DPD RI jadi Garda Terdepan Suarakan Kepentingan Daerah Selaras Asta Cita
Senin, 26 Jan 2026 22:27
Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung. Istimewa
JAKARTA - Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam agenda pembangunan nasional. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung dalam rapat kerja dan koordinasi Anggota DPD RI Subwilayah Timur I yang mencakup sembilan provinsi di Kalimantan dan Sulawesi.
Menurut Tamsil, visi Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo merupakan fondasi strategis untuk membangun Indonesia yang kuat dari pinggiran dan berkeadilan antarwilayah. Karena itu, DPD RI memiliki posisi kunci untuk memastikan bahwa arah kebijakan nasional terhubung secara langsung dengan realitas dan aspirasi daerah.
“Setiap kali saya turun ke masyarakat, selain melakukan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, saya juga terus mensosialisasikan Asta Cita," ungkap Tamsil dalam keterangannya di Jakarta pada Senin (26/01/2026)
Tamsil melanjutkan, bahwa keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo sangat ditentukan oleh sejauh mana implementasi Asta Cita menempatkan daerah di garda terdepan pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan. Karena itu, mandat konstitusional DPD RI dalam menyerap dan menyalurkan aspirasi daerah, merupakan instrumen strategis untuk mengawal implementasi kebijakan nasional agar sejalan dengan visi Presiden.
"Aspirasi masyarakat daerah (Asmasda) yang dihimpun DPD RI mencerminkan persoalan konkret di lapangan," sambung mantan pimpinan Badan Anggaran DPR RI ini.
Dalam konteks pengawasan, Tamsil menekankan bahwa berbagai temuan DPD RI di daerah harus dibaca sebagai early warning system bagi pemerintah pusat. Temuan tersebut mengindikasikan masih adanya kesenjangan antara desain kebijakan nasional dan kapasitas implementasi di daerah.
“Di sinilah peran strategis DPD RI, yaitu memastikan kebijakan Presiden Prabowo hadir secara nyata dan dirasakan langsung oleh rakyat di daerah. Jangan sampai tereduksi oleh birokrasi,” tegasnya.
Lebih jauh, Tamsil menegaskan bahwa hasil penyerapan aspirasi masyarakat daerah tidak hanya berfungsi sebagai kanal demokrasi, tetapi telah berkembang menjadi basis data strategis untuk memperkuat fungsi pertimbangan DPD RI terhadap setiap kebijakan nasional yang berdampak pada daerah. Dengan pendekatan tersebut, DPD RI dapat memberikan masukan yang konstruktif dan berbasis fakta kepada pemerintah, tanpa kehilangan daya kritis dan semangat kolaboratif.
Dalam kerangka memperkuat efektivitas Asta Cita, Tamsil mendorong penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk penataan regulasi yang lebih adaptif terhadap karakteristik wilayah. Ia menegaskan bahwa DPD RI berdiri sejalan dengan Presiden Prabowo dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas nasional dan penguatan otonomi daerah.
Terkait isu pemekaran yang kembali jadi sorotan nasional, Tamsil menyatakan bahwa DPD RI mendorong pemerintah untuk secara bertahap dan selektif mempertimbangkan pengakhiran moratorium daerah otonomi baru.
Menurutnya, dalam perspektif pembangunan pemerintahan Presiden Prabowo, pemekaran bukan tujuan, melainkan instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“DPD RI siap menjadi mitra politik konstitusional Presiden Prabowo memastikan pembangunan nasional berjalan serentak, dari pusat hingga ke daerah terluar,” pungkas Tamsil.
Menurut Tamsil, visi Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo merupakan fondasi strategis untuk membangun Indonesia yang kuat dari pinggiran dan berkeadilan antarwilayah. Karena itu, DPD RI memiliki posisi kunci untuk memastikan bahwa arah kebijakan nasional terhubung secara langsung dengan realitas dan aspirasi daerah.
“Setiap kali saya turun ke masyarakat, selain melakukan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, saya juga terus mensosialisasikan Asta Cita," ungkap Tamsil dalam keterangannya di Jakarta pada Senin (26/01/2026)
Tamsil melanjutkan, bahwa keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo sangat ditentukan oleh sejauh mana implementasi Asta Cita menempatkan daerah di garda terdepan pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan. Karena itu, mandat konstitusional DPD RI dalam menyerap dan menyalurkan aspirasi daerah, merupakan instrumen strategis untuk mengawal implementasi kebijakan nasional agar sejalan dengan visi Presiden.
"Aspirasi masyarakat daerah (Asmasda) yang dihimpun DPD RI mencerminkan persoalan konkret di lapangan," sambung mantan pimpinan Badan Anggaran DPR RI ini.
Dalam konteks pengawasan, Tamsil menekankan bahwa berbagai temuan DPD RI di daerah harus dibaca sebagai early warning system bagi pemerintah pusat. Temuan tersebut mengindikasikan masih adanya kesenjangan antara desain kebijakan nasional dan kapasitas implementasi di daerah.
“Di sinilah peran strategis DPD RI, yaitu memastikan kebijakan Presiden Prabowo hadir secara nyata dan dirasakan langsung oleh rakyat di daerah. Jangan sampai tereduksi oleh birokrasi,” tegasnya.
Lebih jauh, Tamsil menegaskan bahwa hasil penyerapan aspirasi masyarakat daerah tidak hanya berfungsi sebagai kanal demokrasi, tetapi telah berkembang menjadi basis data strategis untuk memperkuat fungsi pertimbangan DPD RI terhadap setiap kebijakan nasional yang berdampak pada daerah. Dengan pendekatan tersebut, DPD RI dapat memberikan masukan yang konstruktif dan berbasis fakta kepada pemerintah, tanpa kehilangan daya kritis dan semangat kolaboratif.
Dalam kerangka memperkuat efektivitas Asta Cita, Tamsil mendorong penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk penataan regulasi yang lebih adaptif terhadap karakteristik wilayah. Ia menegaskan bahwa DPD RI berdiri sejalan dengan Presiden Prabowo dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas nasional dan penguatan otonomi daerah.
Terkait isu pemekaran yang kembali jadi sorotan nasional, Tamsil menyatakan bahwa DPD RI mendorong pemerintah untuk secara bertahap dan selektif mempertimbangkan pengakhiran moratorium daerah otonomi baru.
Menurutnya, dalam perspektif pembangunan pemerintahan Presiden Prabowo, pemekaran bukan tujuan, melainkan instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“DPD RI siap menjadi mitra politik konstitusional Presiden Prabowo memastikan pembangunan nasional berjalan serentak, dari pusat hingga ke daerah terluar,” pungkas Tamsil.
(UMI)
Berita Terkait
News
Tamsil Linrung Desak Kapolri Sanksi Polisi yang Terlibat Intimidasi Santriwati di Sukoharjo
Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung mendesak Kapolri mengusut tuntas dugaan intimidasi terhadap santriwati dalam penggeledahan di lembaga pendidikan Al-Qur’an di Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Minggu, 01 Nov 2026 18:22
Sulsel
Terima Kunjungan Anggota DPD RI, Andi Syahrum Perkuat Sinergi Pelayanan Air Bersih
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menerima kunjungan kerja Anggota DPD RI, Andi Abdul Waris Halid, di Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar, Jalan Dr. Ratulangi No. 3, Rabu (21/10/2026).
Rabu, 21 Okt 2026 15:11
News
Wakil Ketua DPD Tamsil Linrung Apresiasi Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo
Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung mengapresiasi dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam penegakan hukum, pemberantasan korupsi, dan penguatan hubungan internasional.
Selasa, 20 Okt 2026 20:07
News
Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung Apresiasi Langkah Kapolda Sulsel Redam Kriminalitas
Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung mengapresiasi ketegasan sekaligus pendekatan menyeluruh Kapolda Sulawesi Selatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selasa, 20 Okt 2026 17:52
News
Tamsil Linrung Tegaskan Dinamika Putusan MK Tak Boleh Ganggu Tugas Presiden
Wakil Ketua Umum DPD RI, Tamsil Linrung, bersilaturahmi dengan sejumlah awak media di Kantor Perwakilan DPD RI Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (20/10/2026).
Selasa, 20 Okt 2026 15:01
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Darmawangsyah Optimistis Tim Sepak Bola Gowa Bersaing di Porprov Sulsel
2
Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia
3
SMARTFREN Bundling nubia A77 5G, Internet Unlimited Dua Tahun Mulai Rp3,5 Juta
4
Polri di Persimpangan: Menguji Warisan Listyo Sigit, Memulihkan Marwah Bhayangkara
5
Sengketa Hak Pensiun dan Laporan Polisi PT Anugrah 388 Berakhir Damai
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Darmawangsyah Optimistis Tim Sepak Bola Gowa Bersaing di Porprov Sulsel
2
Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia
3
SMARTFREN Bundling nubia A77 5G, Internet Unlimited Dua Tahun Mulai Rp3,5 Juta
4
Polri di Persimpangan: Menguji Warisan Listyo Sigit, Memulihkan Marwah Bhayangkara
5
Sengketa Hak Pensiun dan Laporan Polisi PT Anugrah 388 Berakhir Damai