Riset dan Akreditasi Unggul Dorong Lompatan Kinerja UIN Alauddin

Kamis, 22 Jan 2026 16:33
Riset dan Akreditasi Unggul Dorong Lompatan Kinerja UIN Alauddin
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis memaparkan capaian kampus selama 2025 dalam Rapat Kerja yang berlangsung di Hotel Sultan Alauddin, Selasa 20 Januari lalu. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - UIN Alauddin Makassar mencatat capaian signifikan sepanjang 2025 pada aspek akademik, riset, tata kelola, hingga infrastruktur. Seluruh proses pembelajaran dilaporkan berjalan 100 persen dan tercatat penuh dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti).

Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, menyebut capaian tersebut sebagai hasil konsistensi penguatan tata kelola akademik berbasis sistem dan mutu.

“Pelaksanaan pembelajaran berjalan penuh tanpa jeda, dan seluruh riwayat pembelajaran terlapor 100 persen di PD-Dikti. Ini menjadi fondasi utama penjaminan mutu akademik,” kata Prof Hamdan di Hotel Sultan Alauddin, Kota Makassar, Selasa (20/1/2025).

Hasil Course Evaluation Survey (CES) 2025 menunjukkan stabilitas kualitas pengajaran. Pada semester ganjil, rerata penilaian mahasiswa mencapai 7,98 (kategori baik) terhadap 935 dosen. Pada semester genap, skor rerata 7,97 dengan responden 886 dosen. Konsistensi ini dinilai mencerminkan mutu pengajaran lintas fakultas.

Penguatan riset menjadi fokus kebijakan akademik. UIN Alauddin menata ulang ekosistem riset melalui penguatan metodologi, budaya mutu penelitian, serta dorongan publikasi internasional yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.

“Kami tidak hanya mengejar kuantitas riset, tetapi relevansinya. Karena itu, dana riset internal dan eksternal terus kami perkuat agar kompetitif dan berdampak,” ujar Hamdan.

Di bidang akreditasi, 41 dari 74 program studi atau sekitar 54 persen telah meraih akreditasi Unggul. Dua fakultas, yakni Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) serta Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), seluruh program studinya telah terakreditasi unggul.

Kolaborasi riset internasional juga meningkat, ditandai dengan hadirnya jurnal ilmiah yang berhasil terindeks Scopus. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) disebut semakin terintegrasi melalui penguatan sistem data akademik lintas unit.

Kinerja nonakademik turut mencatat hasil kuat. Serapan anggaran mencapai 99,60 persen, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. UIN Alauddin juga dinobatkan sebagai pengelola Cash Management System terbaik serta meraih predikat PTN Informatif terbaik di Indonesia Timur. Di lingkungan PTKIN, kampus ini menempati peringkat kedua pengelola komunikasi inovatif versi Kementerian Agama.

Pembenahan infrastruktur menjadi penopang capaian institusi. Rumah Sakit Pendidikan UIN Alauddin kini beroperasi dengan status Akreditasi Paripurna. Pembangunan Gedung Pusat Informasi Akademik dan Kemahasiswaan melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) rampung tepat waktu, dan kampus bersiap melaksanakan pembiayaan luar negeri (PHLN) untuk pengembangan Fakultas Kedokteran serta laboratorium program studi.

Pada level kelembagaan, UIN Alauddin membentuk sejumlah unit strategis, termasuk penguatan Lembaga Penjaminan Halal, pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi, Admission Center, Pusat Studi Pancasila, serta Pusat Reputasi dan Pemeringkatan Universitas.

Prof Hamdan menegaskan capaian tersebut menjadi pijakan untuk meningkatkan daya saing institusi.

“Ini adalah pijakan untuk membawa UIN Alauddin lebih kompetitif secara nasional dan regional, tanpa meninggalkan identitas keilmuan dan nilai keislaman,” pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru