Dubes RI Ngopi Bareng UMKM Sulut untuk Bantu Tembus Pasar China
Selasa, 20 Jan 2026 08:43
Duta Besar Republik Indonesia untuk China, Jauhari Oratmangun, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Sulawesi Utara untuk memanfaatkan peluang ekspor ke pasar Tiongkok.
MANADO - Duta Besar Republik Indonesia untuk China, Jauhari Oratmangun, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Sulawesi Utara untuk memanfaatkan peluang ekspor ke pasar Tiongkok yang terus berkembang. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama pelaku UMKM Manado dan sekitarnya di Kawasan Mega Mas, Manado.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah UMKM memamerkan produk unggulan yang berpotensi ekspor, antara lain olahan ikan dan hasil laut, wastra lokal Sulawesi Utara, vanili, serta kerajinan berbahan dasar alam seperti kelapa. Dubes RI untuk China menegaskan kesiapan pemerintah melalui perwakilan diplomatik untuk membantu pelaku usaha Indonesia menembus pasar Tiongkok.
“Pasar China saat ini masih berkembang, khususnya untuk produk makanan dan minuman. Produk kerajinan Indonesia juga cukup diminati. Namun pelaku usaha harus benar-benar memperhatikan aspek harga dan melakukan negosiasi secara cermat, termasuk dalam menentukan term of payment dengan calon pembeli,” ujar Jauhari Oratmangun.
Salah satu pelaku usaha, Suriana dari CV Lyvia Nusa Boga, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa perusahaannya saat ini sedang menjalani proses pendaftaran pada otoritas kepabeanan China atau General Administration of Customs of the People’s Republic of China (GACC) sebagai salah satu prasyarat ekspor ke negara tersebut.
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara dan Tengah, Erwin Situmorang, menekankan pentingnya pemahaman detail prosedur ekspor bagi UMKM. Menurutnya, ketidaktahuan terhadap regulasi dan mekanisme ekspor berpotensi menimbulkan hambatan di kemudian hari.
Selain itu, Erwin juga menyoroti peluang optimalisasi jalur logistik udara. Ia menyebutkan bahwa ketersediaan kargo penerbangan internasional di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengiriman ekspor, khususnya untuk produk bernilai tambah dan berorientasi waktu pengiriman cepat.
Ketua Apindo Sulawesi Utara, Niko Lieke, menambahkan bahwa ekspor merupakan proses jangka panjang yang tidak bisa diharapkan langsung menghasilkan keuntungan besar. Tantangan seperti permintaan diskon tinggi dari pembeli hingga kompleksitas proses pendaftaran GACC merupakan bagian dari dinamika yang harus dihadapi pelaku usaha.
“Karena itu, UMKM perlu didampingi dan disarankan memiliki kakak angkat atau mitra usaha yang lebih berpengalaman agar dapat masuk ke pasar China secara berkelanjutan,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, China menjadi negara tujuan utama ekspor Sulawesi Utara. Sepanjang 2025, nilai ekspor Sulawesi Utara menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan kontribusi terbesar berasal dari perdagangan dengan China. Kondisi ini membuka peluang besar bagi UMKM daerah untuk ikut mengambil peran dalam rantai pasok global.
Pertemuan yang juga dihadiri perwakilan APINDO dan Balai Karantina tersebut berlangsung interaktif dan dipandu oleh Amelia Tungka. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan UMKM Sulawesi Utara dalam memanfaatkan momentum pertumbuhan ekspor dan memperluas akses ke pasar internasional, khususnya Tiongkok.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah UMKM memamerkan produk unggulan yang berpotensi ekspor, antara lain olahan ikan dan hasil laut, wastra lokal Sulawesi Utara, vanili, serta kerajinan berbahan dasar alam seperti kelapa. Dubes RI untuk China menegaskan kesiapan pemerintah melalui perwakilan diplomatik untuk membantu pelaku usaha Indonesia menembus pasar Tiongkok.
“Pasar China saat ini masih berkembang, khususnya untuk produk makanan dan minuman. Produk kerajinan Indonesia juga cukup diminati. Namun pelaku usaha harus benar-benar memperhatikan aspek harga dan melakukan negosiasi secara cermat, termasuk dalam menentukan term of payment dengan calon pembeli,” ujar Jauhari Oratmangun.
Salah satu pelaku usaha, Suriana dari CV Lyvia Nusa Boga, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa perusahaannya saat ini sedang menjalani proses pendaftaran pada otoritas kepabeanan China atau General Administration of Customs of the People’s Republic of China (GACC) sebagai salah satu prasyarat ekspor ke negara tersebut.
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara dan Tengah, Erwin Situmorang, menekankan pentingnya pemahaman detail prosedur ekspor bagi UMKM. Menurutnya, ketidaktahuan terhadap regulasi dan mekanisme ekspor berpotensi menimbulkan hambatan di kemudian hari.
Selain itu, Erwin juga menyoroti peluang optimalisasi jalur logistik udara. Ia menyebutkan bahwa ketersediaan kargo penerbangan internasional di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengiriman ekspor, khususnya untuk produk bernilai tambah dan berorientasi waktu pengiriman cepat.
Ketua Apindo Sulawesi Utara, Niko Lieke, menambahkan bahwa ekspor merupakan proses jangka panjang yang tidak bisa diharapkan langsung menghasilkan keuntungan besar. Tantangan seperti permintaan diskon tinggi dari pembeli hingga kompleksitas proses pendaftaran GACC merupakan bagian dari dinamika yang harus dihadapi pelaku usaha.
“Karena itu, UMKM perlu didampingi dan disarankan memiliki kakak angkat atau mitra usaha yang lebih berpengalaman agar dapat masuk ke pasar China secara berkelanjutan,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, China menjadi negara tujuan utama ekspor Sulawesi Utara. Sepanjang 2025, nilai ekspor Sulawesi Utara menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan kontribusi terbesar berasal dari perdagangan dengan China. Kondisi ini membuka peluang besar bagi UMKM daerah untuk ikut mengambil peran dalam rantai pasok global.
Pertemuan yang juga dihadiri perwakilan APINDO dan Balai Karantina tersebut berlangsung interaktif dan dipandu oleh Amelia Tungka. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan UMKM Sulawesi Utara dalam memanfaatkan momentum pertumbuhan ekspor dan memperluas akses ke pasar internasional, khususnya Tiongkok.
(GUS)
Berita Terkait
Ekbis
Pengawasan Tegas dan Fasilitasi Kepabeanan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Regional
Kanwil Bea Cukai Sulbagtara mencatat kinerja yang solid sepanjang tahun 2025, baik dalam pelaksanaan fungsi pengawasan kepabeanan dan cukai
Minggu, 11 Jan 2026 22:51
Sulsel
Bea Cukai Musnahkan Rokok dan MMEA Ilegal Senilai Rp2,8 Miliar
Bea Cukai Malili ikut memusnahkan 1.904.680 batang rokok ilegal dan 12,3 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA) hasil penindakan selama satu tahun terakhir.
Senin, 15 Des 2025 15:06
News
Percepat Layanan, Karantina Sulsel Gencar Sosialisasi Perba Nomor 5 Tahun 2025
Barantin melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan menggelar sosialisasi Perba Nomor 5 Tahun 2025 tentang Komoditas Wajib Periksa Karantina.
Senin, 07 Jul 2025 18:10
News
Pelindo Regional 4 Dapat Apresiasi atas Dukungan Program NLE
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 terus aktif berkolaborasi dan mendukung implementasi program National Logistics Ecosystem (NLE) di Indonesia.
Kamis, 23 Jan 2025 13:19
News
Hari Pabean Internasional, Kepala Karantina Sulsel Terima Penghargaan dari DJBC Sulbagsel
Dalam rangka Hari Pabean Internasional, Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Sulsel menerima penghargaan dari Tim Nasional Penataan Ekosistem Logistik Nasional.
Kamis, 23 Jan 2025 11:26
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tim SAR Temukan Korban Kedua ATR 42-500 Berjenis Kelamin Perempuan
2
Fakta Persidangan Ungkap Perkara Agus Fitrawan Tak Penuhi Unsur Korupsi
3
Mengapa Media Sosial Pemerintah Rajin Posting, tetapi Minim Respon Publik?
4
Delapan Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500 Tiba di Makassar
5
FK UMI Bersama AMDA & AMSA UMI Tebar Akses Kesehatan Gratis di Pinrang
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tim SAR Temukan Korban Kedua ATR 42-500 Berjenis Kelamin Perempuan
2
Fakta Persidangan Ungkap Perkara Agus Fitrawan Tak Penuhi Unsur Korupsi
3
Mengapa Media Sosial Pemerintah Rajin Posting, tetapi Minim Respon Publik?
4
Delapan Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500 Tiba di Makassar
5
FK UMI Bersama AMDA & AMSA UMI Tebar Akses Kesehatan Gratis di Pinrang