Penguatan Publikasi dan Visibilitas Digital Dongkrak Posisi UIN Alauddin di Webometrics
Kamis, 05 Feb 2026 15:14
Ilustrasi. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mencatat capaian baru dalam pemeringkatan perguruan tinggi berbasis web global, Webometrics.
Dalam perangkingan tersebut, UIN Alauddin menempati peringkat ke-6 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terbaik se-Indonesia, peringkat ke-88 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) nasional, serta peringkat ke-3 di Sulawesi Selatan.
Capaian tersebut mencerminkan peningkatan visibilitas digital dan kinerja akademik kampus, terutama dalam publikasi ilmiah dan keterbukaan akses riset.
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, menilai capaian ini menjadi penanda pengakuan yang semakin luas terhadap kinerja institusi di tingkat global. Ia menyebut posisi tersebut sejalan dengan arah pengembangan kampus menuju rekognisi internasional.
“Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi dari local to global recognition yang kita dorong mulai terlihat hasilnya. Ini bukan sekadar angka peringkat, tetapi cerminan kerja kolektif sivitas akademika dalam memperkuat visibilitas dan dampak keilmuan,” kata Hamdan dalam keterangan tertulis.
Ia menambahkan, penguatan publikasi ilmiah, keterbukaan akses riset, serta optimalisasi kanal digital kampus menjadi faktor penting dalam peningkatan posisi tersebut. Universitas juga akan terus mendorong kolaborasi riset dan diseminasi pengetahuan secara terbuka.
Ketua Pemeringkatan Universitas UIN Alauddin Makassar uin-alauddin.ac.id, Dr. Ridwan Kambau, menjelaskan bahwa Webometrics merupakan platform pemeringkatan universitas global yang menggunakan pendekatan multidimensi. Sistem ini tidak hanya menilai kinerja riset, tetapi juga jejak digital dan keterbukaan akses akademik.
“Webometrics.org adalah platform peringkat universitas global yang dirancang untuk mencerminkan kinerja multidimensi institusi pendidikan tinggi. Berbeda dengan peringkat tradisional yang berfokus hanya pada penelitian, Webometrics mengevaluasi universitas berdasarkan kehadiran digital, pengaruh akademik, keterbukaan, dan visibilitas global,” ujar Ridwan.
Ia menegaskan bahwa Webometrics merupakan inisiatif independen berbasis penelitian yang mengedepankan transparansi dan evaluasi non-komersial. Pendekatan ini membuat indikator penilaian lebih luas dan tidak semata bertumpu pada jumlah publikasi.
Ridwan juga menjelaskan bahwa misi Webometrics adalah mempromosikan akses terbuka, transparansi digital, dan visibilitas akademik lembaga pendidikan tinggi. Dalam metodologinya, web dipandang bukan sekadar etalase informasi, melainkan saluran utama pembelajaran, penyebaran riset, dan keterlibatan publik.
“Webometrics tidak meranking situs web, tetapi universitas. Kinerja web dijadikan proxy untuk melihat dampak institusional di dunia nyata,” katanya.
Ia memaparkan bahwa pemeringkatan Webometrics menggunakan model penilaian komposit dengan indikator yang telah dinormalisasi agar evaluasi berlangsung seimbang.
Indikator tersebut meliputi visibilitas berbasis jumlah domain eksternal yang merujuk ke institusi sebesar 50 persen, transparansi atau jumlah kutipan dari 310 peneliti teratas di profil Google Scholar sebesar 10 persen, serta keunggulan riset melalui artikel yang masuk 10 persen teratas paling banyak dikutip periode 2019–2023 di basis data Scopus/Scimago sebesar 40 persen.
Dalam perangkingan tersebut, UIN Alauddin menempati peringkat ke-6 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terbaik se-Indonesia, peringkat ke-88 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) nasional, serta peringkat ke-3 di Sulawesi Selatan.
Capaian tersebut mencerminkan peningkatan visibilitas digital dan kinerja akademik kampus, terutama dalam publikasi ilmiah dan keterbukaan akses riset.
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, menilai capaian ini menjadi penanda pengakuan yang semakin luas terhadap kinerja institusi di tingkat global. Ia menyebut posisi tersebut sejalan dengan arah pengembangan kampus menuju rekognisi internasional.
“Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi dari local to global recognition yang kita dorong mulai terlihat hasilnya. Ini bukan sekadar angka peringkat, tetapi cerminan kerja kolektif sivitas akademika dalam memperkuat visibilitas dan dampak keilmuan,” kata Hamdan dalam keterangan tertulis.
Ia menambahkan, penguatan publikasi ilmiah, keterbukaan akses riset, serta optimalisasi kanal digital kampus menjadi faktor penting dalam peningkatan posisi tersebut. Universitas juga akan terus mendorong kolaborasi riset dan diseminasi pengetahuan secara terbuka.
Ketua Pemeringkatan Universitas UIN Alauddin Makassar uin-alauddin.ac.id, Dr. Ridwan Kambau, menjelaskan bahwa Webometrics merupakan platform pemeringkatan universitas global yang menggunakan pendekatan multidimensi. Sistem ini tidak hanya menilai kinerja riset, tetapi juga jejak digital dan keterbukaan akses akademik.
“Webometrics.org adalah platform peringkat universitas global yang dirancang untuk mencerminkan kinerja multidimensi institusi pendidikan tinggi. Berbeda dengan peringkat tradisional yang berfokus hanya pada penelitian, Webometrics mengevaluasi universitas berdasarkan kehadiran digital, pengaruh akademik, keterbukaan, dan visibilitas global,” ujar Ridwan.
Ia menegaskan bahwa Webometrics merupakan inisiatif independen berbasis penelitian yang mengedepankan transparansi dan evaluasi non-komersial. Pendekatan ini membuat indikator penilaian lebih luas dan tidak semata bertumpu pada jumlah publikasi.
Ridwan juga menjelaskan bahwa misi Webometrics adalah mempromosikan akses terbuka, transparansi digital, dan visibilitas akademik lembaga pendidikan tinggi. Dalam metodologinya, web dipandang bukan sekadar etalase informasi, melainkan saluran utama pembelajaran, penyebaran riset, dan keterlibatan publik.
“Webometrics tidak meranking situs web, tetapi universitas. Kinerja web dijadikan proxy untuk melihat dampak institusional di dunia nyata,” katanya.
Ia memaparkan bahwa pemeringkatan Webometrics menggunakan model penilaian komposit dengan indikator yang telah dinormalisasi agar evaluasi berlangsung seimbang.
Indikator tersebut meliputi visibilitas berbasis jumlah domain eksternal yang merujuk ke institusi sebesar 50 persen, transparansi atau jumlah kutipan dari 310 peneliti teratas di profil Google Scholar sebesar 10 persen, serta keunggulan riset melalui artikel yang masuk 10 persen teratas paling banyak dikutip periode 2019–2023 di basis data Scopus/Scimago sebesar 40 persen.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
409 Mahasiswa UIN Alauddin Mengabdi di Bantaeng
Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, menerima 409 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Angkatan ke-79 di Halaman Kantor Bupati Bantaeng, Rabu (12/8).
Rabu, 12 Agu 2026 21:54
News
KREASI 2026 Jadi Ajang Solidaritas Mahasiswa Sistem Informasi UIN Alauddin
Mahasiswa Jurusan SI Angkatan 2025 FST UIN Alauddin Makassar menggelar puncak perayaan KREASI bertema "Satu Dekade, Satu Rumah, Satu Cerita" di Monumen Mandala, Minggu (2/8/2026).
Senin, 03 Agu 2026 07:23
News
GALAKSI 2026 UIN Alauddin Jadi Ajang Cetak Generasi Cerdas, Kreatif, dan Berakhlak
Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar menggelar Gebyar Lomba dan Kreasi Fisika (GALAKSI) 2026 di Gedung Pendidikan Profesi Guru (PPG) FTK UIN Alauddin, Kabupaten Gowa, Selasa-Rabu (28–29/7/2026).
Rabu, 29 Jul 2026 05:17
News
IKA FEBI UIN Alauddin Kukuhkan Pengurus, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah
Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah melalui pelantikan BPC, Minggu (26/7/2026).
Senin, 27 Jul 2026 09:27
News
DJSN, BPJS, dan UIN Alauddin Perkuat Literasi Jaminan Sosial bagi Mahasiswa
Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) bersama BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, dan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar memperkuat implementasi kurikulum jaminan sosial melalui penyelenggaraan kuliah umum di lingkungan kampus UIN.
Sabtu, 25 Jul 2026 06:23
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Raih Campus Entrepreneurial Marketing for Impact 2026
2
DPRD Makassar Mulai Berkantor di Gedung Baru, Tekan Biaya Sewa Rp600 Juta
3
Imigrasi Parepare Lanjutkan Kerja Sama dengan SINDO Makassar
4
MMF 2026 di Kalla Institute Soroti Kolaborasi Manusia dan AI di Dunia Kerja
5
Transformasi Danantara Dongkrak Laba Pupuk Indonesia, Bukukan Rp8,51 Triliun
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Raih Campus Entrepreneurial Marketing for Impact 2026
2
DPRD Makassar Mulai Berkantor di Gedung Baru, Tekan Biaya Sewa Rp600 Juta
3
Imigrasi Parepare Lanjutkan Kerja Sama dengan SINDO Makassar
4
MMF 2026 di Kalla Institute Soroti Kolaborasi Manusia dan AI di Dunia Kerja
5
Transformasi Danantara Dongkrak Laba Pupuk Indonesia, Bukukan Rp8,51 Triliun