nurul Salsa
Tambahan kekuatan tersebut berupa KN SAR Pacitan dari Kantor Basarnas Kendari dengan Person On Board (POB) sebanyak 28 orang, serta KN SAR Puntadewa dari Kantor Basarnas Maumere
Sabtu, 18 Jul 2026 19:24
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Respon Gubernur Sulsel dan Sekda Soal Surat Permintaan Mediasi Bupati Gowa dengan DPRD
2
FORKI Luwu Timur Masuk 10 Besar Kejuaraan Internasional, Borong 10 Medali di Esa Unggul Cup VI
3
Satlantas Lutim Ingatkan Warga Bayar Pajak Tepat Waktu, Samsat Keliling Siap Melayani
4
Hadapi Krisis Air, PDAM Makassar Siapkan 3 Langkah Pulihkan Distribusi
5
Pemkab Maros Koordinasi DPR RI Pulangkan Jenazah WNI yang Meninggal di Armenia
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Respon Gubernur Sulsel dan Sekda Soal Surat Permintaan Mediasi Bupati Gowa dengan DPRD
2
FORKI Luwu Timur Masuk 10 Besar Kejuaraan Internasional, Borong 10 Medali di Esa Unggul Cup VI
3
Satlantas Lutim Ingatkan Warga Bayar Pajak Tepat Waktu, Samsat Keliling Siap Melayani
4
Hadapi Krisis Air, PDAM Makassar Siapkan 3 Langkah Pulihkan Distribusi
5
Pemkab Maros Koordinasi DPR RI Pulangkan Jenazah WNI yang Meninggal di Armenia