Kapolri Dijadwalkan Resmikan Pusat Studi Kepolisian di Unhas
Jum'at, 03 Apr 2026 05:22
Unhas bersama Polda Sulsel menuntaskan persiapan peluncuran Pusat Studi Kepolisian di Fakultas Hukum Unhas, Kamis (2/4/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan menuntaskan persiapan peluncuran Pusat Studi Kepolisian di Fakultas Hukum (FH) Unhas. Pusat studi tersebut dijadwalkan akan diresmikan oleh Kapolri.
Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan riset akademik dengan praktik kepolisian untuk menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks, termasuk kejahatan berbasis digital.
Kesiapan peluncuran ditandai dengan kegiatan peninjauan yang dirangkaikan dengan pertemuan antara Rektor Unhas dan jajaran Polda Sulsel.
Dalam pertemuan itu, Irwasda Polda Sulsel Kombes Pol. Ai Afriandi memaparkan dasar hukum, tujuan, struktur organisasi, hingga bentuk kegiatan Pusat Studi Kepolisian.
"Secara konseptual, Pusat Studi Kepolisian ini mengusung tiga pilar utama, pengembangan kapasitas, produksi pengetahuan, dan translasi kebijakan. Program pelatihan dirancang untuk meningkatkan kompetensi personel kepolisian dalam aspek etika profesi, komunikasi publik, serta manajemen konflik, tiga bidang yang dalam kajian ilmu sosial terbukti berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat," katanya, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, penelitian bersama antara akademisi dan praktisi kepolisian menjadi inti pendekatan berbasis bukti (evidence-based policing). Melalui kolaborasi ini, data empiris diharapkan dapat diolah menjadi rekomendasi kebijakan yang lebih presisi dalam menangani berbagai isu, seperti kejahatan siber, dinamika sosial, hingga keamanan berbasis komunitas.
Selain itu, pengembangan kurikulum juga menjadi bagian penting melalui kuliah tamu, seminar, dan diskusi kebijakan. Pendekatan ini membuka ruang interaksi antara teori dan praktik yang adaptif terhadap perubahan lanskap kejahatan.
Dekan Fakultas Hukum Unhas, Prof. Hamzah Halim, mengatakan Pusat Studi Kepolisian dirancang dengan melibatkan berbagai fakultas yang relevan dengan tugas kepolisian.
"Pendekatan lintas disiplin ini diharapkan mampu memperkaya perspektif keilmuan dalam mendukung kajian serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan keamanan," ujarnya.
Ia menambahkan, FH Unhas terus memperkuat peran strategis melalui berbagai program kolaboratif, termasuk program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bersama Polda Sulsel, serta penyelenggaraan kelas afirmasi jenjang S2 dan S3 bagi anggota kepolisian.
"Salah satunya adalah pelaksanaan program kelas Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) hasil kerja sama dengan Polda Sulawesi Selatan, serta penyelenggaraan kelas afirmasi jenjang S2 dan S3 bagi anggota kepolisian," jelasnya.
Sementara itu, Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menyoroti kompleksitas ancaman siber yang membutuhkan respons multidisipliner.
“Fenomena kejahatan hari ini berkembang sangat cepat, terutama di ruang digital. Karena itu, pendekatan berbasis riset dan kolaborasi lintas disiplin menjadi kebutuhan mendesak,” kata Prof. JJ.
Ia menegaskan bahwa tantangan ke depan tidak dapat ditangani secara sektoral, melainkan membutuhkan kolaborasi kuat antara perguruan tinggi dan institusi kepolisian.
"Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi dan institusi kepolisian sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan," paparnya.
Prof. JJ juga menjelaskan bahwa struktur Pusat Studi Kepolisian melibatkan akademisi lintas bidang dan praktisi kepolisian sebagai bagian dari model kolaborasi transdisipliner.
"Kehadiran divisi-divisi seperti riset dan publikasi, advokasi, hingga pengabdian kepada masyarakat memperkuat fungsi pusat studi sebagai penghubung antara produksi pengetahuan dan implementasi kebijakan," tuturnya.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, menyampaikan apresiasi atas dukungan Unhas sebagai mitra strategis institusi kepolisian.
"Keberadaan Pusat Studi Kepolisian diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui rekomendasi akademik dalam membantu pemecahan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan," ucapnya.
Selain dengan institusi kepolisian, Fakultas Hukum Unhas juga menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Republik Indonesia dan Mahkamah Agung. Melalui kerja sama tersebut, jaksa baru yang telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) dapat melanjutkan studi S2 di Fakultas Hukum Unhas dengan masa studi satu tahun.
Kolaborasi ini juga diperkuat melalui pelaksanaan riset bersama, publikasi ilmiah, serta berbagai kegiatan akademik lain sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas Tridharma Perguruan Tinggi.
Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan riset akademik dengan praktik kepolisian untuk menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks, termasuk kejahatan berbasis digital.
Kesiapan peluncuran ditandai dengan kegiatan peninjauan yang dirangkaikan dengan pertemuan antara Rektor Unhas dan jajaran Polda Sulsel.
Dalam pertemuan itu, Irwasda Polda Sulsel Kombes Pol. Ai Afriandi memaparkan dasar hukum, tujuan, struktur organisasi, hingga bentuk kegiatan Pusat Studi Kepolisian.
"Secara konseptual, Pusat Studi Kepolisian ini mengusung tiga pilar utama, pengembangan kapasitas, produksi pengetahuan, dan translasi kebijakan. Program pelatihan dirancang untuk meningkatkan kompetensi personel kepolisian dalam aspek etika profesi, komunikasi publik, serta manajemen konflik, tiga bidang yang dalam kajian ilmu sosial terbukti berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat," katanya, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, penelitian bersama antara akademisi dan praktisi kepolisian menjadi inti pendekatan berbasis bukti (evidence-based policing). Melalui kolaborasi ini, data empiris diharapkan dapat diolah menjadi rekomendasi kebijakan yang lebih presisi dalam menangani berbagai isu, seperti kejahatan siber, dinamika sosial, hingga keamanan berbasis komunitas.
Selain itu, pengembangan kurikulum juga menjadi bagian penting melalui kuliah tamu, seminar, dan diskusi kebijakan. Pendekatan ini membuka ruang interaksi antara teori dan praktik yang adaptif terhadap perubahan lanskap kejahatan.
Dekan Fakultas Hukum Unhas, Prof. Hamzah Halim, mengatakan Pusat Studi Kepolisian dirancang dengan melibatkan berbagai fakultas yang relevan dengan tugas kepolisian.
"Pendekatan lintas disiplin ini diharapkan mampu memperkaya perspektif keilmuan dalam mendukung kajian serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan keamanan," ujarnya.
Ia menambahkan, FH Unhas terus memperkuat peran strategis melalui berbagai program kolaboratif, termasuk program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bersama Polda Sulsel, serta penyelenggaraan kelas afirmasi jenjang S2 dan S3 bagi anggota kepolisian.
"Salah satunya adalah pelaksanaan program kelas Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) hasil kerja sama dengan Polda Sulawesi Selatan, serta penyelenggaraan kelas afirmasi jenjang S2 dan S3 bagi anggota kepolisian," jelasnya.
Sementara itu, Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menyoroti kompleksitas ancaman siber yang membutuhkan respons multidisipliner.
“Fenomena kejahatan hari ini berkembang sangat cepat, terutama di ruang digital. Karena itu, pendekatan berbasis riset dan kolaborasi lintas disiplin menjadi kebutuhan mendesak,” kata Prof. JJ.
Ia menegaskan bahwa tantangan ke depan tidak dapat ditangani secara sektoral, melainkan membutuhkan kolaborasi kuat antara perguruan tinggi dan institusi kepolisian.
"Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi dan institusi kepolisian sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan," paparnya.
Prof. JJ juga menjelaskan bahwa struktur Pusat Studi Kepolisian melibatkan akademisi lintas bidang dan praktisi kepolisian sebagai bagian dari model kolaborasi transdisipliner.
"Kehadiran divisi-divisi seperti riset dan publikasi, advokasi, hingga pengabdian kepada masyarakat memperkuat fungsi pusat studi sebagai penghubung antara produksi pengetahuan dan implementasi kebijakan," tuturnya.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, menyampaikan apresiasi atas dukungan Unhas sebagai mitra strategis institusi kepolisian.
"Keberadaan Pusat Studi Kepolisian diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui rekomendasi akademik dalam membantu pemecahan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan," ucapnya.
Selain dengan institusi kepolisian, Fakultas Hukum Unhas juga menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Republik Indonesia dan Mahkamah Agung. Melalui kerja sama tersebut, jaksa baru yang telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) dapat melanjutkan studi S2 di Fakultas Hukum Unhas dengan masa studi satu tahun.
Kolaborasi ini juga diperkuat melalui pelaksanaan riset bersama, publikasi ilmiah, serta berbagai kegiatan akademik lain sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas Tridharma Perguruan Tinggi.
(MAN)
Berita Terkait
News
Polri Harus Menjadi Garda Terdepan Pelayanan Rakyat
Upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) berlangsung khidmat. Bahkan kegiatan yang digelar di Mapolda Sulsel, Rabu, (01/07/2026) dihadiri oleh seluruh Forkopimda Sulsel sebagai dukungan atas delapan dekade Korps Bhayangkara ini
Rabu, 01 Jul 2026 22:39
News
Suka Duka Mutmainnah, Mahasiswi Unhas yang Jadi Garda Terdepan Sensus BPS
Hal itu dirasakan Mutmainnah (22), mahasiswi Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unhas, yang saat ini bertugas sebagai petugas sensus ekonomi BPS.
Rabu, 01 Jul 2026 19:58
News
HUT Bhayangkara, Polda Sulsel Perkuat Sinergi dan Komitmen Berantas Narkoba
Polda Sulawesi Selatan menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara, bertajuk "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat" di Lapangan Mapolda, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 16, Kecamatan Biringkanaya
Rabu, 01 Jul 2026 12:10
News
Polda Sulsel Ungkap 2.170 Kasus Kriminal dan Amankan 77 Kg Sabu
Polda Sulsel menggelar konferensi pers terkait pengungkapan tindak pidana yang ditangani oleh Ditreskrimum beserta Satreskrim Polres jajaran, Ditresnarkoba beserta Satnarkoba Polres jajaran selama periode Januari hingga Juni 2026
Senin, 29 Jun 2026 20:00
Makassar City
Bawa Nama Indonesia ke Singapura, Delegasi Mahasiswa Unhas Didukung Penuh Wali Kota Makassar
Sebanyak delapan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tergabung sebagai Delegasi Indonesia pada Asian Undergraduate Symposium (AUS) 2026 melakukan audiensi bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin
Senin, 29 Jun 2026 17:16
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Djournal Resmikan Gerai Kedua di Makassar, Kini Hadir di Mal Ratu Indah
2
Mahasiswa Jadi Korban Penikaman di Tamangapa, Tiga Pelaku Diburu Polisi
3
Ruas Pangkajene-Rappang di Kabupaten Sidrap Dipacu Rampung
4
Hasil Rekapitulasi PDPB, KPU Barru Tetapkan 144.680 Pemilih pada Triwulan II 2026
5
Layanan Pemanduan & Penundaan PJM Wilayah 3 Melampaui Target RKAP
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Djournal Resmikan Gerai Kedua di Makassar, Kini Hadir di Mal Ratu Indah
2
Mahasiswa Jadi Korban Penikaman di Tamangapa, Tiga Pelaku Diburu Polisi
3
Ruas Pangkajene-Rappang di Kabupaten Sidrap Dipacu Rampung
4
Hasil Rekapitulasi PDPB, KPU Barru Tetapkan 144.680 Pemilih pada Triwulan II 2026
5
Layanan Pemanduan & Penundaan PJM Wilayah 3 Melampaui Target RKAP